Nukleasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28052813; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Nukleasi''' adalah tahap pertama pembentukan [[Fase benda|fase termodinamika]] baru maupun struktur baru melalui atau . Nukleasi biasanya didefinisikan sebagai proses yang menentukan durasi seorang pengamat harus menunggu sebelum fase baru atau struktur hasil swapengorganisasian muncul. Misalnya, jika sejumlah volume air didinginkan (pada tekanan atmosfer) di bawah 0 °C, ia akan cenderung membeku menjadi es. Volume air yang didinginkan hanya beberapa derajat di bawah 0 °C sering kali masih bebas dari es dalam waktu lama. Pada kondisi ini, nukleasi es berjalan lambat atau tidak terjadi sama sekali. Namun, pada suhu yang lebih rendah, kristal-kristal es muncul lebih cepat. Pada kondisi ini nukleasi es berlangsung cepat. Nukleasi umumnya adalah cara [[transisi fase]] orde pertama dimulai, dan kemudian memulai proses pembentukan [[Fase benda|fase termodinamika]] baru. Sebaliknya, fase baru pada transisi fase secara berkesinambungan berlangsung segera. | '''Nukleasi''' adalah tahap pertama pembentukan [[Fase benda|fase termodinamika]] baru maupun struktur baru melalui atau . Nukleasi biasanya didefinisikan sebagai proses yang menentukan durasi seorang pengamat harus menunggu sebelum fase baru atau struktur hasil swapengorganisasian muncul. Misalnya, jika sejumlah volume air didinginkan (pada tekanan atmosfer) di bawah 0 °C, ia akan cenderung membeku menjadi es. Volume air yang didinginkan hanya beberapa derajat di bawah 0 °C sering kali masih bebas dari es dalam waktu lama. Pada kondisi ini, nukleasi es berjalan lambat atau tidak terjadi sama sekali. Namun, pada suhu yang lebih rendah, kristal-kristal es muncul lebih cepat. Pada kondisi ini nukleasi es berlangsung cepat.<ref>H. R. Pruppacher and J. D. Klett, ''Microphysics of Clouds and Precipitation'', Kluwer (1997).</ref><ref>R.P. Sear. [http://personal.ph.surrey.ac.uk/~phs1rs/review.pdf Nucleation: theory and applications to protein solutions and colloidal suspensions]. ''Journal of Physics: Condensed Matter''. 2007. Vol. 19 (3). hlm. 033101. doi:10.1088/0953-8984/19/3/033101.</ref> Nukleasi umumnya adalah cara [[transisi fase]] orde pertama dimulai, dan kemudian memulai proses pembentukan [[Fase benda|fase termodinamika]] baru. Sebaliknya, fase baru pada transisi fase secara berkesinambungan berlangsung segera. | ||
Nukleasi sering kali ditemukan sangat peka terhadap ketakmurnian dalam sistem. Ketakmurnian ini mungkin terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, tetapi tetap dapat memengaruhi laju nukleasi. Oleh karena itu, sering kali penting untuk membedakan antara nukleasi heterogen dengan nukleasi homogen. Nukleasi heterogen terjadi di ''situs nukleasi'' pada permukaan sistem.<ref>H. R. Pruppacher and J. D. Klett, ''Microphysics of Clouds and Precipitation'', Kluwer (1997).</ref> Nukleasi homogen terjadi jauh dari permukaan. | |||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleasi&oldid=28052813 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28052813 (2025-10-17T05:56:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleasi&oldid=28052813 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28052813 (2025-10-17T05:56:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 08.59
Nukleasi adalah tahap pertama pembentukan fase termodinamika baru maupun struktur baru melalui atau . Nukleasi biasanya didefinisikan sebagai proses yang menentukan durasi seorang pengamat harus menunggu sebelum fase baru atau struktur hasil swapengorganisasian muncul. Misalnya, jika sejumlah volume air didinginkan (pada tekanan atmosfer) di bawah 0 °C, ia akan cenderung membeku menjadi es. Volume air yang didinginkan hanya beberapa derajat di bawah 0 °C sering kali masih bebas dari es dalam waktu lama. Pada kondisi ini, nukleasi es berjalan lambat atau tidak terjadi sama sekali. Namun, pada suhu yang lebih rendah, kristal-kristal es muncul lebih cepat. Pada kondisi ini nukleasi es berlangsung cepat.[1][2] Nukleasi umumnya adalah cara transisi fase orde pertama dimulai, dan kemudian memulai proses pembentukan fase termodinamika baru. Sebaliknya, fase baru pada transisi fase secara berkesinambungan berlangsung segera.
Nukleasi sering kali ditemukan sangat peka terhadap ketakmurnian dalam sistem. Ketakmurnian ini mungkin terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, tetapi tetap dapat memengaruhi laju nukleasi. Oleh karena itu, sering kali penting untuk membedakan antara nukleasi heterogen dengan nukleasi homogen. Nukleasi heterogen terjadi di situs nukleasi pada permukaan sistem.[3] Nukleasi homogen terjadi jauh dari permukaan.
Referensi
- ↑ H. R. Pruppacher and J. D. Klett, Microphysics of Clouds and Precipitation, Kluwer (1997).
- ↑ R.P. Sear. Nucleation: theory and applications to protein solutions and colloidal suspensions. Journal of Physics: Condensed Matter. 2007. Vol. 19 (3). hlm. 033101. doi:10.1088/0953-8984/19/3/033101.
- ↑ H. R. Pruppacher and J. D. Klett, Microphysics of Clouds and Precipitation, Kluwer (1997).
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28052813 (2025-10-17T05:56:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.