Lompat ke isi

Trikarbon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27031222; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Trikarbon''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] C<sub>3</sub> yang memiliki berat molekul 36.033 g.mol<sup>-1</sup>. Trikarbon juga dikenal dengan karbon trimer. Molekul C<sub>3</sub> merupakan prekursor yang terdapat dalam berbagai sistem astrofisika dan astrokimia, karena trikarbon termasuk gugus karbon kecil sebagai prekursor jelaga maupun karbon besar yang mengandung molekul [[karbon]], seperti [[aromatik]] dan [[fulerena]]. Berdasarkan kurva efisiensi fotoionisasi atau ''photoionization efficiency'' (PIE), molekul C<sub>3</sub> atau trikarbon dapat dihasilkan di laboratorium dengan menggunakan ablasi laser yang diukur dari 11.0 hingga 13.5 eV dengan vakum radiasi undulator ultraviolet.
'''Trikarbon''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] C<sub>3</sub> yang memiliki berat molekul 36.033 g.mol<sup>-1</sup>. Trikarbon juga dikenal dengan karbon trimer. Molekul C<sub>3</sub> merupakan prekursor yang terdapat dalam berbagai sistem astrofisika dan astrokimia, karena trikarbon termasuk gugus karbon kecil sebagai prekursor jelaga maupun karbon besar yang mengandung molekul [[karbon]], seperti [[aromatik]] dan [[fulerena]]. Berdasarkan kurva efisiensi fotoionisasi atau ''photoionization efficiency'' (PIE), molekul C<sub>3</sub> atau trikarbon dapat dihasilkan di laboratorium dengan menggunakan ablasi laser yang diukur dari 11.0 hingga 13.5 eV dengan vakum radiasi undulator ultraviolet.<ref>Christophe Nicolas. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja055430%2B Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.</ref>


== Kejadian alami ==
== Kejadian alami ==
Pengamatan spektroskopi pertama terhadap emisi C<sub>3</sub> dilaporkan lebih dari satu abad yang lalu ketika William Huggins menyelidiki spektrum ekor komet. Studi spektroskopi dari C<sub>3</sub> menunjukkan bahwa [[keadaan dasar]] elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear. Spektrum yang dihasilkan sama dengan spektrum penyerapan pada bintang karbon dingin dan melalui ''ν<sub>3</sub>'' pita rotasi-vibrasi pada cangkang sirkumbintang.
Pengamatan spektroskopi pertama terhadap emisi C<sub>3</sub> dilaporkan lebih dari satu abad yang lalu ketika William Huggins menyelidiki spektrum ekor komet. Studi spektroskopi dari C<sub>3</sub> menunjukkan bahwa [[keadaan dasar]] elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear. Spektrum yang dihasilkan sama dengan spektrum penyerapan pada bintang karbon dingin dan melalui ''ν<sub>3</sub>'' pita rotasi-vibrasi pada cangkang sirkumbintang.<ref>Christophe Nicolas. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja055430%2B Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.</ref>


Kejadian alami dari trikarbon yaitu molekul C<sub>3</sub> dihasilkan melalui kejadian langka ''(rare occurrence)'' atau  jarang terjadi. Ia diidentifikasi pada ruang antarbintang terutama pada ekor [[komet]] yaitu [[komet Hale-Bopp]], C/1995 O1.
Kejadian alami dari trikarbon yaitu molekul C<sub>3</sub> dihasilkan melalui kejadian langka ''(rare occurrence)'' atau  jarang terjadi. Ia diidentifikasi pada ruang antarbintang terutama pada ekor [[komet]] yaitu [[komet Hale-Bopp]], C/1995 O1.<ref>Samir F. Matar. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2667056921001097 First-principles investigations of tricarbon: From the isolated C3 molecule to a novel ultra-hard anisotropic solid]. ''Carbon Trends''. 2022-01-01. Vol. 6. hlm. 100132. doi:10.1016/j.cartre.2021.100132.</ref>


== Sifat-sifat ==
== Sifat-sifat ==
=== Sifat-sifat kimia ===
=== Sifat-sifat kimia ===
Pada trikarbon juga diidentifikasi dengan menggunakan optik dan analisis spektroskopi massa. Profesor Emeritus Philip S. Skell dari [[Pennsylvania State University]] meneliti sifat kimia dari trikarbon yang dilakukan pada tahun 1960an. Melalui penelitian tersebut, menunjukkan adanya reaksi uap karbon yang mengindikasikan pembentukannya. Uap karbon yang dihasilkan dalam ruang hampa bereaksi pada permukaan [[nitrogen cair]] yang didinginkan dengan [[olefin]] untuk menghasilkan homolog dari zat induk bis-ethanoallene. Kemudian, senyawa 1,1,1',1'-tetramethyl-bis-ethanoallene dihasilkan dengan mereaksikan trikarbon dengan [[isobutilena]]. Sifat kimia zat ini, belum diketahui sebelumnya.
Pada trikarbon juga diidentifikasi dengan menggunakan optik dan analisis spektroskopi massa. Profesor Emeritus Philip S. Skell dari [[Pennsylvania State University]] meneliti sifat kimia dari trikarbon yang dilakukan pada tahun 1960an. Melalui penelitian tersebut, menunjukkan adanya reaksi uap karbon yang mengindikasikan pembentukannya. Uap karbon yang dihasilkan dalam ruang hampa bereaksi pada permukaan [[nitrogen cair]] yang didinginkan dengan [[olefin]] untuk menghasilkan homolog dari zat induk bis-ethanoallene. Kemudian, senyawa 1,1,1',1'-tetramethyl-bis-ethanoallene dihasilkan dengan mereaksikan trikarbon dengan [[isobutilena]]. Sifat kimia zat ini, belum diketahui sebelumnya.<ref>P. S. Skell. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja00890a059 Chemical Properties of C 3 , a Dicarbene]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1963-04. Vol. 85 (7). hlm. 1023–1023. doi:10.1021/ja00890a059.</ref>


=== Sifat-sifat fisika ===
=== Sifat-sifat fisika ===
Potensi [[ionisasi]] trikarbon yaitu 11 hingga 13.5 elektronvolt, dengan geometri molekul keadaan dasar yaitu linier yang diidentifikasi melalui mode vibrasi simetris dan antisimetris yaitu regangan ''(stretching)'' dan tekuk ''(bending)'' dengan panjang ikatan ikatan 129 hingga 130 [[pikometer]] yang sesuai dengan [[alkena]].
Potensi [[ionisasi]] trikarbon yaitu 11 hingga 13.5 elektronvolt, dengan geometri molekul keadaan dasar yaitu linier yang diidentifikasi melalui mode vibrasi simetris dan antisimetris yaitu regangan ''(stretching)'' dan tekuk ''(bending)'' dengan panjang ikatan ikatan 129 hingga 130 [[pikometer]] yang sesuai dengan [[alkena]].<ref>Christophe Nicolas. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja055430%2B Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.</ref>


== Tata nama ==
== Tata nama ==
Nama IUPAC yang valid dibuat berdasarkan tata nama subtitutif dan aditif yaitu μ-karbidodikarbon dan nama sistematis 1λ<sup>2</sup>,3λ<sup>2</sup>-propadiena. Trikarbon dapat dilihat sebagai propadiena dengan empat [[atom hidrogen]] dihilangkan, atau sebagai propana dengan delapan atom hidrogen dihilangkan.
Nama IUPAC yang valid dibuat berdasarkan tata nama subtitutif dan aditif yaitu μ-karbidodikarbon dan nama sistematis 1λ<sup>2</sup>,3λ<sup>2</sup>-propadiena. Trikarbon dapat dilihat sebagai propadiena dengan empat [[atom hidrogen]] dihilangkan, atau sebagai propana dengan delapan atom hidrogen dihilangkan.<ref>P. S. Skell. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja00890a059 Chemical Properties of C 3 , a Dicarbene]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1963-04. Vol. 85 (7). hlm. 1023–1023. doi:10.1021/ja00890a059.</ref>


== Studi spektroskopi ==
== Studi spektroskopi ==
Terdapat berbagai teknik standar untuk memperkirakan panjang ikatan molekul dari data spektroskopi keadaan dasar getaran. Namun, untuk molekul C<sub>3</sub>, setiap nilai yang ditentukan secara spektroskopi ini sangat berbeda dengan nilai yang diperoleh dalam perhitungan ab initio.Studi tentang molekul C<sub>3</sub> dengan spektroskopi melaporkan hasil geometrinya bersama dengan karbon dioksida CO<sub>2</sub> mengenai linearitas. Amplitudo getaran lentur yang besar menyebabkan molekul sedikit bengkok dalam keadaan dasar dengan deviasi lebih kecil dari 180° untuk CO<sub>2</sub>.
Terdapat berbagai teknik standar untuk memperkirakan panjang ikatan molekul dari data spektroskopi keadaan dasar getaran. Namun, untuk molekul C<sub>3</sub>, setiap nilai yang ditentukan secara spektroskopi ini sangat berbeda dengan nilai yang diperoleh dalam perhitungan ab initio.Studi tentang molekul C<sub>3</sub> dengan spektroskopi melaporkan hasil geometrinya bersama dengan karbon dioksida CO<sub>2</sub> mengenai linearitas. Amplitudo getaran lentur yang besar menyebabkan molekul sedikit bengkok dalam keadaan dasar dengan deviasi lebih kecil dari 180° untuk CO<sub>2</sub>.<ref>Alexander A. Breier. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022286020306542 Improved bond length determination technique for C3 and other linear molecules with a large amplitude bending vibration]. ''Journal of Molecular Structure''. 2020-11-05. Vol. 1219. hlm. 128329. doi:10.1016/j.molstruc.2020.128329.</ref>


Studi spektroskopi dari trikarbon menunjukkan bahwa keadaan dasar elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear dengan perhitungan ab initio terbaru menemukan kesetimbangan dengan panjang ikatan C-C berada pada kisaran 1,296-1,301Å, sesuai dengan nilai terukur 1,297 Å.
Studi spektroskopi dari trikarbon menunjukkan bahwa keadaan dasar elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear dengan perhitungan ab initio terbaru menemukan kesetimbangan dengan panjang ikatan C-C berada pada kisaran 1,296-1,301Å, sesuai dengan nilai terukur 1,297 Å.<ref>Christophe Nicolas. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja055430%2B Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.</ref>


Garis rotasi-vibrasi C<sub>3</sub> telah diidentifikasi dalam spektrum sirkumbintang pada bintang karbon IRC+ 10216. Molekul ini menarik dalam kimia pada nyala api, karena ia merupakan bahan penyusun potensial butiran karbon.
Garis rotasi-vibrasi C<sub>3</sub> telah diidentifikasi dalam spektrum sirkumbintang pada bintang karbon IRC+ 10216. Molekul ini menarik dalam kimia pada nyala api, karena ia merupakan bahan penyusun potensial butiran karbon.<ref>Kenneth W. Hinkle. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.241.4871.1319 Detection of C 3 in the Circumstellar Shell of IRC+10216]. ''Science''. 1988-09-09. Vol. 241 (4871). hlm. 1319–1322. doi:10.1126/science.241.4871.1319.</ref>


== Struktur ==
== Struktur ==
Struktur trikarbon [[Senyawa alifatik|alifatik]] diputus dari cincin [[benzena]] sehingga menjadi jenuh atau hidrokarbon tak jenuh. Dengan pembelahan oksidatif, asam organik dengan berat molekul berbeda dan senyawa molekul rendah seperti sulfida organik, CO, CO<sub>2</sub>, dan H<sub>2</sub> dapat diperoleh. Hal ini merupakan produk degradasi dari [[Lignin]].
Struktur trikarbon [[Senyawa alifatik|alifatik]] diputus dari cincin [[benzena]] sehingga menjadi jenuh atau hidrokarbon tak jenuh. Dengan pembelahan oksidatif, asam organik dengan berat molekul berbeda dan senyawa molekul rendah seperti sulfida organik, CO, CO<sub>2</sub>, dan H<sub>2</sub> dapat diperoleh. Hal ini merupakan produk degradasi dari [[Lignin]].<ref>[https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128139417000047 Chapter 4 - Lignin Chemicals and Their Applications]. Elsevier. 2019-01-01. hlm. 79–134. doi:10.1016/b978-0-12-813941-7.00004-7. ISBN 978-0-12-813941-7.</ref>


Alotrop trikarbon yang dibentuk oleh kumpulan blok penyusun C<sub>3</sub> terikat secara kovalen dan bersifat logam karena delokalisasi elektronik. Mengenai struktur elektronik, jumlah elektron (VEC) pada molekul C<sub>3</sub> berjumlah 12 [[elektron]] dan tidak terdapat proposisi kristal keadaan padat untuk trikarbon. Setelah dilakukan analisis kimia kuantum terhadap molekul triatomik dan diikuti dengan dasar kimia kristal yang memungkinkan pertimbangan trikarbon secara periodik sebagai sistem kimia 3D dengan berikatan [[Ikatan kovalen|kovalen]].
Alotrop trikarbon yang dibentuk oleh kumpulan blok penyusun C<sub>3</sub> terikat secara kovalen dan bersifat logam karena delokalisasi elektronik. Mengenai struktur elektronik, jumlah elektron (VEC) pada molekul C<sub>3</sub> berjumlah 12 [[elektron]] dan tidak terdapat proposisi kristal keadaan padat untuk trikarbon. Setelah dilakukan analisis kimia kuantum terhadap molekul triatomik dan diikuti dengan dasar kimia kristal yang memungkinkan pertimbangan trikarbon secara periodik sebagai sistem kimia 3D dengan berikatan [[Ikatan kovalen|kovalen]].<ref>Samir F. Matar. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2667056921001097 First-principles investigations of tricarbon: From the isolated C3 molecule to a novel ultra-hard anisotropic solid]. ''Carbon Trends''. 2022-01-01. Vol. 6. hlm. 100132. doi:10.1016/j.cartre.2021.100132.</ref>


== Senyawa-senyawa ==
== Senyawa-senyawa ==
=== Trikarbon dioksida ===
=== Trikarbon dioksida ===
Trikarbon dioksida atau yang dikenal dengan [[karbon suboksida]] (C<sub>3</sub>O<sub>2</sub>) atau 1,2–propadiena–1,3–dion dengan struktur O=C=C=C=O memiliki berat molekul 68.032 g.mol<sup>-1</sup>. Kegunaan dari senyawa ini yaitu digunakan untuk preparasi [[malonat]] dan sebagai bahan pembantu untuk meningkatkan afinitas pewarna serat. Sifat fisikanya antara lain gas tidak berwarna, bau yang kuat dan menyengat, massa jenis gas 2,985 g/L, massa jenis cairan 1,114 g/mL pada 0°C, indeks bias 1,4538 (pada 0°C), tekanan uap 588 torr pada 0°C, mencair pada 6,8°C, membeku pada –111,3°C, menghasilkan nyala api berwarna biru.
Trikarbon dioksida atau yang dikenal dengan [[karbon suboksida]] (C<sub>3</sub>O<sub>2</sub>) atau 1,2–propadiena–1,3–dion dengan struktur O=C=C=C=O memiliki berat molekul 68.032 g.mol<sup>-1</sup>. Kegunaan dari senyawa ini yaitu digunakan untuk preparasi [[malonat]] dan sebagai bahan pembantu untuk meningkatkan afinitas pewarna serat. Sifat fisikanya antara lain gas tidak berwarna, bau yang kuat dan menyengat, massa jenis gas 2,985 g/L, massa jenis cairan 1,114 g/mL pada 0°C, indeks bias 1,4538 (pada 0°C), tekanan uap 588 torr pada 0°C, mencair pada 6,8°C, membeku pada –111,3°C, menghasilkan nyala api berwarna biru.<ref>Pradyot Patnaik. [https://fitk.iainambon.ac.id/tadrisipa/wp-content/uploads/sites/6/2020/10/HANDBOOK-OF-INORGANIC-CHMEMICAL.pdf Handbook of Inorganic Chemical]. The McGraw-Hill Companies, Inc. 2003. hlm. 191. ISBN 0-07-049439-8.</ref>


=== Trikarbon monoksida ===
=== Trikarbon monoksida ===
Trikarbon monoksida (C<sub>3</sub>O) adalah karbon rantai panjang pertama yang mengandung [[oksigen]] yang diamati di medium antarbintang. Pertama kali diidentifikasi di laboratorium melalui studi spektroskopi gelombang mikro dari produk [[pirolisis]] turunan asam Meldrum. Eksperimen selanjutnya dilakukan dengan menggunakan fumaroyl diklorida sebagai molekul prekursor untuk studi gelombang mikro terperinci yang mengarah pada penentuan struktur dan juga untuk studi inframerah menggunakan teknik isolasi matriks.
Trikarbon monoksida (C<sub>3</sub>O) adalah karbon rantai panjang pertama yang mengandung [[oksigen]] yang diamati di medium antarbintang. Pertama kali diidentifikasi di laboratorium melalui studi spektroskopi gelombang mikro dari produk [[pirolisis]] turunan asam Meldrum. Eksperimen selanjutnya dilakukan dengan menggunakan fumaroyl diklorida sebagai molekul prekursor untuk studi gelombang mikro terperinci yang mengarah pada penentuan struktur dan juga untuk studi inframerah menggunakan teknik isolasi matriks.<ref>D. McNaughton. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/002228529190301P High resolution FTIR analysis of the ν1 band of tricarbon monoxide: Production of tricarbon monoxide and chloroacetylenes by pyrolysis of fumaroyl dichloride]. ''Journal of Molecular Spectroscopy''. 1991-10-01. Vol. 149 (2). hlm. 458–473. doi:10.1016/0022-2852(91)90301-P.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trikarbon&oldid=27031222 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27031222 (2025-03-14T08:27:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trikarbon&oldid=27031222 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27031222 (2025-03-14T08:27:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.04

Trikarbon adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia C3 yang memiliki berat molekul 36.033 g.mol-1. Trikarbon juga dikenal dengan karbon trimer. Molekul C3 merupakan prekursor yang terdapat dalam berbagai sistem astrofisika dan astrokimia, karena trikarbon termasuk gugus karbon kecil sebagai prekursor jelaga maupun karbon besar yang mengandung molekul karbon, seperti aromatik dan fulerena. Berdasarkan kurva efisiensi fotoionisasi atau photoionization efficiency (PIE), molekul C3 atau trikarbon dapat dihasilkan di laboratorium dengan menggunakan ablasi laser yang diukur dari 11.0 hingga 13.5 eV dengan vakum radiasi undulator ultraviolet.[1]

Kejadian alami

Pengamatan spektroskopi pertama terhadap emisi C3 dilaporkan lebih dari satu abad yang lalu ketika William Huggins menyelidiki spektrum ekor komet. Studi spektroskopi dari C3 menunjukkan bahwa keadaan dasar elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear. Spektrum yang dihasilkan sama dengan spektrum penyerapan pada bintang karbon dingin dan melalui ν3 pita rotasi-vibrasi pada cangkang sirkumbintang.[2]

Kejadian alami dari trikarbon yaitu molekul C3 dihasilkan melalui kejadian langka (rare occurrence) atau  jarang terjadi. Ia diidentifikasi pada ruang antarbintang terutama pada ekor komet yaitu komet Hale-Bopp, C/1995 O1.[3]

Sifat-sifat

Sifat-sifat kimia

Pada trikarbon juga diidentifikasi dengan menggunakan optik dan analisis spektroskopi massa. Profesor Emeritus Philip S. Skell dari Pennsylvania State University meneliti sifat kimia dari trikarbon yang dilakukan pada tahun 1960an. Melalui penelitian tersebut, menunjukkan adanya reaksi uap karbon yang mengindikasikan pembentukannya. Uap karbon yang dihasilkan dalam ruang hampa bereaksi pada permukaan nitrogen cair yang didinginkan dengan olefin untuk menghasilkan homolog dari zat induk bis-ethanoallene. Kemudian, senyawa 1,1,1',1'-tetramethyl-bis-ethanoallene dihasilkan dengan mereaksikan trikarbon dengan isobutilena. Sifat kimia zat ini, belum diketahui sebelumnya.[4]

Sifat-sifat fisika

Potensi ionisasi trikarbon yaitu 11 hingga 13.5 elektronvolt, dengan geometri molekul keadaan dasar yaitu linier yang diidentifikasi melalui mode vibrasi simetris dan antisimetris yaitu regangan (stretching) dan tekuk (bending) dengan panjang ikatan ikatan 129 hingga 130 pikometer yang sesuai dengan alkena.[5]

Tata nama

Nama IUPAC yang valid dibuat berdasarkan tata nama subtitutif dan aditif yaitu μ-karbidodikarbon dan nama sistematis 1λ2,3λ2-propadiena. Trikarbon dapat dilihat sebagai propadiena dengan empat atom hidrogen dihilangkan, atau sebagai propana dengan delapan atom hidrogen dihilangkan.[6]

Studi spektroskopi

Terdapat berbagai teknik standar untuk memperkirakan panjang ikatan molekul dari data spektroskopi keadaan dasar getaran. Namun, untuk molekul C3, setiap nilai yang ditentukan secara spektroskopi ini sangat berbeda dengan nilai yang diperoleh dalam perhitungan ab initio.Studi tentang molekul C3 dengan spektroskopi melaporkan hasil geometrinya bersama dengan karbon dioksida CO2 mengenai linearitas. Amplitudo getaran lentur yang besar menyebabkan molekul sedikit bengkok dalam keadaan dasar dengan deviasi lebih kecil dari 180° untuk CO2.[7]

Studi spektroskopi dari trikarbon menunjukkan bahwa keadaan dasar elektroniknya menyajikan keseimbangan geometri linear dengan perhitungan ab initio terbaru menemukan kesetimbangan dengan panjang ikatan C-C berada pada kisaran 1,296-1,301Å, sesuai dengan nilai terukur 1,297 Å.[8]

Garis rotasi-vibrasi C3 telah diidentifikasi dalam spektrum sirkumbintang pada bintang karbon IRC+ 10216. Molekul ini menarik dalam kimia pada nyala api, karena ia merupakan bahan penyusun potensial butiran karbon.[9]

Struktur

Struktur trikarbon alifatik diputus dari cincin benzena sehingga menjadi jenuh atau hidrokarbon tak jenuh. Dengan pembelahan oksidatif, asam organik dengan berat molekul berbeda dan senyawa molekul rendah seperti sulfida organik, CO, CO2, dan H2 dapat diperoleh. Hal ini merupakan produk degradasi dari Lignin.[10]

Alotrop trikarbon yang dibentuk oleh kumpulan blok penyusun C3 terikat secara kovalen dan bersifat logam karena delokalisasi elektronik. Mengenai struktur elektronik, jumlah elektron (VEC) pada molekul C3 berjumlah 12 elektron dan tidak terdapat proposisi kristal keadaan padat untuk trikarbon. Setelah dilakukan analisis kimia kuantum terhadap molekul triatomik dan diikuti dengan dasar kimia kristal yang memungkinkan pertimbangan trikarbon secara periodik sebagai sistem kimia 3D dengan berikatan kovalen.[11]

Senyawa-senyawa

Trikarbon dioksida

Trikarbon dioksida atau yang dikenal dengan karbon suboksida (C3O2) atau 1,2–propadiena–1,3–dion dengan struktur O=C=C=C=O memiliki berat molekul 68.032 g.mol-1. Kegunaan dari senyawa ini yaitu digunakan untuk preparasi malonat dan sebagai bahan pembantu untuk meningkatkan afinitas pewarna serat. Sifat fisikanya antara lain gas tidak berwarna, bau yang kuat dan menyengat, massa jenis gas 2,985 g/L, massa jenis cairan 1,114 g/mL pada 0°C, indeks bias 1,4538 (pada 0°C), tekanan uap 588 torr pada 0°C, mencair pada 6,8°C, membeku pada –111,3°C, menghasilkan nyala api berwarna biru.[12]

Trikarbon monoksida

Trikarbon monoksida (C3O) adalah karbon rantai panjang pertama yang mengandung oksigen yang diamati di medium antarbintang. Pertama kali diidentifikasi di laboratorium melalui studi spektroskopi gelombang mikro dari produk pirolisis turunan asam Meldrum. Eksperimen selanjutnya dilakukan dengan menggunakan fumaroyl diklorida sebagai molekul prekursor untuk studi gelombang mikro terperinci yang mengarah pada penentuan struktur dan juga untuk studi inframerah menggunakan teknik isolasi matriks.[13]

Referensi

  1. Christophe Nicolas. Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3. Journal of the American Chemical Society. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.
  2. Christophe Nicolas. Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3. Journal of the American Chemical Society. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.
  3. Samir F. Matar. First-principles investigations of tricarbon: From the isolated C3 molecule to a novel ultra-hard anisotropic solid. Carbon Trends. 2022-01-01. Vol. 6. hlm. 100132. doi:10.1016/j.cartre.2021.100132.
  4. P. S. Skell. Chemical Properties of C 3 , a Dicarbene. Journal of the American Chemical Society. 1963-04. Vol. 85 (7). hlm. 1023–1023. doi:10.1021/ja00890a059.
  5. Christophe Nicolas. Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3. Journal of the American Chemical Society. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.
  6. P. S. Skell. Chemical Properties of C 3 , a Dicarbene. Journal of the American Chemical Society. 1963-04. Vol. 85 (7). hlm. 1023–1023. doi:10.1021/ja00890a059.
  7. Alexander A. Breier. Improved bond length determination technique for C3 and other linear molecules with a large amplitude bending vibration. Journal of Molecular Structure. 2020-11-05. Vol. 1219. hlm. 128329. doi:10.1016/j.molstruc.2020.128329.
  8. Christophe Nicolas. Vacuum Ultraviolet Photoionization of C 3. Journal of the American Chemical Society. 2006-01-01. Vol. 128 (1). hlm. 220–226. doi:10.1021/ja055430+.
  9. Kenneth W. Hinkle. Detection of C 3 in the Circumstellar Shell of IRC+10216. Science. 1988-09-09. Vol. 241 (4871). hlm. 1319–1322. doi:10.1126/science.241.4871.1319.
  10. Chapter 4 - Lignin Chemicals and Their Applications. Elsevier. 2019-01-01. hlm. 79–134. doi:10.1016/b978-0-12-813941-7.00004-7. ISBN 978-0-12-813941-7.
  11. Samir F. Matar. First-principles investigations of tricarbon: From the isolated C3 molecule to a novel ultra-hard anisotropic solid. Carbon Trends. 2022-01-01. Vol. 6. hlm. 100132. doi:10.1016/j.cartre.2021.100132.
  12. Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical. The McGraw-Hill Companies, Inc. 2003. hlm. 191. ISBN 0-07-049439-8.
  13. D. McNaughton. High resolution FTIR analysis of the ν1 band of tricarbon monoxide: Production of tricarbon monoxide and chloroacetylenes by pyrolysis of fumaroyl dichloride. Journal of Molecular Spectroscopy. 1991-10-01. Vol. 149 (2). hlm. 458–473. doi:10.1016/0022-2852(91)90301-P.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27031222 (2025-03-14T08:27:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.