Lompat ke isi

Faktor keamanan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27474072; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 8: Baris 8:
* Nilai konstanta yang diperlukan, diwajibkan dalam peraturan, [[Standar teknis|standar]], [[spesifikasi]], kontrak, atau [[Konvensi (norma)|norma]], dengan struktur harus mencapai atau melebihi nilai tersebut. Definisi ini dapat mengacu sebagai ''faktor desain'', ''faktor keamanan desain'', atau ''faktor kemanan yang diperlukan''.
* Nilai konstanta yang diperlukan, diwajibkan dalam peraturan, [[Standar teknis|standar]], [[spesifikasi]], kontrak, atau [[Konvensi (norma)|norma]], dengan struktur harus mencapai atau melebihi nilai tersebut. Definisi ini dapat mengacu sebagai ''faktor desain'', ''faktor keamanan desain'', atau ''faktor kemanan yang diperlukan''.


Faktor keamanan terealisasi harus lebih besar dari faktor desain yang diperlukan. Akan tetapi, penggunaan istilah di antara berbagai macam industri dan kelompok ilmu rekayasa tak konsisten dan membingungkan; terdapat beberapa definisi yang digunakan. Penyebab utama ketertukaran definisi adalah perbedaan penggunaan definisi dan istilah faktor keamanan di dalam berbagai buku referensi dan badan standardisasi. [[Peraturan bangunan]], serta buku teks [[rekayasa struktur]] dan [[Teknik mesin|mesin]] sering kali mengacu "faktor keamanan" sebagai rasio kapabilitas struktur total terhadap kekuatan yang diperlukan (penggunaan definisi pertama). Sementara itu, kebanyakan buku [[kekuatan bahan]] tingkat sarjana, "faktor keamanan" digunakan untuk nilai konstanta yang ditetapkan sebagai target minimum desain (penggunaan definisi kedua).
Faktor keamanan terealisasi harus lebih besar dari faktor desain yang diperlukan. Akan tetapi, penggunaan istilah di antara berbagai macam industri dan kelompok ilmu rekayasa tak konsisten dan membingungkan; terdapat beberapa definisi yang digunakan. Penyebab utama ketertukaran definisi adalah perbedaan penggunaan definisi dan istilah faktor keamanan di dalam berbagai buku referensi dan badan standardisasi. [[Peraturan bangunan]], serta buku teks [[rekayasa struktur]] dan [[Teknik mesin|mesin]] sering kali mengacu "faktor keamanan" sebagai rasio kapabilitas struktur total terhadap kekuatan yang diperlukan<ref>Raymond Jefferson Roark. [https://www.google.co.id/books/edition/Roark_s_Formulas_for_Stress_and_Strain/nZVRAAAAMAAJ Roark's Formulas for Stress and Strain]. McGraw-Hill. 1989. ISBN 9780070725416.</ref><ref>Joseph Edward Shigley. [https://archive.org/details/standardhandbook0000unse_x4t8 Standard Handbook of Machine Design]. McGraw-Hill. 1986. hlm. [https://archive.org/details/standardhandbook0000unse_x4t8/page/2 2]-15. ISBN 0070568928.</ref><ref>Himpunan Rekayasawan Mesin Amerika Serikat. ''BTH-1: Design of Below-the-Hook Lifting Devices''. Himpunan Rekayasawan Mesin Amerika Serikat. 2005.</ref> (penggunaan definisi pertama). Sementara itu, kebanyakan buku [[kekuatan bahan]] tingkat sarjana, "faktor keamanan" digunakan untuk nilai konstanta yang ditetapkan sebagai target minimum desain<ref>Ferdinand Pierre Beer. [https://www.google.co.id/books/edition/_/d41RAAAAMAAJ Mechanics of Materials]. McGraw-Hill. 1992. ISBN 9780078373404.</ref><ref>Stephen Timoshenko. [https://www.google.co.id/books/edition/_/WPzWAQAACAAJ Strength of Materials]. Krieger. 1958. Vol. 1. ISBN 9780442085414.</ref><ref>George R. Buchanan. [https://books.google.co.id/books/about/Mechanics_of_Materials.html?id=04yJvQEACAAJ Mechanics of Materials]. Holt, Reinhart, and Watson. 1988. hlm. 55. ISBN 9780030079795.</ref> (penggunaan definisi kedua).


Berdasarkan definisi pertama, faktor keamanan dapat dirumuskan sebagai berikut.
Berdasarkan definisi pertama, faktor keamanan dapat dirumuskan sebagai berikut.
Baris 16: Baris 16:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Menurut [[Isaac Elishakoff|Elishakoff]], gagasan faktor keamanan dalam konteks rekayasa pertama kali dikenalkan pada 1729 oleh [[Bélidor, Bernard Forest de|Bernard Forest de Bélidor]] (1698-1761), seorang rekayasawan Prancis yang bekerja dalam bidang hidraulika, matematika, teknik sipil, dan teknik militer. Aspek filosofi dari faktor keamanan dijabarkan oleh Doorn dan Hansson.
Menurut [[Isaac Elishakoff|Elishakoff]],<ref>Isaac Elishakoff. [https://www.google.co.id/books/edition/Safety_Factors_and_Reliability_Friends_o/tRvoBwAAQBAJ Safety factors and reliability: friends or foes?]. Kluwer Academic Publishers. 2004. ISBN 978-1402017797.</ref><ref>Isaac Elishakoff. [https://ntrs.nasa.gov/api/citations/20020011027/downloads/20020011027.pdf Interrelation between safety factors and reliability]. ''NASA/CR-2001-211309''. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat. 2001.</ref> gagasan faktor keamanan dalam konteks rekayasa pertama kali dikenalkan pada 1729 oleh [[Bélidor, Bernard Forest de|Bernard Forest de Bélidor]] (1698-1761),<ref>Bernard Forest de Bélidor. [https://books.google.co.id/books/about/La_science_des_ingenieurs_dans_la_condui.html La science des ingénieurs, dans la conduite des travaux de fortification et d'architecture civile]. Chez Claude Jombert. 1729.</ref> seorang rekayasawan Prancis yang bekerja dalam bidang hidraulika, matematika, teknik sipil, dan teknik militer. Aspek filosofi dari faktor keamanan dijabarkan oleh Doorn dan Hansson.<ref>Neelke Doorn. ''Should probabilistic design replace safety factors?''. ''Philosophy & Technology''. 2011. Vol. 24 (2). hlm. 151-16. doi:10.1007/s13347-010-0003-6.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 26: Baris 26:
* [[Interferensi statistik]] – Ketika dua distribusi probabilitas saling tumpang tindih
* [[Interferensi statistik]] – Ketika dua distribusi probabilitas saling tumpang tindih
* [[Verifikasi dan validasi]] – Metode untuk mengecek kesesuaian terhadap persyaratan
* [[Verifikasi dan validasi]] – Metode untuk mengecek kesesuaian terhadap persyaratan
== Rujukan ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Faktor+keamanan&oldid=27474072 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27474072 (2025-06-28T14:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Faktor+keamanan&oldid=27474072 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27474072 (2025-06-28T14:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.07

Dalam ilmu rekayasa, faktor keamanan (, disingkat FoS, atau safety factor, disingkat SF), menyatakan seberapa besar suatu sistem lebih kuat dari yang diperlukan dalam menahan pembebanan yang direncanakan. Faktor keamanan sering kali dihitung menggunakan analisis mendetail karena pengetesan komprehensif tidak praktis pada banyak proyek, seperti jembatan dan bangunan, sementara kemampuan struktur menahan pembebanan mesti ditentukan berdasarkan tingkat keakuratan yang masuk akal.

Banyak sistem secara sengaja dibangun amat lebih kuat dibandingkan yang diperlukan dalam penggunaan normal untuk memperbolehkan penggunaan dalam keadaan darurat, pembebanan tak terduga, penggunaan tak tepat, atau degradasi (keandalan).

Definisi

Terdapat dua definisi faktor keamanan (FoS), yaitu:

  • Rasio kekuatan absolut struktur (kapabilitas struktur) terhadap pembebanan aktual yang diterapkan; definisi ini merupakan pengukuran keandalan dari suatu desain tertentu. Definisi ini merupakan nilai hitungan, dan sering kali mengacu, untuk alasan kejelasan, sebagai "faktor keamanan terealisasi".
  • Nilai konstanta yang diperlukan, diwajibkan dalam peraturan, standar, spesifikasi, kontrak, atau norma, dengan struktur harus mencapai atau melebihi nilai tersebut. Definisi ini dapat mengacu sebagai faktor desain, faktor keamanan desain, atau faktor kemanan yang diperlukan.

Faktor keamanan terealisasi harus lebih besar dari faktor desain yang diperlukan. Akan tetapi, penggunaan istilah di antara berbagai macam industri dan kelompok ilmu rekayasa tak konsisten dan membingungkan; terdapat beberapa definisi yang digunakan. Penyebab utama ketertukaran definisi adalah perbedaan penggunaan definisi dan istilah faktor keamanan di dalam berbagai buku referensi dan badan standardisasi. Peraturan bangunan, serta buku teks rekayasa struktur dan mesin sering kali mengacu "faktor keamanan" sebagai rasio kapabilitas struktur total terhadap kekuatan yang diperlukan[1][2][3] (penggunaan definisi pertama). Sementara itu, kebanyakan buku kekuatan bahan tingkat sarjana, "faktor keamanan" digunakan untuk nilai konstanta yang ditetapkan sebagai target minimum desain[4][5][6] (penggunaan definisi kedua).

Berdasarkan definisi pertama, faktor keamanan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Faktor keamanan=tegangan lelehtegangan kerja

Sejarah

Menurut Elishakoff,[7][8] gagasan faktor keamanan dalam konteks rekayasa pertama kali dikenalkan pada 1729 oleh Bernard Forest de Bélidor (1698-1761),[9] seorang rekayasawan Prancis yang bekerja dalam bidang hidraulika, matematika, teknik sipil, dan teknik militer. Aspek filosofi dari faktor keamanan dijabarkan oleh Doorn dan Hansson.[10]

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. Raymond Jefferson Roark. Roark's Formulas for Stress and Strain. McGraw-Hill. 1989. ISBN 9780070725416.
  2. Joseph Edward Shigley. Standard Handbook of Machine Design. McGraw-Hill. 1986. hlm. 2-15. ISBN 0070568928.
  3. Himpunan Rekayasawan Mesin Amerika Serikat. BTH-1: Design of Below-the-Hook Lifting Devices. Himpunan Rekayasawan Mesin Amerika Serikat. 2005.
  4. Ferdinand Pierre Beer. Mechanics of Materials. McGraw-Hill. 1992. ISBN 9780078373404.
  5. Stephen Timoshenko. Strength of Materials. Krieger. 1958. Vol. 1. ISBN 9780442085414.
  6. George R. Buchanan. Mechanics of Materials. Holt, Reinhart, and Watson. 1988. hlm. 55. ISBN 9780030079795.
  7. Isaac Elishakoff. Safety factors and reliability: friends or foes?. Kluwer Academic Publishers. 2004. ISBN 978-1402017797.
  8. Isaac Elishakoff. Interrelation between safety factors and reliability. NASA/CR-2001-211309. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat. 2001.
  9. Bernard Forest de Bélidor. La science des ingénieurs, dans la conduite des travaux de fortification et d'architecture civile. Chez Claude Jombert. 1729.
  10. Neelke Doorn. Should probabilistic design replace safety factors?. Philosophy & Technology. 2011. Vol. 24 (2). hlm. 151-16. doi:10.1007/s13347-010-0003-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27474072 (2025-06-28T14:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.