Lompat ke isi

Rentang pendengaran: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29217150; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Animal_hearing_frequency_range.svg|thumb|right|280px|Grafik logaritmik yang menunjukkan rentang pendengaran berbagai hewan. Multiple sources: Multiple sources:]]
'''Rentang pendengaran''' lebih sering merujuk pada rentang [[frekuensi]] [[gelombang]] yang dapat [[Pendengaran|didengar]] oleh manusia atau hewan lain, meskipun dapat juga merujuk pada [[Tekanan suara|rentang tingkatan tekanan bunyi]]. Rentang pendengaran manusia biasanya antara 20 hingga 20.000 Hz, meskipun rentang tersebut sebenarnya relatif karena cukup banyak variasi rentang pada tiap individunya, khususnya dalam kasus [[frekuensi tinggi]], yaitu ketika manusia secara bertahap kehilangan kepekaan terhadap [[gelombang bunyi]] berfrekuensi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Tiap individu juga memiliki kepekaan yang bervariasi terhadap frekuensi-frekuensi tertentu. Tes rutin untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran biasanya menggunakan audiogram, yaitu alat yang menampilkan perbedaan relatif antara ambang batas pendengaran individu dengan rentang pendengaran normal.
'''Rentang pendengaran''' lebih sering merujuk pada rentang [[frekuensi]] [[gelombang]] yang dapat [[Pendengaran|didengar]] oleh manusia atau hewan lain, meskipun dapat juga merujuk pada [[Tekanan suara|rentang tingkatan tekanan bunyi]]. Rentang pendengaran manusia biasanya antara 20 hingga 20.000 Hz, meskipun rentang tersebut sebenarnya relatif karena cukup banyak variasi rentang pada tiap individunya, khususnya dalam kasus [[frekuensi tinggi]], yaitu ketika manusia secara bertahap kehilangan kepekaan terhadap [[gelombang bunyi]] berfrekuensi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Tiap individu juga memiliki kepekaan yang bervariasi terhadap frekuensi-frekuensi tertentu. Tes rutin untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran biasanya menggunakan audiogram, yaitu alat yang menampilkan perbedaan relatif antara ambang batas pendengaran individu dengan rentang pendengaran normal.


Baris 4: Baris 6:


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Audiologi]]
* [[Audiologi]]
* [[Audiometri]]
* [[Audiometri]]
* [[Komunikasi seismik]]
* [[Komunikasi seismik]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*
*


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rentang+pendengaran&oldid=29217150 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29217150 (2026-05-12T00:51:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rentang+pendengaran&oldid=29217150 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29217150 (2026-05-12T00:51:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.19

Grafik logaritmik yang menunjukkan rentang pendengaran berbagai hewan. Multiple sources: Multiple sources:

Rentang pendengaran lebih sering merujuk pada rentang frekuensi gelombang yang dapat didengar oleh manusia atau hewan lain, meskipun dapat juga merujuk pada rentang tingkatan tekanan bunyi. Rentang pendengaran manusia biasanya antara 20 hingga 20.000 Hz, meskipun rentang tersebut sebenarnya relatif karena cukup banyak variasi rentang pada tiap individunya, khususnya dalam kasus frekuensi tinggi, yaitu ketika manusia secara bertahap kehilangan kepekaan terhadap gelombang bunyi berfrekuensi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Tiap individu juga memiliki kepekaan yang bervariasi terhadap frekuensi-frekuensi tertentu. Tes rutin untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran biasanya menggunakan audiogram, yaitu alat yang menampilkan perbedaan relatif antara ambang batas pendengaran individu dengan rentang pendengaran normal.

Beberapa spesies hewan mampu mendengar gelombang akustik yang frekuensinya jauh melampaui rentang pendengaran manusia. Beberapa lumba-lumba dan kelelawar, misalnya, dapat mendengar gelombang berfrekuensi lebih dari 100 kHz. Gajah dapat mendengar bunyi pada rentang 14–16 Hz, sementara beberapa paus dapat mendengar bunyi infrasonik serendah 7 Hz.

Lihat juga

Bacaan lebih lanjut

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29217150 (2026-05-12T00:51:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.