Guruh: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28913829; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Wall_cloud_with_lightning_-_NOAA_-_rotated.jpg|thumb|right|280px|Wall cloud with lightning - NOAA - rotated]] | |||
'''Guruh''' atau '''guntur''' adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan [[gelombang kejut]] [[Suara]] yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian [[udara]] yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran [[petir]]. Sambaran tersebut menyebabkan udara berubah menjadi [[plasma (fisika)|plasma]] dan langsung meledak, menimbulkan munculnya suara yang bergemuruh. | '''Guruh''' atau '''guntur''' adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan [[gelombang kejut]] [[Suara]] yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian [[udara]] yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran [[petir]]. Sambaran tersebut menyebabkan udara berubah menjadi [[plasma (fisika)|plasma]] dan langsung meledak, menimbulkan munculnya suara yang bergemuruh. | ||
| Baris 4: | Baris 6: | ||
[[Fobia]] terhadap guruh dinamakan [[astrafobia]] | [[Fobia]] terhadap guruh dinamakan [[astrafobia]] | ||
== Teori tentang penyebab terjadinya guruh == | == Teori tentang penyebab terjadinya guruh == | ||
| Baris 10: | Baris 11: | ||
== Tingkat suara yang berbahaya == | == Tingkat suara yang berbahaya == | ||
Guruh merupakan suara yang sangat keras, tercatat sekitar 120 [[desibel]], setara dengan suara yang dihasilkan oleh [[senjata api]]. Suara yang keras ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian [[telinga dalam]]. Tiga menit paparan dari guruh akan menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. | Guruh merupakan suara yang sangat keras, tercatat sekitar 120 [[desibel]], setara dengan suara yang dihasilkan oleh [[senjata api]]. Suara yang keras ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian [[telinga dalam]].<ref>[http://www.dangerousdecibels.org/hearingloss.cfm Dangerous Decibels.org] - chart</ref> Tiga menit paparan dari guruh akan menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.<ref>[http://www.healthsystem.virginia.edu/internet/news/archives03/noise-induced-hearing-loss.cfm Virginia.edu] - ''Everyday Activities Increase Risk of Noise-Induced Hearing Loss''; May 1, 2003</ref> | ||
== Mengukur jarak == | == Mengukur jarak == | ||
| Baris 17: | Baris 18: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Petir]] | * [[Petir]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.lightningsafety.com/nlsi_info/thunder2.html The science of thunder] | * [http://www.lightningsafety.com/nlsi_info/thunder2.html The science of thunder] | ||
[[ja:雷#雷鳴]] | [[ja:雷#雷鳴]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Guruh&oldid=28913829 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28913829 (2026-01-31T13:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.11

Guruh atau guntur adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan gelombang kejut Suara yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran petir. Sambaran tersebut menyebabkan udara berubah menjadi plasma dan langsung meledak, menimbulkan munculnya suara yang bergemuruh.
Fenomena ini terjadi pada saat bersamaan dengan kilatan petir, tetapi suara gemuruhnya biasanya terdengar beberapa saat setelah kilatan terlihat. Hal ini terjadi karena cahaya merambat lebih cepat (186.000 mil / 299.338 kilometer per detik) bila dibandingkan suara (sekitar 700 mil / 1.126 kilometer per jam, bervariasi tergantung temperatur, kelembapan dan tekanan udara).
Fobia terhadap guruh dinamakan astrafobia
Teori tentang penyebab terjadinya guruh
Penyebab guruh telah menjad subjek spekulasi dan penelitian ilmiah selama berabad-abad. Teori pertama yang tercatat dikemukakan oleh Aristoteles pada abad ketiga Masehi, dan spekulasi awal yang memperkirakan bahwa ia disebabkan oleh tabrakan awan. Kemudian, teori-teori lain mulai bermunculan. Pada pertengahan abad ke-19, teori yang diterima adalah bahwa petir menghasilkan keadaan vakum pada jalur yang dilewatinya, dan guruh disebabkan oleh pergerakan udara yang segera mengisi ruang kosong tersebut. Kemudian pada akhir abad ke-19, orang menganggap bahwa guruh disebabkan oleh ledakan uap air ketika air yang berada di jalur petir dipanaskan. Teori yang lain menyatakan bahwa material berbentuk gas dihasilkan oleh petir dan meledak. Baru pada abad ke-20 diperoleh kesepakatan bahwa guruh disebabkan gelombang kejut di udara akibat pemuaian termal mendadak plasma pada jalur petir.
Tingkat suara yang berbahaya
Guruh merupakan suara yang sangat keras, tercatat sekitar 120 desibel, setara dengan suara yang dihasilkan oleh senjata api. Suara yang keras ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian telinga dalam.[1] Tiga menit paparan dari guruh akan menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.[2]
Mengukur jarak
Karena suara dan cahaya merambat pada kecepatan yang berbeda di atmosfer Bumi, kita dapat memperkirakan seberapa jauh suatu kilatan petir dengan mengukur waktu antara kilatan yang tampak dengan suara guruh yang timbul. Kecepatan suara sekitar 340 m/detik sedangkan kecepatan cahaya sangat cepat sehingga dapat diabaikan. Oleh karena itu, jarak petir dengan pendengar suara guruh sekitar 1 kilometer setiap tiga detik. Guruh jarang terdengar pada jarak lebih dari 25 kilometer.
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Dangerous Decibels.org - chart
- ↑ Virginia.edu - Everyday Activities Increase Risk of Noise-Induced Hearing Loss; May 1, 2003
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28913829 (2026-01-31T13:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.