Dunit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28001666; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Dunite_Greenstone_From_Pilbara.JPG|thumb|right|280px|Dunite Greenstone From Pilbara]] | |||
'''Dunit ('''disebut juga olivinit, berbeda dengan olivenit) adalah [[batuan beku]] [[plutonik]] dengan komposisi [[ultramafik]], memiliki tekstur [[faneritik]] atau berbutir kasar. [[Mineral]] yang terkandungnya umumnya lebih dari 90% [[olivin]], dengan sejumlah kecil mineral-mineral [[piroksen]], [[kromit]], [[magnetit]], dan [[pirop]]. Dunit adalah anggota'' ''terakhirdari grup peridotit yang merupakan kelompok batuan asal mantel. Dunit dan batuan peridotit lainnya dikategorikan sebagai konstituen-konstituen utama mantel bumi diatas kedalaman 400 kilometer. Dunit jarang ditemukan di batuan-batuan kontinental (benua), tetapi biasa ditemukan di dasar sekuen [[ofiolit]] dimana [[slab]] pada zona subduksi naik ke atas lempeng benua akibat [[obduksi]] selama kolisi busur benua terjadi ([[orogeni]]).Dunit biasanya mengalami [[metamorfisme]] ''retrograde'' di dekat lingkungan permukaan dan terubah menjadi [[serpentinit]] dan [[soapstone]]. | '''Dunit ('''disebut juga olivinit, berbeda dengan olivenit) adalah [[batuan beku]] [[plutonik]] dengan komposisi [[ultramafik]], memiliki tekstur [[faneritik]] atau berbutir kasar. [[Mineral]] yang terkandungnya umumnya lebih dari 90% [[olivin]], dengan sejumlah kecil mineral-mineral [[piroksen]], [[kromit]], [[magnetit]], dan [[pirop]]. Dunit adalah anggota'' ''terakhirdari grup peridotit yang merupakan kelompok batuan asal mantel. Dunit dan batuan peridotit lainnya dikategorikan sebagai konstituen-konstituen utama mantel bumi diatas kedalaman 400 kilometer. Dunit jarang ditemukan di batuan-batuan kontinental (benua), tetapi biasa ditemukan di dasar sekuen [[ofiolit]] dimana [[slab]] pada zona subduksi naik ke atas lempeng benua akibat [[obduksi]] selama kolisi busur benua terjadi ([[orogeni]]).Dunit biasanya mengalami [[metamorfisme]] ''retrograde'' di dekat lingkungan permukaan dan terubah menjadi [[serpentinit]] dan [[soapstone]]. | ||
Nama dunit diberkan oleh ahli geologi [[Jerman]], [[Ferdinand von Hochstetter]] pada tahun 1859 berdasarkan nama Pegunungan Dun di dekat [[Nelson]], [[Selandia Baru|Selandia baru]]. Diberi nama demikian karena di pegunungan ini ditemukan dunit. Warna dihasilkan dari pelapukan permukaan yang mengoksidasi besi pada iklim temperatur sedang ( pelapukan di iklim tropis menyebabkan terbentuknya tanah merah). Pegunungan Dun dipisahkan dari saudaranya Pegunungan Red di selatan selandia baru, oleh [[sesar Alpine]], sebuah sesar strike-slip. | Nama dunit diberkan oleh ahli geologi [[Jerman]], [[Ferdinand von Hochstetter]] pada tahun 1859 berdasarkan nama Pegunungan Dun di dekat [[Nelson]], [[Selandia Baru|Selandia baru]].<ref>[http://sp.lyellcollection.org/content/287/1/375.abstract Johnston, M. R.; ''Nineteenth-century observations of the Dun Mountain Ophiolite Belt, Nelson, New Zealand and trans-Tasman correlations,'' Geological Society, London, Special Publications 2007, v. 287, p. 375-387]</ref> Diberi nama demikian karena di pegunungan ini ditemukan dunit. Warna dihasilkan dari pelapukan permukaan yang mengoksidasi besi pada iklim temperatur sedang ( pelapukan di iklim tropis menyebabkan terbentuknya tanah merah). Pegunungan Dun dipisahkan dari saudaranya Pegunungan Red di selatan selandia baru, oleh [[sesar Alpine]], sebuah sesar strike-slip. | ||
== Potensi penyerapan karbon == | == Potensi penyerapan karbon == | ||
Dunit juga dapat digunakan sebagai [[Sekuestrasi karbon|penyerap]] CO2 dan membantu mencegah [[pemanasan global]]. Hal ini melibatkan penambangan batuan dunit di pertambangan diikuti dengan menghancurkan dan menggiling untuk menciptakan batuan berbutir halus yang akan bereaksi dengan [[karbon dioksida]] di atmosfer. Produk yang dihasilkan adalah [[magnesit]] dan [[silika]] yang bisa dikomersialkan. | Dunit juga dapat digunakan sebagai [[Sekuestrasi karbon|penyerap]] CO2 dan membantu mencegah [[pemanasan global]]. Hal ini melibatkan penambangan batuan dunit di pertambangan diikuti dengan menghancurkan dan menggiling untuk menciptakan batuan berbutir halus yang akan bereaksi dengan [[karbon dioksida]] di atmosfer. Produk yang dihasilkan adalah [[magnesit]] dan [[silika]] yang bisa dikomersialkan.<ref>Danae A. Voormeij, George J. Simandl, Bill O'Connor - [https://getinfo.de/app/A-Systematic-Assessment-of-Ultramafic-Rocks-and/id/BLCP%3ACN061164386 A systematic assessment of ultramafic rocks and their suitability for mineral sequestration of CO2]</ref><ref>Peter Köhler, Jens Hartmann, and Dieter A. Wolf-Gladrow. 2010.</ref> | ||
Mg<sub>2</sub>SiO<sub>4</sub> (olivin) + 2CO<sub>2</sub> = 2MgCO<sub>3</sub> (magnesit) + SiO<sub>2</sub> (silica) | Mg<sub>2</sub>SiO<sub>4</sub> (olivin) + 2CO<sub>2</sub> = 2MgCO<sub>3</sub> (magnesit) + SiO<sub>2</sub> (silica) | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dunit&oldid=28001666 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28001666 (2025-10-16T05:08:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.10
Dunit (disebut juga olivinit, berbeda dengan olivenit) adalah batuan beku plutonik dengan komposisi ultramafik, memiliki tekstur faneritik atau berbutir kasar. Mineral yang terkandungnya umumnya lebih dari 90% olivin, dengan sejumlah kecil mineral-mineral piroksen, kromit, magnetit, dan pirop. Dunit adalah anggota terakhirdari grup peridotit yang merupakan kelompok batuan asal mantel. Dunit dan batuan peridotit lainnya dikategorikan sebagai konstituen-konstituen utama mantel bumi diatas kedalaman 400 kilometer. Dunit jarang ditemukan di batuan-batuan kontinental (benua), tetapi biasa ditemukan di dasar sekuen ofiolit dimana slab pada zona subduksi naik ke atas lempeng benua akibat obduksi selama kolisi busur benua terjadi (orogeni).Dunit biasanya mengalami metamorfisme retrograde di dekat lingkungan permukaan dan terubah menjadi serpentinit dan soapstone.
Nama dunit diberkan oleh ahli geologi Jerman, Ferdinand von Hochstetter pada tahun 1859 berdasarkan nama Pegunungan Dun di dekat Nelson, Selandia baru.[1] Diberi nama demikian karena di pegunungan ini ditemukan dunit. Warna dihasilkan dari pelapukan permukaan yang mengoksidasi besi pada iklim temperatur sedang ( pelapukan di iklim tropis menyebabkan terbentuknya tanah merah). Pegunungan Dun dipisahkan dari saudaranya Pegunungan Red di selatan selandia baru, oleh sesar Alpine, sebuah sesar strike-slip.
Potensi penyerapan karbon
Dunit juga dapat digunakan sebagai penyerap CO2 dan membantu mencegah pemanasan global. Hal ini melibatkan penambangan batuan dunit di pertambangan diikuti dengan menghancurkan dan menggiling untuk menciptakan batuan berbutir halus yang akan bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer. Produk yang dihasilkan adalah magnesit dan silika yang bisa dikomersialkan.[2][3]
Mg2SiO4 (olivin) + 2CO2 = 2MgCO3 (magnesit) + SiO2 (silica)
Referensi
- ↑ Johnston, M. R.; Nineteenth-century observations of the Dun Mountain Ophiolite Belt, Nelson, New Zealand and trans-Tasman correlations, Geological Society, London, Special Publications 2007, v. 287, p. 375-387
- ↑ Danae A. Voormeij, George J. Simandl, Bill O'Connor - A systematic assessment of ultramafic rocks and their suitability for mineral sequestration of CO2
- ↑ Peter Köhler, Jens Hartmann, and Dieter A. Wolf-Gladrow. 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28001666 (2025-10-16T05:08:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.