Lompat ke isi

Bentuk Bumi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27986229; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Pemikiran ==
== Pemikiran ==
=== Zaman Babilonia ===
=== Zaman Babilonia ===
Pada masa [[Babilonia|Kerajaan Babilonia]] (700–600 SM), telah berkembang [[mitos]] mengenai [[horoskop]] dan [[ekliptika]]. Penduduk Babilonia meyakini bahwa [[alam semesta]] merupakan suatu ruangan berbentuk setengah bola. Bumi dipercaya sebagai [[lantai]] dari alam semesta sehingga bentuknya adalah datar. Pada kepercayaan ini, bintang-bintang yang ada di langit merupakan atap dari alam semesta.
Pada masa [[Babilonia|Kerajaan Babilonia]] (700–600 SM), telah berkembang [[mitos]] mengenai [[horoskop]] dan [[ekliptika]]. Penduduk Babilonia meyakini bahwa [[alam semesta]] merupakan suatu ruangan berbentuk setengah bola. Bumi dipercaya sebagai [[lantai]] dari alam semesta sehingga bentuknya adalah datar. Pada kepercayaan ini, bintang-bintang yang ada di langit merupakan atap dari alam semesta.<ref>Sujalu, A. P., dkk. [https://agroteknologi.untag-smd.ac.id/images/file/Publikasi/akas_p/2021/Ilmu_Alamiah_Dasar_Akas_Pinaringan_Final.pdf Ilmu Alamiah Dasar]. Zahir Publishing. Maret 2021. hlm. 22. ISBN 978-623-6995-56-3.</ref>


=== Zaman Yunani Kuno ===
=== Zaman Yunani Kuno ===
Pada zaman Yunani Kuno, seorang filsuf bernama [[Pythagoras|Phythagoras]] (570–500 SM) meyakini bahwa Bumi berbentuk bundar. Keyakinannya diperoleh setelah mengamati sebuah [[kapal]] yang sedang berlayar menuju ke arahnya. Pada awalnya, bagian kapal yang terlihat hanya [[layar]] saja. Lalu ketika kapal semakin mendekat, ia dapat melihat seluruh [[lambung kapal]].
Pada zaman Yunani Kuno, seorang filsuf bernama [[Pythagoras|Phythagoras]] (570–500 SM) meyakini bahwa Bumi berbentuk bundar. Keyakinannya diperoleh setelah mengamati sebuah [[kapal]] yang sedang berlayar menuju ke arahnya. Pada awalnya, bagian kapal yang terlihat hanya [[layar]] saja. Lalu ketika kapal semakin mendekat, ia dapat melihat seluruh [[lambung kapal]].<ref>Susanna Van Rose. ''Jendela IPTEK: Bumi''. Balai Pustaka. 2001. hlm. 6. ISBN 979-666-102-0.</ref>


== Representasi ==
== Representasi ==
Bentuk Bumi dapat direpresentasikan melalui data vektor. Hasil representasinya berbentuk kumpulan [[garis]] dan [[Titik (geometri)|titik]]. Representasi melalui garis menghasilkan lagi dua jenis bentuk yaitu yaitu area dan simpul. Area merupakan garis yang awal dan akhirnya berada pada titik yang sama sehingga membentuk batasan daerah. Sedangkan simpul adalah titik perpotongan yang dihasilkan melalui pertemuan dua garis.
Bentuk Bumi dapat direpresentasikan melalui data vektor. Hasil representasinya berbentuk kumpulan [[garis]] dan [[Titik (geometri)|titik]]. Representasi melalui garis menghasilkan lagi dua jenis bentuk yaitu yaitu area dan simpul. Area merupakan garis yang awal dan akhirnya berada pada titik yang sama sehingga membentuk batasan daerah. Sedangkan simpul adalah titik perpotongan yang dihasilkan melalui pertemuan dua garis.<ref>Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial, dan Bidang Penyebarluasan Informasi Geospasial. [http://palapa.big.go.id/microsite/doc/Pedoman_Implementasi_Geoportal.pdf Pedoman Implementasi Teknologi di Simpul Jaringan: Informasi Geospasial Berstandar KUGI dan Penyebarluasan IG]. Badan Informasi Geospasial. 2019. hlm. 1. ISBN 978-602-6641-13-7.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bentuk+Bumi&oldid=27986229 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27986229 (2025-10-15T21:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bentuk+Bumi&oldid=27986229 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27986229 (2025-10-15T21:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.07

Bentuk Bumi telah coba digambarkan dalam bentuk datar sejak Zaman Babilonia (700–600 SM). Lalu pada Zaman Yunani Kuno mulai muncul pemikiran bahwa Bumi berbentuk bundar. Bentuk Bumi dapat direpresentasikan melalui data vektor yang dibuat dari sekumpulan garis dan titik.

Pemikiran

Zaman Babilonia

Pada masa Kerajaan Babilonia (700–600 SM), telah berkembang mitos mengenai horoskop dan ekliptika. Penduduk Babilonia meyakini bahwa alam semesta merupakan suatu ruangan berbentuk setengah bola. Bumi dipercaya sebagai lantai dari alam semesta sehingga bentuknya adalah datar. Pada kepercayaan ini, bintang-bintang yang ada di langit merupakan atap dari alam semesta.[1]

Zaman Yunani Kuno

Pada zaman Yunani Kuno, seorang filsuf bernama Phythagoras (570–500 SM) meyakini bahwa Bumi berbentuk bundar. Keyakinannya diperoleh setelah mengamati sebuah kapal yang sedang berlayar menuju ke arahnya. Pada awalnya, bagian kapal yang terlihat hanya layar saja. Lalu ketika kapal semakin mendekat, ia dapat melihat seluruh lambung kapal.[2]

Representasi

Bentuk Bumi dapat direpresentasikan melalui data vektor. Hasil representasinya berbentuk kumpulan garis dan titik. Representasi melalui garis menghasilkan lagi dua jenis bentuk yaitu yaitu area dan simpul. Area merupakan garis yang awal dan akhirnya berada pada titik yang sama sehingga membentuk batasan daerah. Sedangkan simpul adalah titik perpotongan yang dihasilkan melalui pertemuan dua garis.[3]

Referensi

  1. Sujalu, A. P., dkk. Ilmu Alamiah Dasar. Zahir Publishing. Maret 2021. hlm. 22. ISBN 978-623-6995-56-3.
  2. Susanna Van Rose. Jendela IPTEK: Bumi. Balai Pustaka. 2001. hlm. 6. ISBN 979-666-102-0.
  3. Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial, dan Bidang Penyebarluasan Informasi Geospasial. Pedoman Implementasi Teknologi di Simpul Jaringan: Informasi Geospasial Berstandar KUGI dan Penyebarluasan IG. Badan Informasi Geospasial. 2019. hlm. 1. ISBN 978-602-6641-13-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27986229 (2025-10-15T21:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.