Lompat ke isi

Determinisme: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27715545; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Determinisme''' adalah sebuah pandangan [[Filsafat|filosofis]] yang menyatakan bahwa semua peristiwa di [[alam semesta]], termasuk keputusan dan tindakan manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan pasti terjadi. Sebagai sebuah konsep, determinisme berfokus pada kejadian-kejadian tertentu dan bukan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.
'''Determinisme''' adalah sebuah pandangan [[Filsafat|filosofis]] yang menyatakan bahwa semua peristiwa di [[alam semesta]], termasuk keputusan dan tindakan manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan pasti terjadi.<ref>[https://www.britannica.com/topic/determinism Determinism Definition, Philosophers, & Facts Britannica]. ''www.britannica.com''.</ref> Sebagai sebuah konsep, determinisme berfokus pada kejadian-kejadian tertentu dan bukan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.


Dengan demikian, "masalah" [[kehendak bebas]]—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—sering kali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan [[budi]] dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.
Dengan demikian, "masalah" [[kehendak bebas]]—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—sering kali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan [[budi]] dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.


"Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan." Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara [[empirisme|empiris]] dengan ide-ide dari fisika dan [[filsafat fisika]]. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis [[indeterminisme]] (yang lainnya disebut ''nondeterminisme''). Determinisme sering kali dikontraskan dengan [[kehendak bebas]].
"Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan."<ref>A list of a dozen varieties of determinism is provided in Bob Doyle. [https://books.google.com/books?id=SeA_gFfHMgoC&pg=PA145 Free Will: The Scandal in Philosophy]. I-Phi Press. 2011. hlm. 145–146 ''ff''. ISBN 0983580200.</ref> Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara [[empirisme|empiris]] dengan ide-ide dari fisika dan [[filsafat fisika]]. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis [[indeterminisme]] (yang lainnya disebut ''nondeterminisme''). Determinisme sering kali dikontraskan dengan [[kehendak bebas]].<ref>For example, see Richard Langdon Franklin. [https://books.google.com/books?id=51wIAQAAIAAJ Freewill and determinism: a study of rival conceptions of man]. Routledge & K. Paul. 1968.</ref>


Determinisme sering diartikan sebagai ''determinisme kausal'', yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa [[peristiwa (filsafat)|peristiwa-peristiwa]] dalam suatu [[paradigma]] yang diberikan terikat oleh [[kausalitas]] sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya. Pengertian ini dapat dibedakan dari varian-varian determinisme lainnya yang disebutkan di bawah.
Determinisme sering diartikan sebagai ''determinisme kausal'', yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa [[peristiwa (filsafat)|peristiwa-peristiwa]] dalam suatu [[paradigma]] yang diberikan terikat oleh [[kausalitas]] sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya. Pengertian ini dapat dibedakan dari varian-varian determinisme lainnya yang disebutkan di bawah.
Baris 10: Baris 10:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Amor fati]]
* [[Amor fati]]
* [[Behaviorisme radikal]]
* [[Behaviorisme radikal]]
Baris 25: Baris 23:
* [[Teori permainan]]
* [[Teori permainan]]
* [[Voluntarisme]]
* [[Voluntarisme]]


=== Jenis determinisme ===
=== Jenis determinisme ===
Baris 39: Baris 36:
* [[Determinisme teknologi]]
* [[Determinisme teknologi]]
* [[Determinisme teologis]]
* [[Determinisme teologis]]
== Referensi ==
=== Catatan ===
=== Bibliografi ===
* [[Daniel Dennett]] (2003) ''Freedom Evolves''. Viking Penguin.
* [[John Earman]] (2007) "Aspects of Determinism in Modern Physics" in Butterfield, J., and Earman, J., eds., ''Philosophy of Physics, Part B''. North Holland: 1369-1434.
* [[George Francis Rayner Ellis|George Ellis]] (2005) "Physics and the Real World", ''Physics Today''.
*
* -------- and Axtell R. (1996) ''Growing Artificial Societies — Social Science from the Bottom''. MIT Press.
*
* [[Albert Messiah]], ''Quantum Mechanics'', English translation by G. M. Temmer of ''Mécanique Quantique'', 1966, John Wiley and Sons, vol. I, chapter IV, section III.
*  (Online version [http://www.drabruzzi.com/NAGEL_Determinism%20In%20History.pdf found here])
*
* Nowak A., Vallacher R.R., Tesser A., Borkowski W., (2000) "Society of Self: The emergence of collective properties in self-structure", ''Psychological Review'' 107.


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 62: Baris 41:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://plato.stanford.edu/entries/determinism-causal/ Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on Causal Determinism]
* [http://plato.stanford.edu/entries/determinism-causal/ Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on Causal Determinism]
* [http://etext.lib.virginia.edu/cgi-local/DHI/dhi.cgi?id=dv2-02 Determinism in History]  from the ''Dictionary of the History of Ideas''
* [http://etext.lib.virginia.edu/cgi-local/DHI/dhi.cgi?id=dv2-02 Determinism in History]  from the ''Dictionary of the History of Ideas''
Baris 68: Baris 46:
* [http://www.informationphilosopher.com/freedom/determinism.html Determinism on Information Philosopher]
* [http://www.informationphilosopher.com/freedom/determinism.html Determinism on Information Philosopher]
* [http://www.galilean-library.org/int13.html An Introduction to Free Will and Determinism]  by Paul Newall, aimed at beginners.
* [http://www.galilean-library.org/int13.html An Introduction to Free Will and Determinism]  by Paul Newall, aimed at beginners.
* [http://www.determinism.com The Society of Natural Science]
* [http://www.determinism.com The Society of Natural Science]  
* [http://www.chabad.org/article.asp?AID=3017 Determinism and Free Will in Judaism]
* [http://www.chabad.org/article.asp?AID=3017 Determinism and Free Will in Judaism]
* [http://www.jottings.ca/john/cogitations.html Snooker, Pool, and Determinism]
* [http://www.jottings.ca/john/cogitations.html Snooker, Pool, and Determinism]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Determinisme&oldid=27715545 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27715545 (2025-08-23T08:58:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Determinisme&oldid=27715545 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27715545 (2025-08-23T08:58:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.01

Determinisme adalah sebuah pandangan filosofis yang menyatakan bahwa semua peristiwa di alam semesta, termasuk keputusan dan tindakan manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan pasti terjadi.[1] Sebagai sebuah konsep, determinisme berfokus pada kejadian-kejadian tertentu dan bukan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.

Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—sering kali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

"Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan."[2] Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan ide-ide dari fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis indeterminisme (yang lainnya disebut nondeterminisme). Determinisme sering kali dikontraskan dengan kehendak bebas.[3]

Determinisme sering diartikan sebagai determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam suatu paradigma yang diberikan terikat oleh kausalitas sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya. Pengertian ini dapat dibedakan dari varian-varian determinisme lainnya yang disebutkan di bawah.

Perdebatan-perdebatan yang lain sering kali menyangkut ruang lingkup sistem-sistem yang telah ditentukan (determined); beberapa kalangan berpendapat bahwa seluruh alam semesta adalah suatu sistem determinat tunggal dan kalangan-kalangan lain mengidentifikasi sistem-sistem determinat yang lebih terbatas lainnya (atau multisemesta). Berbagai perdebatan historis melibatkan banyak posisi filosofis dan varian determinisme. Semua itu meliputi perdebatan-perdebatan tentang determinisme dan kehendak bebas, secara teknis dinyatakan sebagai kompatibilistik (memungkinkan koeksistensi keduanya) dan inkompatibilistik (menyangkal kemungkinan dari koeksitensi keduanya).

Lihat pula

Jenis determinisme

Bacaan lanjutan

  • George Musser, "Is the Cosmos Random? (Einstein's assertion that God does not play dice with the universe has been misinterpreted)", Scientific American, vol. 313, no. 3 (September 2015), pp. 88–93.

Pranala luar

Referensi

  1. Determinism Definition, Philosophers, & Facts Britannica. www.britannica.com.
  2. A list of a dozen varieties of determinism is provided in Bob Doyle. Free Will: The Scandal in Philosophy. I-Phi Press. 2011. hlm. 145–146 ff. ISBN 0983580200.
  3. For example, see Richard Langdon Franklin. Freewill and determinism: a study of rival conceptions of man. Routledge & K. Paul. 1968.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27715545 (2025-08-23T08:58:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.