Lompat ke isi

Metode koefisien tak tentu: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28425906; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Navier_Stokes_Laminar.svg|thumb|right|280px|Navier Stokes Laminar]]
Dalam [[matematika]], '''metode koefisien tak tentu''' adalah suatu pendekatan untuk mencari solusi khusus dari suatu [[persamaan diferensial biasa]] nonhomogen dan [[relasi perulangan]] nonhomogen.
Dalam [[matematika]], '''metode koefisien tak tentu''' adalah suatu pendekatan untuk mencari solusi khusus dari suatu [[persamaan diferensial biasa]] nonhomogen dan [[relasi perulangan]] nonhomogen.


Metode koefisien tak tentu tidak seumum metode [[variasi parameter]], sebab metode ini hanya berlaku untuk persamaan diferensial yang memiliki bentuk tertentu. Untuk persamaan yang kompleks, pencarian solusi menggunakan metode [[variasi parameter]] akan memakan waktu yang lebih sedikit.
Metode koefisien tak tentu tidak seumum metode [[variasi parameter]], sebab metode ini hanya berlaku untuk persamaan diferensial yang memiliki bentuk tertentu. Untuk persamaan yang kompleks, pencarian solusi menggunakan metode [[variasi parameter]] akan memakan waktu yang lebih sedikit.<ref>Ralph P. Grimaldi (2000). "Nonhomogeneous Recurrence Relations". Section 3.3.3 of ''Handbook of Discrete and Combinatorial Mathematics''. Kenneth H. Rosen, ed. CRC Press. .</ref>


== Deskripsi Metode ==
== Deskripsi Metode ==
Baris 11: Baris 13:
* <math>c_n \neq 0</math>
* <math>c_n \neq 0</math>


Metode koefisien tak tentu menyediakan cara untuk memperoleh solusi dari PDB ini apabila fungsi <math>F(x)</math> merupakan:
Metode koefisien tak tentu menyediakan cara untuk memperoleh solusi dari PDB ini apabila fungsi <math>F(x)</math> merupakan:<ref>Dennis G. Zill. ''Advanced Engineering Mathematics''. Jones and Bartlett. 2014. hlm. 125. ISBN 978-1-4496-7977-4.</ref>
# fungsi [[polinomial]]
# fungsi [[polinomial]]
# [[fungsi eksponensial]] (dengan bentuk umum <math>e^{mx}</math>)
# [[fungsi eksponensial]] (dengan bentuk umum <math>e^{mx}</math>)
Baris 21: Baris 23:
* <math display="block">c_n \, \dfrac{\text{d}^n g}{\text{d} x^n} + c_{n - 1} \, \dfrac{\text{d}^{n - 1} g}{\text{d} x^{n - 1}} + \, \ldots \, + c_2 \, \dfrac{\text{d}^2 g}{\text{d} x^2} + c_1 \, \dfrac{\text{d} g}{\text{d} x} + c_0 \, g = G(x)</math>
* <math display="block">c_n \, \dfrac{\text{d}^n g}{\text{d} x^n} + c_{n - 1} \, \dfrac{\text{d}^{n - 1} g}{\text{d} x^{n - 1}} + \, \ldots \, + c_2 \, \dfrac{\text{d}^2 g}{\text{d} x^2} + c_1 \, \dfrac{\text{d} g}{\text{d} x} + c_0 \, g = G(x)</math>
* <math display="block">c_n \, \dfrac{\text{d}^n h}{\text{d} x^n} + c_{n - 1} \, \dfrac{\text{d}^{n - 1} h}{\text{d} x^{n - 1}} + \, \ldots \, + c_2 \, \dfrac{\text{d}^2 h}{\text{d} x^2} + c_1 \, \dfrac{\text{d} h}{\text{d} x} + c_0 \, h = H(x)</math>
* <math display="block">c_n \, \dfrac{\text{d}^n h}{\text{d} x^n} + c_{n - 1} \, \dfrac{\text{d}^{n - 1} h}{\text{d} x^{n - 1}} + \, \ldots \, + c_2 \, \dfrac{\text{d}^2 h}{\text{d} x^2} + c_1 \, \dfrac{\text{d} h}{\text{d} x} + c_0 \, h = H(x)</math>
Oleh karena [[operator diferensial]] bersifat linier, maka dengan menggunakan [[asas superposisi]], didapatkan
Oleh karena [[operator diferensial]] bersifat linier, maka dengan menggunakan [[asas superposisi]], didapatkan<ref>Dennis G. Zill. [https://books.google.com/books?id=BnArjLNjXuYC A First Course in Differential Equations]. Cengage Learning. 14 May 2008. ISBN 978-0-495-10824-5.</ref>


<math display="block">\begin{array}{cccccccccccclr}
<math display="block">\begin{array}{cccccccccccclr}
Baris 37: Baris 39:


Setelah diperoleh <math>y_u</math> dan <math>y_k</math>, maka [[Solusi Akhir|solusi akhir]] dari persamaan diferensialnya ialah
Setelah diperoleh <math>y_u</math> dan <math>y_k</math>, maka [[Solusi Akhir|solusi akhir]] dari persamaan diferensialnya ialah
:<math>y = y_u + y_k</math>
:<math>y = y_u + y_k</math><ref>Dennis G. Zill. [https://books.google.com/books?id=BnArjLNjXuYC A First Course in Differential Equations]. Cengage Learning. 14 May 2008. ISBN 978-0-495-10824-5.</ref>


== Bentuk umum beserta solusinya ==
== Bentuk umum beserta solusinya ==
Untuk mendapatkan solusi persamaan diferensialnya, maka terlebih dahulu harus 'ditebak' bentuk umumnya, yang nantinya beberapa koefisien yang ada akan menjadi variabel, yang kemudian akan dicari nilainya. Berikut adalah beberapa jenis fungsi beserta bentuk umum solusinya.
Untuk mendapatkan solusi persamaan diferensialnya, maka terlebih dahulu harus 'ditebak' bentuk umumnya, yang nantinya beberapa koefisien yang ada akan menjadi variabel, yang kemudian akan dicari nilainya. Berikut adalah beberapa jenis fungsi beserta bentuk umum solusinya.


{| class="wikitable"
! text-align=left | Bentuk umum <math>F(x)</math>
! text-align=left | Bentuk umum dari <math>y</math>
|-
|<math>k e^{mx}</math>
|<math>c e^{mx}</math>
|-
|<math>k x^n \qquad n = 0, \, 1, \, 2, \, \ldots</math>
|<math>a_0 + a_1 x + a_2 x^2 + \, \ldots \, + a_n x^n</math>
|-
|<math>k \cos (\omega x)</math>
| rowspan="2" |<math>\lambda_1 \cos (\omega x) + \lambda_2 \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>k \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>k e^{mx} \cos (\omega x)</math>
| rowspan="2" |<math>\lambda_1 e^{mx} \cos (\omega x) + \lambda_2 e^{mx} \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>k e^{mx} \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>(k_0 + k_1 x + k_2 x^2 + \, \ldots \, + k_n x^n) \, \sin (\omega x)</math>
| rowspan="2" |<math>(a_0 + a_1 x + a_2 x^2 + \, \ldots \, + a_n x^n) \, \cos (\omega x)</math> <br/> <math>+ \, (b_0 + b_1 x + b_2 x^2 + \, \ldots \, + b_n x^n) \, \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>(k_0 + k_1 x + k_2 x^2 + \, \ldots \, + k_n x^n) \, \cos (\omega x)</math>
|-
|<math>(k_0 + k_1 x + k_2 x^2 + \, \ldots \, + k_n x^n) \, e^{mx}</math>
|<math>(a_0 + a_1 x + a_2 x^2 + \, \ldots \, + a_n x^n) \, e^{mx}</math>
|-
|<math>(k_0 + k_1 x + k_2 x^2 + \, \ldots \, + k_n x^n) e^{mx} \cos (\omega x)</math>
| rowspan="2" |<math>(a_0 + a_1 x + a_2 x^2 + \, \ldots \, + a_n x^n) e^{mx} \cos (\omega x)</math> <br/> <math>+ \, (b_0 + b_1 x + b_2 x^2 + \, \ldots \, + b_n x^n) e^{mx} \sin (\omega x)</math>
|-
|<math>(k_0 + k_1 x + k_2 x^2 + \, \ldots \, + k_n x^n) e^{mx} \sin (\omega x)</math>
|}


Jika salah satu suku pada bentuk umum dari <math>y</math> muncul pada solusi homogen, maka bentuk umumnya harus dikalikan dengan perpangkatan <math>x</math> yang cukup besar agar solusinya menjadi bebas linier.
Jika salah satu suku pada bentuk umum dari <math>y</math> muncul pada solusi homogen, maka bentuk umumnya harus dikalikan dengan perpangkatan <math>x</math> yang cukup besar agar solusinya menjadi bebas linier.<ref>Ralph P. Grimaldi (2000). "Nonhomogeneous Recurrence Relations". Section 3.3.3 of ''Handbook of Discrete and Combinatorial Mathematics''. Kenneth H. Rosen, ed. CRC Press. .</ref>


== Contoh pengerjaan ==
== Contoh pengerjaan ==
Baris 90: Baris 124:


=== Contoh 2 ===
=== Contoh 2 ===
Perhatikan persamaan diferensial linier nonhomogen berikut:
Perhatikan persamaan diferensial linier nonhomogen berikut:


Baris 129: Baris 162:


=== Contoh 3 ===
=== Contoh 3 ===
Untuk mencari solusi dari persamaan diferensial linier nonhomogen
Untuk mencari solusi dari persamaan diferensial linier nonhomogen


Baris 154: Baris 186:


:<math>y = c e^{5x} + 6x e^{5x}</math>
:<math>y = c e^{5x} + 6x e^{5x}</math>
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+koefisien+tak+tentu&oldid=28425906 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28425906 (2025-11-12T09:30:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+koefisien+tak+tentu&oldid=28425906 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28425906 (2025-11-12T09:30:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 22.58

Navier Stokes Laminar

Dalam matematika, metode koefisien tak tentu adalah suatu pendekatan untuk mencari solusi khusus dari suatu persamaan diferensial biasa nonhomogen dan relasi perulangan nonhomogen.

Metode koefisien tak tentu tidak seumum metode variasi parameter, sebab metode ini hanya berlaku untuk persamaan diferensial yang memiliki bentuk tertentu. Untuk persamaan yang kompleks, pencarian solusi menggunakan metode variasi parameter akan memakan waktu yang lebih sedikit.[1]

Deskripsi Metode

Perhatikan persamaan diferensial biasa linear nonhomogen dengan bentuk umum sebagai berikut cny(n)+cn1y(n1)++c2y+c1y+c0y=F(x) di mana

  • y(i) menyatakan turunan ke-i dari y
  • ci adalah suatu konstanta
  • cn0

Metode koefisien tak tentu menyediakan cara untuk memperoleh solusi dari PDB ini apabila fungsi F(x) merupakan:[2]

  1. fungsi polinomial
  2. fungsi eksponensial (dengan bentuk umum emx)
  3. fungsi sinus dan kosinus (dengan bentuk umum sin(ωx) atau cos(ωx))
  4. hasil perkalian dan penjumlahan berhingga dari (1), (2), dan (3) (misalnya ex+x3cos(2x))

untuk suatu konstanta m dan ω

Misalkan y=g(x) adalah solusi persamaan diferensial linear yang ruas kanannya adalah G(x), dan misalkan y=h(x) adalah solusi persamaan diferensial linear yang ruas kanannya adalah H(x). Secara matematis, maka

  • cndngdxn+cn1dn1gdxn1++c2d2gdx2+c1dgdx+c0g=G(x)
  • cndnhdxn+cn1dn1hdxn1++c2d2hdx2+c1dhdx+c0h=H(x)

Oleh karena operator diferensial bersifat linier, maka dengan menggunakan asas superposisi, didapatkan[3]

cndngdxn+cn1dn1gdxn1++c2d2gdx2+c1dgdx+c0g=G(x)cndnhdxn+cn1dn1hdxn1++c2d2hdx2+c1dhdx+c0h=H(x)+cndn(g+h)dxn+cn1dn1(g+h)dxn1++c2d2(g+h)dx2+c1d(g+h)dx+c0(g+h)=G(x)+H(x)

Dengan kata lain, jika fungsi F(x) di ruas kanan dapat dinyatakan sebagai G(x)+H(x), maka solusi akhirnya adalah jumlahan dari masing-masing solusi, yaitu y=g(x)+h(x). Jika G(x)=0 (yang mengakibatkan H(x)=F(x)), maka fungsi g(x) disebut sebagai solusi umum, dan h(x) disebut sebagai solusi khusus.

Metode ini secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Pencarian solusi umum, yaitu suatu fungsi yu sedemikian sehingga fungsi tersebut memenuhi cny(n)+cn1y(n1)++c2y+c1y+c0y=0 Dengan kata lain, persamaan diferensialnya dipandang sebagai persamaan diferensial homogen terlebih dahulu.
  2. Pencarian solusi khusus, yaitu suatu fungsi yk sedemikian sehingga fungsi tersebut memenuhi cny(n)+cn1y(n1)++c2y+c1y+c0y=g(x)

Setelah diperoleh yu dan yk, maka solusi akhir dari persamaan diferensialnya ialah

y=yu+yk[4]

Bentuk umum beserta solusinya

Untuk mendapatkan solusi persamaan diferensialnya, maka terlebih dahulu harus 'ditebak' bentuk umumnya, yang nantinya beberapa koefisien yang ada akan menjadi variabel, yang kemudian akan dicari nilainya. Berikut adalah beberapa jenis fungsi beserta bentuk umum solusinya.

Bentuk umum F(x) Bentuk umum dari y
kemx cemx
kxnn=0,1,2, a0+a1x+a2x2++anxn
kcos(ωx) λ1cos(ωx)+λ2sin(ωx)
ksin(ωx)
kemxcos(ωx) λ1emxcos(ωx)+λ2emxsin(ωx)
kemxsin(ωx)
(k0+k1x+k2x2++knxn)sin(ωx) (a0+a1x+a2x2++anxn)cos(ωx)
+(b0+b1x+b2x2++bnxn)sin(ωx)
(k0+k1x+k2x2++knxn)cos(ωx)
(k0+k1x+k2x2++knxn)emx (a0+a1x+a2x2++anxn)emx
(k0+k1x+k2x2++knxn)emxcos(ωx) (a0+a1x+a2x2++anxn)emxcos(ωx)
+(b0+b1x+b2x2++bnxn)emxsin(ωx)
(k0+k1x+k2x2++knxn)emxsin(ωx)

Jika salah satu suku pada bentuk umum dari y muncul pada solusi homogen, maka bentuk umumnya harus dikalikan dengan perpangkatan x yang cukup besar agar solusinya menjadi bebas linier.[5]

Contoh pengerjaan

Contoh 1

Untuk mencari solusi dari persamaan diferensial

dydt+y=t3

maka perhatikan bahwa t3 adalah fungsi polinomial berderajat 3, sehingga solusi khususnya juga merupakan fungsi polinomial berderajat 3, dengan bentuk umum

yk=at3+bt2+ct+d

yang mengakibatkan

dydt=3at2+2bt+c

Substitusikan hasil di atas pada persamaan diferensial di awal, maka didapatkan dydt+y=t3(3at2+2bt+c)+(at3+bt2+ct+d)=(1)t3+(0)t2+(0)t+0(a)t3+(3a+b)t2+(2b+c)t+(c+d)=(1)t3+(0)t2+(0)t+0

sehingga diperoleh sistem persamaan

a=13a+b=02b+c=0c+d=0

yang solusinya ialah [abcd]=[1366]. Sehingga, didapatkan

yk=t33t2+6t6

Oleh karena solusi umum dari persamaan diferensial

dydt+y=0

adalah yu=ket, untuk sembarang konstanta k, maka solusi akhir dari persamaan diferensial

dydt+y=t3

adalah y=ket+t33t2+6t6

Contoh 2

Perhatikan persamaan diferensial linier nonhomogen berikut:

y+4y=cos(t)

Oleh karena bagian nonhomogen dari persamaan di atas adalah cos(t), maka solusi khususnya akan memiliki bentuk umum

yk=acos(t)+bsin(t)

Substitusikan bentuk di atas ke persamaan diferensial di awal, maka didapatkan

y+4y=cos(t)(acos(t)bsin(t))+4(acos(t)+bsin(t))=cos(t)3acos(t)+3bsin(t)=(1)cos(t)+(0)sin(t)

Dengan membandingkan koefisien pada kedua ruas, maka diperoleh

3a=1a=133b=0b=0

Sehingga, solusi khusus dari persamaan diferensial tersebut adalah

yk=13cos(t)

Dengan menggunakan informasi bahwa yu=pcos(2t)+qsin(2t) adalah solusi dari persamaan diferensial linier homogen

y+4y=0

untuk sembarang konstanta p dan q, maka solusi akhir dari persamaan diferensialnya ialah

y=pcos(2t)+qsin(2t)+13cos(t)

Contoh 3

Untuk mencari solusi dari persamaan diferensial linier nonhomogen

dydx5y=6e5x

maka perhatikan bahwa y=ce5x adalah solusi umum dari persamaan diferensial linier homogen

dydx5y=0

untuk sembarang konstanta c. Akan tetapi, fungsi e5x juga muncul pada bagian nonhomogen dari persamaan diferensial yang diberikan (bagian ruas kanan), yang membuat solusi umumnya tidak bebas linier dengan bentuk umum solusi khususnya (yaitu y=λe5x). Alhasil, bentuk umum dari solusi khususnya harus dikalikan dengan perpangkatan x yang cukup besar agar solusinya menjadi bebas linier. Dalam kasus ini, bentuk umum solusi khususnya menjadi

yk=λxe5x

Apabila fungsi tersebut (beserta turunannya) disubstitusikan ke persamaan diferensial yang diberikan, maka nilai λ dapat diperoleh sebagai berikut

dydx5y=6e5x(λe5x+5λxe5x)5(λxe5x)=6e5xλe5x=6e5xλ=6

Maka dari itu, solusi akhir dari persamaan diferensialnya ialah

y=ce5x+6xe5x

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. Ralph P. Grimaldi (2000). "Nonhomogeneous Recurrence Relations". Section 3.3.3 of Handbook of Discrete and Combinatorial Mathematics. Kenneth H. Rosen, ed. CRC Press. .
  2. Dennis G. Zill. Advanced Engineering Mathematics. Jones and Bartlett. 2014. hlm. 125. ISBN 978-1-4496-7977-4.
  3. Dennis G. Zill. A First Course in Differential Equations. Cengage Learning. 14 May 2008. ISBN 978-0-495-10824-5.
  4. Dennis G. Zill. A First Course in Differential Equations. Cengage Learning. 14 May 2008. ISBN 978-0-495-10824-5.
  5. Ralph P. Grimaldi (2000). "Nonhomogeneous Recurrence Relations". Section 3.3.3 of Handbook of Discrete and Combinatorial Mathematics. Kenneth H. Rosen, ed. CRC Press. .

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28425906 (2025-11-12T09:30:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.