Zona Wadati–Benioff: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26673753; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Benioff_zone_earthquake_focus.jpg|thumb|right|280px|Benioff zone earthquake focus]] | |||
'''Zona Wadati-Benioff''' atau zona Benioff-Wadati atau zona Benioff atau zona seismik Benioff merupakan zona planar dari [[gempa bumi]] yang berasosiasi dengan batas [[zona penunjaman|lempeng subduksi]]. Terutama bagian lempeng yang menunjam dan masuk dibawah lempeng lain. Ketika lempeng ini bergerak masuk maka akan dihasilkan gempa bumi dengan letak hiposentrum yang beragam. Gempa bumi ini muncul di zona-zona lemah sepanjang slab lempeng yang masuk. Apabila posisi [[hiposentrum]] [[gempa bumi tektonik]] yang terjadi di zona subduksi ini dipetakan, maka geometri dari slab yang masuk dapat direkonstruksikan. Sehingga dari segi sudut kemiringan yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk dengan slab lempeng yang ditunjam dapat terlihat apakah masih landai atau sudah curam. Selain itu panjang dari slab lempeng yang masuk juga dapat diperkirakan. Dengan mengetahui zona Wadati-Benioff dari suatu zona subduksi maka magnitude dan hiposentrum gempa bumi tektonik yang terjadi dapat diperkirakan. | '''Zona Wadati-Benioff''' atau zona Benioff-Wadati atau zona Benioff atau zona seismik Benioff merupakan zona planar dari [[gempa bumi]] yang berasosiasi dengan batas [[zona penunjaman|lempeng subduksi]]. Terutama bagian lempeng yang menunjam dan masuk dibawah lempeng lain. Ketika lempeng ini bergerak masuk maka akan dihasilkan gempa bumi dengan letak hiposentrum yang beragam. Gempa bumi ini muncul di zona-zona lemah sepanjang slab lempeng yang masuk. Apabila posisi [[hiposentrum]] [[gempa bumi tektonik]] yang terjadi di zona subduksi ini dipetakan, maka geometri dari slab yang masuk dapat direkonstruksikan. Sehingga dari segi sudut kemiringan yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk dengan slab lempeng yang ditunjam dapat terlihat apakah masih landai atau sudah curam. Selain itu panjang dari slab lempeng yang masuk juga dapat diperkirakan. Dengan mengetahui zona Wadati-Benioff dari suatu zona subduksi maka magnitude dan hiposentrum gempa bumi tektonik yang terjadi dapat diperkirakan. | ||
Secara garis besar, sudut [[kemiringan]] yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk atau menunjam dengan slab lempeng yang ditunjam, dikontrol oleh gaya buoyancy negative dari slab lempeng yang masuk dan gaya yang muncul dari aliran material astenosfer. Umur dari [[Kerak Bumi|kerak bumi]] yang memebentuk zona subduksi juga ikut berpengaruh. Apabila slab lempeng yang menunjam merupakan [[litosfer]] muda maka sudut kemiringan yang dibentuk masih kecil atau landai. Hal ini berkaitan dengan sifat dari litosfer muda yang belum begitu dingin dan lebih ringan. Sehingga bagian slab yang masuk belum begitu banyak. Namun apabila slab lempeng yang menunjam merupakan litosfer tua maka sudut kemiringannya cenderung curam. Karena materialnya jauh lebih dingin dan lebih berat. Selain itu sudut kemiringan juga dapat memperlihatkan usia dari zona subduksi. Semakin tua maka sudut kemiringannya semkain besar. | Secara garis besar, sudut [[kemiringan]] yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk atau menunjam dengan slab lempeng yang ditunjam, dikontrol oleh gaya buoyancy negative dari slab lempeng yang masuk dan gaya yang muncul dari aliran material astenosfer. Umur dari [[Kerak Bumi|kerak bumi]] yang memebentuk zona subduksi juga ikut berpengaruh. Apabila slab lempeng yang menunjam merupakan [[litosfer]] muda maka sudut kemiringan yang dibentuk masih kecil atau landai. Hal ini berkaitan dengan sifat dari litosfer muda yang belum begitu dingin dan lebih ringan. Sehingga bagian slab yang masuk belum begitu banyak. Namun apabila slab lempeng yang menunjam merupakan litosfer tua maka sudut kemiringannya cenderung curam. Karena materialnya jauh lebih dingin dan lebih berat. Selain itu sudut kemiringan juga dapat memperlihatkan usia dari zona subduksi. Semakin tua maka sudut kemiringannya semkain besar. | ||
Besarnya sudut kemiringan zona Wadati-Benioff berkisar antara 30° - 60°. Sedangkan panjangnya dari permukaan sekitar 670 km. | Besarnya sudut kemiringan zona Wadati-Benioff berkisar antara 30° - 60°. Sedangkan panjangnya dari permukaan sekitar 670 km. | ||
== Pranala == | == Pranala == | ||
| Baris 13: | Baris 12: | ||
[http://earthquake.usgs.gov/learn/glossary/?term=Benioff%20zone Benioff Zone] | [http://earthquake.usgs.gov/learn/glossary/?term=Benioff%20zone Benioff Zone] | ||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+Wadati%E2%80%93Benioff&oldid=26673753 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26673753 (2024-12-21T15:09:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.18

Zona Wadati-Benioff atau zona Benioff-Wadati atau zona Benioff atau zona seismik Benioff merupakan zona planar dari gempa bumi yang berasosiasi dengan batas lempeng subduksi. Terutama bagian lempeng yang menunjam dan masuk dibawah lempeng lain. Ketika lempeng ini bergerak masuk maka akan dihasilkan gempa bumi dengan letak hiposentrum yang beragam. Gempa bumi ini muncul di zona-zona lemah sepanjang slab lempeng yang masuk. Apabila posisi hiposentrum gempa bumi tektonik yang terjadi di zona subduksi ini dipetakan, maka geometri dari slab yang masuk dapat direkonstruksikan. Sehingga dari segi sudut kemiringan yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk dengan slab lempeng yang ditunjam dapat terlihat apakah masih landai atau sudah curam. Selain itu panjang dari slab lempeng yang masuk juga dapat diperkirakan. Dengan mengetahui zona Wadati-Benioff dari suatu zona subduksi maka magnitude dan hiposentrum gempa bumi tektonik yang terjadi dapat diperkirakan.
Secara garis besar, sudut kemiringan yang dibentuk oleh slab lempeng yang masuk atau menunjam dengan slab lempeng yang ditunjam, dikontrol oleh gaya buoyancy negative dari slab lempeng yang masuk dan gaya yang muncul dari aliran material astenosfer. Umur dari kerak bumi yang memebentuk zona subduksi juga ikut berpengaruh. Apabila slab lempeng yang menunjam merupakan litosfer muda maka sudut kemiringan yang dibentuk masih kecil atau landai. Hal ini berkaitan dengan sifat dari litosfer muda yang belum begitu dingin dan lebih ringan. Sehingga bagian slab yang masuk belum begitu banyak. Namun apabila slab lempeng yang menunjam merupakan litosfer tua maka sudut kemiringannya cenderung curam. Karena materialnya jauh lebih dingin dan lebih berat. Selain itu sudut kemiringan juga dapat memperlihatkan usia dari zona subduksi. Semakin tua maka sudut kemiringannya semkain besar. Besarnya sudut kemiringan zona Wadati-Benioff berkisar antara 30° - 60°. Sedangkan panjangnya dari permukaan sekitar 670 km.
Pranala
Wadati-Benioff Zone
Pranala luar
Benioff Zone
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26673753 (2024-12-21T15:09:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.