Lompat ke isi

Pita suara: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29464977; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pita suara''' adalah salah satu organ yang memproduksi hasil suara melalui pergerakan dari otot pita suara sehingga terjadi interaksi antarorgan lain. Pita suara menjadi salah satu organ pada tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk memproduksi suara. Pita suara berupa sebuah otot pada [[laring]] yang menggetarkan udara yang berasal dari [[paru-paru]] dan dapat menghasilkan suara pita yang berfungsi sebagai generator. Pita suara dapat digerakkan oleh otot-otot intrinsik laring yang dapat dikendalikan, sehingga dilatihkan untuk mendapatkan suara yang diinginkan.
[[File:Gray956.png|thumb|right|280px|Gray956]]
 
'''Pita suara''' adalah salah satu organ yang memproduksi hasil suara melalui pergerakan dari otot pita suara sehingga terjadi interaksi antarorgan lain. Pita suara menjadi salah satu organ pada tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk memproduksi suara. Pita suara berupa sebuah otot pada [[laring]] yang menggetarkan udara yang berasal dari [[paru-paru]] dan dapat menghasilkan suara pita yang berfungsi sebagai generator. Pita suara dapat digerakkan oleh otot-otot intrinsik laring yang dapat dikendalikan, sehingga dilatihkan untuk mendapatkan suara yang diinginkan.<ref>Imam Abdul Mahmudi. [https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/view/1037 Aplikasi Reduksi Noise Dalam Perbaikan Kualitas Suara Untuk Deteksi Gangguan Pita Suara Pada Jaringan Nirkabel Menggunakan Algoritma Fastica]. ''eProceedings of Engineering''. 2015-08-01. Vol. 2 (2).</ref>


== Gangguan suara ==
== Gangguan suara ==
Gangguan pada pita suara akan menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Akan tetapi, sebagian besar gangguan pada pita suara hanya dianggap sebagai gangguan kelainan sederhana, sehingga banyak yang kurang peduli pada gangguan ini. Gangguan yang sering muncul pada gangguan suara dikenal dengan parau suara. Untuk mendiagnosis penyakit parau suara dapat menggunakan metode inasiv yang mungkin dapat memberikan ketidaknyamanan pada saat pemeriksaan. Kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pada pita suara dapat berkembang menjadi penyakit yang parah, bahkan dapat menyebakan kematian.
Gangguan pada pita suara akan menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Akan tetapi, sebagian besar gangguan pada pita suara hanya dianggap sebagai gangguan kelainan sederhana, sehingga banyak yang kurang peduli pada gangguan ini. Gangguan yang sering muncul pada gangguan suara dikenal dengan parau suara. Untuk mendiagnosis penyakit parau suara dapat menggunakan metode inasiv yang mungkin dapat memberikan ketidaknyamanan pada saat pemeriksaan. Kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pada pita suara dapat berkembang menjadi penyakit yang parah, bahkan dapat menyebakan kematian.<ref>Imam Abdul Mahmudi. [https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/view/1037 Aplikasi Reduksi Noise Dalam Perbaikan Kualitas Suara Untuk Deteksi Gangguan Pita Suara Pada Jaringan Nirkabel Menggunakan Algoritma Fastica]. ''eProceedings of Engineering''. 2015-08-01. Vol. 2 (2).</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita+suara&oldid=29464977 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29464977 (2026-07-16T09:35:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita+suara&oldid=29464977 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29464977 (2026-07-16T09:35:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.21

Gray956

Pita suara adalah salah satu organ yang memproduksi hasil suara melalui pergerakan dari otot pita suara sehingga terjadi interaksi antarorgan lain. Pita suara menjadi salah satu organ pada tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk memproduksi suara. Pita suara berupa sebuah otot pada laring yang menggetarkan udara yang berasal dari paru-paru dan dapat menghasilkan suara pita yang berfungsi sebagai generator. Pita suara dapat digerakkan oleh otot-otot intrinsik laring yang dapat dikendalikan, sehingga dilatihkan untuk mendapatkan suara yang diinginkan.[1]

Gangguan suara

Gangguan pada pita suara akan menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Akan tetapi, sebagian besar gangguan pada pita suara hanya dianggap sebagai gangguan kelainan sederhana, sehingga banyak yang kurang peduli pada gangguan ini. Gangguan yang sering muncul pada gangguan suara dikenal dengan parau suara. Untuk mendiagnosis penyakit parau suara dapat menggunakan metode inasiv yang mungkin dapat memberikan ketidaknyamanan pada saat pemeriksaan. Kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pada pita suara dapat berkembang menjadi penyakit yang parah, bahkan dapat menyebakan kematian.[2]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29464977 (2026-07-16T09:35:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.