Lompat ke isi

Gerak melingkar: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26873875; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gerak melingkar''' () adalah gerak suatu [[benda]] yang membentuk lintasan berupa [[lingkaran]] mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya [[gaya]] yang selalu ''membelokkan''-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan [[gaya sentripetal]]. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu [[percepatan]] yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran.
[[File:Circular_motion_diagram.png|thumb|right|280px|Gerak melingkar]]
 
'''Gerak melingkar''' () adalah gerak suatu [[benda]] yang membentuk lintasan berupa [[lingkaran]] mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya [[gaya]] yang selalu ''membelokkan''-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan [[gaya sentripetal]]. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu [[percepatan]] yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran.<ref>Richard S. Westfall, ''Circular Motion in Seventeenth-Century Mechanics'', [http://links.jstor.org/sici?sici=0021-1753%28197206%2963%3A2%3C184%3ACMISM%3E2.0.CO%3B2-O Isis, Vol. 63, No. 2. (Jun., 1972), pp. 184-189].</ref>


== Besaran gerak melingkar ==
== Besaran gerak melingkar ==
Baris 5: Baris 7:
berturut-turut dengan <math>r\!</math>, <math>v\!</math> dan <math>a\!</math>.
berturut-turut dengan <math>r\!</math>, <math>v\!</math> dan <math>a\!</math>.


{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|+ Besaran gerak lurus dan melingkar
! colspan="2" | Gerak lurus
!Gerak melingkar
|-
! width="120" | [[Besaran]]
! width="120" | Satuan ([[SI (satuan ukur)|SI]])
! width="120" | Satuan ([[SI (satuan ukur)|SI]])
|-
| posisi <math>r\!</math>
| [[meter|m]]
| rad
|-
| kecepatan <math>v\!</math>
| [[meter|m]]/[[detik|s]]
| [[radian|rad]]/[[detik|s]]
|-
| percepatan <math>a\!</math>
| [[meter|m]]/[[detik|s]]<sup>2</sup>
| [[radian|rad]]/[[detik|s]]<sup>2</sup>
|-
| -
| -
| [[detik|s]]
|-
| -
| -
| [[meter|m]]
|-
|}


=== Turunan dan integral ===
=== Turunan dan integral ===
Baris 16: Baris 48:


=== Hubungan antar besaran sudut dan tangensial ===
=== Hubungan antar besaran sudut dan tangensial ===
Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui <math>R\!</math> khusus untuk komponen tangensial, yaitu
Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui <math>R\!</math> khusus untuk komponen tangensial, yaitu


Baris 28: Baris 59:


== Jenis gerak melingkar ==
== Jenis gerak melingkar ==
Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya <math>\omega\!</math>, yaitu:
Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya <math>\omega\!</math>, yaitu:


Baris 87: Baris 117:
* pusat lingkaran <math>(x_c,y_c)\!</math>
* pusat lingkaran <math>(x_c,y_c)\!</math>


untuk kemudian dibuat persamaannya.
untuk kemudian dibuat persamaannya.<ref>''Chapter 22 Parametric Equation,'', Department of Mathematics, University of Washington, [http://www.math.washington.edu/~m124/source/supps/week2/paraeqns1.pdf Math 124 Materials (Autumn), ch 22, pp. 308] .</ref>


Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan <math>R\!</math> yang diperoleh melalui:
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan <math>R\!</math> yang diperoleh melalui:
Baris 112: Baris 142:


=== Hubungan antar besaran linier dan angular ===
=== Hubungan antar besaran linier dan angular ===
Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran linier yang digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.
Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran linier yang digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.


=== Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut ===
=== Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut ===
Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui
Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui


Baris 145: Baris 173:


=== Percepatan tangensial dan kecepatan sudut ===
=== Percepatan tangensial dan kecepatan sudut ===
Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui
Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui


Baris 174: Baris 201:


=== Kecepatan sudut tidak tetap ===
=== Kecepatan sudut tidak tetap ===
Persamaan parametric dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa
Persamaan parametric dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa


Baris 190: Baris 216:


==== Kecepatan sudut ====
==== Kecepatan sudut ====
Dengan menggunakan [[aturan rantai]] dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh
Dengan menggunakan [[aturan rantai]] dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh


Baris 208: Baris 233:


== Gerak berubah beraturan ==
== Gerak berubah beraturan ==
Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.
Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.


{| class="wikitable" style="text-align:center;"
|+ Gerak berubah beraturan
|-
! width="80" | Kecepatan
! width="80" | GLBB
! width="80" | GMB
|-
! Besar
| berubah
| tetap
|-
! Arah
| tetap
| berubah
|}


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 217: Baris 256:
* [[Gerak peluru]]
* [[Gerak peluru]]
* [[Gerak vertikal]]
* [[Gerak vertikal]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://web.archive.org/web/20100117190656/http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Physics/8-01Physics-IFall1999/VideoLectures/detail/embed05.htm Circular Motion Lecture] – a video lecture on CM
* [https://web.archive.org/web/20100117190656/http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Physics/8-01Physics-IFall1999/VideoLectures/detail/embed05.htm Circular Motion Lecture] – a video lecture on CM


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerak+melingkar&oldid=26873875 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26873875 (2025-02-02T06:09:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerak+melingkar&oldid=26873875 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26873875 (2025-02-02T06:09:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 22.56

Gerak melingkar

Gerak melingkar () adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkan-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran.[1]

Besaran gerak melingkar

Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah θ, ω dan α atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan r, v dan a.

Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus Gerak melingkar
Besaran Satuan (SI) Satuan (SI)
posisi r m rad
kecepatan v m/s rad/s
percepatan a m/s2 rad/s2
- - s
- - m

Turunan dan integral

Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.

ω dt=θω=dθdt
α dt=ωα=dωdt
α dt2=θα=d2θdt2

Hubungan antar besaran sudut dan tangensial

Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui R khusus untuk komponen tangensial, yaitu

θ=rTR   ω=vTR   α=aTR

Perhatikan bahwa di sini digunakan rT yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu

rT|r(t+Δt)r(t)|

untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.

Jenis gerak melingkar

Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya ω, yaitu:

  • gerak melingkar beraturan, dan
  • gerak melingkar berubah beraturan.

Gerak melingkar beraturan

Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut ω tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial vT dengan jari-jari lintasan R.

ω=vTR

Arah kecepatan linier v dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial vT. Tetapnya nilai kecepatan vT akibat konsekuensi dar tetapnya nilai ω. Selain itu terdapat pula percepatan radial aR yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.

aR=v2R=vT2R

Bila T adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran θ=2πR, maka dapat pula dituliskan

vT=2πRT

Kinematika gerak melingkar beraturan adalah

θ(t)=θ0+ω t

dengan θ(t) adalah sudut yang dilalui pada suatu saat t, θ0 adalah sudut mula-mula dan ω adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).

Ciri-ciri gerak melingkar beraturan:

  • Besar kelajuan linearnya tetap
  • Besar kecepatan sudutnya tetap
  • Besar percepatan sentripetalnya tetap
  • Lintasannya berupa lingkaran

Gerak melingkar berubah beraturan

Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut α tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial aT (yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial vT).

α=aTR

Kinematika GMBB adalah

ω(t)=ω0+α t
θ(t)=θ0+ω0 t+12α t2
ω2(t)=ω02+2α (θ(t)θ0)

dengan α adalah percepatan sudut yang bernilai tetap dan ω0 adalah kecepatan sudut mula-mula.

Ciri-ciri gerak melingkar berubah beraturan:

  • Besar kelajuan linearnya berubah
  • Besar kecepatan sudutnya berubah
  • Besar percepatan sentripetalnya berubah
  • Lintasannya berupa lingkaran

Persamaan parametrik

Gerak melingkar dapat pula dinyatakan dalam persamaan parametrik dengan terlebih dahulu mendefinisikan:

  • titik awal gerakan dilakukan (x0,y0)
  • kecepatan sudut putaran ω (yang berarti suatu GMB)
  • pusat lingkaran (xc,yc)

untuk kemudian dibuat persamaannya.[2]

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan R yang diperoleh melalui:

R=(x0xc)2+(y0yc)2

Setelah diperoleh nilai jari-jari lintasan, persamaan dapat segera dituliskan, yaitu

x(t)=xc+Rcos(ωt+ϕx)
y(t)=yc+Rsin(ωt+ϕy)

dengan dua konstanta ϕx dan ϕy yang masih harus ditentukan nilainya. Dengan persyaratan sebelumnya, yaitu diketahuinya nilai (x0,y0), maka dapat ditentukan nilai ϕx dan ϕy:

ϕx=arccos(x0xcR)
ϕy=arcsin(y0ycR)

Perlu diketahui bahwa sebenarnya

ϕx=ϕy

karena merupakan sudut awal gerak melingkar.

Hubungan antar besaran linier dan angular

Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran linier yang digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.

Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut

Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui

v=vx2+vy2

dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka

vT=v=vx2+vy2

dengan

vx=x˙=dxdt
vy=y˙=dydt

diperoleh

vx=ωRsin(ωt+ϕx)
vy=ωRcos(ωt+ϕx)

sehingga

vT=(ω)2R2sin2(ωt+ϕx)+ω2R2cos2(ωt+ϕx)
vT=ωRsin2(ωt+ϕx)+cos2(ωt+ϕx)
vT=ωR

Percepatan tangensial dan kecepatan sudut

Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui

a=ax2+ay2

dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka

aT=a=ax2+ay2

dengan

ax=x¨=d2xdt2
ay=y¨=d2ydt2

diperoleh

ax=ω2Rcos(ωt+ϕx)
ay=ω2Rsin(ωt+ϕx)

sehingga

aT=(ω)4R2cos2(ωt+ϕx)+ω4R2sin2(ωt+ϕx)
aT=ω2Rcos2(ωt+ϕx)+sin2(ωt+ϕx)
aT=ω2R

Kecepatan sudut tidak tetap

Persamaan parametric dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa

ωω(t)=αdt=ω0+αt

dengan α percepatan sudut dan ω0 kecepatan sudut mula-mula. Penurunan GMBB ini akan menjadi sedikit lebih rumit dibandingkan pada kasus GMB di atas.

Persamaan parametrik di atas, dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih umum, yaitu:

x(t)=xc+Rcosθ
y(t)=yc+Rsinθ

di mana θ=θ(t) adalah sudut yang dilampaui dalam suatu kurun waktu. Seperti telah disebutkan di atas mengenai hubungan antara θ, ω dan α melalui proses integrasi dan diferensiasi, maka dalam kasus GMBB hubungan-hubungan tersebut mutlak diperlukan.

Kecepatan sudut

Dengan menggunakan aturan rantai dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh

vx(t)=Rsinθ dθdt=ω(t)Rsinθ
vy(t)=Rcosθ dθdt=ω(t)Rcosθ

dengan

dθdt=ω(t)=ω0+α t

Dapat dibuktikan bahwa

v(t)=vT(t)=vx2(t)+vy2(t)=ω(t)R

sama dengan kasus pada GMB.

Gerak berubah beraturan

Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.

Gerak berubah beraturan
Kecepatan GLBB GMB
Besar berubah tetap
Arah tetap berubah

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Richard S. Westfall, Circular Motion in Seventeenth-Century Mechanics, Isis, Vol. 63, No. 2. (Jun., 1972), pp. 184-189.
  2. Chapter 22 Parametric Equation,, Department of Mathematics, University of Washington, Math 124 Materials (Autumn), ch 22, pp. 308 .

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26873875 (2025-02-02T06:09:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.