Lompat ke isi

Hambatan suara: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29339240; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:FA-18_Hornet_breaking_sound_barrier_(7_July_1999).jpg|thumb|right|280px|FA-18 Hornet breaking sound barrier (7 July 1999)]]
Dalam [[aerodinamika]], '''hambatan suara''' adalah hambatan yang dialami oleh benda besar untuk bergerak melewati kecepatan suara. Istilah ini mulai digunakan sejak [[Perang Dunia II]] ketika beberapa pesawat mengalami efek [[penyusutan]](kompresibilitas), dan mulai diatasi pada [[1950-an]] ketika pesawat mulai memecahkan hambatan tersebut. Pesawat pertama yang berhasil terbang dalam kecepatan supersonik diterbangkan oleh [[Charles Elwood Yeager]].
Dalam [[aerodinamika]], '''hambatan suara''' adalah hambatan yang dialami oleh benda besar untuk bergerak melewati kecepatan suara. Istilah ini mulai digunakan sejak [[Perang Dunia II]] ketika beberapa pesawat mengalami efek [[penyusutan]](kompresibilitas), dan mulai diatasi pada [[1950-an]] ketika pesawat mulai memecahkan hambatan tersebut. Pesawat pertama yang berhasil terbang dalam kecepatan supersonik diterbangkan oleh [[Charles Elwood Yeager]].


Baris 8: Baris 10:


Penemuan penting dalam mencapai kecepatan [[supersonik]] datang dari penelitian [[artileri]]. Dimulai oleh [[Ernst Mach]] pada [[abad ke-19]], ilmuwan menyadari bahwa setelah titik gesek tidak bertambah lagi, dan akan jatuh kembali.
Penemuan penting dalam mencapai kecepatan [[supersonik]] datang dari penelitian [[artileri]]. Dimulai oleh [[Ernst Mach]] pada [[abad ke-19]], ilmuwan menyadari bahwa setelah titik gesek tidak bertambah lagi, dan akan jatuh kembali.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Sonic boom]]
* [[Sonic boom]]
* [[angka Mach]]
* [[angka Mach]]
Baris 21: Baris 21:
* "[http://www.bakerlite.co.uk/fred_tesgo_mq.wmv] " a video of a concorde reaching mach 1 at intersection TESGO taken from below.
* "[http://www.bakerlite.co.uk/fred_tesgo_mq.wmv] " a video of a concorde reaching mach 1 at intersection TESGO taken from below.


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hambatan+suara&oldid=29339240 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29339240 (2026-06-12T21:06:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hambatan+suara&oldid=29339240 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29339240 (2026-06-12T21:06:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.25

FA-18 Hornet breaking sound barrier (7 July 1999)

Dalam aerodinamika, hambatan suara adalah hambatan yang dialami oleh benda besar untuk bergerak melewati kecepatan suara. Istilah ini mulai digunakan sejak Perang Dunia II ketika beberapa pesawat mengalami efek penyusutan(kompresibilitas), dan mulai diatasi pada 1950-an ketika pesawat mulai memecahkan hambatan tersebut. Pesawat pertama yang berhasil terbang dalam kecepatan supersonik diterbangkan oleh Charles Elwood Yeager.

Ketika pesawat mulai mendekati kecepatan suara, cara udara mengalir di sekitar permukaannya berubah dan ia menjadi sebuah fluid yang menyusut.

Pada awalnya sifat alam dari gesekan gelombang ini tidak dimengerti dengan baik. Tampaknya dia berkembang secara eksponen. Karena hambatan yang besar, diperlukan propulsi yang kuat untuk terbang pada kecepatan supersonik ini. Sejak ditemukannya mesin jet pada akhir perang dunia II dan konsep sayap yang mengarah ke belakang (sweepback) maka dimulailah era penerbangan supersonik. Pada mulanya pesawat pertama itu tidak tinggal landas sendiri tetapi diluncurkan dari bomber karena memang propulsi waktu itu belum efisien.

Propeller sebegai propulsi tidak cocok untuk menggerakkan pesawat yang disebabkan munculnya gelombang kejut pada ujung bilah propeller tersebut jauh lebih awal (pada kecepatan pesawat yang rendah) daripada munculnya gelombang kejut pada pesawatnya sendiri.

Penemuan penting dalam mencapai kecepatan supersonik datang dari penelitian artileri. Dimulai oleh Ernst Mach pada abad ke-19, ilmuwan menyadari bahwa setelah titik gesek tidak bertambah lagi, dan akan jatuh kembali.

Lihat pula

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29339240 (2026-06-12T21:06:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.