Lompat ke isi

Vulkanisasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18624194; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Vulkanisasi''' adalah proses pengolahan karet.
[[File:Charles_Goodyear.png|thumb|right|280px|Charles Goodyear]]
 
'''Vulkanisasi''' adalah proses pengolahan karet.<ref>Setyamidjaja D. 1993. ''KARET, Budidaya dan Pengolahan''. Yogyakarta: Kanisius.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Proses vulkanisasi ditemukan oleh seorang ilmuwan ahli [[kimia]] asal [[Amerika Serikat]] yang bernama [[Charles Goodyear]] pada tahun 1839. Pada awalnya, proses ini berprinsip pada pencampuran belerang dan karet dalam kondisi suhu tertentu sehingga dihasilkan produk karet yang lebih keras teksturnya dibandingkan karet biasa. Penggunaan karet berkualitas ini diaplikasikan oleh [[Dunlop]] pada tahun 1888 yang menciptakan ban pompa. Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh [[Michelin]] dari [[Prancis]] dan [[Goodrich]] dari Amerika yang menyempurnakan ban mobil sehingga dapat digunakan pada tahun 1895.
Proses vulkanisasi ditemukan oleh seorang ilmuwan ahli [[kimia]] asal [[Amerika Serikat]] yang bernama [[Charles Goodyear]] pada tahun 1839.<ref>Setyamidjaja D. 1993. ''KARET, Budidaya dan Pengolahan''. Yogyakarta: Kanisius.</ref> Pada awalnya, proses ini berprinsip pada pencampuran belerang dan karet dalam kondisi suhu tertentu sehingga dihasilkan produk karet yang lebih keras teksturnya dibandingkan karet biasa.<ref>Setyamidjaja D. 1993. ''KARET, Budidaya dan Pengolahan''. Yogyakarta: Kanisius.</ref> Penggunaan karet berkualitas ini diaplikasikan oleh [[Dunlop]] pada tahun 1888 yang menciptakan ban pompa.<ref>Setyamidjaja D. 1993. ''KARET, Budidaya dan Pengolahan''. Yogyakarta: Kanisius.</ref> Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh [[Michelin]] dari [[Prancis]] dan [[Goodrich]] dari Amerika yang menyempurnakan ban mobil sehingga dapat digunakan pada tahun 1895.<ref>Setyamidjaja D. 1993. ''KARET, Budidaya dan Pengolahan''. Yogyakarta: Kanisius.</ref>


== Metode ==
== Metode ==
Sebelum diolah, molekul-[[molekul]] [[karet]] pada umumnya akan berbentuk bengkok dan tidak berpola. Proses vulkanisasi akan membuat ikatan silang antar molekul-molekul tersebut sehingga terjadi [[gaya]] tahan antar molekul karet. Ikatan silang tersebut terbentuk karena [[belerang]] yang menjadi penyambung, dan reaksi ini menggunakan [[seng oksida]] sebagai [[katalis]]. Dengan proses ini, sifat [[elastis]] karet akan dipertahankan karena bila tidak ada ikatan silang antar molekul, maka molekul karet akan saling terpisah sehingga sifat elastis karet akan menghilang.
Sebelum diolah, molekul-[[molekul]] [[karet]] pada umumnya akan berbentuk bengkok dan tidak berpola.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Proses vulkanisasi akan membuat ikatan silang antar molekul-molekul tersebut sehingga terjadi [[gaya]] tahan antar molekul karet.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Ikatan silang tersebut terbentuk karena [[belerang]] yang menjadi penyambung, dan reaksi ini menggunakan [[seng oksida]] sebagai [[katalis]].<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref> Dengan proses ini, sifat [[elastis]] karet akan dipertahankan karena bila tidak ada ikatan silang antar molekul, maka molekul karet akan saling terpisah sehingga sifat elastis karet akan menghilang.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta: Erlangga.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vulkanisasi&oldid=18624194 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624194 (2021-07-07T06:16:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vulkanisasi&oldid=18624194 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18624194 (2021-07-07T06:16:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.00

Charles Goodyear

Vulkanisasi adalah proses pengolahan karet.[1]

Sejarah

Proses vulkanisasi ditemukan oleh seorang ilmuwan ahli kimia asal Amerika Serikat yang bernama Charles Goodyear pada tahun 1839.[2] Pada awalnya, proses ini berprinsip pada pencampuran belerang dan karet dalam kondisi suhu tertentu sehingga dihasilkan produk karet yang lebih keras teksturnya dibandingkan karet biasa.[3] Penggunaan karet berkualitas ini diaplikasikan oleh Dunlop pada tahun 1888 yang menciptakan ban pompa.[4] Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh Michelin dari Prancis dan Goodrich dari Amerika yang menyempurnakan ban mobil sehingga dapat digunakan pada tahun 1895.[5]

Metode

Sebelum diolah, molekul-molekul karet pada umumnya akan berbentuk bengkok dan tidak berpola.[6] Proses vulkanisasi akan membuat ikatan silang antar molekul-molekul tersebut sehingga terjadi gaya tahan antar molekul karet.[7] Ikatan silang tersebut terbentuk karena belerang yang menjadi penyambung, dan reaksi ini menggunakan seng oksida sebagai katalis.[8] Dengan proses ini, sifat elastis karet akan dipertahankan karena bila tidak ada ikatan silang antar molekul, maka molekul karet akan saling terpisah sehingga sifat elastis karet akan menghilang.[9]

Referensi

  1. Setyamidjaja D. 1993. KARET, Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
  2. Setyamidjaja D. 1993. KARET, Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
  3. Setyamidjaja D. 1993. KARET, Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
  4. Setyamidjaja D. 1993. KARET, Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Setyamidjaja D. 1993. KARET, Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta: Kanisius.
  6. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  7. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  8. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.
  9. Chang R. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta: Erlangga.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18624194 (2021-07-07T06:16:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.