Lompat ke isi

Jet astrofisika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28023301; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Jet astrofisika''' adalah berkas materi kolimasi yang dikeluarkan dari beberapa [[objek astronomi]]. Mereka mengalir dari sebagian besar objek padat yang berputar dan/atau menambah materi dari lingkungannya. Proses [[fisika plasma]] mengatur transfer energi antara komponen [[gravitasi]], [[kinetik]], [[termal]], [[magnet]]-[[listrik]], serta [[partikel]], tetapi fisika plasma dalam jet kurang dipahami.
'''Jet astrofisika''' adalah berkas materi kolimasi yang dikeluarkan dari beberapa [[objek astronomi]].<ref>[https://astronomy.swin.edu.au/cosmos/J/Jets Jets COSMOS]. ''astronomy.swin.edu.au''.</ref> Mereka mengalir dari sebagian besar objek padat yang berputar dan/atau menambah materi dari lingkungannya. Proses [[fisika plasma]] mengatur transfer energi antara komponen [[gravitasi]], [[kinetik]], [[termal]], [[magnet]]-[[listrik]], serta [[partikel]], tetapi fisika plasma dalam jet kurang dipahami.<ref>[https://iopscience.iop.org/journal/1367-2630/page/Focus%2520on%2520Astrophysical%2520Jets&ved=2ahUKEwiEm8uS-6PtAhVTOSsKHY39AMcQFjAYegQIDxAB&usg=AOvVaw362AKDobbY5b80YzkRPtm_ Focus on Astrophysical Jets - New Journal of Physics - IOPscience]. ''iopscience.iop.org''.</ref>


== Klasifikasi ==
== Klasifikasi ==
Mereka terjadi di sejumlah peristiwa astrofisika, tetapi secara luas dapat dibagi menjadi dua utama:
Mereka terjadi di sejumlah peristiwa astrofisika, tetapi secara luas dapat dibagi menjadi dua utama:


* '''Jet galaksi''' diyakini memiliki sumber tunggal - [[lubang hitam supermasif]] di [[pusat galaksi]]. Jet ekstragalaksi terdiri dari [[partikel relativistik]], medan magnet, dan mungkin sejumlah tambahan [[plasma]] [[Ionisasi|terionisasi]] yang lebih dingin baik yang dikeluarkan oleh jet maupun yang dibawa olehnya keluar dari medium gas di sekitarnya. Kecepatan aliran keluar awal untuk jet ekstragalaksi mungkin bersifat relativistik, dan kecepatan aliran debu rata-rata ribuan kilometer per detik kemungkinan besar terjadi. [[Satuan energi|Fluks energi]] yang dibawah oleh jet ekstragalaksi mungkin melebihi 10<sup>46</sup> [[erg]] per detik, tergantung pada sifat jet tersebut.
* '''Jet galaksi''' diyakini memiliki sumber tunggal - [[lubang hitam supermasif]] di [[pusat galaksi]]. Jet ekstragalaksi terdiri dari [[partikel relativistik]], medan magnet, dan mungkin sejumlah tambahan [[plasma]] [[Ionisasi|terionisasi]] yang lebih dingin baik yang dikeluarkan oleh jet maupun yang dibawa olehnya keluar dari medium gas di sekitarnya. Kecepatan aliran keluar awal untuk jet ekstragalaksi mungkin bersifat relativistik, dan kecepatan aliran debu rata-rata ribuan kilometer per detik kemungkinan besar terjadi. [[Satuan energi|Fluks energi]] yang dibawah oleh jet ekstragalaksi mungkin melebihi 10<sup>46</sup> [[erg]] per detik, tergantung pada sifat jet tersebut.<ref>David S. De Young. [https://science.sciencemag.org/content/252/5004/389 Astrophysical Jets]. ''Science''. 1991-04-19. Vol. 252 (5004). hlm. 389–396. doi:10.1126/science.252.5004.389.</ref>
* '''Jet bintang''' memiliki beberapa asal - mereka diproduksi oleh bintang muda yang masih dalam proses pembentukan (misalnya bintang [[T Tauri]]), di [[nebula planet]] yang menandai tahap akhir evolusi untuk bintang bermassa menengah dan rendah, dalam benda padat seperti [[bintang neutron]] dan [[lubang hitam bintang]] dalam sistem biner. Jet terdiri dari gas terionisasi yang bergerak menjauh dari bintang dengan kecepatan ratusan kilometer per detik.
* '''Jet bintang''' memiliki beberapa asal - mereka diproduksi oleh bintang muda yang masih dalam proses pembentukan (misalnya bintang [[T Tauri]]), di [[nebula planet]] yang menandai tahap akhir evolusi untuk bintang bermassa menengah dan rendah, dalam benda padat seperti [[bintang neutron]] dan [[lubang hitam bintang]] dalam sistem biner. Jet terdiri dari gas terionisasi yang bergerak menjauh dari bintang dengan kecepatan ratusan kilometer per detik.<ref>David S. De Young. [https://science.sciencemag.org/content/252/5004/389 Astrophysical Jets]. ''Science''. 1991-04-19. Vol. 252 (5004). hlm. 389–396. doi:10.1126/science.252.5004.389.</ref>


Meskipun pembentukan jet tidak sepenuhnya dipahami, umumnya diyakini bahwa mereka terjadi ketika [[medan magnet]] objek pusat (bintang atau lubang hitam) berinteraksi dengan medan magnet [[piringan akresi]] sekitarnya. Pengecualian untuk [[jet pulsar]], di mana medan magnet yang bertanggung jawab untuk jet dihasilkan oleh [[pulsar]] saja (tidak ada piringan akresi). Sementara jet relativistik aksisimetrik diasumsikan terdiri dari pasangan [[elektron]]-[[positron]] relativistik. [[Faktor Lorentz]] balok adalah 6,6 (yaitu materi jet bergerak dengan kecepatan sekitar 99% dari [[kecepatan cahaya]]), dan kepadatan materi jet adalah faktor ribuan lebih kecil daripada media ambien tempat jet merambat.
Meskipun pembentukan jet tidak sepenuhnya dipahami, umumnya diyakini bahwa mereka terjadi ketika [[medan magnet]] objek pusat (bintang atau lubang hitam) berinteraksi dengan medan magnet [[piringan akresi]] sekitarnya. Pengecualian untuk [[jet pulsar]], di mana medan magnet yang bertanggung jawab untuk jet dihasilkan oleh [[pulsar]] saja (tidak ada piringan akresi). Sementara jet relativistik aksisimetrik diasumsikan terdiri dari pasangan [[elektron]]-[[positron]] relativistik. [[Faktor Lorentz]] balok adalah 6,6 (yaitu materi jet bergerak dengan kecepatan sekitar 99% dari [[kecepatan cahaya]]), dan kepadatan materi jet adalah faktor ribuan lebih kecil daripada media ambien tempat jet merambat.<ref>[https://www.mpa-garching.mpg.de/141987/Jets Jets]. ''www.mpa-garching.mpg.de''.</ref>


== Sifat dan karakteristik ==
== Sifat dan karakteristik ==
Di antara fenomena astrofisika yang melibatkan aliran materi berkecepatan tinggi, jet adalah yang paling tersebar luas di [[alam semesta]]. Jet astrofisika adalah fenomena spektakuler dari gas atau debu yang dikeluarkan okeh berbagai benda kosmik; mereka tampak ada dimana-mana dalam skala dari [[komet]] hingga lubang hitam. Mereka ditemukan di lingkungan yang paling beragam dan menunjukkan berbagai ukuran dan kekuatan. Di satu sisi, [[Bima Sakti]] memiliki pancaran dari [[inti galaksi aktif]] (AGN) yang berukuran tersebar, hingga beberapa [[megaparsec]], dan yang paling kuat (daya kinetik hingga <math>$\sim $</math> ergs s<sup>−1</sup>. Di sisi lain, Bima Sakti memiliki jet dari [[objek bintang muda]] (YSOs) yang terletak di dalam [[awan molekul]] raksasa yang ada di galaksi, dan di galaksi lain juga. Jet YSO memiliki panjang hingga beberapa parsec dan mencapai kekuatan kinetik hingga <math>$\sim $</math> erg <sup>s-1</sup>. Sementara jet AGN memiliki [[Kecepatan cahaya|kecepatan relativistik]] dalam keadaan relativistik, [[supersonik]], dan didominasi [[proton]], kecepatan jet YSO adalah kecepatan melarikan diri khas dari bintang dengan beberapa [[massa matahari]], dan berjumlah beberapa ratus kilometer per detik, sesuai dalam [[nomor Mach]] dalam kisaran 10-40. Karakteristik yang mencolok dari jet adalah tingkat kolimasinya yang tinggi, khususnya jet YSO yang memiliki bukaan [[Sudut (geometri)|sudut]] yang bervariasi antara 0,5° hingga <math>$5{}^\circ $</math>.
Di antara fenomena astrofisika yang melibatkan aliran materi berkecepatan tinggi, jet adalah yang paling tersebar luas di [[alam semesta]]. Jet astrofisika adalah fenomena spektakuler dari gas atau debu yang dikeluarkan okeh berbagai benda kosmik; mereka tampak ada dimana-mana dalam skala dari [[komet]] hingga lubang hitam.<ref>[https://www.cambridge.org/id/academic/subjects/physics/astrophysics/astrophysical-jets-and-beams,%20https://www.cambridge.org/id/academic/subjects/physics/astrophysics Astrophysical Jets and Beams Astrophysics]. ''Cambridge University Press''.</ref> Mereka ditemukan di lingkungan yang paling beragam dan menunjukkan berbagai ukuran dan kekuatan. Di satu sisi, [[Bima Sakti]] memiliki pancaran dari [[inti galaksi aktif]] (AGN) yang berukuran tersebar, hingga beberapa [[megaparsec]], dan yang paling kuat (daya kinetik hingga <math>$\sim $</math> ergs s<sup>−1</sup>.<ref>S. S. Shabala. [http://dx.doi.org/10.1088/0004-637x/769/2/129 SIZE DEPENDENCE OF THE RADIO-LUMINOSITY-MECHANICAL-POWER CORRELATION IN RADIO GALAXIES]. ''The Astrophysical Journal''. 2013-05-14. Vol. 769 (2). hlm. 129. doi:10.1088/0004-637x/769/2/129.</ref> Di sisi lain, Bima Sakti memiliki jet dari [[objek bintang muda]] (YSOs) yang terletak di dalam [[awan molekul]] raksasa yang ada di galaksi, dan di galaksi lain juga. Jet YSO memiliki panjang hingga beberapa parsec dan mencapai kekuatan kinetik hingga <math>$\sim $</math> erg <sup>s-1</sup>.<ref>John Bally. [http://dx.doi.org/10.1086/320337 When Star Birth Meets Star Death: A Shocking Encounter]. ''The Astrophysical Journal''. 2001-05-10. Vol. 552 (2). hlm. L159–L162. doi:10.1086/320337.</ref> Sementara jet AGN memiliki [[Kecepatan cahaya|kecepatan relativistik]] dalam keadaan relativistik, [[supersonik]], dan didominasi [[proton]],<ref>Roger Blandford. [https://www.annualreviews.org/doi/10.1146/annurev-astro-081817-051948 Relativistic Jets from Active Galactic Nuclei]. ''Annual Review of Astronomy and Astrophysics''. 2019-08-18. Vol. 57 (1). hlm. 467–509. doi:10.1146/annurev-astro-081817-051948.</ref> kecepatan jet YSO adalah kecepatan melarikan diri khas dari bintang dengan beberapa [[massa matahari]], dan berjumlah beberapa ratus kilometer per detik, sesuai dalam [[nomor Mach]] dalam kisaran 10-40. Karakteristik yang mencolok dari jet adalah tingkat kolimasinya yang tinggi, khususnya jet YSO yang memiliki bukaan [[Sudut (geometri)|sudut]] yang bervariasi antara 0,5° hingga <math>$5{}^\circ $</math>.<ref>Charles Thomas Parker. [http://dx.doi.org/10.1601/ex.4829 Exemplar Abstract for Mesoplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Tully et al. 1993, Tullyiplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Gupta et al. 2019, Acholeplasma seiffertii Bonnet et al. 1991 and Entomoplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Gasparich and Kuo 2019]. ''The NamesforLife Abstracts''. 2003-01-01.</ref><ref>Charles Thomas Parker. [http://dx.doi.org/10.1601/ex.888 Exemplar Abstract for Acetobacter xylinus sucrofermentans corrig. Toyosaki et al. 1996, Acetobacter xylinum sucrofermentans (sic) Toyosaki et al. 1996, Gluconacetobacter sucrofermentans (Toyosaki et al. 1996) Cleenwerck et al. 2010 and Komagataeibacter sucrofermentans (Toyosaki et al. 1996) Yamada et al. 2013]. ''The NamesforLife Abstracts''. 2003-01-01.</ref>


== Gambar lain ==
== Gambar lain ==
== Referensi ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Piringan akresi]]
* [[Piringan akresi]]
Baris 24: Baris 19:
* [[CGCG 049-033]]
* [[CGCG 049-033]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jet+astrofisika&oldid=28023301 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28023301 (2025-10-16T15:02:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jet+astrofisika&oldid=28023301 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28023301 (2025-10-16T15:02:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.04

Jet astrofisika adalah berkas materi kolimasi yang dikeluarkan dari beberapa objek astronomi.[1] Mereka mengalir dari sebagian besar objek padat yang berputar dan/atau menambah materi dari lingkungannya. Proses fisika plasma mengatur transfer energi antara komponen gravitasi, kinetik, termal, magnet-listrik, serta partikel, tetapi fisika plasma dalam jet kurang dipahami.[2]

Klasifikasi

Mereka terjadi di sejumlah peristiwa astrofisika, tetapi secara luas dapat dibagi menjadi dua utama:

  • Jet galaksi diyakini memiliki sumber tunggal - lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Jet ekstragalaksi terdiri dari partikel relativistik, medan magnet, dan mungkin sejumlah tambahan plasma terionisasi yang lebih dingin baik yang dikeluarkan oleh jet maupun yang dibawa olehnya keluar dari medium gas di sekitarnya. Kecepatan aliran keluar awal untuk jet ekstragalaksi mungkin bersifat relativistik, dan kecepatan aliran debu rata-rata ribuan kilometer per detik kemungkinan besar terjadi. Fluks energi yang dibawah oleh jet ekstragalaksi mungkin melebihi 1046 erg per detik, tergantung pada sifat jet tersebut.[3]
  • Jet bintang memiliki beberapa asal - mereka diproduksi oleh bintang muda yang masih dalam proses pembentukan (misalnya bintang T Tauri), di nebula planet yang menandai tahap akhir evolusi untuk bintang bermassa menengah dan rendah, dalam benda padat seperti bintang neutron dan lubang hitam bintang dalam sistem biner. Jet terdiri dari gas terionisasi yang bergerak menjauh dari bintang dengan kecepatan ratusan kilometer per detik.[4]

Meskipun pembentukan jet tidak sepenuhnya dipahami, umumnya diyakini bahwa mereka terjadi ketika medan magnet objek pusat (bintang atau lubang hitam) berinteraksi dengan medan magnet piringan akresi sekitarnya. Pengecualian untuk jet pulsar, di mana medan magnet yang bertanggung jawab untuk jet dihasilkan oleh pulsar saja (tidak ada piringan akresi). Sementara jet relativistik aksisimetrik diasumsikan terdiri dari pasangan elektron-positron relativistik. Faktor Lorentz balok adalah 6,6 (yaitu materi jet bergerak dengan kecepatan sekitar 99% dari kecepatan cahaya), dan kepadatan materi jet adalah faktor ribuan lebih kecil daripada media ambien tempat jet merambat.[5]

Sifat dan karakteristik

Di antara fenomena astrofisika yang melibatkan aliran materi berkecepatan tinggi, jet adalah yang paling tersebar luas di alam semesta. Jet astrofisika adalah fenomena spektakuler dari gas atau debu yang dikeluarkan okeh berbagai benda kosmik; mereka tampak ada dimana-mana dalam skala dari komet hingga lubang hitam.[6] Mereka ditemukan di lingkungan yang paling beragam dan menunjukkan berbagai ukuran dan kekuatan. Di satu sisi, Bima Sakti memiliki pancaran dari inti galaksi aktif (AGN) yang berukuran tersebar, hingga beberapa megaparsec, dan yang paling kuat (daya kinetik hingga $$ ergs s−1.[7] Di sisi lain, Bima Sakti memiliki jet dari objek bintang muda (YSOs) yang terletak di dalam awan molekul raksasa yang ada di galaksi, dan di galaksi lain juga. Jet YSO memiliki panjang hingga beberapa parsec dan mencapai kekuatan kinetik hingga $$ erg s-1.[8] Sementara jet AGN memiliki kecepatan relativistik dalam keadaan relativistik, supersonik, dan didominasi proton,[9] kecepatan jet YSO adalah kecepatan melarikan diri khas dari bintang dengan beberapa massa matahari, dan berjumlah beberapa ratus kilometer per detik, sesuai dalam nomor Mach dalam kisaran 10-40. Karakteristik yang mencolok dari jet adalah tingkat kolimasinya yang tinggi, khususnya jet YSO yang memiliki bukaan sudut yang bervariasi antara 0,5° hingga $5$.[10][11]

Gambar lain

Lihat pula

Referensi

  1. Jets COSMOS. astronomy.swin.edu.au.
  2. Focus on Astrophysical Jets - New Journal of Physics - IOPscience. iopscience.iop.org.
  3. David S. De Young. Astrophysical Jets. Science. 1991-04-19. Vol. 252 (5004). hlm. 389–396. doi:10.1126/science.252.5004.389.
  4. David S. De Young. Astrophysical Jets. Science. 1991-04-19. Vol. 252 (5004). hlm. 389–396. doi:10.1126/science.252.5004.389.
  5. Jets. www.mpa-garching.mpg.de.
  6. Astrophysical Jets and Beams Astrophysics. Cambridge University Press.
  7. S. S. Shabala. SIZE DEPENDENCE OF THE RADIO-LUMINOSITY-MECHANICAL-POWER CORRELATION IN RADIO GALAXIES. The Astrophysical Journal. 2013-05-14. Vol. 769 (2). hlm. 129. doi:10.1088/0004-637x/769/2/129.
  8. John Bally. When Star Birth Meets Star Death: A Shocking Encounter. The Astrophysical Journal. 2001-05-10. Vol. 552 (2). hlm. L159–L162. doi:10.1086/320337.
  9. Roger Blandford. Relativistic Jets from Active Galactic Nuclei. Annual Review of Astronomy and Astrophysics. 2019-08-18. Vol. 57 (1). hlm. 467–509. doi:10.1146/annurev-astro-081817-051948.
  10. Charles Thomas Parker. Exemplar Abstract for Mesoplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Tully et al. 1993, Tullyiplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Gupta et al. 2019, Acholeplasma seiffertii Bonnet et al. 1991 and Entomoplasma seiffertii (Bonnet et al. 1991) Gasparich and Kuo 2019. The NamesforLife Abstracts. 2003-01-01.
  11. Charles Thomas Parker. Exemplar Abstract for Acetobacter xylinus sucrofermentans corrig. Toyosaki et al. 1996, Acetobacter xylinum sucrofermentans (sic) Toyosaki et al. 1996, Gluconacetobacter sucrofermentans (Toyosaki et al. 1996) Cleenwerck et al. 2010 and Komagataeibacter sucrofermentans (Toyosaki et al. 1996) Yamada et al. 2013. The NamesforLife Abstracts. 2003-01-01.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28023301 (2025-10-16T15:02:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.