Teori himpunan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28881980; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Teori himpunan''' () adalah bagian dari [[logika matematika]] yang mengkaji [[Himpunan (matematika)|himpunan]] dan sifat-sifatnya. Himpunan dapat dideskripsikan sebagai koleksi atau kumpulan objek. Objek-objek tersebut dapat disebut sebagai elemen atau anggota dari himpunan. | '''Teori himpunan''' () adalah bagian dari [[logika matematika]] yang mengkaji [[Himpunan (matematika)|himpunan]] dan sifat-sifatnya. Himpunan dapat dideskripsikan sebagai koleksi atau kumpulan objek. Objek-objek tersebut dapat disebut sebagai elemen atau anggota dari himpunan.<ref>[https://byjus.com/maths/basics-set-theory/ Set Theory (Basics, Definitions, Types of sets, Symbols & Examples)]. ''BYJUS''.</ref> | ||
Teori himpunan umumnya digunakan sebagai [[Dasar-dasar matematika|dasar untuk matematika]], khususnya dalam bentuk teori himpunan Zermelo-Fraenkel dengan aksioma pilihan. Di luar peran dasarnya, teori himpunan adalah cabang [[matematika]] murni. Pengkajian kontemporer ke dalam teori himpunan mencakup beragam subjek, mulai dari struktur garis [[bilangan real]] hingga pengkajian tentang [[konsistensi]] [[kardinal besar]]. | Teori himpunan umumnya digunakan sebagai [[Dasar-dasar matematika|dasar untuk matematika]], khususnya dalam bentuk teori himpunan Zermelo-Fraenkel dengan aksioma pilihan. Di luar peran dasarnya, teori himpunan adalah cabang [[matematika]] murni. Pengkajian kontemporer ke dalam teori himpunan mencakup beragam subjek, mulai dari struktur garis [[bilangan real]] hingga pengkajian tentang [[konsistensi]] [[kardinal besar]]. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Topik matematika biasanya muncul dan berkembang melalui interaksi di antara banyak peneliti. Teori himpunan, bagaimanapun, didirikan oleh sebuah makalah pada tahun 1874 oleh [[Georg Cantor]]: "[[Pada Properti Koleksi Semua Bilangan Aljabar Nyata]]".<ref>Georg Cantor. [http://www.digizeitschriften.de/main/dms/img/?PPN=GDZPPN002155583 Ueber eine Eigenschaft des Inbegriffes aller reellen algebraischen Zahlen]. ''Journal für die reine und angewandte Mathematik''. 1874. Vol. 77. hlm. 258–262. doi:10.1515/crll.1874.77.258.</ref><ref>Philip Johnson. [https://archive.org/details/mathematicalcirc0000eves_x3z6 A History of Set Theory]. Prindle, Weber & Schmidt. 1972. ISBN 0-87150-154-6.</ref> | |||
Sejak abad ke-5 SM, dimulai dengan [[matematika Yunani|Yunani]] ahli matematika [[Zeno dari Elea]] di Barat dan awal [[matematika India|matematikawan India]] di Timur, matematikawan memiliki himpunan [[tak hingga]]. Yang paling menonjol adalah karya [[Bernard Bolzano]] di paruh pertama abad ke-19.<ref>Bernard Bolzano. ''Einleitung zur Größenlehre und erste Begriffe der allgemeinen Größenlehre''. Friedrich Frommann Verlag. 1975. Vol. Vol. II, A, 7. hlm. 152. ISBN 3-7728-0466-7.</ref> Pemahaman modern tentang ketidakterbatasan dimulai pada tahun 1870–1874, dan dimotivasi oleh karya Cantor di [[analisis riil]].<ref>Joseph Dauben. ''Georg Cantor: Matematika dan Filsafatnya yang Tak Terbatas''. Harvard University Press. 1979. ISBN 0-674-34871-0..</ref> Pertemuan tahun 1872 antara Cantor dan [[Richard Dedekind]] memengaruhi pemikiran Cantor, dan berpuncak pada makalah Cantor tahun 1874. | |||
Sejak abad ke-5 SM, dimulai dengan [[matematika Yunani|Yunani]] ahli matematika [[Zeno dari Elea]] di Barat dan awal [[matematika India|matematikawan India]] di Timur, matematikawan memiliki himpunan [[tak hingga]]. Yang paling menonjol adalah karya [[Bernard Bolzano]] di paruh pertama abad ke-19. Pemahaman modern tentang ketidakterbatasan dimulai pada tahun 1870–1874, dan dimotivasi oleh karya Cantor di [[analisis riil]]. Pertemuan tahun 1872 antara Cantor dan [[Richard Dedekind]] memengaruhi pemikiran Cantor, dan berpuncak pada makalah Cantor tahun 1874. | |||
Karya Cantor awalnya mempolarisasi ahli matematika pada masanya. Sementara [[Karl Weierstrass]] dan Dedekind mendukung Cantor, [[Leopold Kronecker]], sekarang dipandang sebagai pendiri [[konstruktivisme matematika]]. Teori himpunan Cantorian akhirnya menyebar luas, karena kegunaan konsep Cantorian, seperti [[korespondensi satu-ke-satu]] di antara himpunan, buktinya bahwa ada lebih banyak [[bilangan riil]] daripada bilangan bulat, dan "infinity of infinities" ("[[Cantor's paradise]]") yang dihasilkan dari operasi [[set daya]]. Kegunaan teori himpunan ini mengarah ke artikel "Mengenlehre", disumbangkan pada tahun 1898 oleh [[Arthur Schoenflies]] ke [[ensiklopedia Klein]]. | Karya Cantor awalnya mempolarisasi ahli matematika pada masanya. Sementara [[Karl Weierstrass]] dan Dedekind mendukung Cantor, [[Leopold Kronecker]], sekarang dipandang sebagai pendiri [[konstruktivisme matematika]]. Teori himpunan Cantorian akhirnya menyebar luas, karena kegunaan konsep Cantorian, seperti [[korespondensi satu-ke-satu]] di antara himpunan, buktinya bahwa ada lebih banyak [[bilangan riil]] daripada bilangan bulat, dan "infinity of infinities" ("[[Cantor's paradise]]") yang dihasilkan dari operasi [[set daya]]. Kegunaan teori himpunan ini mengarah ke artikel "Mengenlehre", disumbangkan pada tahun 1898 oleh [[Arthur Schoenflies]] ke [[ensiklopedia Klein]]. | ||
| Baris 13: | Baris 12: | ||
Gelombang kegembiraan berikutnya dalam teori himpunan muncul sekitar tahun 1900, ketika ditemukan bahwa beberapa interpretasi teori himpunan Cantorian menimbulkan beberapa kontradiksi, disebut [[antinomi]] atau [[Paradoks logika|paradoks]]. [[Bertrand Russell]] dan [[Ernst Zermelo]] secara independen menemukan paradoks paling sederhana dan paling terkenal, yang sekarang disebut [[paradoks Russell]]: pertimbangkan "himpunan dari semua himpunan yang bukan anggota dirinya sendiri", yang mengarah pada kontradiksi karena harus menjadi anggota dari dirinya sendiri dan bukan anggota dari dirinya sendiri. Pada tahun 1899, Cantor sendiri mengajukan pertanyaan "Berapakah [[nomor kardinal]] dari himpunan semua himpunan?", Dan memperoleh paradoks terkait. Russell menggunakan paradoksnya sebagai tema dalam ulasan 1903 tentang matematika kontinental dalam bukunya ''[[The Principles of Mathematics]]''. | Gelombang kegembiraan berikutnya dalam teori himpunan muncul sekitar tahun 1900, ketika ditemukan bahwa beberapa interpretasi teori himpunan Cantorian menimbulkan beberapa kontradiksi, disebut [[antinomi]] atau [[Paradoks logika|paradoks]]. [[Bertrand Russell]] dan [[Ernst Zermelo]] secara independen menemukan paradoks paling sederhana dan paling terkenal, yang sekarang disebut [[paradoks Russell]]: pertimbangkan "himpunan dari semua himpunan yang bukan anggota dirinya sendiri", yang mengarah pada kontradiksi karena harus menjadi anggota dari dirinya sendiri dan bukan anggota dari dirinya sendiri. Pada tahun 1899, Cantor sendiri mengajukan pertanyaan "Berapakah [[nomor kardinal]] dari himpunan semua himpunan?", Dan memperoleh paradoks terkait. Russell menggunakan paradoksnya sebagai tema dalam ulasan 1903 tentang matematika kontinental dalam bukunya ''[[The Principles of Mathematics]]''. | ||
Pada tahun 1906, pembaca bahasa Inggris memperoleh buku ''Theory of Sets of Points'' oleh suami dan istri [[William Henry Young]] dan [[Grace Chisholm Young]], diterbitkan oleh [[Cambridge University Press]]. | Pada tahun 1906, pembaca bahasa Inggris memperoleh buku ''Theory of Sets of Points''<ref>William Young. [https://archive.org/stream/theoryofsetsofpo00youniala#page/n3/mode/2up Teori Kumpulan Poin]. Cambridge University Press. 1906.</ref> oleh suami dan istri [[William Henry Young]] dan [[Grace Chisholm Young]], diterbitkan oleh [[Cambridge University Press]]. | ||
Momentum teori himpunan sedemikian rupa sehingga debat tentang paradoks tidak mengarah pada pengabaiannya. Karya Zermelo pada tahun 1908 dan karya [[Abraham Fraenkel]] dan [[Thoralf Skolem]] pada tahun 1922 menghasilkan himpunan aksioma [[ZFC]], yang menjadi himpunan aksioma yang paling umum digunakan untuk teori himpunan. Karya [[analisis nyata|analis]], seperti [[Henri Lebesgue]], menunjukkan utilitas matematika yang hebat dari teori himpunan, yang sejak itu menjadi jalinan dalam jalinan matematika modern. Teori himpunan biasanya digunakan sebagai sistem dasar, meskipun di beberapa area — seperti [[geometri aljabar]] dan [[topologi aljabar]], [[teori kategori]] dianggap sebagai fondasi yang disukai. | Momentum teori himpunan sedemikian rupa sehingga debat tentang paradoks tidak mengarah pada pengabaiannya. Karya Zermelo pada tahun 1908 dan karya [[Abraham Fraenkel]] dan [[Thoralf Skolem]] pada tahun 1922 menghasilkan himpunan aksioma [[ZFC]], yang menjadi himpunan aksioma yang paling umum digunakan untuk teori himpunan. Karya [[analisis nyata|analis]], seperti [[Henri Lebesgue]], menunjukkan utilitas matematika yang hebat dari teori himpunan, yang sejak itu menjadi jalinan dalam jalinan matematika modern. Teori himpunan biasanya digunakan sebagai sistem dasar, meskipun di beberapa area — seperti [[geometri aljabar]] dan [[topologi aljabar]], [[teori kategori]] dianggap sebagai fondasi yang disukai. | ||
== Himpunan == | == Himpunan == | ||
[[Himpunan]] adalah kumpulan dari objek-objek tertentu yang tercakup dalam satu kesatuan dengan keterangannya yang jelas. Untuk menyatakan suatu himpunan, digunakan huruf kapital seperti ''A'', ''B'', ''C'' dsb. Sedangkan untuk menyatakan anggota-anggotanya digunakan huruf kecil seperti ''a'', ''b'', ''c'', dsb. | [[Himpunan]] adalah kumpulan dari objek-objek tertentu yang tercakup dalam satu kesatuan dengan keterangannya yang jelas. Untuk menyatakan suatu himpunan, digunakan huruf kapital seperti ''A'', ''B'', ''C'' dsb. Sedangkan untuk menyatakan anggota-anggotanya digunakan huruf kecil seperti ''a'', ''b'', ''c'', dsb. | ||
| Baris 28: | Baris 26: | ||
** ''A'' = {''a'', ''i'', ''u'', ''e'', ''o''} | ** ''A'' = {''a'', ''i'', ''u'', ''e'', ''o''} | ||
* Simbol baku | * Simbol baku | ||
*: Dengan menggunakan simbol tertentu yang telah disepakati. | *: Dengan menggunakan simbol tertentu yang telah disepakati. | ||
*:Contoh: | *:Contoh: | ||
** ''P'' adalah himpunan bilangan bulat positif | ** ''P'' adalah himpunan bilangan bulat positif | ||
** ''Z'' adalah himpunan bilangan bulat | ** ''Z'' adalah himpunan bilangan bulat | ||
** ''R'' adalah himpunan bilangan riil | ** ''R'' adalah himpunan bilangan riil | ||
** ''C'' adalah himpunan bilangan kompleks | ** ''C'' adalah himpunan bilangan kompleks | ||
* Notasi pembentuk himpunan | * Notasi pembentuk himpunan | ||
*: Dengan menuliskan ciri-ciri umum atau sifat-sifat umum (role) dari anggota. | *: Dengan menuliskan ciri-ciri umum atau sifat-sifat umum (role) dari anggota. | ||
*:Contoh: | *:Contoh: | ||
** ''A'' = {''x''|''x'' adalah himpunan bilangan bulat} | ** ''A'' = {''x''|''x'' adalah himpunan bilangan bulat} | ||
* Diagram Venn | * Diagram Venn | ||
*: Menyajikan himpunan secara grafis dengan tiap-tiap himpunan digambarkan sebagai lingkaran dan memiliki himpunan semesta (''U'') yang digambarkan dengan segi empat. | *: Menyajikan himpunan secara grafis dengan tiap-tiap himpunan digambarkan sebagai lingkaran dan memiliki himpunan semesta (''U'') yang digambarkan dengan segi empat. | ||
== Beberapa ontologi == | == Beberapa ontologi == | ||
[[Gambar:Von Neumann Hierarchy.svg|thumb|right|300px|An initial segment of the von Neumann hierarchy.]] | |||
Himpunan adalah [[himpunan murni|murni]] jika semua anggotanya adalah himpunan, semua anggotanya adalah himpunan, dan seterusnya. Contohnya, himpunan hanya berisi himpunan kosong adalah himpunan murni tidak kosong. Dalam teori himpunan modern, adalah umum untuk membatasi perhatian pada ''[[von Neumann universe]]'' himpunan murni, dan banyak sistem [[teori himpunan aksiomatik]] dirancang untuk melakukan aksioma himpunan murni. Ada banyak keuntungan teknis dari pembatasan ini, dan sedikit umum yang hilang, karena pada dasarnya semua konsep matematika dapat dimodelkan dengan himpunan murni. Kumpulan di alam semesta von Neumann diatur ke dalam [[hierarki kumulatif]], berdasarkan seberapa dalam anggotanya, anggota anggotanya, dll. Setiap set dalam hierarki ini ditetapkan (oleh [[transfinite recursion]]) sebuah [[bilangan ordinal]] <math>\alpha</math>, dikenal sebagai ''peringkat''. Pangkat himpunan murni <math>X</math> didefinisikan sebagai [[batas atas terkecil]] dari semua [[Penerus ordinal|penerus]] dari jajaran anggota <math>X</math>. Misalnya, himpunan kosong diberi peringkat 0, sedangkan himpunan hanya berisi himpunan kosong yang diberi peringkat 1. Untuk setiap ordinal <math>\alpha</math>, himpunan <math>V_{\alpha}</math> didefinisikan terdiri dari semua set murni dengan peringkat kurang dari <math>\alpha</math>. Seluruh alam semesta von Neumann dilambangkan <math>V</math>. | Himpunan adalah [[himpunan murni|murni]] jika semua anggotanya adalah himpunan, semua anggotanya adalah himpunan, dan seterusnya. Contohnya, himpunan hanya berisi himpunan kosong adalah himpunan murni tidak kosong. Dalam teori himpunan modern, adalah umum untuk membatasi perhatian pada ''[[von Neumann universe]]'' himpunan murni, dan banyak sistem [[teori himpunan aksiomatik]] dirancang untuk melakukan aksioma himpunan murni. Ada banyak keuntungan teknis dari pembatasan ini, dan sedikit umum yang hilang, karena pada dasarnya semua konsep matematika dapat dimodelkan dengan himpunan murni. Kumpulan di alam semesta von Neumann diatur ke dalam [[hierarki kumulatif]], berdasarkan seberapa dalam anggotanya, anggota anggotanya, dll. Setiap set dalam hierarki ini ditetapkan (oleh [[transfinite recursion]]) sebuah [[bilangan ordinal]] <math>\alpha</math>, dikenal sebagai ''peringkat''. Pangkat himpunan murni <math>X</math> didefinisikan sebagai [[batas atas terkecil]] dari semua [[Penerus ordinal|penerus]] dari jajaran anggota <math>X</math>. Misalnya, himpunan kosong diberi peringkat 0, sedangkan himpunan hanya berisi himpunan kosong yang diberi peringkat 1. Untuk setiap ordinal <math>\alpha</math>, himpunan <math>V_{\alpha}</math> didefinisikan terdiri dari semua set murni dengan peringkat kurang dari <math>\alpha</math>. Seluruh alam semesta von Neumann dilambangkan <math>V</math>. | ||
| Baris 64: | Baris 62: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Glosarium teori himpunan]] | * [[Glosarium teori himpunan]] | ||
* [[Kelas (teori himpunan)]] | * [[Kelas (teori himpunan)]] | ||
| Baris 71: | Baris 68: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
| Baris 87: | Baris 79: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* Daniel Cunningham, [http://www.iep.utm.edu/set-theo/ Set Theory] article in the ''[[Ensiklopedia Filsafat Internet]]''. | * Daniel Cunningham, [http://www.iep.utm.edu/set-theo/ Set Theory] article in the ''[[Ensiklopedia Filsafat Internet]]''. | ||
* Jose Ferreiros, [https://plato.stanford.edu/entries/settheory-early/ The Early Development of Set Theory] artikel di ''[Stanford Encyclopedia of Philosophy]''. | * Jose Ferreiros, [https://plato.stanford.edu/entries/settheory-early/ The Early Development of Set Theory] artikel di ''[Stanford Encyclopedia of Philosophy]''. | ||
* [[Matthew Foreman|Foreman, Matthew]], [[Akihiro Kanamori]], eds. ''[http://handbook.assafrinot.com/ Handbook of Set Theory.]'' 3 vols., 2010. Setiap bab mensurvei beberapa aspek penelitian kontemporer dalam teori himpunan. Tidak mencakup teori himpunan dasar yang mapan, di mana lihat Devlin (1993). | * [[Matthew Foreman|Foreman, Matthew]], [[Akihiro Kanamori]], eds. ''[http://handbook.assafrinot.com/ Handbook of Set Theory.]'' 3 vols., 2010. Setiap bab mensurvei beberapa aspek penelitian kontemporer dalam teori himpunan. Tidak mencakup teori himpunan dasar yang mapan, di mana lihat Devlin (1993). | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [[Arthur Schoenflies|Schoenflies, Arthur]] (1898). [https://archive.org/stream/encyklomath101encyrich#page/n229 Mengenlehre] di [[ensiklopedia Klein]]. | * [[Arthur Schoenflies|Schoenflies, Arthur]] (1898). [https://archive.org/stream/encyklomath101encyrich#page/n229 Mengenlehre] di [[ensiklopedia Klein]]. | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+himpunan&oldid=28881980 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28881980 (2026-01-22T22:15:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+himpunan&oldid=28881980 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28881980 (2026-01-22T22:15:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.18
Teori himpunan () adalah bagian dari logika matematika yang mengkaji himpunan dan sifat-sifatnya. Himpunan dapat dideskripsikan sebagai koleksi atau kumpulan objek. Objek-objek tersebut dapat disebut sebagai elemen atau anggota dari himpunan.[1]
Teori himpunan umumnya digunakan sebagai dasar untuk matematika, khususnya dalam bentuk teori himpunan Zermelo-Fraenkel dengan aksioma pilihan. Di luar peran dasarnya, teori himpunan adalah cabang matematika murni. Pengkajian kontemporer ke dalam teori himpunan mencakup beragam subjek, mulai dari struktur garis bilangan real hingga pengkajian tentang konsistensi kardinal besar.
Sejarah
Topik matematika biasanya muncul dan berkembang melalui interaksi di antara banyak peneliti. Teori himpunan, bagaimanapun, didirikan oleh sebuah makalah pada tahun 1874 oleh Georg Cantor: "Pada Properti Koleksi Semua Bilangan Aljabar Nyata".[2][3]
Sejak abad ke-5 SM, dimulai dengan Yunani ahli matematika Zeno dari Elea di Barat dan awal matematikawan India di Timur, matematikawan memiliki himpunan tak hingga. Yang paling menonjol adalah karya Bernard Bolzano di paruh pertama abad ke-19.[4] Pemahaman modern tentang ketidakterbatasan dimulai pada tahun 1870–1874, dan dimotivasi oleh karya Cantor di analisis riil.[5] Pertemuan tahun 1872 antara Cantor dan Richard Dedekind memengaruhi pemikiran Cantor, dan berpuncak pada makalah Cantor tahun 1874.
Karya Cantor awalnya mempolarisasi ahli matematika pada masanya. Sementara Karl Weierstrass dan Dedekind mendukung Cantor, Leopold Kronecker, sekarang dipandang sebagai pendiri konstruktivisme matematika. Teori himpunan Cantorian akhirnya menyebar luas, karena kegunaan konsep Cantorian, seperti korespondensi satu-ke-satu di antara himpunan, buktinya bahwa ada lebih banyak bilangan riil daripada bilangan bulat, dan "infinity of infinities" ("Cantor's paradise") yang dihasilkan dari operasi set daya. Kegunaan teori himpunan ini mengarah ke artikel "Mengenlehre", disumbangkan pada tahun 1898 oleh Arthur Schoenflies ke ensiklopedia Klein.
Gelombang kegembiraan berikutnya dalam teori himpunan muncul sekitar tahun 1900, ketika ditemukan bahwa beberapa interpretasi teori himpunan Cantorian menimbulkan beberapa kontradiksi, disebut antinomi atau paradoks. Bertrand Russell dan Ernst Zermelo secara independen menemukan paradoks paling sederhana dan paling terkenal, yang sekarang disebut paradoks Russell: pertimbangkan "himpunan dari semua himpunan yang bukan anggota dirinya sendiri", yang mengarah pada kontradiksi karena harus menjadi anggota dari dirinya sendiri dan bukan anggota dari dirinya sendiri. Pada tahun 1899, Cantor sendiri mengajukan pertanyaan "Berapakah nomor kardinal dari himpunan semua himpunan?", Dan memperoleh paradoks terkait. Russell menggunakan paradoksnya sebagai tema dalam ulasan 1903 tentang matematika kontinental dalam bukunya The Principles of Mathematics.
Pada tahun 1906, pembaca bahasa Inggris memperoleh buku Theory of Sets of Points[6] oleh suami dan istri William Henry Young dan Grace Chisholm Young, diterbitkan oleh Cambridge University Press.
Momentum teori himpunan sedemikian rupa sehingga debat tentang paradoks tidak mengarah pada pengabaiannya. Karya Zermelo pada tahun 1908 dan karya Abraham Fraenkel dan Thoralf Skolem pada tahun 1922 menghasilkan himpunan aksioma ZFC, yang menjadi himpunan aksioma yang paling umum digunakan untuk teori himpunan. Karya analis, seperti Henri Lebesgue, menunjukkan utilitas matematika yang hebat dari teori himpunan, yang sejak itu menjadi jalinan dalam jalinan matematika modern. Teori himpunan biasanya digunakan sebagai sistem dasar, meskipun di beberapa area — seperti geometri aljabar dan topologi aljabar, teori kategori dianggap sebagai fondasi yang disukai.
Himpunan
Himpunan adalah kumpulan dari objek-objek tertentu yang tercakup dalam satu kesatuan dengan keterangannya yang jelas. Untuk menyatakan suatu himpunan, digunakan huruf kapital seperti A, B, C dsb. Sedangkan untuk menyatakan anggota-anggotanya digunakan huruf kecil seperti a, b, c, dsb.
Menyatakan himpunan
Ada empat cara untuk menyatakan suatu himpunan.
- Enumerasi
- Dengan mendaftarkan semua anggotanya (roster) yang diletakkan di dalam sepasang tanda kurung kurawal, dan di antara setiap anggotanya dipisahkan dengan tanda koma. Contoh:
- A = {a, i, u, e, o}
- Simbol baku
- Dengan menggunakan simbol tertentu yang telah disepakati.
- Contoh:
- P adalah himpunan bilangan bulat positif
- Z adalah himpunan bilangan bulat
- R adalah himpunan bilangan riil
- C adalah himpunan bilangan kompleks
- Notasi pembentuk himpunan
- Dengan menuliskan ciri-ciri umum atau sifat-sifat umum (role) dari anggota.
- Contoh:
- A = {x|x adalah himpunan bilangan bulat}
- Diagram Venn
- Menyajikan himpunan secara grafis dengan tiap-tiap himpunan digambarkan sebagai lingkaran dan memiliki himpunan semesta (U) yang digambarkan dengan segi empat.
Beberapa ontologi
Himpunan adalah murni jika semua anggotanya adalah himpunan, semua anggotanya adalah himpunan, dan seterusnya. Contohnya, himpunan hanya berisi himpunan kosong adalah himpunan murni tidak kosong. Dalam teori himpunan modern, adalah umum untuk membatasi perhatian pada von Neumann universe himpunan murni, dan banyak sistem teori himpunan aksiomatik dirancang untuk melakukan aksioma himpunan murni. Ada banyak keuntungan teknis dari pembatasan ini, dan sedikit umum yang hilang, karena pada dasarnya semua konsep matematika dapat dimodelkan dengan himpunan murni. Kumpulan di alam semesta von Neumann diatur ke dalam hierarki kumulatif, berdasarkan seberapa dalam anggotanya, anggota anggotanya, dll. Setiap set dalam hierarki ini ditetapkan (oleh transfinite recursion) sebuah bilangan ordinal , dikenal sebagai peringkat. Pangkat himpunan murni didefinisikan sebagai batas atas terkecil dari semua penerus dari jajaran anggota . Misalnya, himpunan kosong diberi peringkat 0, sedangkan himpunan hanya berisi himpunan kosong yang diberi peringkat 1. Untuk setiap ordinal , himpunan didefinisikan terdiri dari semua set murni dengan peringkat kurang dari . Seluruh alam semesta von Neumann dilambangkan .
Teori himpunan aksiomatik
Teori himpunan dasar dapat dipelajari secara informal dan intuitif, sehingga dapat diajarkan di sekolah dasar menggunakan diagram Venn. Pendekatan intuitif secara diam-diam mengasumsikan bahwa suatu himpunan dapat dibentuk dari kelas semua objek yang memenuhi kondisi tertentu tertentu. Asumsi ini menimbulkan paradoks, yang paling sederhana dan paling terkenal adalah paradoks Russell dan paradoks Burali-Forti. Teori himpunan aksiomatik pada awalnya dirancang untuk menyingkirkan teori himpunan dari paradoks tersebut.
Sistem teori himpunan aksiomatik yang paling banyak dipelajari menyiratkan bahwa semua himpunan membentuk hierarki kumulatif. Sistem seperti itu datang dalam dua bentuk, yang ontologi terdiri dari:
- Himpunan sendiri. Ini termasuk teori himpunan aksiomatik yang paling umum, Zermelo–Fteori himpunan fraenkel dengan Aksioma Pilihan (ZFC). Fragmen dari ZFC termasuk:
- Teori himpunan Zermelo, yang menggantikan skema aksioma penggantian dengan pemisahan;
- Teori himpunan umum, sebuah fragmen kecil dari teori himpunan Zermelo cukup untuk aksioma Peano dan himpunan terbatas;
- Kripke–Platek set theory, which omits the axioms of infinity, powerset, and choice, and weakens the axiom schemata of separation and replacement.
- Himpunan dan kelas yang sesuai. Ini termasuk teori himpunan Von Neumann – Bernays – Gödel, yang memiliki kekuatan yang sama dengan ZFC untuk teorema tentang himpunan saja, dan teori himpunan Morse – Kelley dan teori himpunan Tarski–Grothendieck, keduanya lebih kuat dari ZFC.
Sistem di atas dapat dimodifikasi untuk mengizinkan urelement, objek yang dapat menjadi anggota himpunan tetapi bukan himpunan itu sendiri dan tidak memiliki anggota.
Sistem Yayasan Baru dari NFU (mengizinkan urelement) dan NF (kekurangannya) tidak didasarkan pada hierarki kumulatif. NF dan NFU menyertakan "sekumpulan segalanya", yang relatif setiap set memiliki pelengkap. Dalam sistem ini urelemen penting, karena NF, tetapi bukan NFU, menghasilkan himpunan yang tidak dimiliki aksioma pilihan.
Sistem teori himpunan konstruktif, seperti CST, CZF, dan IZF, menyematkan aksioma himpunannya di intuitif daripada logika klasik. Namun sistem lain menerima logika klasik tetapi menampilkan hubungan keanggotaan yang tidak standar. Ini termasuk teori himpunan kasar dan teori himpunan fuzzy, di mana nilai rumus atom yang mewujudkan hubungan keanggotaan tidak sederhana Benar atau Salah. Model bernilai Boolean dari ZFC adalah subjek terkait.
Pengayaan ZFC yang disebut teori himpunan internal telah diusulkan oleh Edward Nelson pada tahun 1977.
Lihat pula
- Glosarium teori himpunan
- Kelas (teori himpunan)
- Daftar topik teori himpunan
- Model relasional-meminjam dari teori himpunan
Catatan
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
- Daniel Cunningham, Set Theory article in the Ensiklopedia Filsafat Internet.
- Jose Ferreiros, The Early Development of Set Theory artikel di [Stanford Encyclopedia of Philosophy].
- Foreman, Matthew, Akihiro Kanamori, eds. Handbook of Set Theory. 3 vols., 2010. Setiap bab mensurvei beberapa aspek penelitian kontemporer dalam teori himpunan. Tidak mencakup teori himpunan dasar yang mapan, di mana lihat Devlin (1993).
- Schoenflies, Arthur (1898). Mengenlehre di ensiklopedia Klein.
Referensi
- ↑ Set Theory (Basics, Definitions, Types of sets, Symbols & Examples). BYJUS.
- ↑ Georg Cantor. Ueber eine Eigenschaft des Inbegriffes aller reellen algebraischen Zahlen. Journal für die reine und angewandte Mathematik. 1874. Vol. 77. hlm. 258–262. doi:10.1515/crll.1874.77.258.
- ↑ Philip Johnson. A History of Set Theory. Prindle, Weber & Schmidt. 1972. ISBN 0-87150-154-6.
- ↑ Bernard Bolzano. Einleitung zur Größenlehre und erste Begriffe der allgemeinen Größenlehre. Friedrich Frommann Verlag. 1975. Vol. Vol. II, A, 7. hlm. 152. ISBN 3-7728-0466-7.
- ↑ Joseph Dauben. Georg Cantor: Matematika dan Filsafatnya yang Tak Terbatas. Harvard University Press. 1979. ISBN 0-674-34871-0..
- ↑ William Young. Teori Kumpulan Poin. Cambridge University Press. 1906.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28881980 (2026-01-22T22:15:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.