Lompat ke isi

Fosfor: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27628390; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Luc_Viatour_phosphore_poudre.jpg|thumb|right|280px|Luc Viatour phosphore poudre]]
'''Fosfor''' adalah zat-zat yang menunjukkan [[Fenomena optis|fenomena]] [[luminesensi]], yaitu mengeluarkan cahaya pendar ketika terkena beberapa jenis [[energi radiasi]]. Istilah ini digunakan baik untuk zat [[Fluoresens|fluoresen]] ataupun [[Fosforesens|fosforesen]] yang berpendar oleh karena paparan sinar [[Ultraungu|ultraviolet]] atau cahaya tampak, dan zat [[katodoluminesensi|katodoluminesen]] yang berpendar ketika dihantam oleh [[Sinar katode|berkas elektron]] ([[sinar katode]]) dalam [[tabung sinar katode]].
'''Fosfor''' adalah zat-zat yang menunjukkan [[Fenomena optis|fenomena]] [[luminesensi]], yaitu mengeluarkan cahaya pendar ketika terkena beberapa jenis [[energi radiasi]]. Istilah ini digunakan baik untuk zat [[Fluoresens|fluoresen]] ataupun [[Fosforesens|fosforesen]] yang berpendar oleh karena paparan sinar [[Ultraungu|ultraviolet]] atau cahaya tampak, dan zat [[katodoluminesensi|katodoluminesen]] yang berpendar ketika dihantam oleh [[Sinar katode|berkas elektron]] ([[sinar katode]]) dalam [[tabung sinar katode]].


Baris 5: Baris 7:
Bahan fluoresen digunakan dalam aplikasi di mana fosfor tereksitasi terus menerus: [[tabung sinar katode]] (''cathode-ray tube'', CRT) dan layar tampilan video plasma, [[Fluoroskopi|layar fluoroskop]],  [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], [[Scintillation counter|sensor skintilasi]], dan [[Diode pancaran cahaya|LED]] putih, serta [[cat bercahaya]] untuk seni [[cahaya hitam]]. Fosforesen digunakan di mana cahaya persisten diperlukan, seperti tampilan jam bercahaya dalam gelap dan instrumen pesawat, dan di [[radar|layar radar]] untuk memungkinkan 'blip' target tetap terlihat saat pancaran radar berputar. Fosfor CRT distandardisasi mulai sekitar [[Perang Dunia II]] dan ditandai dengan huruf "P" diikuti dengan angka.
Bahan fluoresen digunakan dalam aplikasi di mana fosfor tereksitasi terus menerus: [[tabung sinar katode]] (''cathode-ray tube'', CRT) dan layar tampilan video plasma, [[Fluoroskopi|layar fluoroskop]],  [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], [[Scintillation counter|sensor skintilasi]], dan [[Diode pancaran cahaya|LED]] putih, serta [[cat bercahaya]] untuk seni [[cahaya hitam]]. Fosforesen digunakan di mana cahaya persisten diperlukan, seperti tampilan jam bercahaya dalam gelap dan instrumen pesawat, dan di [[radar|layar radar]] untuk memungkinkan 'blip' target tetap terlihat saat pancaran radar berputar. Fosfor CRT distandardisasi mulai sekitar [[Perang Dunia II]] dan ditandai dengan huruf "P" diikuti dengan angka.


[[Fosforus]], [[unsur kimia]] pemancar cahaya di mana fosfor mendapatkan namanya, memancarkan cahaya karena [[kemiluminesens|kemiluminesen]], bukan fosforesen.
[[Fosforus]], [[unsur kimia]] pemancar cahaya di mana fosfor mendapatkan namanya, memancarkan cahaya karena [[kemiluminesens|kemiluminesen]], bukan fosforesen.<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/shockinghistoryo0000emsl The Shocking History of Phosphorus]. Macmillan. 2000. ISBN 978-0-330-39005-7.</ref>


==Proses emisi cahaya==
==Proses emisi cahaya==
Proses skintilasi pada bahan anorganik disebabkan oleh [[struktur pita elektronik]] yang terdapat pada [[kristal]]. Partikel yang masuk dapat mengeksitasi elektron dari [[Pita valensi dan konduksi|pita valensi]] ke [[Pita valensi dan konduksi|pita konduksi]] atau [[Eksiton|pita eksiton]] (terletak tepat di bawah pita konduksi dan dipisahkan dari pita valensi oleh [[celah energi]]). Ini meninggalkan [[Lubang elektron|lubang]] terkait di belakang, di pita valensi. Kotoran menciptakan level elektronik di [[Celah pita|celah terlarang]]. Eksiton adalah [[Generasi pembawa dan rekombinasi|pasangan elektron–lubang]] terikat longgar yang berkeliaran melalui [[Kisi Bravais|kisi kristal]] sampai mereka ditangkap secara keseluruhan oleh pusat pengotor. Yang terakhir kemudian dengan cepat dideeksitasi dengan memancarkan cahaya kilau (komponen cepat). Dalam kasus [[scintillator|skintilator]], anorganik, pengotor aktivator biasanya dipilih sehingga cahaya yang dipancarkan berada dalam kisaran tampak atau [[Ultraungu#Subtipe|dekat UV]], di mana [[pengganda foto]] menjadi efektif. Lubang dan elektron tersebut ditangkap secara berurutan oleh pusat pengotor yang menarik [[Metastabilitas|keadaan metastabil]] tertentu yang tidak dapat diakses oleh eksiton. Deeksitasi tertunda dari keadaan pengotor metastabil tersebut, diperlambat oleh ketergantungan pada [[mekanisme terlarang]] probabilitas rendah, sekali lagi menghasilkan emisi cahaya (komponen lambat).
Proses skintilasi pada bahan anorganik disebabkan oleh [[struktur pita elektronik]] yang terdapat pada [[kristal]]. Partikel yang masuk dapat mengeksitasi elektron dari [[Pita valensi dan konduksi|pita valensi]] ke [[Pita valensi dan konduksi|pita konduksi]] atau [[Eksiton|pita eksiton]] (terletak tepat di bawah pita konduksi dan dipisahkan dari pita valensi oleh [[celah energi]]). Ini meninggalkan [[Lubang elektron|lubang]] terkait di belakang, di pita valensi. Kotoran menciptakan level elektronik di [[Celah pita|celah terlarang]]. Eksiton adalah [[Generasi pembawa dan rekombinasi|pasangan elektron–lubang]] terikat longgar yang berkeliaran melalui [[Kisi Bravais|kisi kristal]] sampai mereka ditangkap secara keseluruhan oleh pusat pengotor. Yang terakhir kemudian dengan cepat dideeksitasi dengan memancarkan cahaya kilau (komponen cepat). Dalam kasus [[scintillator|skintilator]], anorganik, pengotor aktivator biasanya dipilih sehingga cahaya yang dipancarkan berada dalam kisaran tampak atau [[Ultraungu#Subtipe|dekat UV]], di mana [[pengganda foto]] menjadi efektif. Lubang dan elektron tersebut ditangkap secara berurutan oleh pusat pengotor yang menarik [[Metastabilitas|keadaan metastabil]] tertentu yang tidak dapat diakses oleh eksiton. Deeksitasi tertunda dari keadaan pengotor metastabil tersebut, diperlambat oleh ketergantungan pada [[mekanisme terlarang]] probabilitas rendah, sekali lagi menghasilkan emisi cahaya (komponen lambat).


Baris 19: Baris 19:
*[[Luminofor]]
*[[Luminofor]]
*[[Fotoluminesens|Fotoluminesen]]
*[[Fotoluminesens|Fotoluminesen]]
==Referensi==


==Bibliografi==
==Bibliografi==
Baris 28: Baris 25:
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*[http://www.indiana.edu/~hightech/fpd/papers/ELDs.html sejarah tampilan elektroluminesen] .
*[http://www.indiana.edu/~hightech/fpd/papers/ELDs.html sejarah tampilan elektroluminesen] .
*[http://scienceworld.wolfram.com/physics/Fluorescence.html Fluoresen] , [http://scienceworld.wolfram.com/physics/Phosphorescence.html Fosforesen]
*[http://scienceworld.wolfram.com/physics/Fluorescence.html Fluoresen] , [http://scienceworld.wolfram.com/physics/Phosphorescence.html Fosforesen]  
*[https://web.archive.org/web/20040804180419/http://www.reprise.com/host/tektronix/reference/phosphor1.asp Karakteristik Fosfor CRT] (nomor P)
*[https://web.archive.org/web/20040804180419/http://www.reprise.com/host/tektronix/reference/phosphor1.asp Karakteristik Fosfor CRT] (nomor P)
*[https://web.archive.org/web/20050221190225/http://www.geocities.com/columbiaisa/crt_phosphors.htm Komposisi fosfor CRT]
*[https://web.archive.org/web/20050221190225/http://www.geocities.com/columbiaisa/crt_phosphors.htm Komposisi fosfor CRT]
Baris 35: Baris 32:
*[http://pt.scribd.com/doc/103757476/Inorganic-Phosphors Komposisi Fosfor Anorganik, Persiapan dan Sifat Optik, William M. Yen dan Marvin J. Weber]
*[http://pt.scribd.com/doc/103757476/Inorganic-Phosphors Komposisi Fosfor Anorganik, Persiapan dan Sifat Optik, William M. Yen dan Marvin J. Weber]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fosfor&oldid=27628390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27628390 (2025-08-02T15:09:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fosfor&oldid=27628390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27628390 (2025-08-02T15:09:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.24

Luc Viatour phosphore poudre

Fosfor adalah zat-zat yang menunjukkan fenomena luminesensi, yaitu mengeluarkan cahaya pendar ketika terkena beberapa jenis energi radiasi. Istilah ini digunakan baik untuk zat fluoresen ataupun fosforesen yang berpendar oleh karena paparan sinar ultraviolet atau cahaya tampak, dan zat katodoluminesen yang berpendar ketika dihantam oleh berkas elektron (sinar katode) dalam tabung sinar katode.

Ketika fosfor terkena radiasi, elektron orbital dalam molekulnya tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi; ketika mereka kembali ke tingkat sebelumnya, mereka memancarkan energi sebagai cahaya warna tertentu. Fosfor dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori: zat fluoresen yang memancarkan energi segera dan berhenti bersinar ketika radiasi yang mengeksitasi dimatikan, dan zat fosforesen yang memancarkan energi setelah penundaan, sehingga mereka tetap bersinar setelah radiasi dimatikan, meluruh dalam kecerahan selama periode milidetik hingga hari.

Bahan fluoresen digunakan dalam aplikasi di mana fosfor tereksitasi terus menerus: tabung sinar katode (cathode-ray tube, CRT) dan layar tampilan video plasma, layar fluoroskop, lampu fluoresen, sensor skintilasi, dan LED putih, serta cat bercahaya untuk seni cahaya hitam. Fosforesen digunakan di mana cahaya persisten diperlukan, seperti tampilan jam bercahaya dalam gelap dan instrumen pesawat, dan di layar radar untuk memungkinkan 'blip' target tetap terlihat saat pancaran radar berputar. Fosfor CRT distandardisasi mulai sekitar Perang Dunia II dan ditandai dengan huruf "P" diikuti dengan angka.

Fosforus, unsur kimia pemancar cahaya di mana fosfor mendapatkan namanya, memancarkan cahaya karena kemiluminesen, bukan fosforesen.[1]

Proses emisi cahaya

Proses skintilasi pada bahan anorganik disebabkan oleh struktur pita elektronik yang terdapat pada kristal. Partikel yang masuk dapat mengeksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi atau pita eksiton (terletak tepat di bawah pita konduksi dan dipisahkan dari pita valensi oleh celah energi). Ini meninggalkan lubang terkait di belakang, di pita valensi. Kotoran menciptakan level elektronik di celah terlarang. Eksiton adalah pasangan elektron–lubang terikat longgar yang berkeliaran melalui kisi kristal sampai mereka ditangkap secara keseluruhan oleh pusat pengotor. Yang terakhir kemudian dengan cepat dideeksitasi dengan memancarkan cahaya kilau (komponen cepat). Dalam kasus skintilator, anorganik, pengotor aktivator biasanya dipilih sehingga cahaya yang dipancarkan berada dalam kisaran tampak atau dekat UV, di mana pengganda foto menjadi efektif. Lubang dan elektron tersebut ditangkap secara berurutan oleh pusat pengotor yang menarik keadaan metastabil tertentu yang tidak dapat diakses oleh eksiton. Deeksitasi tertunda dari keadaan pengotor metastabil tersebut, diperlambat oleh ketergantungan pada mekanisme terlarang probabilitas rendah, sekali lagi menghasilkan emisi cahaya (komponen lambat).

Fosfor sering merupakan senyawa logam transisi atau senyawa tanah jarang dari berbagai jenis. Dalam fosfor anorganik, ketidakhomogenan dalam struktur kristal ini biasanya dibuat dengan penambahan sejumlah kecil dopan, pengotor yang disebut dengan aktivator. (Dalam kasus yang jarang terjadi, dislokasi atau cacat kristal lainnya dapat memainkan peran pengotor.) Panjang gelombang yang dipancarkan oleh pusat emisi bergantung pada atom itu sendiri dan pada struktur kristal di sekitarnya.

Lihat pula

Bibliografi

Pranala luar

Referensi

  1. Emsley, John. The Shocking History of Phosphorus. Macmillan. 2000. ISBN 978-0-330-39005-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27628390 (2025-08-02T15:09:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.