Alat semikonduktor: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25979307; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Semiconductor_outlines.jpg|thumb|right|280px|Semiconductor outlines]] | |||
'''Alat semikonduktor''' atau ''semiconductor devices'', adalah sejumlah komponen elektronik yang menggunakan sifat-sifat materi [[semikonduktor]], yaitu [[silikon]], [[germanium]], dan [[Galium arsenida|gallium arsenida]].<ref>[https://www.britannica.com/technology/semiconductor-device Semiconductor device electronics]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref> Alat-alat semikonduktor zaman sekarang telah menggantikan [[alat thermionik]] (seperti [[tabung hampa]]). Alat-alat semikonduktor ini menggunakan konduksi elektronik dalam [[bentuk padat]] (''solid state''), bukannya [[bentuk hampa]] (''vacuum state'') atau [[bentuk gas]] (''gaseous state''). Alat-alat semikonduktor dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk ''dicrete'' (potongan) seperti [[transistor]], [[diode]], dll, atau dapat juga ditemukan sebagai bentuk terintegrasi dalam jumlah yang sangat besar (jutaan) dalam satu keping silikon yang dinamakan [[sirkuit terpadu]] (IC). | |||
== Dasar alat semikonduktor == | == Dasar alat semikonduktor == | ||
(Lihat juga [[semikonduktor]] untuk informasi tambahan tentang fisika semikonduktor.) | (Lihat juga [[semikonduktor]] untuk informasi tambahan tentang fisika semikonduktor.) | ||
| Baris 13: | Baris 13: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat+semikonduktor&oldid=25979307 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25979307 (2024-07-01T07:13:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.55

Alat semikonduktor atau semiconductor devices, adalah sejumlah komponen elektronik yang menggunakan sifat-sifat materi semikonduktor, yaitu silikon, germanium, dan gallium arsenida.[1] Alat-alat semikonduktor zaman sekarang telah menggantikan alat thermionik (seperti tabung hampa). Alat-alat semikonduktor ini menggunakan konduksi elektronik dalam bentuk padat (solid state), bukannya bentuk hampa (vacuum state) atau bentuk gas (gaseous state). Alat-alat semikonduktor dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk dicrete (potongan) seperti transistor, diode, dll, atau dapat juga ditemukan sebagai bentuk terintegrasi dalam jumlah yang sangat besar (jutaan) dalam satu keping silikon yang dinamakan sirkuit terpadu (IC).
Dasar alat semikonduktor
(Lihat juga semikonduktor untuk informasi tambahan tentang fisika semikonduktor.)
Bila sebuah semikonduktor murni dan tidak ter"eksitasi" oleh sebuah input seperti medan listrik dia mengizinkan hanya jumlah sangat kecil arus listrik untuk berada dalam dirinya, dan ia merupakan sebuah insulator. Alasan utama mengapa semikonduktor begitu berguna adalah konduktivitas semikonduktor yang dapat dimanipulasi dengan menambahkan ketidakmurnian (doping, dengan pemberian sebuah medan listrik, dikenai cahaya, atau dengan cara lain. CCD, sebagai contoh, unit utama dalam kamera digital, bergantung pada kenyataan bahwa konduktivitas semikonduktor meningkat dengan terkenanya sinar. Operasi transistor tergantung konduktivitas semikonduktor yang dapat ditingkatkan dengan hadirnya sebuah medan listrik.
Konduksi arus dalam sebuah semikonduktor terjadi melalui elektron yang dapat bergerak atau bebas dan lubang. Lubang bukan partikel asli; dalam keadaan yang membutuhkan pengetahuan fisika semikonduktor untuk dapat mengerti: sebuah lubang adalah ketiadaan sebuah elektron. Ketiadaan ini, atau lubang ini, dapat diperlakukan sebagai muatan-positif yang merupakan lawan dari elektron yang bermuatan-negatif. Untuk mudahnya penjelasan "elektron bebas" disebut "elektron", tetapi harus dimengerti bahwa mayoritas elektron dalam benda padat, tidak bebas, tidak menyumbang kepada konduktivitas.
Bila sebuah kristal semikonduktor murni sempurna, tanpa ketidakmurnian, dan ditaruh di suhu yang mendekati nol mutlak dengan tanpa "eksitasi" (yaitu, medan listrik atau cahaya), dia tidak akan berisi elektron bebas dan tidak ada lubang, dan oleh karena itu akan menjadi sebuah insulator sempurna. Pada suhu ruangan, eksitasi panas memproduksi beberapa elektron bebas dan lubang dalam pasangan-pasangan, tetapi kebanyakan semikonduktor pada suhu ruangan adalah insulator untuk kegunaan praktikal.
Referensi
- ↑ Semiconductor device electronics. Encyclopedia Britannica.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25979307 (2024-07-01T07:13:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.