Lompat ke isi

Gerak: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28588793; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam ilmu [[fisika]], '''gerak''' didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Gerak bisa maju bisa mundur, dan bisa maju mundur. Gerak juga bisa naik dan turun, bisa juga naik turun. Benda yang sedang bergerak selalu mempunyai lintasan. Di dunia [[sains]], gerak memiliki nilai besaran [[skalar]] dan [[vektor]]. [[Kombinasi]] dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut [[kecepatan]] dan [[percepatan]]. Gerakan pada sebuah benda umumnya dipengaruhi oleh dua jenis [[energi]], yakni [[Energi Potensial]] dan [[Energi kinetik]]. Berdasarkan perubahannya gerak dapat dibagi menjadi dua jenis, gerak [[osilasi]] dan tidak berosilasi.
Dalam ilmu [[fisika]], '''gerak''' didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Gerak bisa maju bisa mundur, dan bisa maju mundur. Gerak juga bisa naik dan turun, bisa juga naik turun. Benda yang sedang bergerak selalu mempunyai lintasan. Di dunia [[sains]], gerak memiliki nilai besaran [[skalar]] dan [[vektor]]. [[Kombinasi]] dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut [[kecepatan]] dan [[percepatan]]. Gerakan pada sebuah benda umumnya dipengaruhi oleh dua jenis [[energi]], yakni [[Energi Potensial]] dan [[Energi kinetik]]. Berdasarkan perubahannya gerak dapat dibagi menjadi dua jenis, gerak [[osilasi]] dan tidak berosilasi.
 
<ref>{{ [http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php] Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20090805021214/http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php%7Cdate=2009-08-05</ref>


== Besaran fisika pada gerak lurus ==
== Besaran fisika pada gerak lurus ==
Baris 10: Baris 10:
* '''Jarak''' merupakan besaran skalar dalam fisika, jarak merupakan  panjang  lintasan  sesungguhnya  yang  ditempuh  oleh  suatu benda dalam waktu tertentu.
* '''Jarak''' merupakan besaran skalar dalam fisika, jarak merupakan  panjang  lintasan  sesungguhnya  yang  ditempuh  oleh  suatu benda dalam waktu tertentu.
* '''Perpindahan''' merupakan besaran vektor dalam fisika, perpindahan ialah perubahan kedudukan suatu benda karena perubahan waktu. Secara matematis ditulis <math>\Delta x = x_2 - x_1 </math> , dengan <math>x_1 </math> adalah posisi awal dan <math>x_2 </math> adalah posisi akhir.
* '''Perpindahan''' merupakan besaran vektor dalam fisika, perpindahan ialah perubahan kedudukan suatu benda karena perubahan waktu. Secara matematis ditulis <math>\Delta x = x_2 - x_1 </math> , dengan <math>x_1 </math> adalah posisi awal dan <math>x_2 </math> adalah posisi akhir.
* '''Kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata'''. Istilah '''kelajuan''' atau '''laju''' menyatakan seberapa jauh sebuah  benda  bergerak  dalam  selang  waktu  tertentu.  Jika  sebuah  mobil  menempuh  240&nbsp;km  dalam waktu  3  jam, dapat  kita  katakan  bahwa  laju  rata-ratanya  adalah  80&nbsp;km/jam. Secara  umum,  laju  rata-rata  sebuah  benda didefinisikan  sebagai  jarak  total  yang  ditempuh  sepanjang lintasannya dibagi waktu  yang  diperlukan  untuk  menempuh jarak  tersebut. Secara  matematis  persamaan  kecepatan  rata-rata  dapat  dituliskan sebagai  berikut; <math>Kelajuan\ rata-rata={jarak\ yang\ ditempuh\over selang\ waktu}</math> atau <math>\bar{v}={s\over t}</math>. Istilah  kecepatan  dan  laju  sering dipertukarkan dalam  bahasa  sehari-hari, tetapi dalam fisika terdapat perbedaan di  antara  keduanya. Laju adalah  sebuah  bilangan  positif  dengan satuan  m/s,  yang  menyatakan  perbandingan  jarak  yang  ditempuh  oleh benda  terhadap waktu  yang  dibutuhkannya.  '''Kecepatan''' '''rata-rata''' digunakan  untuk menyatakan seberapa  cepat  sebuah  benda  bergerak  maupun arah  geraknya.  Dengan demikian,  kecepatan  merupakan besaran vektor.  Ada  perbedaan  kedua  antara  laju  dan kecepatan,  yaitu  kecepatan  rata-rata  didefinisikan dalam hubungannya dengan  perpindahan, dan  bukan  dalam  jarak total  yang  ditempuh. Secara  matematis  persamaan  kecepatan  rata-rata  dapat  dituliskansebagai  berikut; <math>Kecepatan\ rata-rata={perpindahan\over selang\ waktu}</math>  atau <math>\bar{v} =\frac{\Delta s}{\Delta t}
* '''Kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata'''. Istilah '''kelajuan''' atau '''laju''' menyatakan seberapa jauh sebuah  benda  bergerak  dalam  selang  waktu  tertentu.  Jika  sebuah  mobil  menempuh  240&nbsp;km  dalam waktu  3  jam, dapat  kita  katakan  bahwa  laju  rata-ratanya  adalah  80&nbsp;km/jam. Secara  umum,  laju  rata-rata  sebuah  benda didefinisikan  sebagai  jarak  total  yang  ditempuh  sepanjang lintasannya dibagi waktu  yang  diperlukan  untuk  menempuh jarak  tersebut.<ref>Joko Sumarsono. ''Fisika : Untuk SMA/MA Kelas X''. CV Teguh Karya. 2008. hlm. 32-34. ISBN 978-979-068-166-8.</ref> Secara  matematis  persamaan  kecepatan  rata-rata  dapat  dituliskan sebagai  berikut; <math>Kelajuan\ rata-rata={jarak\ yang\ ditempuh\over selang\ waktu}</math> atau <math>\bar{v}={s\over t}</math>. Istilah  kecepatan  dan  laju  sering dipertukarkan dalam  bahasa  sehari-hari, tetapi dalam fisika terdapat perbedaan di  antara  keduanya. Laju adalah  sebuah  bilangan  positif  dengan satuan  m/s,  yang  menyatakan  perbandingan  jarak  yang  ditempuh  oleh benda  terhadap waktu  yang  dibutuhkannya.  '''Kecepatan''' '''rata-rata''' digunakan  untuk menyatakan seberapa  cepat  sebuah  benda  bergerak  maupun arah  geraknya.  Dengan demikian,  kecepatan  merupakan besaran vektor.  Ada  perbedaan  kedua  antara  laju  dan kecepatan,  yaitu  kecepatan  rata-rata  didefinisikan dalam hubungannya dengan  perpindahan, dan  bukan  dalam  jarak total  yang  ditempuh. Secara  matematis  persamaan  kecepatan  rata-rata  dapat  dituliskansebagai  berikut; <math>Kecepatan\ rata-rata={perpindahan\over selang\ waktu}</math>  atau <math>\bar{v} =\frac{\Delta s}{\Delta t}
</math>.
</math>.<ref>Karyono Dkk. ''Fisika 1 : Untuk SMA dan MA kelas X''. CV. Sahabat. 2009. hlm. 38. ISBN 978-979-068-802-5.</ref>
* '''Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat'''                                                                                                                                                                                                          Kelajuan  sesaat  adalah  kelajuan  rata-rata  yang  waktu  tempuhnya mendekati  nol.  Kecepatan  sesaat  adalah  kecepatan  rata-rata  yang  selang waktunya mendekati nol. Ketika  sebuah  mobil  bergerak  dengan  kelajuan  tertentu,  kita dapat melihat besarnya kelajuan mobil tersebut pada speedometer. Kelajuan sebuah mobil  dalam  kenyataannya  tidak  ada  yang  konstan,  melainkan  berubah-ubah.  Akan  tetapi,  kita  dapat  menentukan  kelajuan  pada  saat  waktu tertentu. Kelajuan yang dimaksud adalah kelajuan sesaat. '''Kelajuan sesaat''' merupakan [[besaran skalar]], sedangkan kecepatan sesaat merupakan [[Vektor (spasial)|besaran vektor]].  Oleh  karena  itu,  kelajuan  sesaat  disebut  juga  sebagai  nilai  dari kecepatan  sesaat. Kelajuan  atau  '''kecepatan  sesaat'''  berlaku  untuk  Δt  mendekati  nilai  nol. Umumnya, konsep kelajuan dan kecepatan sesaat digunakan pada kejadian yang  membutuhkan  waktu  yang  sangat  pendek.  Misalnya,  kelajuan  yang tertera  pada  speedometer.  Kecepatan  sesaat  secara  matematis  dapat dituliskan  sebagai  berikut. <math>v=\lim_{\vartriangle t\to \ 0} {\Delta x\over \Delta t} </math>
* '''Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat'''                                                                                                                                                                                                          Kelajuan  sesaat  adalah  kelajuan  rata-rata  yang  waktu  tempuhnya mendekati  nol.  Kecepatan  sesaat  adalah  kecepatan  rata-rata  yang  selang waktunya mendekati nol.<ref>Tri Widodo. ''Fisika : Untuk SMA dan MA Kelas x''. Mefi Caraka. 2009. hlm. 33. ISBN 978-979-068-802-5.</ref> Ketika  sebuah  mobil  bergerak  dengan  kelajuan  tertentu,  kita dapat melihat besarnya kelajuan mobil tersebut pada speedometer. Kelajuan sebuah mobil  dalam  kenyataannya  tidak  ada  yang  konstan,  melainkan  berubah-ubah.  Akan  tetapi,  kita  dapat  menentukan  kelajuan  pada  saat  waktu tertentu. Kelajuan yang dimaksud adalah kelajuan sesaat. '''Kelajuan sesaat''' merupakan [[besaran skalar]], sedangkan kecepatan sesaat merupakan [[Vektor (spasial)|besaran vektor]].  Oleh  karena  itu,  kelajuan  sesaat  disebut  juga  sebagai  nilai  dari kecepatan  sesaat. Kelajuan  atau  '''kecepatan  sesaat'''  berlaku  untuk  Δt  mendekati  nilai  nol. Umumnya, konsep kelajuan dan kecepatan sesaat digunakan pada kejadian yang  membutuhkan  waktu  yang  sangat  pendek.  Misalnya,  kelajuan  yang tertera  pada  speedometer.  Kecepatan  sesaat  secara  matematis  dapat dituliskan  sebagai  berikut.<ref>Aip Saripudin. ''Praktis Belajar Fisika 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program Ilmu Pengetahuan Alam''. Visindo Media Persada. 2009. ISBN 978-979-068-812-4.</ref> <math>v=\lim_{\vartriangle t\to \ 0} {\Delta x\over \Delta t} </math>
* '''Percepatan''', [[percepatan]] didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu. Percepatan adalah turunan kedua dari perpindahan, yaitu percepatan dapat ditemukan dengan membedakan posisi terhadap waktu dua kali atau membedakan kecepatan terhadap waktu satu kali. Satuan SI untuk percepatan adalah <math>{\displaystyle ms ^ {- 2}}</math> atau [[meter per detik kuadrat]]. Secara matematis percepatan dirumuskan. <math>percepatan = {perubahan\ kecepatan\over perubahan\ waktu}</math> atau <math>\bar{a}=</math>
* '''Percepatan''', [[percepatan]] didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu. Percepatan adalah turunan kedua dari perpindahan, yaitu percepatan dapat ditemukan dengan membedakan posisi terhadap waktu dua kali atau membedakan kecepatan terhadap waktu satu kali.<ref>David J. Raymond. [http://dx.doi.org/10.21236/ada557123 Analysis of Data from TCS-08]. 2011-09-30.</ref> Satuan SI untuk percepatan adalah <math>{\displaystyle ms ^ {- 2}}</math> atau [[meter per detik kuadrat]]. Secara matematis percepatan dirumuskan. <math>percepatan = {perubahan\ kecepatan\over perubahan\ waktu}</math> atau <math>\bar{a}=</math>


== Macam-macam Gerak ==
== Macam-macam Gerak ==
=== Gerak Satu Dimensi ===
=== Gerak Satu Dimensi ===
==== Gerak lurus beraturan ====
==== Gerak lurus beraturan ====
Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan yang tetap (v=tetap). Percepatan di dalam gerak lurus beraturan sama dengan nol (a=0). Lintasannya berupa garis lurus
Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan yang tetap (v=tetap). Percepatan di dalam gerak lurus beraturan sama dengan nol (a=0). Lintasannya berupa garis lurus


==== Gerak lurus berubah beraturan ====
==== Gerak lurus berubah beraturan ====
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus suatu [[objek]] dengan berubah kecepatannya dan percepatannya tetap terhadap waktu. Terdapat dua jenis gerak lurus berubah beraturan yaitu gerak lurus berubah beraturan dipercepat dan gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus suatu [[objek]] dengan berubah kecepatannya dan percepatannya tetap terhadap waktu. Terdapat dua jenis gerak lurus berubah beraturan yaitu gerak lurus berubah beraturan dipercepat dan gerak lurus berubah beraturan diperlambat.<ref>Anasufi Banawi. [http://repository.iainambon.ac.id/311/1/AB_Buku%20Ajar%20Fisika%20Dasar%201_pdf.pdf Fisika Dasar I]. Dua Satu Press. 2013. hlm. 22. ISBN 978-602-1664-05-6.</ref>


=== Gerak Dua Dimensi ===
=== Gerak Dua Dimensi ===
==== Gerak Peluru ====
==== Gerak Peluru ====
Gerak peluru adalah [[gerak dua dimensi]] yang bergerak ke atas dengan membentuk [[Sudut (geometri)|sudut]] tertentu terhadap arah [[horizontal]].  Arah tempuh dari gerak peluru juga dapat dari sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Gerak peluru terjadi pada setiap benda yang dilempar ke atas dalam arah tidak [[Vertikal dan horizontal|vertikal]] atau ditembakkan dengan sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Keberadaan [[gravitasi]] menyebabkan lintasan gerak peluru selalu melengkung ke bawah. Selama pergerakan terjadi, kecepatan arah horizontal selalu bernilai tetap.
Gerak peluru adalah [[gerak dua dimensi]] yang bergerak ke atas dengan membentuk [[Sudut (geometri)|sudut]] tertentu terhadap arah [[horizontal]].  Arah tempuh dari gerak peluru juga dapat dari sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Gerak peluru terjadi pada setiap benda yang dilempar ke atas dalam arah tidak [[Vertikal dan horizontal|vertikal]] atau ditembakkan dengan sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Keberadaan [[gravitasi]] menyebabkan lintasan gerak peluru selalu melengkung ke bawah. Selama pergerakan terjadi, kecepatan arah horizontal selalu bernilai tetap.


==== Gerak Melingkar ====
==== Gerak Melingkar ====
 
Gerak Melingkar adalah gerak pada lintasan melingkar dengan [[kelajuan]] konstan atau tetap. Kecepatan yang bergerak melingkar arahnya sama dengan garis singgung lingkaran atau selalu tegak lurus jari jarinya.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=JHXVEVQRlrcC&newbks=0&printsec=frontcover&dq=buku+fisika+marthen+kanginan+kelas+XI+kurikulum+2013+pdf&hl=id&source=newbks_fb&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Fisika Sma Xi Ipa]. Ganeca Exact. ISBN 978-979-1232-10-4.</ref>
Gerak Melingkar adalah gerak pada lintasan melingkar dengan [[kelajuan]] konstan atau tetap. Kecepatan yang bergerak melingkar arahnya sama dengan garis singgung lingkaran atau selalu tegak lurus jari jarinya.


== Alat bantu pengamatan ==
== Alat bantu pengamatan ==
=== Pesawat Atwood ===
=== Pesawat Atwood ===
Pesawat Atwood tersusun dari sebuah [[katrol]] dan [[tali]] yang digunakan untuk menggantung dua buah beban. Pengamatan yang diperoleh berupa gerak lurus dengan bermacam-macam percepatan. Pesawat Atwood digunakan untuk membuat pengamatan gerak lurus dengan kecepatan tetap, gerak lurus dengan percepatan tetap, dan gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan yang dapat diatur nilainya. Penggunaan pesawat Atwood hanya untuk benda yang bergerak lambat. Pesawat Atwood menghasilkan percepatan dan kecepatan dengan menentukan massa beban yang digantung pada dua sisi tali. Gerak lambat diperoleh dengan memberikan dua benda dengan selisih massa yang sangat kecil. Sedangkan gaya yang lebih cepat diperoleh dengan memperbesar selisih massa antara kedua benda yang digantung.
Pesawat Atwood tersusun dari sebuah [[katrol]] dan [[tali]] yang digunakan untuk menggantung dua buah beban. Pengamatan yang diperoleh berupa gerak lurus dengan bermacam-macam percepatan. Pesawat Atwood digunakan untuk membuat pengamatan gerak lurus dengan kecepatan tetap, gerak lurus dengan percepatan tetap, dan gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan yang dapat diatur nilainya. Penggunaan pesawat Atwood hanya untuk benda yang bergerak lambat. Pesawat Atwood menghasilkan percepatan dan kecepatan dengan menentukan massa beban yang digantung pada dua sisi tali. Gerak lambat diperoleh dengan memberikan dua benda dengan selisih massa yang sangat kecil. Sedangkan gaya yang lebih cepat diperoleh dengan memperbesar selisih massa antara kedua benda yang digantung.


== Fenomena alam ==
== Fenomena alam ==
=== Cahaya ===
=== Cahaya ===
 
[[Cahaya]] selalu bergerak lurus. Pembelokan yang teramati pada cahaya merupakan bias penglihatan mata. Pengamatan cahaya yang mengalami pembelokan juga hanya terjadi pada saat cahaya merambat melalui medium berkerapatan rendah menuju medium berkerapatan tinggi, seperti dari udara ke air.<ref>Halim, A., dan Herliana, F. [https://www.academia.edu/43410952/Buku_Ajar_PENGANTAR_FISIKA_KUANTUM Pengantar Fisika Kuantum]. Penerbit Syiah Kuala University Press. 2020. hlm. 140. ISBN 978-623-7780-98-4.</ref>
[[Cahaya]] selalu bergerak lurus. Pembelokan yang teramati pada cahaya merupakan bias penglihatan mata. Pengamatan cahaya yang mengalami pembelokan juga hanya terjadi pada saat cahaya merambat melalui medium berkerapatan rendah menuju medium berkerapatan tinggi, seperti dari udara ke air.
 
== Referensi ==
 


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
 
#  
#
#  
#


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerak&oldid=28588793 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28588793 (2025-11-21T14:00:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerak&oldid=28588793 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28588793 (2025-11-21T14:00:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.01

Dalam ilmu fisika, gerak didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Gerak bisa maju bisa mundur, dan bisa maju mundur. Gerak juga bisa naik dan turun, bisa juga naik turun. Benda yang sedang bergerak selalu mempunyai lintasan. Di dunia sains, gerak memiliki nilai besaran skalar dan vektor. Kombinasi dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut kecepatan dan percepatan. Gerakan pada sebuah benda umumnya dipengaruhi oleh dua jenis energi, yakni Energi Potensial dan Energi kinetik. Berdasarkan perubahannya gerak dapat dibagi menjadi dua jenis, gerak osilasi dan tidak berosilasi. [1]

Besaran fisika pada gerak lurus

Besaran fisika pada gerak lurus adalah beberapa sifat fisika pada benda yang ketika bergerak dapat diukur. Perubahan letak benda dilihat dengan membandingkan letak benda tersebut terhadap suatu titik yang dianggap tidak bergerak atau disebut titik acuan, sehingga gerak memiliki pengertian yang relatif atau nisbi. Studi mengenai gerak benda, konsep-konsep,dan energi yang berhubungan, membentuk suatu bidang yang disebut mekanika. Mekanika dibagi menjadi dua bagian, yaitu kinematika dan dinamika. Kinematika adalah ilmu yang mempelajari gerak benda tanpa meninjau gaya penyebabnya, sedangkan dalam dinamika mempelajari tentang gerak dan gaya penyebabnya.

Berikut adalah besaran-besaran pada gerak dalam bidang satu dimensi atau gerak lurus:

  • Kedudukan diartikan sebagai letak (posisi) suatu benda pada waktu tertentu terhadap acuan. Pengukuran posisi, jarak, atau laju harus dibuat dengan mengacu pada suatu kerangka acuan atau kerangka sudut pandang.
  • Jarak merupakan besaran skalar dalam fisika, jarak merupakan panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu.
  • Perpindahan merupakan besaran vektor dalam fisika, perpindahan ialah perubahan kedudukan suatu benda karena perubahan waktu. Secara matematis ditulis Δx=x2x1 , dengan x1 adalah posisi awal dan x2 adalah posisi akhir.
  • Kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata. Istilah kelajuan atau laju menyatakan seberapa jauh sebuah benda bergerak dalam selang waktu tertentu. Jika sebuah mobil menempuh 240 km dalam waktu 3 jam, dapat kita katakan bahwa laju rata-ratanya adalah 80 km/jam. Secara umum, laju rata-rata sebuah benda didefinisikan sebagai jarak total yang ditempuh sepanjang lintasannya dibagi waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.[2] Secara matematis persamaan kecepatan rata-rata dapat dituliskan sebagai berikut; Kelajuan ratarata=jarak yang ditempuhselang waktu atau v¯=st. Istilah kecepatan dan laju sering dipertukarkan dalam bahasa sehari-hari, tetapi dalam fisika terdapat perbedaan di antara keduanya. Laju adalah sebuah bilangan positif dengan satuan m/s, yang menyatakan perbandingan jarak yang ditempuh oleh benda terhadap waktu yang dibutuhkannya. Kecepatan rata-rata digunakan untuk menyatakan seberapa cepat sebuah benda bergerak maupun arah geraknya. Dengan demikian, kecepatan merupakan besaran vektor. Ada perbedaan kedua antara laju dan kecepatan, yaitu kecepatan rata-rata didefinisikan dalam hubungannya dengan perpindahan, dan bukan dalam jarak total yang ditempuh. Secara matematis persamaan kecepatan rata-rata dapat dituliskansebagai berikut; Kecepatan ratarata=perpindahanselang waktu atau v¯=ΔsΔt.[3]
  • Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat Kelajuan sesaat adalah kelajuan rata-rata yang waktu tempuhnya mendekati nol. Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata yang selang waktunya mendekati nol.[4] Ketika sebuah mobil bergerak dengan kelajuan tertentu, kita dapat melihat besarnya kelajuan mobil tersebut pada speedometer. Kelajuan sebuah mobil dalam kenyataannya tidak ada yang konstan, melainkan berubah-ubah. Akan tetapi, kita dapat menentukan kelajuan pada saat waktu tertentu. Kelajuan yang dimaksud adalah kelajuan sesaat. Kelajuan sesaat merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan sesaat merupakan besaran vektor. Oleh karena itu, kelajuan sesaat disebut juga sebagai nilai dari kecepatan sesaat. Kelajuan atau kecepatan sesaat berlaku untuk Δt mendekati nilai nol. Umumnya, konsep kelajuan dan kecepatan sesaat digunakan pada kejadian yang membutuhkan waktu yang sangat pendek. Misalnya, kelajuan yang tertera pada speedometer. Kecepatan sesaat secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.[5] v=limt 0ΔxΔt
  • Percepatan, percepatan didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu. Percepatan adalah turunan kedua dari perpindahan, yaitu percepatan dapat ditemukan dengan membedakan posisi terhadap waktu dua kali atau membedakan kecepatan terhadap waktu satu kali.[6] Satuan SI untuk percepatan adalah ms2 atau meter per detik kuadrat. Secara matematis percepatan dirumuskan. percepatan=perubahan kecepatanperubahan waktu atau a¯=

Macam-macam Gerak

Gerak Satu Dimensi

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan yang tetap (v=tetap). Percepatan di dalam gerak lurus beraturan sama dengan nol (a=0). Lintasannya berupa garis lurus

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus suatu objek dengan berubah kecepatannya dan percepatannya tetap terhadap waktu. Terdapat dua jenis gerak lurus berubah beraturan yaitu gerak lurus berubah beraturan dipercepat dan gerak lurus berubah beraturan diperlambat.[7]

Gerak Dua Dimensi

Gerak Peluru

Gerak peluru adalah gerak dua dimensi yang bergerak ke atas dengan membentuk sudut tertentu terhadap arah horizontal. Arah tempuh dari gerak peluru juga dapat dari sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Gerak peluru terjadi pada setiap benda yang dilempar ke atas dalam arah tidak vertikal atau ditembakkan dengan sudut sembarang dari ketinggian tertentu. Keberadaan gravitasi menyebabkan lintasan gerak peluru selalu melengkung ke bawah. Selama pergerakan terjadi, kecepatan arah horizontal selalu bernilai tetap.

Gerak Melingkar

Gerak Melingkar adalah gerak pada lintasan melingkar dengan kelajuan konstan atau tetap. Kecepatan yang bergerak melingkar arahnya sama dengan garis singgung lingkaran atau selalu tegak lurus jari jarinya.[8]

Alat bantu pengamatan

Pesawat Atwood

Pesawat Atwood tersusun dari sebuah katrol dan tali yang digunakan untuk menggantung dua buah beban. Pengamatan yang diperoleh berupa gerak lurus dengan bermacam-macam percepatan. Pesawat Atwood digunakan untuk membuat pengamatan gerak lurus dengan kecepatan tetap, gerak lurus dengan percepatan tetap, dan gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan yang dapat diatur nilainya. Penggunaan pesawat Atwood hanya untuk benda yang bergerak lambat. Pesawat Atwood menghasilkan percepatan dan kecepatan dengan menentukan massa beban yang digantung pada dua sisi tali. Gerak lambat diperoleh dengan memberikan dua benda dengan selisih massa yang sangat kecil. Sedangkan gaya yang lebih cepat diperoleh dengan memperbesar selisih massa antara kedua benda yang digantung.

Fenomena alam

Cahaya

Cahaya selalu bergerak lurus. Pembelokan yang teramati pada cahaya merupakan bias penglihatan mata. Pengamatan cahaya yang mengalami pembelokan juga hanya terjadi pada saat cahaya merambat melalui medium berkerapatan rendah menuju medium berkerapatan tinggi, seperti dari udara ke air.[9]

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. {{ [1] Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20090805021214/http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php%7Cdate=2009-08-05
  2. Joko Sumarsono. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas X. CV Teguh Karya. 2008. hlm. 32-34. ISBN 978-979-068-166-8.
  3. Karyono Dkk. Fisika 1 : Untuk SMA dan MA kelas X. CV. Sahabat. 2009. hlm. 38. ISBN 978-979-068-802-5.
  4. Tri Widodo. Fisika : Untuk SMA dan MA Kelas x. Mefi Caraka. 2009. hlm. 33. ISBN 978-979-068-802-5.
  5. Aip Saripudin. Praktis Belajar Fisika 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program Ilmu Pengetahuan Alam. Visindo Media Persada. 2009. ISBN 978-979-068-812-4.
  6. David J. Raymond. Analysis of Data from TCS-08. 2011-09-30.
  7. Anasufi Banawi. Fisika Dasar I. Dua Satu Press. 2013. hlm. 22. ISBN 978-602-1664-05-6.
  8. Fisika Sma Xi Ipa. Ganeca Exact. ISBN 978-979-1232-10-4.
  9. Halim, A., dan Herliana, F. Pengantar Fisika Kuantum. Penerbit Syiah Kuala University Press. 2020. hlm. 140. ISBN 978-623-7780-98-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28588793 (2025-11-21T14:00:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.