Lompat ke isi

Skala intensitas seismik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27472491; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Guncangan tanah ==
== Guncangan tanah ==
Guncangan tanah dapat disebabkan oleh berbagai cara ([[tremor]] vulkanik, longsor salju, ledakan besar, dll.), tetapi guncangan dengan intensitas yang cukup untuk menimbulkan kerusakan biasanya disebabkan oleh pecahnya kerak Bumi yang dikenal sebagai peristiwa [[gempa bumi]]. Intensitas guncangan bergantung pada beberapa faktor:
Guncangan tanah dapat disebabkan oleh berbagai cara ([[tremor]] vulkanik, longsor salju, ledakan besar, dll.), tetapi guncangan dengan intensitas yang cukup untuk menimbulkan kerusakan biasanya disebabkan oleh pecahnya kerak Bumi yang dikenal sebagai peristiwa [[gempa bumi]]. Intensitas guncangan bergantung pada beberapa faktor:  
* "Besar" atau kekuatan sumber kejadian, seperti yang diukur oleh berbagai macam [[skala magnitudo seismik]].
* "Besar" atau kekuatan sumber kejadian, seperti yang diukur oleh berbagai macam [[skala magnitudo seismik]].
* Jenis [[gelombang seismik]] yang dihasilkan beserta orientasinya.
* Jenis [[gelombang seismik]] yang dihasilkan beserta orientasinya.
Baris 11: Baris 11:
* [[Respons seismik tapak|Respons tapak]] akibat geologi setempat. Respons tapak secara khusus pada beberapa kondisi, seperti sedimen tak terkonsolidasi pada cekungan, dapat mengamplifikasi gerak tanah hingga sepuluh kali lipat.
* [[Respons seismik tapak|Respons tapak]] akibat geologi setempat. Respons tapak secara khusus pada beberapa kondisi, seperti sedimen tak terkonsolidasi pada cekungan, dapat mengamplifikasi gerak tanah hingga sepuluh kali lipat.


Ketika gempa bumi tak tercatat pada seismograf, [[peta isoseismal]], peta yang menunjukkan intensitas guncangan yang terasa di wilayah berbeda, dapat digunakan untuk mengestimasi lokasi dan magnitudo gempa.<ref>.</ref> Peta tersebut juga berguna untuk memperkirakan intensitas guncangan, lebih lanjut kemungkinan tingkat kerusakan, yang diekspektasikan terjadi pada gempa bumi di masa mendatang dengan magnitudo serupa. Di [[Jepang]], informasi semacam ini digunakan ketika gempa bumi terjadi untuk mengantisipasi tingkat keparahan kerusakan yang diekspektasikan pada wilayah berbeda.<ref>.</ref>


Ketika gempa bumi tak tercatat pada seismograf, [[peta isoseismal]], peta yang menunjukkan intensitas guncangan yang terasa di wilayah berbeda, dapat digunakan untuk mengestimasi lokasi dan magnitudo gempa. Peta tersebut juga berguna untuk memperkirakan intensitas guncangan, lebih lanjut kemungkinan tingkat kerusakan, yang diekspektasikan terjadi pada gempa bumi di masa mendatang dengan magnitudo serupa. Di [[Jepang]], informasi semacam ini digunakan ketika gempa bumi terjadi untuk mengantisipasi tingkat keparahan kerusakan yang diekspektasikan pada wilayah berbeda.
Intensitas guncangan tanah lokal bergantung pada beberapa faktor di samping magnitudo dari gempa bumi,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala+intensitas+seismik&oldid=27472491 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> salah satu yang paling penting adalah kondisi tanah. Misalnya, ketebalan lapisan tanah lunak (seperti tanah timbunan) dapat mengamplifikasi gelombang seismik, sering kali pada jarak yang jauh dari sumber gempa, sementara cekungan sedimen sering kali beresonansi yang dapat meningkatkan durasi guncangan. Hal inilah yang menyebabkan distrik Marina di [[San Fransisco]] pada [[gempa bumi Loma Prieta 1989]] menjadi satu dari wilayah yang paling terdampak kerusakan walaupun jaraknya hampir 100&nbsp;km dari episenter.<ref>.</ref> Struktur geologi juga berpengaruh signifikan, seperti ketika gelombang seismik melalui bawah ujung selatan Teluk San Francisco yang terpantulkan oleh dasar kerak Bumi ke arah San Francisco dan Oakland. Efek serupa menyalurkan gelombang seismik di antara sesar utama lainnya di wilayah tersebut.<ref>.</ref>
 
Intensitas guncangan tanah lokal bergantung pada beberapa faktor di samping magnitudo dari gempa bumi, salah satu yang paling penting adalah kondisi tanah. Misalnya, ketebalan lapisan tanah lunak (seperti tanah timbunan) dapat mengamplifikasi gelombang seismik, sering kali pada jarak yang jauh dari sumber gempa, sementara cekungan sedimen sering kali beresonansi yang dapat meningkatkan durasi guncangan. Hal inilah yang menyebabkan distrik Marina di [[San Fransisco]] pada [[gempa bumi Loma Prieta 1989]] menjadi satu dari wilayah yang paling terdampak kerusakan walaupun jaraknya hampir 100&nbsp;km dari episenter. Struktur geologi juga berpengaruh signifikan, seperti ketika gelombang seismik melalui bawah ujung selatan Teluk San Francisco yang terpantulkan oleh dasar kerak Bumi ke arah San Francisco dan Oakland. Efek serupa menyalurkan gelombang seismik di antara sesar utama lainnya di wilayah tersebut.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Klasifikasi sederhana pertama dari intensitas gempa bumi dirancang oleh Domenico Pignataro pada tahun 1780-an. Skala intensitas pertama yang dikenal dalam arti kata modern disusun oleh P.N.G. Egen pada 1828. Sementara itu, pemetaan intensitas gempa bumi modern pertama dibuat oleh [[Robert Mallet]], rekayasawan berkebangsaan Irlandia yang dikirim Kolese Imperial, London, untuk meneliti [[Gempa bumi Basilicata 1857|gempa bumi Basilicata Desember 1857]], juga dikenal sebagai Gempa Bumi Besar Neapolitan 1857. Skala intensitas pertama yang dipakai secara luas, ''[[skala Rossi–Forel]]'', dikenalkan pada akhir abad ke-19 dengan skala 10 tingkat. Pada 1902, [[seismolog]] berkebangsaan [[Italia]], [[Giuseppe Mercalli]], membuat Skala Mercalli yang berisi skala 12 tingkat. Perbaikan sangat signifikan dicapai, terutama oleh [[Charles Francis Richter]] pada tahun 1950-an, ketika ditemukan korelasi antara intensitas dan [[percepatan tanah puncak]] serta dibentuk definisi kekuatan bangunan dan pembagian jenis bangunan. Selanjutnya, evaluasi intensitas seismik didasarkan pada tingkat kerusakan pada jenis struktur yang ditentukan. Hal tersebut memberikan unsur kuantitatif pada Skala Mercalli, sebagaimana yang diikuti oleh skala MSK-64 Eropa, yang merepresentasikan kerentanan jenis bangunan. Semenjak itu, skala ini disebut [[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|skala intensitas Mercalli Termodifikasi]] (MMS) dan evaluasi intensitas seismik menjadi lebih andal.
Klasifikasi sederhana pertama dari intensitas gempa bumi dirancang oleh Domenico Pignataro pada tahun 1780-an.<ref>.</ref> Skala intensitas pertama yang dikenal dalam arti kata modern disusun oleh P.N.G. Egen pada 1828. Sementara itu, pemetaan intensitas gempa bumi modern pertama dibuat oleh [[Robert Mallet]], rekayasawan berkebangsaan Irlandia yang dikirim Kolese Imperial, London, untuk meneliti [[Gempa bumi Basilicata 1857|gempa bumi Basilicata Desember 1857]], juga dikenal sebagai Gempa Bumi Besar Neapolitan 1857.<ref>.</ref> Skala intensitas pertama yang dipakai secara luas, ''[[skala Rossi–Forel]]'', dikenalkan pada akhir abad ke-19 dengan skala 10 tingkat.<ref>.</ref> Pada 1902, [[seismolog]] berkebangsaan [[Italia]], [[Giuseppe Mercalli]], membuat Skala Mercalli yang berisi skala 12 tingkat. Perbaikan sangat signifikan dicapai, terutama oleh [[Charles Francis Richter]] pada tahun 1950-an, ketika ditemukan korelasi antara intensitas dan [[percepatan tanah puncak]]<ref>\log a = \frac{I}{3}-0.5 dengan a adalah PGA pada tapak yang ditentukan dengan satuan cm/sec 2 dan I adalah nilai intensitas pada tapak tersebut. Lihat: .</ref> serta dibentuk definisi kekuatan bangunan dan pembagian jenis bangunan. Selanjutnya, evaluasi intensitas seismik didasarkan pada tingkat kerusakan pada jenis struktur yang ditentukan. Hal tersebut memberikan unsur kuantitatif pada Skala Mercalli, sebagaimana yang diikuti oleh skala MSK-64 Eropa, yang merepresentasikan kerentanan jenis bangunan.<ref>.</ref> Semenjak itu, skala ini disebut [[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|skala intensitas Mercalli Termodifikasi]] (MMS) dan evaluasi intensitas seismik menjadi lebih andal.<ref>.</ref>


Sebagai tambahan, banyak skala intensitas telah dikembangkan dan digunakan pada bagian dunia lain:
Sebagai tambahan, banyak skala intensitas telah dikembangkan dan digunakan pada bagian dunia lain:


{| class="wikitable sortable" style="clear: right;"
|-
! Negara/Wilayah
! Skala intensitas seismik yang digunakan
|-
|  || [[Skala intensitas seismik Tiongkok|Skala Liedu]] (GB/T 17742–1999)
|-
| || [[Skala makroseismik Eropa]] (EMS-98)<ref>[http://www.gfz-potsdam.de/portal/gfz/Struktur/Departments/Department+2/sec26/projects/04_seismic_vulnerability_scales_risk/EMS-98/EMS-98_language_versions The European Macroseismic Scale EMS-98]. Centre Européen de Géodynamique et de Séismologie (ECGS).</ref>
|-
|  || [[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|Skala Mercalli termodifikasi]] (MM)<ref>[http://www.weather.gov.hk/gts/equake/mag_and_int_e.htm Magnitude and Intensity of an Earthquake]. Observatorium Hong Kong.</ref>
|-
|  || [[Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik]]
|-
|  || [[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|Skala Mercalli termodifikasi]] (MM)<ref>[https://www.bmkg.go.id/gempabumi/skala-mmi.bmkg Skala MMI (Modified Mercalli Intensity)]. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.</ref>
|-
|  || [[Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik]] (MSK-64)
|-
|  || [[Skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang|Skala intensitas seismik JMA]]
|-
|  || [[Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik]] (MSK-64)
|-
|  || [[Skala intensitas gempa bumi PHIVOLCS]] (PEIS)
|-
|  || [[Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik]] (MSK-64)
|-
|  || [[Skala intensitas seismik Biro Pusat Cuaca Taiwan]]<ref>[https://www.cwb.gov.tw/V7e/earthquake/quake_preparedness.htm Earthquake Preparedness and Response]. Biro Pusat Cuaca Taiwan.</ref>
|-
|  || [[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|Skala Mercalli termodifikasi]] (MM)<ref>[http://pubs.usgs.gov/gip/earthq4/severitygip.html The Severity of an Earthquake]. Survei Geologi Amerika Serikat.</ref>
|-
|}


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 29: Baris 58:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Sumber ==
== Sumber ==
* .
* .


Baris 48: Baris 74:


* .
* .


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://earthquake.usgs.gov/data/shakemap/ Peta guncangan USGS] - Menyediakan peta hampir waktu nyata dari gerak tanah dan intensitas guncangan pada gempa bumi signifikan.
* [https://earthquake.usgs.gov/data/shakemap/ Peta guncangan USGS] - Menyediakan peta hampir waktu nyata dari gerak tanah dan intensitas guncangan pada gempa bumi signifikan.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala+intensitas+seismik&oldid=27472491 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27472491 (2025-06-28T08:20:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala+intensitas+seismik&oldid=27472491 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27472491 (2025-06-28T08:20:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 17.59

Skala intensitas seismik adalah skala yang digunakan dalam mengkategorikan intensitas atau keparahan guncangan tanah (gempa) pada suatu lokasi, seperti yang dihasilkan dari gempa bumi. Skala ini dibedakan dari skala magnitudo seismik yang mengukur magnitudo atau kekuatan keseluruhan gempa bumi yang mungkin dapat, atau mungkin tidak dapat, menyebabkan guncangan yang dirasakan.

Skala intensitas didasarkan pada efek guncangan yang terobservasi, seperti cakupan orang atau hewan yang menyadari guncangan serta tingkat dan keparahan dampak yang ditimbulkan pada berbagai struktur dan objek alam berbeda. Maksimal intensitas yang terobservasi, dan cakupan luasan yang merasakan guncangan (lihat peta isoseismal), dapat digunakan dalam mengestimasi lokasi dan magnitudo sumber gempa bumi; skala ini terutama berguna pada gempa bumi historis ketika belum adanya perekaman menggunakan alat.

Guncangan tanah

Guncangan tanah dapat disebabkan oleh berbagai cara (tremor vulkanik, longsor salju, ledakan besar, dll.), tetapi guncangan dengan intensitas yang cukup untuk menimbulkan kerusakan biasanya disebabkan oleh pecahnya kerak Bumi yang dikenal sebagai peristiwa gempa bumi. Intensitas guncangan bergantung pada beberapa faktor:

  • "Besar" atau kekuatan sumber kejadian, seperti yang diukur oleh berbagai macam skala magnitudo seismik.
  • Jenis gelombang seismik yang dihasilkan beserta orientasinya.
  • Kedalaman kejadian guncangan.
  • Jarak dari sumber kejadian.
  • Respons tapak akibat geologi setempat. Respons tapak secara khusus pada beberapa kondisi, seperti sedimen tak terkonsolidasi pada cekungan, dapat mengamplifikasi gerak tanah hingga sepuluh kali lipat.

Ketika gempa bumi tak tercatat pada seismograf, peta isoseismal, peta yang menunjukkan intensitas guncangan yang terasa di wilayah berbeda, dapat digunakan untuk mengestimasi lokasi dan magnitudo gempa.[1] Peta tersebut juga berguna untuk memperkirakan intensitas guncangan, lebih lanjut kemungkinan tingkat kerusakan, yang diekspektasikan terjadi pada gempa bumi di masa mendatang dengan magnitudo serupa. Di Jepang, informasi semacam ini digunakan ketika gempa bumi terjadi untuk mengantisipasi tingkat keparahan kerusakan yang diekspektasikan pada wilayah berbeda.[2]

Intensitas guncangan tanah lokal bergantung pada beberapa faktor di samping magnitudo dari gempa bumi,[3] salah satu yang paling penting adalah kondisi tanah. Misalnya, ketebalan lapisan tanah lunak (seperti tanah timbunan) dapat mengamplifikasi gelombang seismik, sering kali pada jarak yang jauh dari sumber gempa, sementara cekungan sedimen sering kali beresonansi yang dapat meningkatkan durasi guncangan. Hal inilah yang menyebabkan distrik Marina di San Fransisco pada gempa bumi Loma Prieta 1989 menjadi satu dari wilayah yang paling terdampak kerusakan walaupun jaraknya hampir 100 km dari episenter.[4] Struktur geologi juga berpengaruh signifikan, seperti ketika gelombang seismik melalui bawah ujung selatan Teluk San Francisco yang terpantulkan oleh dasar kerak Bumi ke arah San Francisco dan Oakland. Efek serupa menyalurkan gelombang seismik di antara sesar utama lainnya di wilayah tersebut.[5]

Sejarah

Klasifikasi sederhana pertama dari intensitas gempa bumi dirancang oleh Domenico Pignataro pada tahun 1780-an.[6] Skala intensitas pertama yang dikenal dalam arti kata modern disusun oleh P.N.G. Egen pada 1828. Sementara itu, pemetaan intensitas gempa bumi modern pertama dibuat oleh Robert Mallet, rekayasawan berkebangsaan Irlandia yang dikirim Kolese Imperial, London, untuk meneliti gempa bumi Basilicata Desember 1857, juga dikenal sebagai Gempa Bumi Besar Neapolitan 1857.[7] Skala intensitas pertama yang dipakai secara luas, skala Rossi–Forel, dikenalkan pada akhir abad ke-19 dengan skala 10 tingkat.[8] Pada 1902, seismolog berkebangsaan Italia, Giuseppe Mercalli, membuat Skala Mercalli yang berisi skala 12 tingkat. Perbaikan sangat signifikan dicapai, terutama oleh Charles Francis Richter pada tahun 1950-an, ketika ditemukan korelasi antara intensitas dan percepatan tanah puncak[9] serta dibentuk definisi kekuatan bangunan dan pembagian jenis bangunan. Selanjutnya, evaluasi intensitas seismik didasarkan pada tingkat kerusakan pada jenis struktur yang ditentukan. Hal tersebut memberikan unsur kuantitatif pada Skala Mercalli, sebagaimana yang diikuti oleh skala MSK-64 Eropa, yang merepresentasikan kerentanan jenis bangunan.[10] Semenjak itu, skala ini disebut skala intensitas Mercalli Termodifikasi (MMS) dan evaluasi intensitas seismik menjadi lebih andal.[11]

Sebagai tambahan, banyak skala intensitas telah dikembangkan dan digunakan pada bagian dunia lain:

Negara/Wilayah Skala intensitas seismik yang digunakan
Skala Liedu (GB/T 17742–1999)
Skala makroseismik Eropa (EMS-98)[12]
Skala Mercalli termodifikasi (MM)[13]
Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik
Skala Mercalli termodifikasi (MM)[14]
Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik (MSK-64)
Skala intensitas seismik JMA
Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik (MSK-64)
Skala intensitas gempa bumi PHIVOLCS (PEIS)
Skala Medvedev–Sponheuer–Karnik (MSK-64)
Skala intensitas seismik Biro Pusat Cuaca Taiwan[15]
Skala Mercalli termodifikasi (MM)[16]

Lihat pula

Catatan

Sumber

  • .
  • .
  • .
  • .
  • .
  • .
  • .

Pranala luar

  • Peta guncangan USGS - Menyediakan peta hampir waktu nyata dari gerak tanah dan intensitas guncangan pada gempa bumi signifikan.

Referensi

  1. .
  2. .
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. .
  5. .
  6. .
  7. .
  8. .
  9. \log a = \frac{I}{3}-0.5 dengan a adalah PGA pada tapak yang ditentukan dengan satuan cm/sec 2 dan I adalah nilai intensitas pada tapak tersebut. Lihat: .
  10. .
  11. .
  12. The European Macroseismic Scale EMS-98. Centre Européen de Géodynamique et de Séismologie (ECGS).
  13. Magnitude and Intensity of an Earthquake. Observatorium Hong Kong.
  14. Skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
  15. Earthquake Preparedness and Response. Biro Pusat Cuaca Taiwan.
  16. The Severity of an Earthquake. Survei Geologi Amerika Serikat.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27472491 (2025-06-28T08:20:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.