Benda tegar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27493488; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Benda tegar''' adalah [[benda]] yang tidak mengalami [[perubahan bentuk]] setelah diberikan gaya [[rotasi]]. Selama berotasi, [[partikel]]-partikel di dalam benda tegar bergerak dalam ruang yang memiliki lintasan [[lingkaran]] sehingga posisinya tetap relatif satu sama lain. Proses ini membuat benda tegar tidak memiliki [[energi kinetis]] dalam gerak [[Translasi (geometri)|translasi]]. Acuan [[Gerak melingkar|gerakan melingkar]] pada benda tegar adalah [[momen inersia]]. | [[File:Flight_dynamics_with_text.svg|thumb|right|280px|Flight dynamics with text]] | ||
'''Benda tegar''' adalah [[benda]] yang tidak mengalami [[perubahan bentuk]] setelah diberikan gaya [[rotasi]]. Selama berotasi, [[partikel]]-partikel di dalam benda tegar bergerak dalam ruang yang memiliki lintasan [[lingkaran]] sehingga posisinya tetap relatif satu sama lain. Proses ini membuat benda tegar tidak memiliki [[energi kinetis]] dalam gerak [[Translasi (geometri)|translasi]].<ref>Lalu Amnirullah. [https://jurnal.ugm.ac.id/jfi/article/download/24356/15848 Analisis Kesulitan Penguasaan Konsep Mahasiswa pada Topik Rotasi Benda Tegar Dan Momentum Sudut]. ''Jurnal Fisika Indonesia''. Desember 2015. Vol. 19 (56). hlm. 35. doi:10.22146/jfi.24356.</ref> Acuan [[Gerak melingkar|gerakan melingkar]] pada benda tegar adalah [[momen inersia]].<ref>Stepanus Sahala Sitompul. [https://jurnal.untan.ac.id/index.php/PMP/article/download/17588/15007 Penentuan Momen Inersia Benda Tegar dengan Metode Bandul Fisis]. ''Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA''. Januari 2013. Vol. 4 (2). hlm. 36. doi:10.26418/jpmipa.v4i2.17588.</ref> | |||
== Momen inersia == | == Momen inersia == | ||
Benda tegar yang berbentuk pejal memiliki penyebaran [[massa]] yang merata di setiap titik beratnya. Jumlah momen inersia benda tegar diperoleh melalui hasil penjumlahan dari momen inersia semua elemen massa yang terdapat pada benda tegar. Penjumlahan diperoleh melalui [[Operasi (matematika)|operasi]] [[integral]]. Nilai dari momen inersia dipengaruhi oleh bentuk benda, massa benda, dan letak [[Rotasi di sekeliling sumbu tertentu|sumbu putar]] dari benda. | Benda tegar yang berbentuk pejal memiliki penyebaran [[massa]] yang merata di setiap titik beratnya. Jumlah momen inersia benda tegar diperoleh melalui hasil penjumlahan dari momen inersia semua elemen massa yang terdapat pada benda tegar. Penjumlahan diperoleh melalui [[Operasi (matematika)|operasi]] [[integral]]. Nilai dari momen inersia dipengaruhi oleh bentuk benda, massa benda, dan letak [[Rotasi di sekeliling sumbu tertentu|sumbu putar]] dari benda.<ref>Yuberti. [http://repository.radenintan.ac.id/2978/1/Buku_Konsep_Materi_Fisika_Dasar_2__An_Yuberti.pdf Konsep Materi Fisika Dasar 2]. Anugrah Utama Raharja (AURA). 2013. hlm. 12. ISBN 978-602-1297-30-8.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benda+tegar&oldid=27493488 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27493488 (2025-07-03T15:30:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.59
Benda tegar adalah benda yang tidak mengalami perubahan bentuk setelah diberikan gaya rotasi. Selama berotasi, partikel-partikel di dalam benda tegar bergerak dalam ruang yang memiliki lintasan lingkaran sehingga posisinya tetap relatif satu sama lain. Proses ini membuat benda tegar tidak memiliki energi kinetis dalam gerak translasi.[1] Acuan gerakan melingkar pada benda tegar adalah momen inersia.[2]
Momen inersia
Benda tegar yang berbentuk pejal memiliki penyebaran massa yang merata di setiap titik beratnya. Jumlah momen inersia benda tegar diperoleh melalui hasil penjumlahan dari momen inersia semua elemen massa yang terdapat pada benda tegar. Penjumlahan diperoleh melalui operasi integral. Nilai dari momen inersia dipengaruhi oleh bentuk benda, massa benda, dan letak sumbu putar dari benda.[3]
Referensi
- ↑ Lalu Amnirullah. Analisis Kesulitan Penguasaan Konsep Mahasiswa pada Topik Rotasi Benda Tegar Dan Momentum Sudut. Jurnal Fisika Indonesia. Desember 2015. Vol. 19 (56). hlm. 35. doi:10.22146/jfi.24356.
- ↑ Stepanus Sahala Sitompul. Penentuan Momen Inersia Benda Tegar dengan Metode Bandul Fisis. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA. Januari 2013. Vol. 4 (2). hlm. 36. doi:10.26418/jpmipa.v4i2.17588.
- ↑ Yuberti. Konsep Materi Fisika Dasar 2. Anugrah Utama Raharja (AURA). 2013. hlm. 12. ISBN 978-602-1297-30-8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27493488 (2025-07-03T15:30:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.