Kata samar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29489870; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kata samar''', '''kata bersayap'' atau dalam bahasa Inggris '''''weasel word''''' (secara harfiah: kata cerpelai) adalah kata atau frasa yang digunakan untuk menciptakan kesan bahwa sesuatu yang spesifik dan bermakna telah disampaikan, padahal yang disampaikan sebenarnya hanyalah klaim yang kabur, ambigu, atau tidak relevan. Contoh kata cerpelai dalam [[bahasa Indonesia]] termasuk frasa-frasa seperti "beberapa orang mengatakan," "dipercaya," atau "diyakini,". Penggunaan kata cerpelai memungkinkan seseorang untuk menyangkal makna tertentu jika pernyataan tersebut dipertanyakan, karena pernyataan tersebut tidak pernah cukup spesifik sejak awal. Kata samar bisa menjadi bentuk berkelit dan sering digunakan dalam iklan, ilmu pengetahuan populer, artikel pendapat, serta pernyataan politik untuk menyesatkan atau menyembunyikan pandangan yang bias atau klaim yang tidak berdasar. Kata samar dapat melemahkan atau meredakan klaim yang kontroversial. Sebagai contoh, penggunaan kata seperti "agak," "dalam banyak hal," atau "cenderung" membuat sebuah kalimat menjadi lebih ambigu dibanding jika kata-kata tersebut tidak digunakan. | '''Kata samar''', '''kata bersayap'' atau dalam bahasa Inggris '''''weasel word''''' (secara harfiah: kata cerpelai) adalah kata atau frasa yang digunakan untuk menciptakan kesan bahwa sesuatu yang spesifik dan bermakna telah disampaikan, padahal yang disampaikan sebenarnya hanyalah klaim yang kabur, ambigu, atau tidak relevan. Contoh kata cerpelai dalam [[bahasa Indonesia]] termasuk frasa-frasa seperti "beberapa orang mengatakan," "dipercaya," atau "diyakini,". Penggunaan kata cerpelai memungkinkan seseorang untuk menyangkal makna tertentu jika pernyataan tersebut dipertanyakan, karena pernyataan tersebut tidak pernah cukup spesifik sejak awal. Kata samar bisa menjadi bentuk berkelit dan sering digunakan dalam iklan, ilmu pengetahuan populer, artikel pendapat, serta pernyataan politik untuk menyesatkan atau menyembunyikan pandangan yang bias atau klaim yang tidak berdasar. Kata samar dapat melemahkan atau meredakan klaim yang kontroversial. Sebagai contoh, penggunaan kata seperti "agak," "dalam banyak hal," atau "cenderung" membuat sebuah kalimat menjadi lebih ambigu dibanding jika kata-kata tersebut tidak digunakan.<ref>Don Watson. [https://www.google.co.id/books/edition/_/7760HFV8J24C?hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwijk8nBoLOKAxXsxTgGHWgGKNcQre8FegQIDxAE Watson's Dictionary of Weasel Words: Contemporary Cliches, Cant and Management Jargon]. Random House Australia. 2005. ISBN 978-1-74051-366-1.</ref><ref>Mario Pei. [https://www.google.co.id/books/edition/Weasel_Words/j9RZAAAAMAAJ?hl=en&gbpv=1&bsq=weasel+word+is&dq=weasel+word+is&printsec=frontcover Weasel Words: The Art of Saying what You Don't Mean]. Harper & Row. 1978. ISBN 978-0-06-013342-9.</ref><ref>Gary Jason. [https://www.semanticscholar.org/paper/Hedging-as-a-Fallacy-of-Language-Jason/4190368ccea2223972927f94e3abed3aff294f56 Hedging as a Fallacy of Language]. ''Informal Logic''. 1988-01-01. Vol. 10 (3). doi:10.22329/il.v10i3.2649.</ref> | ||
== Asal == | == Asal == | ||
Istilah kata cerpelai atau aslinya dalam bahasa Inggris ''weasel word'' kemungkinan besar berasal dari kebiasaan makan telur oleh [[cerpelai]]. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh ''Buffalo News,'' asal-usul istilah ini dikaitkan dengan karya [[William Shakespeare]], khususnya dalam drama ''[[Henry V (drama)|Henry V]]'' dan ''[[As You Like It]]'', di mana penulis menggunakan perumpamaan [[cerpelai]] yang mengisap telur. Artikel tersebut menyebutkan bahwa perumpamaan ini tidak tepat karena cerpelai sebenarnya tidak memiliki otot rahang yang memadai untuk mengisap telur. | Istilah kata cerpelai atau aslinya dalam bahasa Inggris ''weasel word'' kemungkinan besar berasal dari kebiasaan makan telur oleh [[cerpelai]].<ref>AIL NewMedia Publishing. [https://www.theodoreroosevelt.org/TR%20Web%20Book/TR_CD_to_HTML682.html The Theodore Roosevelt Centennial CD-ROM]. ''www.theodoreroosevelt.org''.</ref> Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh ''Buffalo News,'' asal-usul istilah ini dikaitkan dengan karya [[William Shakespeare]], khususnya dalam drama ''[[Henry V (drama)|Henry V]]'' dan ''[[As You Like It]]'', di mana penulis menggunakan perumpamaan [[cerpelai]] yang mengisap telur.<ref>Russell Smyth. [https://doi.org/10.53637/djyp2261 What Do Trial Judges Cite? Evidence from the New South Wales District Court]. ''University of New South Wales Law Journal''. 2018-03. Vol. 41 (1). doi:10.53637/djyp2261.</ref><ref>[https://www.shakespeareswords.com/Public/SearchResults.aspx?search=weasel&WholeWordSearch=true ShakespearesWords.com]. ''www.shakespeareswords.com''.</ref> Artikel tersebut menyebutkan bahwa perumpamaan ini tidak tepat karena cerpelai sebenarnya tidak memiliki otot rahang yang memadai untuk mengisap telur.<ref>[https://web.archive.org/web/20130731005013/http://www.acsu.buffalo.edu/~insrisg/nature/nw99/weasels.html weasels.html]. ''web.archive.org''. 2013-07-31.</ref> | ||
Sumber lain yang lebih awal untuk asal kata ini bisa ditemukan dalam karya [[Ovidius]], ''[[Metamorphoses]]''. Dalam cerita tersebut, Dewi Juno memerintahkan Dewi Persalinan, [[Eileithiia|Lucina]], untuk mencegah [[Alkmene]] melahirkan Hercules. Namun, pelayan Alkmene, Galanthis, yang mengetahui bahwa Lucina sedang menggunakan sihir untuk menghalangi kelahiran, keluar dan mengumumkan bahwa kelahiran sudah berhasil. Lucina terkejut dan dengan kehilangan konsentrasi, menghilangkan sihir yang digunakan untuk mengikat Alkmene, sehingga Hercules pun lahir. Galanthis kemudian mengejek Lucina, dan sebagai balasannya, Lucina mengubah Galanthis menjadi cerpelai. [[Ovidius]] menulis bahwa "Karena mulutnya yang bohong membantu kelahiran, dia [sebagai cerpelai] melahirkan melalui mulutnya." Dalam budaya [[Yunani Kuno|Yunani kuno]], diyakini bahwa cerpelai mengandung melalui telinga dan melahirkan melalui mulut. | Sumber lain yang lebih awal untuk asal kata ini bisa ditemukan dalam karya [[Ovidius]], ''[[Metamorphoses]]''. Dalam cerita tersebut, Dewi Juno memerintahkan Dewi Persalinan, [[Eileithiia|Lucina]], untuk mencegah [[Alkmene]] melahirkan Hercules. Namun, pelayan Alkmene, Galanthis, yang mengetahui bahwa Lucina sedang menggunakan sihir untuk menghalangi kelahiran, keluar dan mengumumkan bahwa kelahiran sudah berhasil. Lucina terkejut dan dengan kehilangan konsentrasi, menghilangkan sihir yang digunakan untuk mengikat Alkmene, sehingga Hercules pun lahir. Galanthis kemudian mengejek Lucina, dan sebagai balasannya, Lucina mengubah Galanthis menjadi cerpelai. [[Ovidius]] menulis bahwa "Karena mulutnya yang bohong membantu kelahiran, dia [sebagai cerpelai] melahirkan melalui mulutnya."<ref>[https://ovid.lib.virginia.edu/trans/Metamorph9.htm#483366544 Metamorphoses (Kline) 9, the Ovid Collection, Univ. of Virginia E-Text Center]. ''ovid.lib.virginia.edu''.</ref> Dalam budaya [[Yunani Kuno|Yunani kuno]], diyakini bahwa cerpelai mengandung melalui telinga dan melahirkan melalui mulut.<ref>[https://bmcr.brynmawr.edu/2014/2014.03.16/ Review of: Women and Weasels: Mythologies of Birth in Ancient Greece and Rome. Translated by Emlyn Eisenach; first published 1998]. ''Bryn Mawr Classical Review''.</ref> | ||
Kata samar mengarah pada penipuan dan kelalaian meliputi bentuk [[Nomina|kata benda]], yang merujuk pada seseorang yang licik, tidak dapat dipercaya, atau tidak tulus; bentuk kata kerja, yang berarti untuk memperdaya secara licik; dan frasa ''to weasel out'', yang berarti menghindari tanggung jawab atau "melesat keluar dari sesuatu". | Kata samar mengarah pada penipuan dan kelalaian meliputi bentuk [[Nomina|kata benda]], yang merujuk pada seseorang yang licik, tidak dapat dipercaya, atau tidak tulus; bentuk kata kerja, yang berarti untuk memperdaya secara licik; dan frasa ''to weasel out'', yang berarti menghindari tanggung jawab atau "melesat keluar dari sesuatu".<ref>J. Launer. [https://doi.org/10.1093/qjmed/hcl044 Weasel words]. ''QJM''. 2006-02-27. Vol. 99 (5). hlm. 353–354. doi:10.1093/qjmed/hcl044.</ref><ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/weasel%20word Definition of WEASEL WORD]. ''www.merriam-webster.com''.</ref> | ||
Istilah ''weasel word'' pertama kali muncul dalam bentuk tertulis dalam cerita pendek ''Stained Glass Political Platform'' karya Stewart Chaplin, yang diterbitkan pada 1900 di ''The Century Magazine''. Dalam cerita tersebut, kata-kata ini digambarkan seperti cerpelai yang mengisap telur dan meninggalkan cangkangnya, yakni menyedot makna dari kata-kata di sekitarnya. [[Theodore Roosevelt]] kemudian memperkenalkan istilah ini ke publik dalam pidatonya di [[St. Louis, Missouri|St. Louis]] pada 31 Mei 1916. Seperti yang dikutip oleh Mario Pei, Roosevelt berkata, "Ketika cerpelai mengisap telur, dagingnya hilang; dan jika Anda menggunakan kata licik setelah kata lainnya, tidak ada yang tersisa dari kata yang pertama." | Istilah ''weasel word'' pertama kali muncul dalam bentuk tertulis dalam cerita pendek ''Stained Glass Political Platform'' karya Stewart Chaplin, yang diterbitkan pada 1900 di ''The Century Magazine''. Dalam cerita tersebut, kata-kata ini digambarkan seperti cerpelai yang mengisap telur dan meninggalkan cangkangnya, yakni menyedot makna dari kata-kata di sekitarnya. [[Theodore Roosevelt]] kemudian memperkenalkan istilah ini ke publik dalam pidatonya di [[St. Louis, Missouri|St. Louis]] pada 31 Mei 1916. Seperti yang dikutip oleh Mario Pei, Roosevelt berkata, "Ketika cerpelai mengisap telur, dagingnya hilang; dan jika Anda menggunakan kata licik setelah kata lainnya, tidak ada yang tersisa dari kata yang pertama."<ref>Mario Pei. [https://archive.org/details/weaselwordsartof0000peim_v4w7 Weasel words : the art of saying what you don't mean]. New York : Harper & Row. 1978. ISBN 978-0-06-013342-9.</ref> | ||
== Bentuk == | == Bentuk == | ||
Sebuah kajian pada tahun 2009 menemukan bahwa sebagian besar kata cerpelai dapat dibagi ke dalam tiga kategori utama: | Sebuah kajian pada tahun 2009 menemukan bahwa sebagian besar kata cerpelai dapat dibagi ke dalam tiga kategori utama:<ref>Viola Ganter. [https://aclanthology.org/P09-2044/ Finding Hedges by Chasing Weasels: Hedge Detection Using Wikipedia Tags and Shallow Linguistic Features]. ''Proceedings of the ACL-IJCNLP 2009 Conference Short Papers''. Association for Computational Linguistics. 2009-08. hlm. 173–176.</ref> | ||
# Ekspresi yang tidak jelas secara numerik (misalnya, "beberapa orang", "para ahli", "banyak", "bukti menunjukkan") | # Ekspresi yang tidak jelas secara numerik (misalnya, "beberapa orang", "para ahli", "banyak", "bukti menunjukkan") | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
# [[Adverbia|Kata keterangan]] yang melemahkan (misalnya, "sering", "mungkin") | # [[Adverbia|Kata keterangan]] yang melemahkan (misalnya, "sering", "mungkin") | ||
Selain itu, ada bentuk lain dari kata cerpelai, seperti: | Selain itu, ada bentuk lain dari kata cerpelai, seperti:<ref>[https://simplicable.com/society/weasel-words 7 Types of Weasel Words]. ''Simplicable''. 2018-06-29.</ref><ref>[https://www.london.edu/think/weasel-words Weasel words]. ''London Business School''.</ref> | ||
* Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan | * Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan | ||
| Baris 28: | Baris 28: | ||
Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan sering digunakan dalam iklan, misalnya ketika produk didukung oleh selebritas tanpa memiliki keahlian yang relevan terhadap produk tersebut. Dalam hal ini, dukungan selebritas tidak memberikan jaminan kualitas atau kecocokan produk. | Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan sering digunakan dalam iklan, misalnya ketika produk didukung oleh selebritas tanpa memiliki keahlian yang relevan terhadap produk tersebut. Dalam hal ini, dukungan selebritas tidak memberikan jaminan kualitas atau kecocokan produk. | ||
Wewenang palsu terjadi ketika kalimat pasif digunakan tanpa menyebutkan siapa yang terlibat. Misalnya, mengatakan "Telah diputuskan" tanpa menyebutkan oleh siapa, atau merujuk pada wewenang atau ahli yang tidak disebutkan identitasnya. Ini memberi ruang untuk pemerdayaan karena klaim bisa dibuat tanpa pertanggungjawaban. Ini juga bisa digunakan untuk merendahkan pandangan yang bertentangan dengan memberi label "dikatakan" atau "diduga," yang menciptakan keraguan terhadap pandangan yang disampaikan. Kata samar sering digunakan untuk menghindari kejelasan atau pertanggungjawaban, dan memberikan kesan bahwa suatu klaim didukung oleh wewenang atau fakta yang lebih kuat daripada kenyataannya. | Wewenang palsu terjadi ketika kalimat pasif digunakan tanpa menyebutkan siapa yang terlibat. Misalnya, mengatakan "Telah diputuskan" tanpa menyebutkan oleh siapa, atau merujuk pada wewenang atau ahli yang tidak disebutkan identitasnya. Ini memberi ruang untuk pemerdayaan karena klaim bisa dibuat tanpa pertanggungjawaban. Ini juga bisa digunakan untuk merendahkan pandangan yang bertentangan dengan memberi label "dikatakan" atau "diduga," yang menciptakan keraguan terhadap pandangan yang disampaikan.<ref>Marjorie Garber. [https://doi.org/10.1515/9781400824670 Academic Instincts]. Princeton University Press. 2000-01-01. ISBN 978-1-4008-2467-0.</ref> Kata samar sering digunakan untuk menghindari kejelasan atau pertanggungjawaban, dan memberikan kesan bahwa suatu klaim didukung oleh wewenang atau fakta yang lebih kuat daripada kenyataannya. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kata+samar&oldid=29489870 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29489870 (2026-07-24T03:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kata+samar&oldid=29489870 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29489870 (2026-07-24T03:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 22.59
'Kata samar, kata bersayap atau dalam bahasa Inggris weasel word (secara harfiah: kata cerpelai) adalah kata atau frasa yang digunakan untuk menciptakan kesan bahwa sesuatu yang spesifik dan bermakna telah disampaikan, padahal yang disampaikan sebenarnya hanyalah klaim yang kabur, ambigu, atau tidak relevan. Contoh kata cerpelai dalam bahasa Indonesia termasuk frasa-frasa seperti "beberapa orang mengatakan," "dipercaya," atau "diyakini,". Penggunaan kata cerpelai memungkinkan seseorang untuk menyangkal makna tertentu jika pernyataan tersebut dipertanyakan, karena pernyataan tersebut tidak pernah cukup spesifik sejak awal. Kata samar bisa menjadi bentuk berkelit dan sering digunakan dalam iklan, ilmu pengetahuan populer, artikel pendapat, serta pernyataan politik untuk menyesatkan atau menyembunyikan pandangan yang bias atau klaim yang tidak berdasar. Kata samar dapat melemahkan atau meredakan klaim yang kontroversial. Sebagai contoh, penggunaan kata seperti "agak," "dalam banyak hal," atau "cenderung" membuat sebuah kalimat menjadi lebih ambigu dibanding jika kata-kata tersebut tidak digunakan.[1][2][3]
Asal
Istilah kata cerpelai atau aslinya dalam bahasa Inggris weasel word kemungkinan besar berasal dari kebiasaan makan telur oleh cerpelai.[4] Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Buffalo News, asal-usul istilah ini dikaitkan dengan karya William Shakespeare, khususnya dalam drama Henry V dan As You Like It, di mana penulis menggunakan perumpamaan cerpelai yang mengisap telur.[5][6] Artikel tersebut menyebutkan bahwa perumpamaan ini tidak tepat karena cerpelai sebenarnya tidak memiliki otot rahang yang memadai untuk mengisap telur.[7]
Sumber lain yang lebih awal untuk asal kata ini bisa ditemukan dalam karya Ovidius, Metamorphoses. Dalam cerita tersebut, Dewi Juno memerintahkan Dewi Persalinan, Lucina, untuk mencegah Alkmene melahirkan Hercules. Namun, pelayan Alkmene, Galanthis, yang mengetahui bahwa Lucina sedang menggunakan sihir untuk menghalangi kelahiran, keluar dan mengumumkan bahwa kelahiran sudah berhasil. Lucina terkejut dan dengan kehilangan konsentrasi, menghilangkan sihir yang digunakan untuk mengikat Alkmene, sehingga Hercules pun lahir. Galanthis kemudian mengejek Lucina, dan sebagai balasannya, Lucina mengubah Galanthis menjadi cerpelai. Ovidius menulis bahwa "Karena mulutnya yang bohong membantu kelahiran, dia [sebagai cerpelai] melahirkan melalui mulutnya."[8] Dalam budaya Yunani kuno, diyakini bahwa cerpelai mengandung melalui telinga dan melahirkan melalui mulut.[9]
Kata samar mengarah pada penipuan dan kelalaian meliputi bentuk kata benda, yang merujuk pada seseorang yang licik, tidak dapat dipercaya, atau tidak tulus; bentuk kata kerja, yang berarti untuk memperdaya secara licik; dan frasa to weasel out, yang berarti menghindari tanggung jawab atau "melesat keluar dari sesuatu".[10][11]
Istilah weasel word pertama kali muncul dalam bentuk tertulis dalam cerita pendek Stained Glass Political Platform karya Stewart Chaplin, yang diterbitkan pada 1900 di The Century Magazine. Dalam cerita tersebut, kata-kata ini digambarkan seperti cerpelai yang mengisap telur dan meninggalkan cangkangnya, yakni menyedot makna dari kata-kata di sekitarnya. Theodore Roosevelt kemudian memperkenalkan istilah ini ke publik dalam pidatonya di St. Louis pada 31 Mei 1916. Seperti yang dikutip oleh Mario Pei, Roosevelt berkata, "Ketika cerpelai mengisap telur, dagingnya hilang; dan jika Anda menggunakan kata licik setelah kata lainnya, tidak ada yang tersisa dari kata yang pertama."[12]
Bentuk
Sebuah kajian pada tahun 2009 menemukan bahwa sebagian besar kata cerpelai dapat dibagi ke dalam tiga kategori utama:[13]
- Ekspresi yang tidak jelas secara numerik (misalnya, "beberapa orang", "para ahli", "banyak", "bukti menunjukkan")
- Penggunaan kalimat pasif untuk menghindari penyebutan wewenang (misalnya, "dikatakan bahwa")
- Kata keterangan yang melemahkan (misalnya, "sering", "mungkin")
Selain itu, ada bentuk lain dari kata cerpelai, seperti:[14][15]
- Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan
- Penggunaan kiasan yang kabur atau taksa
- Penggunaan serangkaian perangkat ketatabahasaan seperti kata-kata pembatas, penyangkalan, dan bentuk subjungtif (perumpamaan)
- Penggunaan kata ganti orang pertama jamak (apalagi yang inklusif, seperti "kita", "milik kita"
- Penyamarataan yang berlebihan atau kabur
- Penyamarataan dengan menggunakan kata kuantifikasi seperti "banyak", padahal seharusnya bisa diberikan pengukuran yang lebih jelas.
Pernyataan yang tidak logis atau tidak relevan sering digunakan dalam iklan, misalnya ketika produk didukung oleh selebritas tanpa memiliki keahlian yang relevan terhadap produk tersebut. Dalam hal ini, dukungan selebritas tidak memberikan jaminan kualitas atau kecocokan produk.
Wewenang palsu terjadi ketika kalimat pasif digunakan tanpa menyebutkan siapa yang terlibat. Misalnya, mengatakan "Telah diputuskan" tanpa menyebutkan oleh siapa, atau merujuk pada wewenang atau ahli yang tidak disebutkan identitasnya. Ini memberi ruang untuk pemerdayaan karena klaim bisa dibuat tanpa pertanggungjawaban. Ini juga bisa digunakan untuk merendahkan pandangan yang bertentangan dengan memberi label "dikatakan" atau "diduga," yang menciptakan keraguan terhadap pandangan yang disampaikan.[16] Kata samar sering digunakan untuk menghindari kejelasan atau pertanggungjawaban, dan memberikan kesan bahwa suatu klaim didukung oleh wewenang atau fakta yang lebih kuat daripada kenyataannya.
Referensi
- ↑ Don Watson. Watson's Dictionary of Weasel Words: Contemporary Cliches, Cant and Management Jargon. Random House Australia. 2005. ISBN 978-1-74051-366-1.
- ↑ Mario Pei. Weasel Words: The Art of Saying what You Don't Mean. Harper & Row. 1978. ISBN 978-0-06-013342-9.
- ↑ Gary Jason. Hedging as a Fallacy of Language. Informal Logic. 1988-01-01. Vol. 10 (3). doi:10.22329/il.v10i3.2649.
- ↑ AIL NewMedia Publishing. The Theodore Roosevelt Centennial CD-ROM. www.theodoreroosevelt.org.
- ↑ Russell Smyth. What Do Trial Judges Cite? Evidence from the New South Wales District Court. University of New South Wales Law Journal. 2018-03. Vol. 41 (1). doi:10.53637/djyp2261.
- ↑ ShakespearesWords.com. www.shakespeareswords.com.
- ↑ weasels.html. web.archive.org. 2013-07-31.
- ↑ Metamorphoses (Kline) 9, the Ovid Collection, Univ. of Virginia E-Text Center. ovid.lib.virginia.edu.
- ↑ Review of: Women and Weasels: Mythologies of Birth in Ancient Greece and Rome. Translated by Emlyn Eisenach; first published 1998. Bryn Mawr Classical Review.
- ↑ J. Launer. Weasel words. QJM. 2006-02-27. Vol. 99 (5). hlm. 353–354. doi:10.1093/qjmed/hcl044.
- ↑ Definition of WEASEL WORD. www.merriam-webster.com.
- ↑ Mario Pei. Weasel words : the art of saying what you don't mean. New York : Harper & Row. 1978. ISBN 978-0-06-013342-9.
- ↑ Viola Ganter. Finding Hedges by Chasing Weasels: Hedge Detection Using Wikipedia Tags and Shallow Linguistic Features. Proceedings of the ACL-IJCNLP 2009 Conference Short Papers. Association for Computational Linguistics. 2009-08. hlm. 173–176.
- ↑ 7 Types of Weasel Words. Simplicable. 2018-06-29.
- ↑ Weasel words. London Business School.
- ↑ Marjorie Garber. Academic Instincts. Princeton University Press. 2000-01-01. ISBN 978-1-4008-2467-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29489870 (2026-07-24T03:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.