Lompat ke isi

Molekul: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571331; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Molekul''' sederhananya adalah dua atau lebih [[atom]] yang saling terikat bersama dan diikat oleh [[ikatan kimia]]. Mereka merupakan [[wikt:gugusan|gugusan]] yang secara [[Listrik|elektris]] netral. Molekul dibedakan dari ion berdasarkan ketiadaan [[muatan listrik]]. Namun, dalam [[fisika kuantum]], [[kimia organik]], dan [[biokimia]], istilah ''molekul'' sering digunakan dengan agak longgar, juga digunakan untuk [[ion poliatomik]].
[[File:PTCDA_AFM.jpg|thumb|right|280px|PTCDA AFM]]


Dalam [[teori kinetika gas]], istilah ''molekul'' sering digunakan untuk [[partikel]] gas apa pun tanpa memperdulikan komposisinya. Menurut definisi ini, atom [[gas mulia]] dianggap sebagai molekul sebagai molekul monoatomik.
'''Molekul''' sederhananya adalah dua atau lebih [[atom]] yang saling terikat bersama dan diikat oleh [[ikatan kimia]]. Mereka merupakan [[wikt:gugusan|gugusan]] yang secara [[Listrik|elektris]] netral.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Ebbin, Darrell D. [https://archive.org/details/generalchemistry0000geor General Chemistry]. Houghton Mifflin Co. 1990. ISBN 0-395-43302-9.</ref><ref>Brown, T.L. [https://archive.org/details/studentlectureno00theo Chemistry–the Central Science]. Prentice Hall. 2003. ISBN 0-13-066997-0.</ref><ref>Raymond Chang. [https://archive.org/details/chemistry0006chan Chemistry]. McGraw Hill. 1998. ISBN 0-07-115221-0.</ref><ref>Zumdahl, Steven S. [https://archive.org/details/chemistry0004zumd Chemistry]. Houghton Mifflin. 1997. ISBN 0-669-41794-7.</ref> Molekul dibedakan dari ion berdasarkan ketiadaan [[muatan listrik]]. Namun, dalam [[fisika kuantum]], [[kimia organik]], dan [[biokimia]], istilah ''molekul'' sering digunakan dengan agak longgar, juga digunakan untuk [[ion poliatomik]].


Suatu molekul dapat [[homonuklir]], yaitu, mengandung atom-atom dari satu [[unsur kimia]], misalnya [[oksigen]] (O<sub>2</sub>); atau dapat pula berupa [[heteronuklir]], suatu [[senyawa kimia]] yang tersusun dari lebih dari satu unsur, misalnya [[air]] (H<sub>2</sub>O). Atom dan kompleks yang terhubung melalui [[ikatan non kovalen]], seperti [[ikatan hidrogen]] atau [[ikatan ionik]], umumnya dianggap sebagai molekul tunggal.
Dalam [[teori kinetika gas]], istilah ''molekul'' sering digunakan untuk [[partikel]] gas apa pun tanpa memperdulikan komposisinya. Menurut definisi ini, atom [[gas mulia]] dianggap sebagai molekul sebagai molekul monoatomik.<ref>Sulekh Chandra. ''Comprehensive Inorganic Chemistry''. New Age Publishers. 2005. ISBN 81-224-1512-1.</ref>
 
Suatu molekul dapat [[homonuklir]], yaitu, mengandung atom-atom dari satu [[unsur kimia]], misalnya [[oksigen]] (O<sub>2</sub>); atau dapat pula berupa [[heteronuklir]], suatu [[senyawa kimia]] yang tersusun dari lebih dari satu unsur, misalnya [[air]] (H<sub>2</sub>O). Atom dan kompleks yang terhubung melalui [[ikatan non kovalen]], seperti [[ikatan hidrogen]] atau [[ikatan ionik]], umumnya dianggap sebagai molekul tunggal.<ref>[http://global.britannica.com/science/molecule Molecule]. 22 January 2016.</ref>


Molekul sebagai komponen materi jamak terdapat dalam zat organik (dan biokimia tentunya). Mereka menyusun sebagian besar samudera dan atmosfer. Namun, mayoritas zat padat yang kita kenal di Bumi, termasuk sebagian besar mineral yang membentuk [[Kerak bumi|kerak]], [[Mantel bumi|mantel]], dan [[Struktur bumi|inti bumi]], mengandung banyak ikatan kimia, tetapi ''tidak'' tersusun dari molekul yang dapat diidentifikasi. Selain itu, tidak ada molekul yang khas yang dapat didefinisikan sebagai [[kristal ionik]] ([[garam]]) dan kristal kovalen ([[padatan jaringan kovalen]], ''network solid''), meskipun ini sering tersusun dari [[sel unit]] yang berulang sehingga membentuk [[Bidang (geometri)|bidang]] (seperti dalam [[grafena]]) atau tiga dimensi (seperti [[intan]], [[kuarsa]], atau [[natrium klorida]]). Tema struktur sel unit yang berulang juga berlaku untuk sebagian besar fase paling padat dengan [[ikatan logam]], yang artinya bahwa logam padat juga tidak terbuat dari molekul. Dalam [[kaca]] (zat padat yang berada dalam keadaan vitreous tak teratur), atom-atom juga dapat disatukan oleh ikatan kimia tanpa adanya molekul definitif apa pun, maupun tanpa adanya keterulangan unit yang teratur seperti pada kristal.
Molekul sebagai komponen materi jamak terdapat dalam zat organik (dan biokimia tentunya). Mereka menyusun sebagian besar samudera dan atmosfer. Namun, mayoritas zat padat yang kita kenal di Bumi, termasuk sebagian besar mineral yang membentuk [[Kerak bumi|kerak]], [[Mantel bumi|mantel]], dan [[Struktur bumi|inti bumi]], mengandung banyak ikatan kimia, tetapi ''tidak'' tersusun dari molekul yang dapat diidentifikasi. Selain itu, tidak ada molekul yang khas yang dapat didefinisikan sebagai [[kristal ionik]] ([[garam]]) dan kristal kovalen ([[padatan jaringan kovalen]], ''network solid''), meskipun ini sering tersusun dari [[sel unit]] yang berulang sehingga membentuk [[Bidang (geometri)|bidang]] (seperti dalam [[grafena]]) atau tiga dimensi (seperti [[intan]], [[kuarsa]], atau [[natrium klorida]]). Tema struktur sel unit yang berulang juga berlaku untuk sebagian besar fase paling padat dengan [[ikatan logam]], yang artinya bahwa logam padat juga tidak terbuat dari molekul. Dalam [[kaca]] (zat padat yang berada dalam keadaan vitreous tak teratur), atom-atom juga dapat disatukan oleh ikatan kimia tanpa adanya molekul definitif apa pun, maupun tanpa adanya keterulangan unit yang teratur seperti pada kristal.


== Sains molekular ==
== Sains molekular ==
Sains molekul disebut ''kimia molekular'' atau ''[[fisika molekular]]'', tergantung fokusnya apakah fokus pada kimia atau fisika. Kimia molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul yang menghasilkan pembentukan dan pemecahan [[ikatan kimia]], sementara fisika molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifatnya. Namun pada praktiknya, perbedaan ini tidak tegas. Dalam sains molekular, suatu molekul terdiri dari suatu sistem stabil ( yang tersusun dari dua atau lebih [[atom]]. [[Ion poliatomik]] kadang-kadang dapat dianggap sebagai molekul bermuatan listrik. Istilah ''molekul tak stabil'' digunakan untuk molekul yang sangat [[Deret reaktivitas|reaktif]], yaitu pemasangan jangka pendek ([[Resonansi (kimia)|resonansi]]) elektron dan [[inti atom]], seperti [[Radikal bebas|radikal]], [[Ion|ion-ion]] molekul, [[molekul Rydberg]], [[keadaan transisi]], [[Gaya van der Waals|kompleks van der Waals]], atau sistem dari tumbukan atom seperti [[kondensat Bose–Einstein]].
Sains molekul disebut ''kimia molekular'' atau ''[[fisika molekular]]'', tergantung fokusnya apakah fokus pada kimia atau fisika. Kimia molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul yang menghasilkan pembentukan dan pemecahan [[ikatan kimia]], sementara fisika molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifatnya. Namun pada praktiknya, perbedaan ini tidak tegas. Dalam sains molekular, suatu molekul terdiri dari suatu sistem stabil ( yang tersusun dari dua atau lebih [[atom]]. [[Ion poliatomik]] kadang-kadang dapat dianggap sebagai molekul bermuatan listrik. Istilah ''molekul tak stabil'' digunakan untuk molekul yang sangat [[Deret reaktivitas|reaktif]], yaitu pemasangan jangka pendek ([[Resonansi (kimia)|resonansi]]) elektron dan [[inti atom]], seperti [[Radikal bebas|radikal]], [[Ion|ion-ion]] molekul, [[molekul Rydberg]], [[keadaan transisi]], [[Gaya van der Waals|kompleks van der Waals]], atau sistem dari tumbukan atom seperti [[kondensat Bose–Einstein]].


== Sejarah dan etimologi ==
== Sejarah dan etimologi ==
Menurut [[Merriam-Webster]] dan [[Online Etymology Dictionary]], istilah "''molecule''" diturunkan dari the [[bahasa Latin]] "[[mol]]es" atau unit kecil massa.
Menurut [[Merriam-Webster]] dan [[Online Etymology Dictionary]], istilah "''molecule''" diturunkan dari the [[bahasa Latin]] "[[mol]]es" atau unit kecil massa.
* '''Molecule''' (1794)&nbsp;– "partikel yang teramat halus", dari bahasa Prancis '''' (1678), dari bahasa [[Neo-Latin]] '''', kecil dari bahasa Latin '''' "massa, penghalang". Awal maknanya samar-samar; mode kata (digunakan sampai akhir abad 18 hanya dalam bentuk Latin) dapat ditelusuri ke filsafat [[René Descartes|Descartes]].
* '''Molecule''' (1794)&nbsp;– "partikel yang teramat halus", dari bahasa Prancis '''' (1678), dari bahasa [[Neo-Latin]] '''', kecil dari bahasa Latin '''' "massa, penghalang". Awal maknanya samar-samar; mode kata (digunakan sampai akhir abad 18 hanya dalam bentuk Latin) dapat ditelusuri ke filsafat [[René Descartes|Descartes]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.merriam-webster.com/dictionary/molecule molecule]. Merriam-Webster.</ref>
 
Definisi molekul telah berkembang seiring peningkatan pengetahuan tentang struktur molekul. Definisi sebelumnya kurang tepat, mendefinisikan molekul sebagai "[[Daftar partikel|partikel]] terkecil dari [[zat kimia]] murni yang masih mempertahankan [[Senyawa kimia|komposisi]] dan sifat kimianya". Definisi ini sering terpatahkan karena banyak zat dalam kehidupan sehari-hari, seperti [[batu]]an, [[Garam (kimia)|garam]], dan [[logam]], terdiri dari jaringan kristal besar dari atom atau ion yang [[Ikatan kimia|berikatan secara kimia]], tetapi tidak terbuat dari molekul diskrit.


Definisi molekul telah berkembang seiring peningkatan pengetahuan tentang struktur molekul. Definisi sebelumnya kurang tepat, mendefinisikan molekul sebagai "[[Daftar partikel|partikel]] terkecil dari [[zat kimia]] murni yang masih mempertahankan [[Senyawa kimia|komposisi]] dan sifat kimianya".<ref>[http://antoine.frostburg.edu/chem/senese/101/glossary/m.shtml#molecule Molecule Definition] (Frostburg State University)</ref> Definisi ini sering terpatahkan karena banyak zat dalam kehidupan sehari-hari, seperti [[batu]]an, [[Garam (kimia)|garam]], dan [[logam]], terdiri dari jaringan kristal besar dari atom atau ion yang [[Ikatan kimia|berikatan secara kimia]], tetapi tidak terbuat dari molekul diskrit.


== Ikatan ==
== Ikatan ==
 
Molekul disatukan oleh [[ikatan kovalen]] atau [[Ikatan ionik|ikatan ion]]. Beberapa jenis unsur nonlogam hanya ada sebagai molekul di lingkungan. Sebagai contoh, hidrogen hanya ada sebagai molekul hidrogen. Sebuah molekul senyawa terbuat dari dua unsur atau lebih.<ref>[http://worldcat.org/title/hutchinson-unabridged-encyclopedia-with-atlas-and-weather-guide/oclc/696918830 The Hutchinson unabridged encyclopedia with atlas and weather guide]. ''worldcat.org''. Oxford, England.</ref>
Molekul disatukan oleh [[ikatan kovalen]] atau [[Ikatan ionik|ikatan ion]]. Beberapa jenis unsur nonlogam hanya ada sebagai molekul di lingkungan. Sebagai contoh, hidrogen hanya ada sebagai molekul hidrogen. Sebuah molekul senyawa terbuat dari dua unsur atau lebih.


=== Kovalen ===
=== Kovalen ===
 
Ikatan kovalen adalah [[ikatan kimia]] yang melibatkan pembagian [[pasangan elektron]] di antara [[atom]]. Pasangan elektron ini disebut ''pasangan bersama'' atau ''pasangan ikatan'', dan keseimbangan stabil dari gaya tarik dan tolak antar atom, ketika mereka berbagi elektron hal itu disebut ''ikatan kovalen''.<ref>Neil A. Campbell. [http://www.phschool.com/el_marketing.html Biology: Exploring Life]. Pearson Prentice Hall. 2006. ISBN 0-13-250882-6.</ref>
 
Ikatan kovalen adalah [[ikatan kimia]] yang melibatkan pembagian [[pasangan elektron]] di antara [[atom]]. Pasangan elektron ini disebut ''pasangan bersama'' atau ''pasangan ikatan'', dan keseimbangan stabil dari gaya tarik dan tolak antar atom, ketika mereka berbagi elektron hal itu disebut ''ikatan kovalen''.


=== Ionik ===
=== Ionik ===
 
Ikatan ionik adalah sejenis [[ikatan kimia]] yang melibatkan daya tarik [[elektrostatik]] antara ion dengan muatan berlawanan, dan merupakan interaksi utama yang terjadi pada [[senyawa ionik]]. Ion adalah atom yang telah kehilangan satu atau lebih [[elektron]] (disebut [[kation]]) dan atom yang telah mendapatkan satu atau lebih elektron (disebut [[anion]]).<ref>Flake C. Campbell. [https://books.google.com/books?id=6VdROgeQ5M8C&pg=PA7&dq=ionic+bonding+-wikipedia&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwi34bOG_6nTAhVnl1QKHRLZBeoQ6AEILTAC#v=onepage&q=ionic%20bonding%20-wikipedia&f=false Elements of Metallurgy and Engineering Alloys]. ASM International. 2008-01-01. ISBN 9781615030583.</ref> Transfer elektron ini disebut ''elektrovalensi'' yang merupakan lawan dari [[Ikatan kovalen|kovalensi]]. Dalam kasus yang paling sederhana, kation adalah atom [[logam]] dan anion adalah atom [[nonlogam]], tetapi ion ini bisa menjadi lebih rumit, misalnya, ion molekuler seperti  atau . Sederhananya, ikatan ionik adalah transfer elektron dari logam ke nonlogam agar kedua atom mendapatkan kelopak valensi yang terisi penuh.
 
Ikatan ionik adalah sejenis [[ikatan kimia]] yang melibatkan daya tarik [[elektrostatik]] antara ion dengan muatan berlawanan, dan merupakan interaksi utama yang terjadi pada [[senyawa ionik]]. Ion adalah atom yang telah kehilangan satu atau lebih [[elektron]] (disebut [[kation]]) dan atom yang telah mendapatkan satu atau lebih elektron (disebut [[anion]]). Transfer elektron ini disebut ''elektrovalensi'' yang merupakan lawan dari [[Ikatan kovalen|kovalensi]]. Dalam kasus yang paling sederhana, kation adalah atom [[logam]] dan anion adalah atom [[nonlogam]], tetapi ion ini bisa menjadi lebih rumit, misalnya, ion molekuler seperti  atau . Sederhananya, ikatan ionik adalah transfer elektron dari logam ke nonlogam agar kedua atom mendapatkan kelopak valensi yang terisi penuh.


== Ukuran molekul ==
== Ukuran molekul ==
Kebanyakan molekul terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, tapi terdapat pengecualian. [[DNA]], sebuah [[makromolekul]], dapat mencapai ukuran [[skala makroskopis|makroskopis]], seperti kebanyakan molekul [[polimer]]. Molekul yang biasa digunakan sebagai blok pembangun untuk sintesis organik memiliki dimensi beberapa [[angstrom]] (Å) sampai beberapa ratus Å, atau sekitar seper satu miliar meter. Molekul tunggal biasanya tidak dapat diamati oleh [[cahaya]] (seperti disebutkan di atas), tetapi molekul kecil dan bahkan kerangka atom dapat ditelusuri dalam beberapa keadaan dengan menggunakan [[mikroskop gaya atom]]. Beberapa molekul terbesar adalah [[makromolekul]] atau [[supermolekul]].
Kebanyakan molekul terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, tapi terdapat pengecualian. [[DNA]], sebuah [[makromolekul]], dapat mencapai ukuran [[skala makroskopis|makroskopis]], seperti kebanyakan molekul [[polimer]]. Molekul yang biasa digunakan sebagai blok pembangun untuk sintesis organik memiliki dimensi beberapa [[angstrom]] (Å) sampai beberapa ratus Å, atau sekitar seper satu miliar meter. Molekul tunggal biasanya tidak dapat diamati oleh [[cahaya]] (seperti disebutkan di atas), tetapi molekul kecil dan bahkan kerangka atom dapat ditelusuri dalam beberapa keadaan dengan menggunakan [[mikroskop gaya atom]]. Beberapa molekul terbesar adalah [[makromolekul]] atau [[supermolekul]].


Molekul terkecil adalah hidrogen [[Molekul diatomik|diatomik]] (H<sub>2</sub>), dengan [[panjang ikatan]] 0,74 Å.
Molekul terkecil adalah hidrogen [[Molekul diatomik|diatomik]] (H<sub>2</sub>), dengan [[panjang ikatan]] 0,74 Å.<ref>Roger L. DeKock. [https://books.google.com/?id=q77rPHP5fWMC&pg=PA199 Chemical structure and bonding]. University Science Books. 1989. hlm. 199. ISBN 0-935702-61-X.</ref>


Jari-jari molekul yang efektif adalah ukuran yang ditunjukkan molekul dalam larutan.  berisi contoh-contoh ini.
Jari-jari molekul yang efektif adalah ukuran yang ditunjukkan molekul dalam larutan.<ref>Chang RL. [https://archive.org/details/sim_kidney-international_1975-10_8_4/page/212 Permselectivity of the glomerular capillary wall: III. Restricted transport of polyanions]. ''Kidney Int''. 1975. Vol. 8 (4). hlm. 212–218. doi:10.1038/ki.1975.104.</ref><ref>Chang RL. ''Permselectivity of the glomerular capillary wall to macromolecules. II. Experimental studies in rats using neutral dextran''. ''Biophys J''. 1975. Vol. 15 (9). hlm. 887–906. doi:10.1016/S0006-3495(75)85863-2.</ref> berisi contoh-contoh ini.


== Rumus molekul ==
== Rumus molekul ==
=== Jenis rumus kimia ===
=== Jenis rumus kimia ===
[[Rumus kimia]] untuk molekul menggunakan satu baris simbol [[unsur kimia]], angka, dan terkadang juga simbol lainnya, seperti tanda kurung, tanda hubung (''dash''), tanda kurung siku, dan tanda ''plus'' (+) dan ''minus'' (−). Ini terbatas pada satu baris tipografi simbol, yang mungkin mencakup subskrip dan superskrip.
[[Rumus kimia]] untuk molekul menggunakan satu baris simbol [[unsur kimia]], angka, dan terkadang juga simbol lainnya, seperti tanda kurung, tanda hubung (''dash''), tanda kurung siku, dan tanda ''plus'' (+) dan ''minus'' (−). Ini terbatas pada satu baris tipografi simbol, yang mungkin mencakup subskrip dan superskrip.


[[Rumus empiris]] senyawa adalah jenis rumus kimia yang sangat sederhana. Ini adalah [[Perbandingan|rasio]] [[bilangan bulat]] paling sederhana dari [[unsur kimia]] pembentuknya. Sebagai contoh, air selalu terdiri dari rasio 2:1 atom [[hidrogen]] terhadap atom [[oksigen]], dan etil [[alkohol]] atau [[etanol]] selalu terdiri dari [[karbon]], [[hidrogen]], dan [[oksigen]] dalam rasio 2:6:1. Namun, ini tidak menentukan jenis molekul secara unik–[[dimetil eter]] memiliki rasio yang sama seperti etanol, misalnya. Molekul dengan atom yang sama dalam susunan yang berbeda disebut [[isomer]]. Juga karbohidrat, misalnya, memiliki rasio yang sama (karbon:hidrogen:oksigen = 1:2:1) (dan dengan demikian rumus empiris yang sama) tetapi jumlah atom dalam molekulnya berbeda.
[[Rumus empiris]] senyawa adalah jenis rumus kimia yang sangat sederhana.<ref>Donald J. Wink. [https://books.google.com/books?id=6wUmteTIc18C&pg=PA288&dq=empirical+formula&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiv64bBh6rTAhUSwmMKHb3vB0IQ6AEIOjAF#v=onepage&q=empirical%20formula&f=false The Practice of Chemistry]. Macmillan. 2003-03-01. ISBN 9780716748717.</ref> Ini adalah [[Perbandingan|rasio]] [[bilangan bulat]] paling sederhana dari [[unsur kimia]] pembentuknya.<ref>[http://www.chemteam.info/Mole/EmpiricalFormula.html ChemTeam: Empirical Formula]. ''www.chemteam.info''.</ref> Sebagai contoh, air selalu terdiri dari rasio 2:1 atom [[hidrogen]] terhadap atom [[oksigen]], dan etil [[alkohol]] atau [[etanol]] selalu terdiri dari [[karbon]], [[hidrogen]], dan [[oksigen]] dalam rasio 2:6:1. Namun, ini tidak menentukan jenis molekul secara unik–[[dimetil eter]] memiliki rasio yang sama seperti etanol, misalnya. Molekul dengan atom yang sama dalam susunan yang berbeda disebut [[isomer]]. Juga karbohidrat, misalnya, memiliki rasio yang sama (karbon:hidrogen:oksigen = 1:2:1) (dan dengan demikian rumus empiris yang sama) tetapi jumlah atom dalam molekulnya berbeda.


[[Rumus molekul]] mencerminkan jumlah atom yang tepat yang membentuk molekul dan mengkarakterisasi molekul yang berbeda. Namun isomer yang berbeda dapat memiliki komposisi atom yang sama saat menjadi molekul yang berbeda.
[[Rumus molekul]] mencerminkan jumlah atom yang tepat yang membentuk molekul dan mengkarakterisasi molekul yang berbeda. Namun isomer yang berbeda dapat memiliki komposisi atom yang sama saat menjadi molekul yang berbeda.
Baris 57: Baris 47:


=== Rumus struktur ===
=== Rumus struktur ===
Untuk molekul dengan struktur 3 dimensi yang rumit, terutama yang melibatkan atom yang terikat pada empat substituen yang berbeda, formula molekul sederhana atau bahkan [[rumus kimia]] semi-struktural mungkin tidak cukup untuk menentukan molekul secara lengkap. Dalam kasus ini, mungkin diperlukan jenis formula grafis yang disebut [[rumus struktur]]. Rumus struktur pada gilirannya dapat diwakili dengan nama kimia satu dimensi, tetapi [[tata nama kimia]] semacam itu membutuhkan banyak kata dan istilah yang bukan merupakan bagian dari rumus kimia.
Untuk molekul dengan struktur 3 dimensi yang rumit, terutama yang melibatkan atom yang terikat pada empat substituen yang berbeda, formula molekul sederhana atau bahkan [[rumus kimia]] semi-struktural mungkin tidak cukup untuk menentukan molekul secara lengkap. Dalam kasus ini, mungkin diperlukan jenis formula grafis yang disebut [[rumus struktur]]. Rumus struktur pada gilirannya dapat diwakili dengan nama kimia satu dimensi, tetapi [[tata nama kimia]] semacam itu membutuhkan banyak kata dan istilah yang bukan merupakan bagian dari rumus kimia.


== Geometri molekul ==
== Geometri molekul ==
Molekul memiliki [[Kesetimbangan mekanika|kesetimbangan]] geometri—panjang dan sudut ikatan—tetap yang dengannya mereka terus berosilasi melalui gerak vibrasi dan rotasi. Bahan murni terdiri dari molekul dengan struktur geometris rata-rata yang sama. Rumus kimia dan struktur molekul adalah dua faktor penting yang menentukan sifat-sifatnya, terutama [[Deret reaktivitas|reaktivitasnya]]. [[Isomer]] berbagi rumus kimia tapi biasanya memiliki sifat yang sangat berbeda karena strukturnya yang berbeda. [[Stereoisomerisme|Stereoisomer]], jenis isomer tertentu, memiliki sifat fisiko-kimia yang sangat mirip dan pada saat bersamaan berbeda aktivitas [[biokimia]]nya.
Molekul memiliki [[Kesetimbangan mekanika|kesetimbangan]] geometri—panjang dan sudut ikatan—tetap yang dengannya mereka terus berosilasi melalui gerak vibrasi dan rotasi. Bahan murni terdiri dari molekul dengan struktur geometris rata-rata yang sama. Rumus kimia dan struktur molekul adalah dua faktor penting yang menentukan sifat-sifatnya, terutama [[Deret reaktivitas|reaktivitasnya]]. [[Isomer]] berbagi rumus kimia tapi biasanya memiliki sifat yang sangat berbeda karena strukturnya yang berbeda. [[Stereoisomerisme|Stereoisomer]], jenis isomer tertentu, memiliki sifat fisiko-kimia yang sangat mirip dan pada saat bersamaan berbeda aktivitas [[biokimia]]nya.


== Spektroskopi molekuler ==
== Spektroskopi molekuler ==
 
'''Spektroskopi molekuler''' berhubungan dengan respon ([[Spektrum frekuensi|spektrum]]) molekul yang berinteraksi dengan sinyal probing [[energi]] yang diketahui (atau [[frekuensi]], sesuai dengan [[Konstanta Planck|rumus Planck]]). Molekul memiliki tingkat energi terkuantisasi yang dapat dianalisis dengan mendeteksi pertukaran energi molekul melalui [[absorbansi]] atau [[Spektrum emisi|emisi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Spektroskopi umumnya tidak mengacu pada studi [[difraksi]] di mana partikel seperti [[neutron]], [[elektron]], atau [[sinar-X]] energi tinggi yang berinteraksi dengan susunan molekul reguler (seperti dalam kristal).
 
'''Spektroskopi molekuler''' berhubungan dengan respon ([[Spektrum frekuensi|spektrum]]) molekul yang berinteraksi dengan sinyal probing [[energi]] yang diketahui (atau [[frekuensi]], sesuai dengan [[Konstanta Planck|rumus Planck]]). Molekul memiliki tingkat energi terkuantisasi yang dapat dianalisis dengan mendeteksi pertukaran energi molekul melalui [[absorbansi]] atau [[Spektrum emisi|emisi]]. Spektroskopi umumnya tidak mengacu pada studi [[difraksi]] di mana partikel seperti [[neutron]], [[elektron]], atau [[sinar-X]] energi tinggi yang berinteraksi dengan susunan molekul reguler (seperti dalam kristal).


[[Spektroskopi rotasional|Spektroskopi gelombang mikro]] biasanya mengukur perubahan rotasi molekul, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi molekul di luar angkasa. [[Spektroskopi inframerah]] mengukur perubahan vibrasi molekul, termasuk ''stretching'', ''bending'' atau ''twisting''. Ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi jenis ikatan atau [[Gugus fungsional|gugus fungsi]] dalam molekul. Perubahan pengaturan elektron menghasilkan jalur penyerapan atau emisi pada sinar ultraviolet, sinar tampak atau [[inframerah dekat]], dan menghasilkan warna. Spektroskopi resonansi inti sebenarnya mengukur lingkungan inti tertentu dalam molekul, dan dapat digunakan untuk mengkarakterisasi jumlah atom dalam posisi yang berbeda dalam molekul.
[[Spektroskopi rotasional|Spektroskopi gelombang mikro]] biasanya mengukur perubahan rotasi molekul, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi molekul di luar angkasa. [[Spektroskopi inframerah]] mengukur perubahan vibrasi molekul, termasuk ''stretching'', ''bending'' atau ''twisting''. Ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi jenis ikatan atau [[Gugus fungsional|gugus fungsi]] dalam molekul. Perubahan pengaturan elektron menghasilkan jalur penyerapan atau emisi pada sinar ultraviolet, sinar tampak atau [[inframerah dekat]], dan menghasilkan warna. Spektroskopi resonansi inti sebenarnya mengukur lingkungan inti tertentu dalam molekul, dan dapat digunakan untuk mengkarakterisasi jumlah atom dalam posisi yang berbeda dalam molekul.


== Aspek teoretis ==
== Aspek teoretis ==
Studi tentang molekul melalui [[Fisika molekular|fisika molekuler]] dan [[Kimia teori|kimia teoretis]] sebagian besar didasarkan pada [[mekanika kuantum]] dan sangat penting untuk memahami [[ikatan kimia]]. Molekul yang paling sederhana adalah [[Kation dihidrogen|ion-molekul hidrogen]], , dan yang paling sederhana dari semua ikatan kimia adalah [[Ikatan kovalen|ikatan satu elektron]].  terdiri dari dua [[proton]] bermuatan positif dan satu [[elektron]] bermuatan negatif, yang berarti bahwa [[persamaan Schrödinger]] untuk sistem tersebut dapat dipecahkan lebih mudah karena kurangnya tolakan elektron–elektron. Seiring dengan kepesatan perkembangan komputer digital, solusi pendekatan untuk molekul yang lebih rumit menjadi mungkin dan merupakan salah satu aspek utama dari [[kimia komputasi]].
Studi tentang molekul melalui [[Fisika molekular|fisika molekuler]] dan [[Kimia teori|kimia teoretis]] sebagian besar didasarkan pada [[mekanika kuantum]] dan sangat penting untuk memahami [[ikatan kimia]]. Molekul yang paling sederhana adalah [[Kation dihidrogen|ion-molekul hidrogen]], , dan yang paling sederhana dari semua ikatan kimia adalah [[Ikatan kovalen|ikatan satu elektron]].  terdiri dari dua [[proton]] bermuatan positif dan satu [[elektron]] bermuatan negatif, yang berarti bahwa [[persamaan Schrödinger]] untuk sistem tersebut dapat dipecahkan lebih mudah karena kurangnya tolakan elektron–elektron. Seiring dengan kepesatan perkembangan komputer digital, solusi pendekatan untuk molekul yang lebih rumit menjadi mungkin dan merupakan salah satu aspek utama dari [[kimia komputasi]].


Ketika mencoba untuk menentukan secara ketat apakah susunan atom ''cukup stabil'' untuk dianggap sebagai molekul, IUPAC menyarankan agar "sesuai dengan depresi pada [[permukaan energi potensial]] yang cukup dalam untuk membatasi setidaknya satu keadaan vibrasi". Definisi ini tidak bergantung pada sifat interaksi antara atom, tetapi hanya pada kekuatan interaksi. Sebenarnya, ini termasuk spesies yang terikat lemah yang secara tradisional tidak dianggap sebagai molekul, seperti [[helium]] [[dimer]], [[Helium dimer|He<sub>2</sub>]], yang memiliki satu [[keadaan ikatan]] vibrasi dan terikat secara longgar sehingga hanya dapat diamati pada suhu yang sangat rendah.
Ketika mencoba untuk menentukan secara ketat apakah susunan atom ''cukup stabil'' untuk dianggap sebagai molekul, IUPAC menyarankan agar "sesuai dengan depresi pada [[permukaan energi potensial]] yang cukup dalam untuk membatasi setidaknya satu keadaan vibrasi".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Definisi ini tidak bergantung pada sifat interaksi antara atom, tetapi hanya pada kekuatan interaksi. Sebenarnya, ini termasuk spesies yang terikat lemah yang secara tradisional tidak dianggap sebagai molekul, seperti [[helium]] [[dimer]], [[Helium dimer|He<sub>2</sub>]], yang memiliki satu [[keadaan ikatan]] vibrasi<ref>Anderson JB. ''Comment on "An exact quantum Monte Carlo calculation of the helium-helium intermolecular potential" [J. Chem. Phys. 115, 4546 (2001)]''. ''J Chem Phys''. May 2004. Vol. 120 (20). hlm. 9886–7. doi:10.1063/1.1704638.</ref> dan terikat secara longgar sehingga hanya dapat diamati pada suhu yang sangat rendah.


''Stabil-tidaknya'' susunan atom untuk dianggap sebagai molekul secara inheren merupakan definisi operasional. Secara filosofis, oleh karena itu, sebuah molekul bukanlah entitas fundamental (sebaliknya, misalnya, terhadap [[partikel dasar]]); sebaliknya, konsep molekul adalah cara kimiawan untuk membuat pernyataan yang berguna tentang kekuatan interaksi skala atom di dunia yang kita amati.
''Stabil-tidaknya'' susunan atom untuk dianggap sebagai molekul secara inheren merupakan definisi operasional. Secara filosofis, oleh karena itu, sebuah molekul bukanlah entitas fundamental (sebaliknya, misalnya, terhadap [[partikel dasar]]); sebaliknya, konsep molekul adalah cara kimiawan untuk membuat pernyataan yang berguna tentang kekuatan interaksi skala atom di dunia yang kita amati.


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Atom]]
* [[Atom]]
* [[Polaritas (kimia)|Polaritas kimia]]
* [[Polaritas (kimia)|Polaritas kimia]]
Baris 88: Baris 70:
* [[Molekul diatomik]]
* [[Molekul diatomik]]
* [[Daftar senyawa kimia]]
* [[Daftar senyawa kimia]]
*
*  
*
*  
* [[Rekayasa molekul]]
* [[Rekayasa molekul]]
* [[Geometri molekul]]
* [[Geometri molekul]]
*
*  
* [[Ion poliatomik]]
* [[Ion poliatomik]]
*
*  
* [[Orbital molekul]]
* [[Orbital molekul]]
* [[Ikatan non kovalen]]
* [[Ikatan non kovalen]]
*
*  
* [[Molekul kecil]]
* [[Molekul kecil]]
*
*  
* [[Molekul van der Waals]]
* [[Molekul van der Waals]]
* [[World Wide Molecular Matrix]]
* [[World Wide Molecular Matrix]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.chm.bris.ac.uk/motm/motm.htm Molecule of the MonthSchool of Chemistry, University of Bristol]
* [http://www.chm.bris.ac.uk/motm/motm.htm Molecule of the MonthSchool of Chemistry, University of Bristol]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571331 (2026-08-13T10:30:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul&oldid=29571331 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571331 (2026-08-13T10:30:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 08.58

PTCDA AFM

Molekul sederhananya adalah dua atau lebih atom yang saling terikat bersama dan diikat oleh ikatan kimia. Mereka merupakan gugusan yang secara elektris netral.[1][2][3][4][5] Molekul dibedakan dari ion berdasarkan ketiadaan muatan listrik. Namun, dalam fisika kuantum, kimia organik, dan biokimia, istilah molekul sering digunakan dengan agak longgar, juga digunakan untuk ion poliatomik.

Dalam teori kinetika gas, istilah molekul sering digunakan untuk partikel gas apa pun tanpa memperdulikan komposisinya. Menurut definisi ini, atom gas mulia dianggap sebagai molekul sebagai molekul monoatomik.[6]

Suatu molekul dapat homonuklir, yaitu, mengandung atom-atom dari satu unsur kimia, misalnya oksigen (O2); atau dapat pula berupa heteronuklir, suatu senyawa kimia yang tersusun dari lebih dari satu unsur, misalnya air (H2O). Atom dan kompleks yang terhubung melalui ikatan non kovalen, seperti ikatan hidrogen atau ikatan ionik, umumnya dianggap sebagai molekul tunggal.[7]

Molekul sebagai komponen materi jamak terdapat dalam zat organik (dan biokimia tentunya). Mereka menyusun sebagian besar samudera dan atmosfer. Namun, mayoritas zat padat yang kita kenal di Bumi, termasuk sebagian besar mineral yang membentuk kerak, mantel, dan inti bumi, mengandung banyak ikatan kimia, tetapi tidak tersusun dari molekul yang dapat diidentifikasi. Selain itu, tidak ada molekul yang khas yang dapat didefinisikan sebagai kristal ionik (garam) dan kristal kovalen (padatan jaringan kovalen, network solid), meskipun ini sering tersusun dari sel unit yang berulang sehingga membentuk bidang (seperti dalam grafena) atau tiga dimensi (seperti intan, kuarsa, atau natrium klorida). Tema struktur sel unit yang berulang juga berlaku untuk sebagian besar fase paling padat dengan ikatan logam, yang artinya bahwa logam padat juga tidak terbuat dari molekul. Dalam kaca (zat padat yang berada dalam keadaan vitreous tak teratur), atom-atom juga dapat disatukan oleh ikatan kimia tanpa adanya molekul definitif apa pun, maupun tanpa adanya keterulangan unit yang teratur seperti pada kristal.

Sains molekular

Sains molekul disebut kimia molekular atau fisika molekular, tergantung fokusnya apakah fokus pada kimia atau fisika. Kimia molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul yang menghasilkan pembentukan dan pemecahan ikatan kimia, sementara fisika molekular berurusan dengan hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifatnya. Namun pada praktiknya, perbedaan ini tidak tegas. Dalam sains molekular, suatu molekul terdiri dari suatu sistem stabil ( yang tersusun dari dua atau lebih atom. Ion poliatomik kadang-kadang dapat dianggap sebagai molekul bermuatan listrik. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk molekul yang sangat reaktif, yaitu pemasangan jangka pendek (resonansi) elektron dan inti atom, seperti radikal, ion-ion molekul, molekul Rydberg, keadaan transisi, kompleks van der Waals, atau sistem dari tumbukan atom seperti kondensat Bose–Einstein.

Sejarah dan etimologi

Menurut Merriam-Webster dan Online Etymology Dictionary, istilah "molecule" diturunkan dari the bahasa Latin "moles" atau unit kecil massa.

  • Molecule (1794) – "partikel yang teramat halus", dari bahasa Prancis ' (1678), dari bahasa Neo-Latin ', kecil dari bahasa Latin ' "massa, penghalang". Awal maknanya samar-samar; mode kata (digunakan sampai akhir abad 18 hanya dalam bentuk Latin) dapat ditelusuri ke filsafat Descartes.[8][9]

Definisi molekul telah berkembang seiring peningkatan pengetahuan tentang struktur molekul. Definisi sebelumnya kurang tepat, mendefinisikan molekul sebagai "partikel terkecil dari zat kimia murni yang masih mempertahankan komposisi dan sifat kimianya".[10] Definisi ini sering terpatahkan karena banyak zat dalam kehidupan sehari-hari, seperti batuan, garam, dan logam, terdiri dari jaringan kristal besar dari atom atau ion yang berikatan secara kimia, tetapi tidak terbuat dari molekul diskrit.

Ikatan

Molekul disatukan oleh ikatan kovalen atau ikatan ion. Beberapa jenis unsur nonlogam hanya ada sebagai molekul di lingkungan. Sebagai contoh, hidrogen hanya ada sebagai molekul hidrogen. Sebuah molekul senyawa terbuat dari dua unsur atau lebih.[11]

Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang melibatkan pembagian pasangan elektron di antara atom. Pasangan elektron ini disebut pasangan bersama atau pasangan ikatan, dan keseimbangan stabil dari gaya tarik dan tolak antar atom, ketika mereka berbagi elektron hal itu disebut ikatan kovalen.[12]

Ionik

Ikatan ionik adalah sejenis ikatan kimia yang melibatkan daya tarik elektrostatik antara ion dengan muatan berlawanan, dan merupakan interaksi utama yang terjadi pada senyawa ionik. Ion adalah atom yang telah kehilangan satu atau lebih elektron (disebut kation) dan atom yang telah mendapatkan satu atau lebih elektron (disebut anion).[13] Transfer elektron ini disebut elektrovalensi yang merupakan lawan dari kovalensi. Dalam kasus yang paling sederhana, kation adalah atom logam dan anion adalah atom nonlogam, tetapi ion ini bisa menjadi lebih rumit, misalnya, ion molekuler seperti atau . Sederhananya, ikatan ionik adalah transfer elektron dari logam ke nonlogam agar kedua atom mendapatkan kelopak valensi yang terisi penuh.

Ukuran molekul

Kebanyakan molekul terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, tapi terdapat pengecualian. DNA, sebuah makromolekul, dapat mencapai ukuran makroskopis, seperti kebanyakan molekul polimer. Molekul yang biasa digunakan sebagai blok pembangun untuk sintesis organik memiliki dimensi beberapa angstrom (Å) sampai beberapa ratus Å, atau sekitar seper satu miliar meter. Molekul tunggal biasanya tidak dapat diamati oleh cahaya (seperti disebutkan di atas), tetapi molekul kecil dan bahkan kerangka atom dapat ditelusuri dalam beberapa keadaan dengan menggunakan mikroskop gaya atom. Beberapa molekul terbesar adalah makromolekul atau supermolekul.

Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2), dengan panjang ikatan 0,74 Å.[14]

Jari-jari molekul yang efektif adalah ukuran yang ditunjukkan molekul dalam larutan.[15][16] berisi contoh-contoh ini.

Rumus molekul

Jenis rumus kimia

Rumus kimia untuk molekul menggunakan satu baris simbol unsur kimia, angka, dan terkadang juga simbol lainnya, seperti tanda kurung, tanda hubung (dash), tanda kurung siku, dan tanda plus (+) dan minus (−). Ini terbatas pada satu baris tipografi simbol, yang mungkin mencakup subskrip dan superskrip.

Rumus empiris senyawa adalah jenis rumus kimia yang sangat sederhana.[17] Ini adalah rasio bilangan bulat paling sederhana dari unsur kimia pembentuknya.[18] Sebagai contoh, air selalu terdiri dari rasio 2:1 atom hidrogen terhadap atom oksigen, dan etil alkohol atau etanol selalu terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen dalam rasio 2:6:1. Namun, ini tidak menentukan jenis molekul secara unik–dimetil eter memiliki rasio yang sama seperti etanol, misalnya. Molekul dengan atom yang sama dalam susunan yang berbeda disebut isomer. Juga karbohidrat, misalnya, memiliki rasio yang sama (karbon:hidrogen:oksigen = 1:2:1) (dan dengan demikian rumus empiris yang sama) tetapi jumlah atom dalam molekulnya berbeda.

Rumus molekul mencerminkan jumlah atom yang tepat yang membentuk molekul dan mengkarakterisasi molekul yang berbeda. Namun isomer yang berbeda dapat memiliki komposisi atom yang sama saat menjadi molekul yang berbeda.

Rumus empiris sering kali sama dengan rumus molekul tapi tidak selalu. Sebagai contoh, molekul asetilena memiliki rumus molekul C2H2, tetapi rasio unsur yang paling sederhana adalah CH.

Massa molekul dapat dihitung dari rumus kimia dan dinyatakan dalam satuan massa atom konvensional sama dengan 1/12 massa atom karbon-12 (isotop 12C) netral. Untuk padatan jaringan, istilah unit rumus digunakan dalam perhitungan stoikiometri.

Rumus struktur

Untuk molekul dengan struktur 3 dimensi yang rumit, terutama yang melibatkan atom yang terikat pada empat substituen yang berbeda, formula molekul sederhana atau bahkan rumus kimia semi-struktural mungkin tidak cukup untuk menentukan molekul secara lengkap. Dalam kasus ini, mungkin diperlukan jenis formula grafis yang disebut rumus struktur. Rumus struktur pada gilirannya dapat diwakili dengan nama kimia satu dimensi, tetapi tata nama kimia semacam itu membutuhkan banyak kata dan istilah yang bukan merupakan bagian dari rumus kimia.

Geometri molekul

Molekul memiliki kesetimbangan geometri—panjang dan sudut ikatan—tetap yang dengannya mereka terus berosilasi melalui gerak vibrasi dan rotasi. Bahan murni terdiri dari molekul dengan struktur geometris rata-rata yang sama. Rumus kimia dan struktur molekul adalah dua faktor penting yang menentukan sifat-sifatnya, terutama reaktivitasnya. Isomer berbagi rumus kimia tapi biasanya memiliki sifat yang sangat berbeda karena strukturnya yang berbeda. Stereoisomer, jenis isomer tertentu, memiliki sifat fisiko-kimia yang sangat mirip dan pada saat bersamaan berbeda aktivitas biokimianya.

Spektroskopi molekuler

Spektroskopi molekuler berhubungan dengan respon (spektrum) molekul yang berinteraksi dengan sinyal probing energi yang diketahui (atau frekuensi, sesuai dengan rumus Planck). Molekul memiliki tingkat energi terkuantisasi yang dapat dianalisis dengan mendeteksi pertukaran energi molekul melalui absorbansi atau emisi.[19] Spektroskopi umumnya tidak mengacu pada studi difraksi di mana partikel seperti neutron, elektron, atau sinar-X energi tinggi yang berinteraksi dengan susunan molekul reguler (seperti dalam kristal).

Spektroskopi gelombang mikro biasanya mengukur perubahan rotasi molekul, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi molekul di luar angkasa. Spektroskopi inframerah mengukur perubahan vibrasi molekul, termasuk stretching, bending atau twisting. Ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi jenis ikatan atau gugus fungsi dalam molekul. Perubahan pengaturan elektron menghasilkan jalur penyerapan atau emisi pada sinar ultraviolet, sinar tampak atau inframerah dekat, dan menghasilkan warna. Spektroskopi resonansi inti sebenarnya mengukur lingkungan inti tertentu dalam molekul, dan dapat digunakan untuk mengkarakterisasi jumlah atom dalam posisi yang berbeda dalam molekul.

Aspek teoretis

Studi tentang molekul melalui fisika molekuler dan kimia teoretis sebagian besar didasarkan pada mekanika kuantum dan sangat penting untuk memahami ikatan kimia. Molekul yang paling sederhana adalah ion-molekul hidrogen, , dan yang paling sederhana dari semua ikatan kimia adalah ikatan satu elektron. terdiri dari dua proton bermuatan positif dan satu elektron bermuatan negatif, yang berarti bahwa persamaan Schrödinger untuk sistem tersebut dapat dipecahkan lebih mudah karena kurangnya tolakan elektron–elektron. Seiring dengan kepesatan perkembangan komputer digital, solusi pendekatan untuk molekul yang lebih rumit menjadi mungkin dan merupakan salah satu aspek utama dari kimia komputasi.

Ketika mencoba untuk menentukan secara ketat apakah susunan atom cukup stabil untuk dianggap sebagai molekul, IUPAC menyarankan agar "sesuai dengan depresi pada permukaan energi potensial yang cukup dalam untuk membatasi setidaknya satu keadaan vibrasi".[20] Definisi ini tidak bergantung pada sifat interaksi antara atom, tetapi hanya pada kekuatan interaksi. Sebenarnya, ini termasuk spesies yang terikat lemah yang secara tradisional tidak dianggap sebagai molekul, seperti helium dimer, He2, yang memiliki satu keadaan ikatan vibrasi[21] dan terikat secara longgar sehingga hanya dapat diamati pada suhu yang sangat rendah.

Stabil-tidaknya susunan atom untuk dianggap sebagai molekul secara inheren merupakan definisi operasional. Secara filosofis, oleh karena itu, sebuah molekul bukanlah entitas fundamental (sebaliknya, misalnya, terhadap partikel dasar); sebaliknya, konsep molekul adalah cara kimiawan untuk membuat pernyataan yang berguna tentang kekuatan interaksi skala atom di dunia yang kita amati.

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Ebbin, Darrell D. General Chemistry. Houghton Mifflin Co. 1990. ISBN 0-395-43302-9.
  3. Brown, T.L. Chemistry–the Central Science. Prentice Hall. 2003. ISBN 0-13-066997-0.
  4. Raymond Chang. Chemistry. McGraw Hill. 1998. ISBN 0-07-115221-0.
  5. Zumdahl, Steven S. Chemistry. Houghton Mifflin. 1997. ISBN 0-669-41794-7.
  6. Sulekh Chandra. Comprehensive Inorganic Chemistry. New Age Publishers. 2005. ISBN 81-224-1512-1.
  7. Molecule. 22 January 2016.
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. molecule. Merriam-Webster.
  10. Molecule Definition (Frostburg State University)
  11. The Hutchinson unabridged encyclopedia with atlas and weather guide. worldcat.org. Oxford, England.
  12. Neil A. Campbell. Biology: Exploring Life. Pearson Prentice Hall. 2006. ISBN 0-13-250882-6.
  13. Flake C. Campbell. Elements of Metallurgy and Engineering Alloys. ASM International. 2008-01-01. ISBN 9781615030583.
  14. Roger L. DeKock. Chemical structure and bonding. University Science Books. 1989. hlm. 199. ISBN 0-935702-61-X.
  15. Chang RL. Permselectivity of the glomerular capillary wall: III. Restricted transport of polyanions. Kidney Int. 1975. Vol. 8 (4). hlm. 212–218. doi:10.1038/ki.1975.104.
  16. Chang RL. Permselectivity of the glomerular capillary wall to macromolecules. II. Experimental studies in rats using neutral dextran. Biophys J. 1975. Vol. 15 (9). hlm. 887–906. doi:10.1016/S0006-3495(75)85863-2.
  17. Donald J. Wink. The Practice of Chemistry. Macmillan. 2003-03-01. ISBN 9780716748717.
  18. ChemTeam: Empirical Formula. www.chemteam.info.
  19. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  20. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  21. Anderson JB. Comment on "An exact quantum Monte Carlo calculation of the helium-helium intermolecular potential" [J. Chem. Phys. 115, 4546 (2001)]. J Chem Phys. May 2004. Vol. 120 (20). hlm. 9886–7. doi:10.1063/1.1704638.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571331 (2026-08-13T10:30:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.