Lompat ke isi

Pergeseran benua: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24893555; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pergeseran benua''' ([[bahasa Inggris]]: ''continental drift'') adalah hipotesis dari gagasan bahwa [[Benua|benua-benua]] di [[Bumi]] berpindah, terlihat seperti "bergeser" di dasar laut. Meski telah dikemukakan sejak abad ke-16, hipotesis ini baru disampaikan secara [[Metode ilmiah|ilmiah]] oleh [[Alfred L. Wegener]] dalam buku berjudul ''The Origin of Continent and Oceans'' (1912). Isinya, benua tersusun dari [[batuan]] [[silika alumina|sial]] yang terapung pada batuan [[silika magnesia|sima]] yang lebih besar berat jenisnya. Pergerakan benua itu menuju [[khatulistiwa]] dan juga ke arah barat.
[[File:Antonio_Snider-Pellegrini_Opening_of_the_Atlantic.jpg|thumb|right|280px|Antonio Snider-Pellegrini Opening of the Atlantic]]
 
'''Pergeseran benua''' ([[bahasa Inggris]]: ''continental drift'') adalah hipotesis dari gagasan bahwa [[Benua|benua-benua]] di [[Bumi]] berpindah, terlihat seperti "bergeser" di dasar laut. Meski telah dikemukakan sejak abad ke-16, hipotesis ini baru disampaikan secara [[Metode ilmiah|ilmiah]] oleh [[Alfred L. Wegener]] dalam buku berjudul ''The Origin of Continent and Oceans'' (1912).<ref>U.S. Geological Survey. [https://pubs.usgs.gov/publications/text/historical.html Historical perspective]. ''pubs.usgs.gov''.</ref> Isinya, benua tersusun dari [[batuan]] [[silika alumina|sial]] yang terapung pada batuan [[silika magnesia|sima]] yang lebih besar berat jenisnya. Pergerakan benua itu menuju [[khatulistiwa]] dan juga ke arah barat.


Wegener mendapati bahwa timur [[Amerika Selatan]] cocok jika dihubungkan dengan barat [[Afrika]], memberi petunjuk bahwa semua benua dahulu pernah bersatu. Wegener mencari bebatuan dan fosil di dua sisi benua yang berbatasan dengan [[Samudra Atlantik]] untuk membuktikan hipotesisnya. Dia berhasil menemukan bukti-bukti tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan mekanisme pergerakan benua dan gagasannya ditentang oleh organisasi seperti American Petroleum Society. Hipotesisnya tidak diacuhkan hingga kematiannya pada 1930.
Wegener mendapati bahwa timur [[Amerika Selatan]] cocok jika dihubungkan dengan barat [[Afrika]], memberi petunjuk bahwa semua benua dahulu pernah bersatu. Wegener mencari bebatuan dan fosil di dua sisi benua yang berbatasan dengan [[Samudra Atlantik]] untuk membuktikan hipotesisnya. Dia berhasil menemukan bukti-bukti tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan mekanisme pergerakan benua dan gagasannya ditentang oleh organisasi seperti American Petroleum Society. Hipotesisnya tidak diacuhkan hingga kematiannya pada 1930.
Baris 10: Baris 12:


== Pembuktian ==
== Pembuktian ==
[[Jack Oliver]] disebut-sebut sebagai ilmuwan yang membuktikan pergerakan benua melalui pembuktian [[Seismologi|seismolog]] dalam tulisannya "Seismology and the New Global Tectonics" pada 1968.
[[Jack Oliver]] disebut-sebut sebagai ilmuwan yang membuktikan pergerakan benua melalui pembuktian [[Seismologi|seismolog]] dalam tulisannya "Seismology and the New Global Tectonics" pada 1968.<ref>Kenneth Chang. [https://www.nytimes.com/2011/01/12/science/earth/12oliver.html Jack Oliver, Who Proved Continental Drift, Dies at 87 (Published 2011)]. ''The New York Times''. 2011-01-12.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pergeseran+benua&oldid=24893555 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24893555 (2023-12-01T15:00:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pergeseran+benua&oldid=24893555 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24893555 (2023-12-01T15:00:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.03

Berkas:Antonio Snider-Pellegrini Opening of the Atlantic.jpg
Antonio Snider-Pellegrini Opening of the Atlantic

Pergeseran benua (bahasa Inggris: continental drift) adalah hipotesis dari gagasan bahwa benua-benua di Bumi berpindah, terlihat seperti "bergeser" di dasar laut. Meski telah dikemukakan sejak abad ke-16, hipotesis ini baru disampaikan secara ilmiah oleh Alfred L. Wegener dalam buku berjudul The Origin of Continent and Oceans (1912).[1] Isinya, benua tersusun dari batuan sial yang terapung pada batuan sima yang lebih besar berat jenisnya. Pergerakan benua itu menuju khatulistiwa dan juga ke arah barat.

Wegener mendapati bahwa timur Amerika Selatan cocok jika dihubungkan dengan barat Afrika, memberi petunjuk bahwa semua benua dahulu pernah bersatu. Wegener mencari bebatuan dan fosil di dua sisi benua yang berbatasan dengan Samudra Atlantik untuk membuktikan hipotesisnya. Dia berhasil menemukan bukti-bukti tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan mekanisme pergerakan benua dan gagasannya ditentang oleh organisasi seperti American Petroleum Society. Hipotesisnya tidak diacuhkan hingga kematiannya pada 1930.

Hipotesis utamanya adalah di bumi pernah ada satu benua raksasa yang disebut Pangaea (artinya "semua daratan") yang dikelilingi oleh Panthalassa ("semua lautan"). Selanjutnya, 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil yang kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini.

Beberapa ilmuwan dapat menerima konsep ini namun sebagian besar lainnya tidak dapat membayangkan bagaimana satu massa benua yang besar dapat mengapung di atas bumi yang padat dan mengapa ini terjadi. Pemahaman para ilmuwan pengkritik adalah bahwa gaya yang bekerja pada bumi adalah gaya vertikal. Tidaklah mungkin gaya vertikal ini mampu menyebabkan benua yang besar tersebut pecah. Pada masa itu belum dijumpai bukti-bukti yang meyakinkan. Wegener mengumpulkan bukti lainnya berupa kesamaan garis pantai, persamaaan fosil, struktur dan batuan. Namun, tetap saja usaha Wegener sia-sia karena Wagener tidak mampu menjelaskan dan meyakinkan para ahli bahwa gaya utama yang bekerja adalah gaya lateral bukan gaya vertikal.

Pada tahun 1960-an, ditemukan bahwa magma berada di sepanjang garis lempeng tektonik, menandakan dasar laut bergeser seperti yang diperkirakan Wegener.

Pembuktian

Jack Oliver disebut-sebut sebagai ilmuwan yang membuktikan pergerakan benua melalui pembuktian seismolog dalam tulisannya "Seismology and the New Global Tectonics" pada 1968.[2]

Daftar Pustaka

Referensi

  1. U.S. Geological Survey. Historical perspective. pubs.usgs.gov.
  2. Kenneth Chang. Jack Oliver, Who Proved Continental Drift, Dies at 87 (Published 2011). The New York Times. 2011-01-12.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24893555 (2023-12-01T15:00:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.