Disprosium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29440532; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Dy_chips.jpg|thumb|right|280px|Dy chips]] | |||
'''Disprosium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Dy''' dan [[nomor atom]] 66. Ia merupakan sebuah [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] dalam [[lantanida|deret lantanida]] dengan kilau perak metalik. Disprosium tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas, meskipun, seperti lantanida lainnya, ia ditemukan di berbagai mineral, seperti [[xenotim]]. Disprosium alami terdiri dari tujuh [[isotop]], dengan yang paling [[kelimpahan alami unsur|melimpah]] adalah <sup>164</sup>Dy. | '''Disprosium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Dy''' dan [[nomor atom]] 66. Ia merupakan sebuah [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] dalam [[lantanida|deret lantanida]] dengan kilau perak metalik. Disprosium tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas, meskipun, seperti lantanida lainnya, ia ditemukan di berbagai mineral, seperti [[xenotim]]. Disprosium alami terdiri dari tujuh [[isotop]], dengan yang paling [[kelimpahan alami unsur|melimpah]] adalah <sup>164</sup>Dy. | ||
| Baris 4: | Baris 6: | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Disprosium adalah sebuah [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] dan memiliki kilau perak metalik yang cerah. Ia cukup lunak dan dapat diolah tanpa percikan api jika menghindari panas berlebih. Karakteristik fisik disprosium dapat sangat dipengaruhi pengotor bahkan dalam jumlah yang kecil.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 11. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> | |||
Disprosium dan [[holmium]] memiliki kekuatan magnet paling tinggi dari semua unsur,<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> terutama pada suhu rendah.<ref>Krebs, Robert E. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 The History and Use of our Earth's Chemical Elements]. Greenwood Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 234–235]. ISBN 978-0-313-30123-0.</ref> Disprosium bersifat [[feromagnetisme|feromagnetik]] sederhana pada suhu di bawah . Di atas suhu , ia berubah menjadi keadaan [[Helimagnetisme|antiferomagnetik heliks]] di mana semua momen atom pada lapisan [[Struktur kristal#Bidang dan arah|bidang basal]] tertentu sejajar dan berorientasi pada sudut tetap terhadap momen dari lapisan yang berdekatan. Antiferomagnetisme yang tidak biasa ini berubah menjadi keadaan tidak teratur ([[paramagnetisme|paramagnetik]]) pada suhu .<ref>Jackson, Mike. [http://www.irm.umn.edu/quarterly/irmq10-3.pdf Wherefore Gadolinium? Magnetism of the Rare Earths]. ''IRM Quarterly''. 2000. Vol. 10 (3). hlm. 6.</ref> | |||
Disprosium dan [[holmium]] memiliki kekuatan magnet paling tinggi dari semua unsur, terutama pada suhu rendah. Disprosium bersifat [[feromagnetisme|feromagnetik]] sederhana pada suhu di bawah . Di atas suhu , ia berubah menjadi keadaan [[Helimagnetisme|antiferomagnetik heliks]] di mana semua momen atom pada lapisan [[Struktur kristal#Bidang dan arah|bidang basal]] tertentu sejajar dan berorientasi pada sudut tetap terhadap momen dari lapisan yang berdekatan. Antiferomagnetisme yang tidak biasa ini berubah menjadi keadaan tidak teratur ([[paramagnetisme|paramagnetik]]) pada suhu . | |||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Logam disprosium dapat mempertahankan kilaunya di udara kering, namun akan mengusam perlahan di udara lembap dan mudah terbakar untuk membentuk [[disprosium(III) oksida]]: | Logam disprosium dapat mempertahankan kilaunya di udara kering, namun akan mengusam perlahan di udara lembap dan mudah terbakar untuk membentuk [[disprosium(III) oksida]]: | ||
| Baris 15: | Baris 16: | ||
:2 Dy (s) + 6 H<sub>2</sub>O (l) → 2 Dy(OH)<sub>3</sub> (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g) | :2 Dy (s) + 6 H<sub>2</sub>O (l) → 2 Dy(OH)<sub>3</sub> (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g) | ||
Disprosium hidroksida akan terurai menjadi DyO(OH) pada suhu tinggi, yang kemudian terurai lagi menjadi disprosium(III) oksida. | Disprosium hidroksida akan terurai menjadi DyO(OH) pada suhu tinggi, yang kemudian terurai lagi menjadi disprosium(III) oksida.<ref>Junyang Jin, Yaru Ni, Wenjuan Huang, Chunhua Lu, Zhongzi Xu. [http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S092583881202052X Controlled synthesis and characterization of large-scale, uniform sheet-shaped dysprosium hydroxide nanosquares by hydrothermal method]. ''Journal of Alloys and Compounds''. March 2013. Vol. 553. hlm. 333–337. doi:10.1016/j.jallcom.2012.11.068.</ref> | ||
Logam disprosium akan bereaksi hebat dengan semua halogen pada suhu di atas 200 °C: | Logam disprosium akan bereaksi hebat dengan semua halogen pada suhu di atas 200 °C: | ||
| Baris 23: | Baris 24: | ||
:2 Dy (s) + 3 I<sub>2</sub> (g) → 2 DyI<sub>3</sub> (s) [hijau] | :2 Dy (s) + 3 I<sub>2</sub> (g) → 2 DyI<sub>3</sub> (s) [hijau] | ||
Disprosium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion kuning Dy(III), yang eksis sebagai kompleks [Dy(OH<sub>2</sub>)<sub>9</sub>]<sup>3+</sup>: | Disprosium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion kuning Dy(III), yang eksis sebagai kompleks [Dy(OH<sub>2</sub>)<sub>9</sub>]<sup>3+</sup>:<ref>[https://www.webelements.com/dysprosium/chemistry.html Chemical reactions of Dysprosium]. Webelements.</ref> | ||
:2 Dy (s) + 3 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) → 2 Dy<sup>3+</sup> (aq) + 3 (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g) | :2 Dy (s) + 3 H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (aq) → 2 Dy<sup>3+</sup> (aq) + 3 (aq) + 3 H<sub>2</sub> (g) | ||
| Baris 29: | Baris 30: | ||
Senyawa yang dihasilkan, disprosium(III) sulfat, bersifat paramagnetik. | Senyawa yang dihasilkan, disprosium(III) sulfat, bersifat paramagnetik. | ||
===Senyawa=== | ===Senyawa=== | ||
Disprosium halida, seperti DyF<sub>3</sub> dan DyBr<sub>3</sub>, cenderung berwarna kuning. [[Disprosium(III) oksida|Disprosium oksoda]], juga dikenal sebagai disprosia, adalah bubuk putih yang sangat bersifat [[magnetisme|magnetik]], lebih dari besi oksida.<ref>Krebs, Robert E. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 The History and Use of our Earth's Chemical Elements]. Greenwood Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 234–235]. ISBN 978-0-313-30123-0.</ref> | |||
Disprosium dapat bergabung dengan berbagai nonlogam pada suhu tinggi untuk membentuk [[senyawa biner]] dengan berbagai komposisi dan [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi +3]] dan terkadang +2, seperti DyN, DyP, DyH<sub>2</sub> dan DyH<sub>3</sub>; DyS, DyS<sub>2</sub>, Dy<sub>2</sub>S<sub>3</sub> dan Dy<sub>5</sub>S<sub>7</sub>; DyB<sub>2</sub>, DyB<sub>4</sub>, DyB<sub>6</sub> dan DyB<sub>12</sub>, serta Dy<sub>3</sub>C dan Dy<sub>2</sub>C<sub>3</sub>.<ref>Pradyot Patnaik. [https://books.google.com/books?id=Xqj-TTzkvTEC&pg=PA243 Handbook of Inorganic Chemical Compounds]. McGraw-Hill. 2003. hlm. 289–290. ISBN 978-0-07-049439-8.</ref> | |||
Disprosium karbonat, Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, dan disprosium sulfat, Dy<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>, dihasilkan dari reaksi serupa.<ref>Heiserman, David L. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. TAB Books. 1992. hlm. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis/page/236 236]–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.</ref> Sebagian besar senyawa disprosium dapat larut dalam air, meskipun disprosium karbonat tetrahidrat (Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·4H<sub>2</sub>O) dan disprosium oksalat dekahidrat (Dy<sub>2</sub>(C<sub>2</sub>O<sub>4</sub>)<sub>3</sub>·10H<sub>2</sub>O) tidak larut dalam air.<ref>Perry, D. L. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000unse Handbook of Inorganic Compounds]. CRC Press. 1995. hlm. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000unse/page/n179 152]–154. ISBN 978-0-8493-8671-8.</ref><ref>G. Jantsch. [https://zenodo.org/record/1426439 Zur Kenntnis der Verbindungen des Dysprosiums]. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1911. Vol. 44 (2). hlm. 1274–1280. doi:10.1002/cber.19110440215.</ref> Dua disprosium karbonat yang paling melimpah, Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·2–3H<sub>2</sub>O (mirip dengan mineral tengerit-(Y)), dan DyCO<sub>3</sub>(OH) (mirip dengan mineral kozoit-(La) dan kozoit-(Nd)), diketahui terbentuk melalui fase prekursor yang tidak tertata dengan baik (amorf) dengan rumus Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·4H<sub>2</sub>O. Prekursor amorf ini terdiri dari partikel nano berbentuk bola yang sangat terhidrasi dengan diameter 10–20 nm yang sangat stabil di bawah perlakuan kering pada suhu sekitar dan suhu tinggi.<ref>Vallina, B., Rodriguez-Blanco, J.D., Brown, A.P., Blanco, J.A. and Benning, L.G. ''Amorphous dysprosium carbonate: characterization, stability and crystallization pathways''. ''Journal of Nanoparticle Research''. 2013. Vol. 15 (2). hlm. 1438. doi:10.1007/s11051-013-1438-3.</ref> | |||
Disprosium karbonat, Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, dan disprosium sulfat, Dy<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>, dihasilkan dari reaksi serupa. Sebagian besar senyawa disprosium dapat larut dalam air, meskipun disprosium karbonat tetrahidrat (Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·4H<sub>2</sub>O) dan disprosium oksalat dekahidrat (Dy<sub>2</sub>(C<sub>2</sub>O<sub>4</sub>)<sub>3</sub>·10H<sub>2</sub>O) tidak larut dalam air. Dua disprosium karbonat yang paling melimpah, Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·2–3H<sub>2</sub>O (mirip dengan mineral tengerit-(Y)), dan DyCO<sub>3</sub>(OH) (mirip dengan mineral kozoit-(La) dan kozoit-(Nd)), diketahui terbentuk melalui fase prekursor yang tidak tertata dengan baik (amorf) dengan rumus Dy<sub>2</sub>(CO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>·4H<sub>2</sub>O. Prekursor amorf ini terdiri dari partikel nano berbentuk bola yang sangat terhidrasi dengan diameter 10–20 nm yang sangat stabil di bawah perlakuan kering pada suhu sekitar dan suhu tinggi. | |||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Disprosium alami terdiri dari tujuh [[isotop]]: <sup>156</sup>Dy, <sup>158</sup>Dy, <sup>160</sup>Dy, <sup>161</sup>Dy, <sup>162</sup>Dy, <sup>163</sup>Dy, dan <sup>164</sup>Dy. Mereka semua dianggap stabil, meskipun <sup>156</sup>Dy secara teoretis dapat mengalami [[peluruhan alfa]] dengan [[waktu paruh]] lebih dari 1×10<sup>18</sup> tahun. Disprosium adalah unsur terberat yang memiliki isotop yang tidak [[Nuklida stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|stabil secara pengamatan]]. Dari semua isotop alami, <sup>164</sup>Dy adalah yang paling [[kelimpahan alami unsur|melimpah]] dengan kelimpahan 28%, diikuti oleh <sup>162</sup>Dy dengan 26%. Yang paling tidak melimpah adalah <sup>156</sup>Dy dengan 0,06%. | Disprosium alami terdiri dari tujuh [[isotop]]: <sup>156</sup>Dy, <sup>158</sup>Dy, <sup>160</sup>Dy, <sup>161</sup>Dy, <sup>162</sup>Dy, <sup>163</sup>Dy, dan <sup>164</sup>Dy. Mereka semua dianggap stabil, meskipun <sup>156</sup>Dy secara teoretis dapat mengalami [[peluruhan alfa]] dengan [[waktu paruh]] lebih dari 1×10<sup>18</sup> tahun. Disprosium adalah unsur terberat yang memiliki isotop yang tidak [[Nuklida stabil#Peluruhan yang masih belum teramati|stabil secara pengamatan]]. Dari semua isotop alami, <sup>164</sup>Dy adalah yang paling [[kelimpahan alami unsur|melimpah]] dengan kelimpahan 28%, diikuti oleh <sup>162</sup>Dy dengan 26%. Yang paling tidak melimpah adalah <sup>156</sup>Dy dengan 0,06%. | ||
29 [[radionuklida|radioisotop]] juga telah disintesis, mulai dari massa atom 138 hingga 173. Yang paling stabil adalah <sup>154</sup>Dy, dengan waktu paruh kira-kira 3 tahun, diikuti oleh <sup>159</sup>Dy dengan waktu paruh 144,4 hari. Yang paling tidak stabil adalah <sup>138</sup>Dy, dengan waktu paruh 200 [[Mili-|m]]dtk. Sebagai aturan umum, isotop yang lebih ringan daripada isotop stabil cenderung meluruh terutama melalui [[emisi positron|peluruhan β<sup>+</sup>]], sedangkan isotop yang lebih berat cenderung meluruh melalui [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan β<sup>−</sup>]]. Namun, <sup>154</sup>Dy meluruh terutama melalui peluruhan alfa, dan <sup>152</sup>Dy serta <sup>159</sup>Dy meluruh terutama melalui [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]]. Disprosium juga memiliki setidaknya 11 [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|isomer metastabil]], dengan massa atom berkisar antara 140 hingga 165. Yang paling stabil adalah <sup>165m</sup>Dy, yang memiliki waktu paruh 1,257 menit. <sup>149</sup>Dy memiliki dua isomer metastabil, yang kedua, <sup>149m2</sup>Dy, memiliki waktu paruh 28 [[Nano-|n]]dtk. | 29 [[radionuklida|radioisotop]] juga telah disintesis, mulai dari massa atom 138 hingga 173. Yang paling stabil adalah <sup>154</sup>Dy, dengan waktu paruh kira-kira 3 tahun, diikuti oleh <sup>159</sup>Dy dengan waktu paruh 144,4 hari. Yang paling tidak stabil adalah <sup>138</sup>Dy, dengan waktu paruh 200 [[Mili-|m]]dtk. Sebagai aturan umum, isotop yang lebih ringan daripada isotop stabil cenderung meluruh terutama melalui [[emisi positron|peluruhan β<sup>+</sup>]], sedangkan isotop yang lebih berat cenderung meluruh melalui [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan β<sup>−</sup>]]. Namun, <sup>154</sup>Dy meluruh terutama melalui peluruhan alfa, dan <sup>152</sup>Dy serta <sup>159</sup>Dy meluruh terutama melalui [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]]. Disprosium juga memiliki setidaknya 11 [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|isomer metastabil]], dengan massa atom berkisar antara 140 hingga 165. Yang paling stabil adalah <sup>165m</sup>Dy, yang memiliki waktu paruh 1,257 menit. <sup>149</sup>Dy memiliki dua isomer metastabil, yang kedua, <sup>149m2</sup>Dy, memiliki waktu paruh 28 [[Nano-|n]]dtk. | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Pada tahun 1878, bijih [[erbium]] ditemukan mengandung oksida [[holmium]] dan [[tulium]]. Kimiawan Prancis [[Paul Émile Lecoq de Boisbaudran|Lecoq de Boisbaudran]], saat bekerja dengan [[Holmium(III) oksida|holmium oksida]], memisahkan disprosium oksida darinya di [[Paris]] pada tahun 1886. Prosedurnya untuk mengisolasi disprosium melibatkan pelarutan disprosium oksida dalam asam, kemudian menambahkan amonia untuk mengendapkan disprosium hidroksida. Dia hanya mampu mengisolasi disprosium dari oksidanya setelah lebih dari 30 kali mencoba prosedurnya. Setelah berhasil, dia menamai unsur tersebut ''disprosium'' dari bahasa Yunani ''dysprositos'' (δυσπρόσιτος), yang berarti "sulit didapat". Unsur tersebut tidak diisolasi dalam bentuk yang relatif murni hingga setelah pengembangan teknik pertukaran ion oleh [[Frank Spedding]] di [[Universitas Negeri Iowa]] pada awal 1950-an. | Pada tahun 1878, bijih [[erbium]] ditemukan mengandung oksida [[holmium]] dan [[tulium]]. Kimiawan Prancis [[Paul Émile Lecoq de Boisbaudran|Lecoq de Boisbaudran]], saat bekerja dengan [[Holmium(III) oksida|holmium oksida]], memisahkan disprosium oksida darinya di [[Paris]] pada tahun 1886.<ref>Robert K. DeKosky. ''Spectroscopy and the Elements in the Late Nineteenth Century: The Work of Sir William Crookes''. ''The British Journal for the History of Science''. 1973. Vol. 6 (4). hlm. 400–423. doi:10.1017/S0007087400012553.</ref><ref>de Boisbaudran, Paul Émile Lecoq. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3058f/f1001.chemindefer L'holmine (ou terre X de M Soret) contient au moins deux radicaux métallique (Holminia mengandung setidaknya dua logam)]. ''Comptes Rendus''. 1886. Vol. 143. hlm. 1003–1006.</ref> Prosedurnya untuk mengisolasi disprosium melibatkan pelarutan disprosium oksida dalam asam, kemudian menambahkan amonia untuk mengendapkan disprosium hidroksida. Dia hanya mampu mengisolasi disprosium dari oksidanya setelah lebih dari 30 kali mencoba prosedurnya. Setelah berhasil, dia menamai unsur tersebut ''disprosium'' dari bahasa Yunani ''dysprositos'' (δυσπρόσιτος), yang berarti "sulit didapat". Unsur tersebut tidak diisolasi dalam bentuk yang relatif murni hingga setelah pengembangan teknik pertukaran ion oleh [[Frank Spedding]] di [[Universitas Negeri Iowa]] pada awal 1950-an.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/discoveryoftheel002045mbp The discovery of the elements]. Journal of Chemical Education. 1956.</ref> | ||
Karena perannya dalam magnet permanen yang digunakan untuk turbin angin, telah dikatakan bahwa disprosium akan menjadi salah satu objek utama dalam persaingan geopolitik di dunia yang menggunakan energi terbarukan. Tapi perspektif ini telah dikritik karena gagal mengenali bahwa sebagian besar turbin angin tidak menggunakan magnet permanen dan meremehkan kekuatan insentif ekonomi untuk produksi yang diperluas. | Karena perannya dalam magnet permanen yang digunakan untuk turbin angin, telah dikatakan bahwa disprosium akan menjadi salah satu objek utama dalam persaingan geopolitik di dunia yang menggunakan energi terbarukan. Tapi perspektif ini telah dikritik karena gagal mengenali bahwa sebagian besar turbin angin tidak menggunakan magnet permanen dan meremehkan kekuatan insentif ekonomi untuk produksi yang diperluas.<ref>Indra Overland. ''The geopolitics of renewable energy: Debunking four emerging myths''. ''Energy Research & Social Science''. 1 Maret 2019. Vol. 49. hlm. 36–40. doi:10.1016/j.erss.2018.10.018.</ref><ref>Julie Michelle Klinger. ''Rare earth frontiers : from terrestrial subsoils to lunar landscapes''. Cornell University Press. 2017. ISBN 978-1501714603.</ref> | ||
Pada tahun 2021, Dy diubah menjadi gas kuantum [[superpadat]] 2 dimensi. | Pada tahun 2021, Dy diubah menjadi gas kuantum [[superpadat]] 2 dimensi.<ref>Matthew A. Norcia. [https://www.nature.com/articles/s41586-021-03725-7 Two-dimensional supersolidity in a dipolar quantum gas]. ''Nature''. Agustus 2021. Vol. 596 (7872). hlm. 357–361. doi:10.1038/s41586-021-03725-7.</ref> | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Walaupun disprosium tidak pernah ditemui sebagai unsur bebas, ia ditemukan di banyak [[mineral]], meliputi [[xenotim]], [[fergusonit]], [[gadolinit]], [[euksenit]], [[polikras]], [[Aesinit-(Y)|blomstrandin]], [[monasit]], dan [[bastnäsit]], sering kali dengan [[erbium]] dan [[holmium]] atau unsur tanah jarang lainnya. Belum ada mineral dominan disprosium (di mana disprosium yang mendominasi unsur tanah jarang lainnya dalam komposisinya) yang ditemukan.<ref>Hudson Institute of Mineralogy. [https://www.mindat.org/ Mindat.org]. ''www.mindat.org''. 1993–2018.</ref> | |||
Dalam mineral versi [[itrium]]-tinggi ini, disprosium merupakan [[lantanida]] berat yang paling melimpah, terdiri dari hingga 7–8% konsentrat (dibandingkan dengan sekitar 65% untuk itrium).<ref>A. V. Naumov. [https://www.researchgate.net/publication/227326809 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref><ref>C. K. Gupta. [https://books.google.com/books?id=F0Bte_XhzoAC Extractive Metallurgy of Rare Earths]. CRC Press. 2005. ISBN 978-0-415-33340-5.</ref> Konsentrasi Dy di kerak Bumi ialah sekitar 5,2 mg/kg dan di air laut 0,9 ng/L.<ref>Pradyot Patnaik. [https://books.google.com/books?id=Xqj-TTzkvTEC&pg=PA243 Handbook of Inorganic Chemical Compounds]. McGraw-Hill. 2003. hlm. 289–290. ISBN 978-0-07-049439-8.</ref> | |||
Dalam mineral versi [[itrium]]-tinggi ini, disprosium merupakan [[lantanida]] berat yang paling melimpah, terdiri dari hingga 7–8% konsentrat (dibandingkan dengan sekitar 65% untuk itrium). Konsentrasi Dy di kerak Bumi ialah sekitar 5,2 mg/kg dan di air laut 0,9 ng/L. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Disprosium diperoleh terutama dari pasir [[monasit]], sebuah campuran berbagai [[fosfat]]. Logam ini diperoleh sebagai produk sampingan dalam ekstraksi itrium komersial. Dalam mengisolasi disprosium, sebagian besar logam yang tidak diinginkan dapat dihilangkan secara magnetis atau melalui [[Pengapungan|proses pengapungan]]. Disprosium kemudian dapat dipisahkan dari logam tanah jarang lainnya melalui proses perpindahan [[pertukaran ion]]. Ion disprosium yang dihasilkan kemudian dapat bereaksi dengan [[fluorin]] atau [[klorin]] untuk membentuk disprosium fluorida, DyF<sub>3</sub>, atau disprosium klorida, DyCl<sub>3</sub>. Kedua senyawa ini dapat direduksi menggunakan logam kalsium atau litium dalam reaksi berikut: | Disprosium diperoleh terutama dari pasir [[monasit]], sebuah campuran berbagai [[fosfat]]. Logam ini diperoleh sebagai produk sampingan dalam ekstraksi itrium komersial. Dalam mengisolasi disprosium, sebagian besar logam yang tidak diinginkan dapat dihilangkan secara magnetis atau melalui [[Pengapungan|proses pengapungan]]. Disprosium kemudian dapat dipisahkan dari logam tanah jarang lainnya melalui proses perpindahan [[pertukaran ion]]. Ion disprosium yang dihasilkan kemudian dapat bereaksi dengan [[fluorin]] atau [[klorin]] untuk membentuk disprosium fluorida, DyF<sub>3</sub>, atau disprosium klorida, DyCl<sub>3</sub>. Kedua senyawa ini dapat direduksi menggunakan logam kalsium atau litium dalam reaksi berikut:<ref>Heiserman, David L. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. TAB Books. 1992. hlm. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis/page/236 236]–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.</ref> | ||
:3 Ca + 2 DyF<sub>3</sub> → 2 Dy + 3 CaF<sub>2</sub> | :3 Ca + 2 DyF<sub>3</sub> → 2 Dy + 3 CaF<sub>2</sub> | ||
:3 Li + DyCl<sub>3</sub> → Dy + 3 LiCl | :3 Li + DyCl<sub>3</sub> → Dy + 3 LiCl | ||
Komponen tersebut ditempatkan dalam sebuah krus [[tantalum]] dan dibakar dalam atmosfer [[helium]]. Saat reaksi berlangsung, senyawa halida yang dihasilkan dan disprosium cair akan terpisah karena perbedaan kepadatan. Saat campuran tersebut mendingin, disprosium dapat diambil dari kotorannya. | Komponen tersebut ditempatkan dalam sebuah krus [[tantalum]] dan dibakar dalam atmosfer [[helium]]. Saat reaksi berlangsung, senyawa halida yang dihasilkan dan disprosium cair akan terpisah karena perbedaan kepadatan. Saat campuran tersebut mendingin, disprosium dapat diambil dari kotorannya.<ref>Heiserman, David L. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. TAB Books. 1992. hlm. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis/page/236 236]–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.</ref> | ||
Sekitar 100 ton disprosium diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan 99% dari jumlah tersebut diproduksi di Tiongkok. Harga disprosium naik hampir 20 kali lipat, dari [[Dolar Amerika Serikat|AS$]]7 per pon pada tahun 2003, menjadi AS$130 per pon pada akhir tahun 2010. Harganya semakin naik menjadi AS$1.400/kg pada tahun 2011 tetapi turun menjadi AS$240 pada tahun 2015, sebagian besar disebabkan oleh produksi ilegal di Tiongkok yang menghindari pembatasan pemerintah. | Sekitar 100 ton disprosium diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya,<ref>[http://www.lenntech.com/Periodic-chart-elements/Dy-en.htm Dysprosium (Dy) - Chemical properties, Health and Environmental effects]. Lenntech Water treatment & air purification Holding B.V. 2008.</ref> dengan 99% dari jumlah tersebut diproduksi di Tiongkok.<ref>Bradsher, Keith. [https://www.nytimes.com/2010/12/30/business/global/30smuggle.html?pagewanted=2&_r=1&emc=eta1 In China, Illegal Rare Earth Mines Face Crackdown]. ''The New York Times''. 29 Desember 2010.</ref> Harga disprosium naik hampir 20 kali lipat, dari [[Dolar Amerika Serikat|AS$]]7 per pon pada tahun 2003, menjadi AS$130 per pon pada akhir tahun 2010.<ref>Bradsher, Keith. [https://www.nytimes.com/2010/12/30/business/global/30smuggle.html?pagewanted=2&_r=1&emc=eta1 In China, Illegal Rare Earth Mines Face Crackdown]. ''The New York Times''. 29 Desember 2010.</ref> Harganya semakin naik menjadi AS$1.400/kg pada tahun 2011 tetapi turun menjadi AS$240 pada tahun 2015, sebagian besar disebabkan oleh produksi ilegal di Tiongkok yang menghindari pembatasan pemerintah.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/mcs-2016-raree.pdf Rare Earths] [https://web.archive.org/web/20160506184123/http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/mcs-2016-raree.pdf archive]. ''United States Geological Survey''. Januari 2016</ref> | ||
Saat ini, sebagian besar disprosium diperoleh dari bijih tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan. , pabrik percontohan Browns Range Project, 160 km sebelah tenggara [[Halls Creek, Australia Barat]] memproduksi disprosium per tahun. | Saat ini, sebagian besar disprosium diperoleh dari bijih tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan.<ref>Keith Bradsher. [https://www.nytimes.com/2009/12/26/business/global/26rare.html Earth-Friendly Elements, Mined Destructively]. ''The New York Times''. 25 Desember 2009.</ref> , pabrik percontohan Browns Range Project, 160 km sebelah tenggara [[Halls Creek, Australia Barat]] memproduksi disprosium per tahun.<ref>Tom Major. [https://www.abc.net.au/news/rural/2018-11-30/rare-earth-mineral-find-to-boost-electric-vehicle-sector/10562460 Rare earth mineral discovery set to make Australia a major player in electric vehicle supply chain]. ''ABC News''. Australian Broadcasting Corporation. 30 November 2018.</ref><ref>Matt Brann. [http://www.abc.net.au/rural/content/2011/s3377547.htm Halls Creek turning into a hub for rare earths]. 27 November 2011.</ref> | ||
Menurut [[Departemen Energi Amerika Serikat]], berbagai kegunaannya saat ini dan yang diproyeksikan, bersama dengan kurangnya pengganti yang cocok, menjadikan disprosium sebagai satu-satunya unsur paling penting untuk teknologi berenergi bersih; bahkan proyeksi mereka yang paling konservatif memperkirakan kekurangan disprosium sebelum 2015. Hingga akhir 2015, terdapat industri ekstraksi tanah jarang (termasuk disprosium) yang baru hadir di Australia. | Menurut [[Departemen Energi Amerika Serikat]], berbagai kegunaannya saat ini dan yang diproyeksikan, bersama dengan kurangnya pengganti yang cocok, menjadikan disprosium sebagai satu-satunya unsur paling penting untuk teknologi berenergi bersih; bahkan proyeksi mereka yang paling konservatif memperkirakan kekurangan disprosium sebelum 2015.<ref>New Scientist, 18 Juni 2011, hlm. 40</ref> Hingga akhir 2015, terdapat industri ekstraksi tanah jarang (termasuk disprosium) yang baru hadir di Australia.<ref>Jasper, Clint (22 September 2015) [http://www.abc.net.au/news/2015-09-22/rare-earth-miners-face-tough-market/6786970 Staring down a multitude of challenges, these Australian rare earth miners are confident they can break into the market]. abc.net.au</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Disprosium digunakan, bersama dengan [[vanadium]] dan unsur lainnya, dalam pembuatan bahan [[laser]] dan pencahayaan komersial. Karena penampang lintang penyerapan [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] yang tinggi dari disprosium, [[kermet]] disprosium-oksida–nikel digunakan dalam [[Batang kendali (reaktor nuklir)|batang kendali]] penyerap neutron dalam [[reaktor nuklir]]. Disprosium–[[kadmium]] [[kalkogen]]ida adalah sumber radiasi [[inframerah]], yang berguna untuk mempelajari beberapa reaksi kimia. Karena disprosium dan senyawanya sangat rentan terhadap magnetisasi, mereka digunakan pada berbagai aplikasi penyimpanan data, seperti pada [[cakram keras]]. Disprosium semakin diminati untuk magnet permanen yang digunakan pada motor mobil-listrik dan generator turbin angin. | Disprosium digunakan, bersama dengan [[vanadium]] dan unsur lainnya, dalam pembuatan bahan [[laser]] dan pencahayaan komersial. Karena penampang lintang penyerapan [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] yang tinggi dari disprosium, [[kermet]] disprosium-oksida–nikel digunakan dalam [[Batang kendali (reaktor nuklir)|batang kendali]] penyerap neutron dalam [[reaktor nuklir]].<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Sinha Amit. [https://archive.org/details/sim_american-ceramic-society-journal_2005-04_88_4/page/1064 Development of Dysprosium Titanate Based Ceramics]. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2005. Vol. 88 (4). hlm. 1064–1066. doi:10.1111/j.1551-2916.2005.00211.x.</ref> Disprosium–[[kadmium]] [[kalkogen]]ida adalah sumber radiasi [[inframerah]], yang berguna untuk mempelajari beberapa reaksi kimia.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 11. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Karena disprosium dan senyawanya sangat rentan terhadap magnetisasi, mereka digunakan pada berbagai aplikasi penyimpanan data, seperti pada [[cakram keras]].<ref>[https://archive.org/details/chemistryfoundat0000unse/page/267 Chemistry Foundations and Applications]. Thomson Gale. 2004. Vol. 2. hlm. [https://archive.org/details/chemistryfoundat0000unse/page/267 267–268]. ISBN 978-0-02-865724-0.</ref> Disprosium semakin diminati untuk magnet permanen yang digunakan pada motor mobil-listrik dan generator turbin angin.<ref>Katherine Bourzac. [https://www.technologyreview.com/s/423730/the-rare-earth-crisis/ The Rare Earth Crisis]. MIT Technology Review. 19 April 2011.</ref> | ||
[[Magnet neodimium|Magnet]] [[neodimium]]–besi–boron dapat memiliki hingga 6% dari neodimium yang digantikan oleh disprosium untuk meningkatkan [[Medan koersif|koersivitas]] pada beberapa aplikasi, seperti motor penggerak untuk kendaraan listrik dan generator untuk turbin angin. Penggantian ini membutuhkan hingga 100 gram disprosium per mobil listrik yang diproduksi. Berdasarkan proyeksi 2 juta unit per tahun dari [[Toyota]], penggunaan disprosium dalam aplikasi seperti ini akan dengan cepat menghabiskan pasokan yang tersedia. Substitusi disprosium juga berguna dalam aplikasi lain karena dapat meningkatkan ketahanan korosi magnet. | [[Magnet neodimium|Magnet]] [[neodimium]]–besi–boron dapat memiliki hingga 6% dari neodimium yang digantikan oleh disprosium<ref>Fang, X. Shi. [https://zenodo.org/record/1232140 Modeling of magnetic properties of heat treated Dy-doped NdFeB particles bonded in isotropic and anisotropic arrangements]. ''IEEE Transactions on Magnetics''. 1998. Vol. 34 (4). hlm. 1291–1293. doi:10.1109/20.706525.</ref> untuk meningkatkan [[Medan koersif|koersivitas]] pada beberapa aplikasi, seperti motor penggerak untuk kendaraan listrik dan generator untuk turbin angin. Penggantian ini membutuhkan hingga 100 gram disprosium per mobil listrik yang diproduksi. Berdasarkan proyeksi 2 juta unit per tahun dari [[Toyota]], penggunaan disprosium dalam aplikasi seperti ini akan dengan cepat menghabiskan pasokan yang tersedia.<ref>Peter Campbell. [http://www.magnetweb.com/Col05.htm Supply and Demand, Part 2]. Princeton Electro-Technology, Inc. Februari 2008.</ref> Substitusi disprosium juga berguna dalam aplikasi lain karena dapat meningkatkan ketahanan korosi magnet.<ref>L. Q. Yu. [https://archive.org/details/sim_journal-of-magnetism-and-magnetic-materials_2004-12_283_2-3/page/353 Effects of Dy and Nb on the magnetic properties and corrosion resistance of sintered NdFeB]. ''Journal of Magnetism and Magnetic Materials''. 2004. Vol. 283 (2–3). hlm. 353–356. doi:10.1016/j.jmmm.2004.06.006.</ref> | ||
Disprosium adalah salah satu komponen [[Terfenol-D]], bersama dengan besi dan terbium. Terfenol-D memiliki [[magnetostriksi]] suhu kamar tertinggi dari bahan apa pun yang diketahui, yang digunakan dalam [[transduser]], [[Resonator#Mekanis|resonator mekanis]] pita lebar, dan injektor bahan bakar cair presisi tinggi. | Disprosium adalah salah satu komponen [[Terfenol-D]], bersama dengan besi dan terbium. Terfenol-D memiliki [[magnetostriksi]] suhu kamar tertinggi dari bahan apa pun yang diketahui,<ref>[http://etrema-usa.com/core/terfenold/ What is Terfenol-D?]. ETREMA Products, Inc. 2003.</ref> yang digunakan dalam [[transduser]], [[Resonator#Mekanis|resonator mekanis]] pita lebar,<ref>Kellogg, Rick. ''Wide Band Tunable Mechanical Resonator Employing the Δ''E'' Effect of Terfenol-D''. ''Journal of Intelligent Material Systems & Structures''. May 2004. Vol. 15 (5). hlm. 355–368. doi:10.1177/1045389X04040649.</ref> dan injektor bahan bakar cair presisi tinggi.<ref>Leavitt, Wendy. [http://fleetowner.com/mag/fleet_terfenold_call Take Terfenol-D and call me]. ''Fleet Owner''. Februari 2000. Vol. 95 (2). hlm. 97.</ref> | ||
Disprosium digunakan dalam [[dosimeter]] untuk mengukur [[radiasi pengion]]. Kristal [[kalsium sulfat]] atau [[kalsium fluorida]] didoping dengan disprosium. Ketika kristal ini terkena radiasi, atom disprosium akan menjadi [[eksitasi|tereksitasi]] dan [[luminesensi|berpendar]]. Pendaran ini dapat diukur untuk menentukan tingkat paparan yang telah terkena dosimeter. | Disprosium digunakan dalam [[dosimeter]] untuk mengukur [[radiasi pengion]]. Kristal [[kalsium sulfat]] atau [[kalsium fluorida]] didoping dengan disprosium. Ketika kristal ini terkena radiasi, atom disprosium akan menjadi [[eksitasi|tereksitasi]] dan [[luminesensi|berpendar]]. Pendaran ini dapat diukur untuk menentukan tingkat paparan yang telah terkena dosimeter.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> | ||
Serat nano senyawa disprosium memiliki kekuatan tinggi dan luas permukaan yang besar. Oleh karena itu, mereka dapat digunakan untuk memperkuat bahan lain dan bertindak sebagai katalis. Serat disprosium oksida fluorida dapat diproduksi dengan memanaskan larutan berair DyBr<sub>3</sub> dan NaF hingga suhu 450 °C pada tekanan 450 [[bar (satuan)|bar]] selama 17 jam. Bahan ini sangatlah kuat, dapat bertahan lebih dari 100 jam dalam berbagai larutan berair pada suhu melebihi 400 °C tanpa terlarut kembali atau tergumpal. Selain itu, disprosium telah digunakan untuk membuat sebuah [[superpadat]] 2 dimensi di lingkungan laboratorium. Superpadat diperkirakan menunjukkan sifat yang tidak biasa, termasuk superfluiditas. | Serat nano senyawa disprosium memiliki kekuatan tinggi dan luas permukaan yang besar. Oleh karena itu, mereka dapat digunakan untuk memperkuat bahan lain dan bertindak sebagai katalis. Serat disprosium oksida fluorida dapat diproduksi dengan memanaskan larutan berair DyBr<sub>3</sub> dan NaF hingga suhu 450 °C pada tekanan 450 [[bar (satuan)|bar]] selama 17 jam. Bahan ini sangatlah kuat, dapat bertahan lebih dari 100 jam dalam berbagai larutan berair pada suhu melebihi 400 °C tanpa terlarut kembali atau tergumpal.<ref>[http://www.pnl.gov/supercriticalfluid/tech_oxidation.stm Supercritical Water Oxidation/Synthesis]. Pacific Northwest National Laboratory.</ref><ref>[http://availabletechnologies.pnl.gov/technology.asp?id=152 Rare Earth Oxide Fluoride: Ceramic Nano-particles via a Hydrothermal Method]. LaboratoriumNasional Pacific Northwest.</ref><ref>Hoffman, M. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-materials-science_2000-08-15_35_16/page/n234 Unusual dysprosium ceramic nano-fiber growth in a supercritical aqueous solution]. ''J. Mater. Sci''. 2000. Vol. 35 (16). hlm. 4177. doi:10.1023/A:1004875413406.</ref> Selain itu, disprosium telah digunakan untuk membuat sebuah [[superpadat]] 2 dimensi di lingkungan laboratorium. Superpadat diperkirakan menunjukkan sifat yang tidak biasa, termasuk superfluiditas.<ref>[https://www.livescience.com/first-2d-supersolid.html Physicists give weird new phase of matter an extra dimension]. Live Science. 18 Agustus 2021.</ref> | ||
Disprosium iodida dan disprosium bromida digunakan dalam [[lampu halida logam]] intensitas tinggi. Kedua senyawa ini berdisosiasi di dekat pusat panas lampu, melepaskan atom disprosium yang terisolasi. Disprosium bromida akan memancarkan kembali cahaya di bagian spektrum hijau dan merah, sehingga secara efektif menghasilkan cahaya terang. | Disprosium iodida dan disprosium bromida digunakan dalam [[lampu halida logam]] intensitas tinggi. Kedua senyawa ini berdisosiasi di dekat pusat panas lampu, melepaskan atom disprosium yang terisolasi. Disprosium bromida akan memancarkan kembali cahaya di bagian spektrum hijau dan merah, sehingga secara efektif menghasilkan cahaya terang.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Gray, Theodore. [https://archive.org/details/elementsvisualex0000gray_f5s1 The Elements]. Black Dog and Leventhal Publishers. 2009. hlm. [https://archive.org/details/elementsvisualex0000gray_f5s1/page/152 152]–153. ISBN 978-1-57912-814-2.</ref> | ||
Beberapa garam kristal paramagnetik dari disprosium (garnet disprosium galium, DGG; garnet disprosium aluminium, DAG; garnet disprosium besi, DyIG) digunakan dalam [[refrigerasi magnetik|refrigerator demagnetisasi adiabatik]]. | Beberapa garam kristal paramagnetik dari disprosium (garnet disprosium galium, DGG; garnet disprosium aluminium, DAG; garnet disprosium besi, DyIG) digunakan dalam [[refrigerasi magnetik|refrigerator demagnetisasi adiabatik]].<ref>Milward, Steve dkk. (2004). [http://www.ucl.ac.uk/mssl/cryogenics/documents/5LH01.pdf "Design, Manufacture and Test of an Adiabatic Demagnetization Refrigerator Magnet for use in Space"]. . University College London.</ref><ref>Hepburn, Ian. [http://www.ucl.ac.uk/mssl/cryogenics/documents/ADR_presentation__Compatibility_Mode_.pdf "Adiabatic Demagnetization Refrigerator: A Practical Point of View"]. . Cryogenic Physics Group, Mullard Space Science Laboratory, University College London.</ref> | ||
Ion disprosium trivalen (Dy<sup>3+</sup>) telah dipelajari karena sifat luminesensinya yang menurun. [[Garnet itrium aluminium]] yang didoping Dy ([[Garnet itrium aluminium#Dy:YAG|Dy:YAG]]) yang tereksitasi di wilayah ultraungu dari spektrum elektromagnetik akan menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang lebih panjang di wilayah tampak. Ide ini adalah dasar untuk dioda pemancar cahaya (LED) putih yang dipompa UV generasi baru. | Ion disprosium trivalen (Dy<sup>3+</sup>) telah dipelajari karena sifat luminesensinya yang menurun. [[Garnet itrium aluminium]] yang didoping Dy ([[Garnet itrium aluminium#Dy:YAG|Dy:YAG]]) yang tereksitasi di wilayah ultraungu dari spektrum elektromagnetik akan menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang lebih panjang di wilayah tampak. Ide ini adalah dasar untuk dioda pemancar cahaya (LED) putih yang dipompa UV generasi baru.<ref>J. F. C. Carreira. ''YAG:Dy – Based single white light emitting phosphor produced by solution combustion synthesis''. ''Journal of Luminescence''. 2017. Vol. 183. hlm. 251–258. doi:10.1016/j.jlumin.2016.11.017.</ref> | ||
Isotop stabil disprosium telah [[pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan dikurung dalam [[perangkap magneto-optik]] untuk percobaan [[fisika kuantum]]. [[Kondensat Bose–Einstein|Gas degenerasi kuantum]] Bose dan Fermi pertama dari sebuah lantanida [[konfigurasi elektron|kulit terbuka]] dibuat dengan disprosium. Karena disprosium sangat bersifat magnetik---memang, ia adalah unsur [[fermion]]ik yang paling magnetik dan hampir terikat dengan terbium untuk sebagian besar atom [[boson]]ik magnetik---gas semacam itu berfungsi sebagai dasar untuk [[simulator kuantum|simulasi kuantum]] dengan atom [[dipol]]ar yang kuat. | Isotop stabil disprosium telah [[pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan dikurung dalam [[perangkap magneto-optik]]<ref>M. Lu. ''Trapping Ultracold Dysprosium: A Highly Magnetic Gas for Dipolar Physics''. ''Physical Review Letters''. 2010. Vol. 104 (6). hlm. 063001. doi:10.1103/physrevlett.104.063001.</ref> untuk percobaan [[fisika kuantum]]. [[Kondensat Bose–Einstein|Gas degenerasi kuantum]] Bose dan Fermi pertama dari sebuah lantanida [[konfigurasi elektron|kulit terbuka]] dibuat dengan disprosium.<ref>M. Lu. ''Strongly Dipolar Bose-Einstein Condensate of Dysprosium''. ''Physical Review Letters''. 2011. Vol. 107 (19). hlm. 190401. doi:10.1103/physrevlett.107.190401.</ref><ref>M. Lu. ''Quantum Degenerate Dipolar Fermi Gas''. ''Physical Review Letters''. 2012. Vol. 108 (21). hlm. 215301. doi:10.1103/physrevlett.108.215301.</ref> Karena disprosium sangat bersifat magnetik---memang, ia adalah unsur [[fermion]]ik yang paling magnetik dan hampir terikat dengan terbium untuk sebagian besar atom [[boson]]ik magnetik<ref>W C Martin. [https://www.osti.gov/biblio/6507735 Atomic energy levels - the rare earth elements]. ''OSTI.GOV''. Januari 1978.</ref>---gas semacam itu berfungsi sebagai dasar untuk [[simulator kuantum|simulasi kuantum]] dengan atom [[dipol]]ar yang kuat.<ref>L. Chomaz. ''Dipolar physics: a review of experiments with magnetic quantum gases''. ''Rep. Prog. Phys''. 2022. Vol. 86 (2). hlm. 026401. doi:10.1088/1361-6633/aca814.</ref> | ||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Seperti kebanyakan bubuk lainnya, bubuk disprosium dapat menimbulkan bahaya ledakan saat bercampur dengan udara dan jika terdapat sumber pengapian. Lapisan tipis zat tersebut juga dapat tersulut oleh percikan api atau [[listrik statis]]. Kebakaran disprosium tidak dapat dipadamkan dengan air. Ia dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan gas [[hidrogen]] yang mudah terbakar. Kebakaran disprosium klorida dapat dipadamkan dengan air. Disprosium fluorida dan disprosium oksida tidak mudah terbakar. Disprosium nitrat, Dy(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, adalah [[oksidator|zat]] pengoksidasi kuat dan mudah menyala saat bersentuhan dengan zat organik. | Seperti kebanyakan bubuk lainnya, bubuk disprosium dapat menimbulkan bahaya ledakan saat bercampur dengan udara dan jika terdapat sumber pengapian. Lapisan tipis zat tersebut juga dapat tersulut oleh percikan api atau [[listrik statis]]. Kebakaran disprosium tidak dapat dipadamkan dengan air. Ia dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan gas [[hidrogen]] yang mudah terbakar.<ref>Dierks, Steve. [http://www.espi-metals.com/msds's/Dysprosium.htm Dysprosium]. ''Material Safety Data Sheets''. Electronic Space Products International. Januari 2003.</ref> Kebakaran disprosium klorida dapat dipadamkan dengan air.<ref>Dierks, Steve. [http://www.espi-metals.com/msds%27s/Dysprosium%20Chloride.htm Dysprosium Chloride]. ''Material Safety Data Sheets''. Electronic Space Products International. Januari 1995.</ref> Disprosium fluorida dan disprosium oksida tidak mudah terbakar.<ref>Dierks, Steve. [http://www.espi-metals.com/msds%27s/Dysprosium%20Fluoride.htm Dysprosium Fluoride]. ''Material Safety Data Sheets''. Electronic Space Products International. Desember 1995.</ref><ref>Dierks, Steve. [http://www.espi-metals.com/msds%27s/Dysprosium%20Oxide.htm Dysprosium Oxide]. ''Material Safety Data Sheets''. Electronic Space Products International. November 1988.</ref> Disprosium nitrat, Dy(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, adalah [[oksidator|zat]] pengoksidasi kuat dan mudah menyala saat bersentuhan dengan zat organik.<ref>Krebs, Robert E. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 The History and Use of our Earth's Chemical Elements]. Greenwood Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/234 234–235]. ISBN 978-0-313-30123-0.</ref> | ||
Garam disprosium yang larut, seperti disprosium klorida dan disprosium nitrat agak beracun jika tertelan. Berdasarkan toksisitas disprosium klorida terhadap tikus, diperkirakan bahwa menelan 500 gram atau lebih dapat berakibat fatal bagi manusia (bandingkan dengan [[keracunan garam|dosis mematikan garam dapur biasa sebesar 300 gram]] untuk manusia dengan berat 100 kilogram). Garam yang tidak larut tidak beracun.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=j-Xu07p3cKwC&pg=PA131 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> | |||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://education.jlab.org/itselemental/ele066.html It's Elemental – Dysprosium] | * [http://education.jlab.org/itselemental/ele066.html It's Elemental – Dysprosium] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Disprosium&oldid=29440532 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29440532 (2026-07-10T14:54:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.00

Disprosium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Dy dan nomor atom 66. Ia merupakan sebuah unsur tanah jarang dalam deret lantanida dengan kilau perak metalik. Disprosium tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas, meskipun, seperti lantanida lainnya, ia ditemukan di berbagai mineral, seperti xenotim. Disprosium alami terdiri dari tujuh isotop, dengan yang paling melimpah adalah 164Dy.
Disprosium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1886 oleh Lecoq de Boisbaudran, tetapi tidak diisolasi dalam bentuk murni hingga pengembangan teknik pertukaran ion pada tahun 1950-an. Disprosium memiliki aplikasi yang relatif sedikit di mana ia tidak dapat digantikan oleh unsur kimia lainnya. Ia digunakan pada pembuatan batang kendali dalam reaktor nuklir karena penampang lintang penyerapan neutron termalnya yang tinggi, dalam aplikasi penyimpanan data karena suseptibilitas magnetiknya yang tinggi (), dan sebagai salah satu komponen Terfenol-D (sebuah bahan magnetostriktif). Garam disprosium yang larut agak beracun, sedangkan garam yang tidak larut dianggap tidak beracun.
Karakteristik
Sifat fisik
Disprosium adalah sebuah unsur tanah jarang dan memiliki kilau perak metalik yang cerah. Ia cukup lunak dan dapat diolah tanpa percikan api jika menghindari panas berlebih. Karakteristik fisik disprosium dapat sangat dipengaruhi pengotor bahkan dalam jumlah yang kecil.[1]
Disprosium dan holmium memiliki kekuatan magnet paling tinggi dari semua unsur,[2] terutama pada suhu rendah.[3] Disprosium bersifat feromagnetik sederhana pada suhu di bawah . Di atas suhu , ia berubah menjadi keadaan antiferomagnetik heliks di mana semua momen atom pada lapisan bidang basal tertentu sejajar dan berorientasi pada sudut tetap terhadap momen dari lapisan yang berdekatan. Antiferomagnetisme yang tidak biasa ini berubah menjadi keadaan tidak teratur (paramagnetik) pada suhu .[4]
Sifat kimia
Logam disprosium dapat mempertahankan kilaunya di udara kering, namun akan mengusam perlahan di udara lembap dan mudah terbakar untuk membentuk disprosium(III) oksida:
- 4 Dy + 3 O2 → 2 Dy2O3
Disprosium cukup bersifat elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin (dan cukup cepat dengan air panas) untuk membentuk disprosium hidroksida:
- 2 Dy (s) + 6 H2O (l) → 2 Dy(OH)3 (aq) + 3 H2 (g)
Disprosium hidroksida akan terurai menjadi DyO(OH) pada suhu tinggi, yang kemudian terurai lagi menjadi disprosium(III) oksida.[5]
Logam disprosium akan bereaksi hebat dengan semua halogen pada suhu di atas 200 °C:
- 2 Dy (s) + 3 F2 (g) → 2 DyF3 (s) [hijau]
- 2 Dy (s) + 3 Cl2 (g) → 2 DyCl3 (s) [putih]
- 2 Dy (s) + 3 Br2 (l) → 2 DyBr3 (s) [putih]
- 2 Dy (s) + 3 I2 (g) → 2 DyI3 (s) [hijau]
Disprosium mudah larut dalam asam sulfat encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion kuning Dy(III), yang eksis sebagai kompleks [Dy(OH2)9]3+:[6]
- 2 Dy (s) + 3 H2SO4 (aq) → 2 Dy3+ (aq) + 3 (aq) + 3 H2 (g)
Senyawa yang dihasilkan, disprosium(III) sulfat, bersifat paramagnetik.
Senyawa
Disprosium halida, seperti DyF3 dan DyBr3, cenderung berwarna kuning. Disprosium oksoda, juga dikenal sebagai disprosia, adalah bubuk putih yang sangat bersifat magnetik, lebih dari besi oksida.[7]
Disprosium dapat bergabung dengan berbagai nonlogam pada suhu tinggi untuk membentuk senyawa biner dengan berbagai komposisi dan keadaan oksidasi +3 dan terkadang +2, seperti DyN, DyP, DyH2 dan DyH3; DyS, DyS2, Dy2S3 dan Dy5S7; DyB2, DyB4, DyB6 dan DyB12, serta Dy3C dan Dy2C3.[8]
Disprosium karbonat, Dy2(CO3)3, dan disprosium sulfat, Dy2(SO4)3, dihasilkan dari reaksi serupa.[9] Sebagian besar senyawa disprosium dapat larut dalam air, meskipun disprosium karbonat tetrahidrat (Dy2(CO3)3·4H2O) dan disprosium oksalat dekahidrat (Dy2(C2O4)3·10H2O) tidak larut dalam air.[10][11] Dua disprosium karbonat yang paling melimpah, Dy2(CO3)3·2–3H2O (mirip dengan mineral tengerit-(Y)), dan DyCO3(OH) (mirip dengan mineral kozoit-(La) dan kozoit-(Nd)), diketahui terbentuk melalui fase prekursor yang tidak tertata dengan baik (amorf) dengan rumus Dy2(CO3)3·4H2O. Prekursor amorf ini terdiri dari partikel nano berbentuk bola yang sangat terhidrasi dengan diameter 10–20 nm yang sangat stabil di bawah perlakuan kering pada suhu sekitar dan suhu tinggi.[12]
Isotop
Disprosium alami terdiri dari tujuh isotop: 156Dy, 158Dy, 160Dy, 161Dy, 162Dy, 163Dy, dan 164Dy. Mereka semua dianggap stabil, meskipun 156Dy secara teoretis dapat mengalami peluruhan alfa dengan waktu paruh lebih dari 1×1018 tahun. Disprosium adalah unsur terberat yang memiliki isotop yang tidak stabil secara pengamatan. Dari semua isotop alami, 164Dy adalah yang paling melimpah dengan kelimpahan 28%, diikuti oleh 162Dy dengan 26%. Yang paling tidak melimpah adalah 156Dy dengan 0,06%.
29 radioisotop juga telah disintesis, mulai dari massa atom 138 hingga 173. Yang paling stabil adalah 154Dy, dengan waktu paruh kira-kira 3 tahun, diikuti oleh 159Dy dengan waktu paruh 144,4 hari. Yang paling tidak stabil adalah 138Dy, dengan waktu paruh 200 mdtk. Sebagai aturan umum, isotop yang lebih ringan daripada isotop stabil cenderung meluruh terutama melalui peluruhan β+, sedangkan isotop yang lebih berat cenderung meluruh melalui peluruhan β−. Namun, 154Dy meluruh terutama melalui peluruhan alfa, dan 152Dy serta 159Dy meluruh terutama melalui penangkapan elektron. Disprosium juga memiliki setidaknya 11 isomer metastabil, dengan massa atom berkisar antara 140 hingga 165. Yang paling stabil adalah 165mDy, yang memiliki waktu paruh 1,257 menit. 149Dy memiliki dua isomer metastabil, yang kedua, 149m2Dy, memiliki waktu paruh 28 ndtk.
Sejarah
Pada tahun 1878, bijih erbium ditemukan mengandung oksida holmium dan tulium. Kimiawan Prancis Lecoq de Boisbaudran, saat bekerja dengan holmium oksida, memisahkan disprosium oksida darinya di Paris pada tahun 1886.[13][14] Prosedurnya untuk mengisolasi disprosium melibatkan pelarutan disprosium oksida dalam asam, kemudian menambahkan amonia untuk mengendapkan disprosium hidroksida. Dia hanya mampu mengisolasi disprosium dari oksidanya setelah lebih dari 30 kali mencoba prosedurnya. Setelah berhasil, dia menamai unsur tersebut disprosium dari bahasa Yunani dysprositos (δυσπρόσιτος), yang berarti "sulit didapat". Unsur tersebut tidak diisolasi dalam bentuk yang relatif murni hingga setelah pengembangan teknik pertukaran ion oleh Frank Spedding di Universitas Negeri Iowa pada awal 1950-an.[15][16]
Karena perannya dalam magnet permanen yang digunakan untuk turbin angin, telah dikatakan bahwa disprosium akan menjadi salah satu objek utama dalam persaingan geopolitik di dunia yang menggunakan energi terbarukan. Tapi perspektif ini telah dikritik karena gagal mengenali bahwa sebagian besar turbin angin tidak menggunakan magnet permanen dan meremehkan kekuatan insentif ekonomi untuk produksi yang diperluas.[17][18]
Pada tahun 2021, Dy diubah menjadi gas kuantum superpadat 2 dimensi.[19]
Keterjadian
Walaupun disprosium tidak pernah ditemui sebagai unsur bebas, ia ditemukan di banyak mineral, meliputi xenotim, fergusonit, gadolinit, euksenit, polikras, blomstrandin, monasit, dan bastnäsit, sering kali dengan erbium dan holmium atau unsur tanah jarang lainnya. Belum ada mineral dominan disprosium (di mana disprosium yang mendominasi unsur tanah jarang lainnya dalam komposisinya) yang ditemukan.[20]
Dalam mineral versi itrium-tinggi ini, disprosium merupakan lantanida berat yang paling melimpah, terdiri dari hingga 7–8% konsentrat (dibandingkan dengan sekitar 65% untuk itrium).[21][22] Konsentrasi Dy di kerak Bumi ialah sekitar 5,2 mg/kg dan di air laut 0,9 ng/L.[23]
Produksi
Disprosium diperoleh terutama dari pasir monasit, sebuah campuran berbagai fosfat. Logam ini diperoleh sebagai produk sampingan dalam ekstraksi itrium komersial. Dalam mengisolasi disprosium, sebagian besar logam yang tidak diinginkan dapat dihilangkan secara magnetis atau melalui proses pengapungan. Disprosium kemudian dapat dipisahkan dari logam tanah jarang lainnya melalui proses perpindahan pertukaran ion. Ion disprosium yang dihasilkan kemudian dapat bereaksi dengan fluorin atau klorin untuk membentuk disprosium fluorida, DyF3, atau disprosium klorida, DyCl3. Kedua senyawa ini dapat direduksi menggunakan logam kalsium atau litium dalam reaksi berikut:[24]
- 3 Ca + 2 DyF3 → 2 Dy + 3 CaF2
- 3 Li + DyCl3 → Dy + 3 LiCl
Komponen tersebut ditempatkan dalam sebuah krus tantalum dan dibakar dalam atmosfer helium. Saat reaksi berlangsung, senyawa halida yang dihasilkan dan disprosium cair akan terpisah karena perbedaan kepadatan. Saat campuran tersebut mendingin, disprosium dapat diambil dari kotorannya.[25]
Sekitar 100 ton disprosium diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya,[26] dengan 99% dari jumlah tersebut diproduksi di Tiongkok.[27] Harga disprosium naik hampir 20 kali lipat, dari AS$7 per pon pada tahun 2003, menjadi AS$130 per pon pada akhir tahun 2010.[28] Harganya semakin naik menjadi AS$1.400/kg pada tahun 2011 tetapi turun menjadi AS$240 pada tahun 2015, sebagian besar disebabkan oleh produksi ilegal di Tiongkok yang menghindari pembatasan pemerintah.[29]
Saat ini, sebagian besar disprosium diperoleh dari bijih tanah liat pengadsorb ion di Tiongkok selatan.[30] , pabrik percontohan Browns Range Project, 160 km sebelah tenggara Halls Creek, Australia Barat memproduksi disprosium per tahun.[31][32]
Menurut Departemen Energi Amerika Serikat, berbagai kegunaannya saat ini dan yang diproyeksikan, bersama dengan kurangnya pengganti yang cocok, menjadikan disprosium sebagai satu-satunya unsur paling penting untuk teknologi berenergi bersih; bahkan proyeksi mereka yang paling konservatif memperkirakan kekurangan disprosium sebelum 2015.[33] Hingga akhir 2015, terdapat industri ekstraksi tanah jarang (termasuk disprosium) yang baru hadir di Australia.[34]
Aplikasi
Disprosium digunakan, bersama dengan vanadium dan unsur lainnya, dalam pembuatan bahan laser dan pencahayaan komersial. Karena penampang lintang penyerapan neutron termal yang tinggi dari disprosium, kermet disprosium-oksida–nikel digunakan dalam batang kendali penyerap neutron dalam reaktor nuklir.[35][36] Disprosium–kadmium kalkogenida adalah sumber radiasi inframerah, yang berguna untuk mempelajari beberapa reaksi kimia.[37] Karena disprosium dan senyawanya sangat rentan terhadap magnetisasi, mereka digunakan pada berbagai aplikasi penyimpanan data, seperti pada cakram keras.[38] Disprosium semakin diminati untuk magnet permanen yang digunakan pada motor mobil-listrik dan generator turbin angin.[39]
Magnet neodimium–besi–boron dapat memiliki hingga 6% dari neodimium yang digantikan oleh disprosium[40] untuk meningkatkan koersivitas pada beberapa aplikasi, seperti motor penggerak untuk kendaraan listrik dan generator untuk turbin angin. Penggantian ini membutuhkan hingga 100 gram disprosium per mobil listrik yang diproduksi. Berdasarkan proyeksi 2 juta unit per tahun dari Toyota, penggunaan disprosium dalam aplikasi seperti ini akan dengan cepat menghabiskan pasokan yang tersedia.[41] Substitusi disprosium juga berguna dalam aplikasi lain karena dapat meningkatkan ketahanan korosi magnet.[42]
Disprosium adalah salah satu komponen Terfenol-D, bersama dengan besi dan terbium. Terfenol-D memiliki magnetostriksi suhu kamar tertinggi dari bahan apa pun yang diketahui,[43] yang digunakan dalam transduser, resonator mekanis pita lebar,[44] dan injektor bahan bakar cair presisi tinggi.[45]
Disprosium digunakan dalam dosimeter untuk mengukur radiasi pengion. Kristal kalsium sulfat atau kalsium fluorida didoping dengan disprosium. Ketika kristal ini terkena radiasi, atom disprosium akan menjadi tereksitasi dan berpendar. Pendaran ini dapat diukur untuk menentukan tingkat paparan yang telah terkena dosimeter.[46]
Serat nano senyawa disprosium memiliki kekuatan tinggi dan luas permukaan yang besar. Oleh karena itu, mereka dapat digunakan untuk memperkuat bahan lain dan bertindak sebagai katalis. Serat disprosium oksida fluorida dapat diproduksi dengan memanaskan larutan berair DyBr3 dan NaF hingga suhu 450 °C pada tekanan 450 bar selama 17 jam. Bahan ini sangatlah kuat, dapat bertahan lebih dari 100 jam dalam berbagai larutan berair pada suhu melebihi 400 °C tanpa terlarut kembali atau tergumpal.[47][48][49] Selain itu, disprosium telah digunakan untuk membuat sebuah superpadat 2 dimensi di lingkungan laboratorium. Superpadat diperkirakan menunjukkan sifat yang tidak biasa, termasuk superfluiditas.[50]
Disprosium iodida dan disprosium bromida digunakan dalam lampu halida logam intensitas tinggi. Kedua senyawa ini berdisosiasi di dekat pusat panas lampu, melepaskan atom disprosium yang terisolasi. Disprosium bromida akan memancarkan kembali cahaya di bagian spektrum hijau dan merah, sehingga secara efektif menghasilkan cahaya terang.[51][52]
Beberapa garam kristal paramagnetik dari disprosium (garnet disprosium galium, DGG; garnet disprosium aluminium, DAG; garnet disprosium besi, DyIG) digunakan dalam refrigerator demagnetisasi adiabatik.[53][54]
Ion disprosium trivalen (Dy3+) telah dipelajari karena sifat luminesensinya yang menurun. Garnet itrium aluminium yang didoping Dy (Dy:YAG) yang tereksitasi di wilayah ultraungu dari spektrum elektromagnetik akan menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang lebih panjang di wilayah tampak. Ide ini adalah dasar untuk dioda pemancar cahaya (LED) putih yang dipompa UV generasi baru.[55]
Isotop stabil disprosium telah didinginkan dengan laser dan dikurung dalam perangkap magneto-optik[56] untuk percobaan fisika kuantum. Gas degenerasi kuantum Bose dan Fermi pertama dari sebuah lantanida kulit terbuka dibuat dengan disprosium.[57][58] Karena disprosium sangat bersifat magnetik---memang, ia adalah unsur fermionik yang paling magnetik dan hampir terikat dengan terbium untuk sebagian besar atom bosonik magnetik[59]---gas semacam itu berfungsi sebagai dasar untuk simulasi kuantum dengan atom dipolar yang kuat.[60]
Pencegahan
Seperti kebanyakan bubuk lainnya, bubuk disprosium dapat menimbulkan bahaya ledakan saat bercampur dengan udara dan jika terdapat sumber pengapian. Lapisan tipis zat tersebut juga dapat tersulut oleh percikan api atau listrik statis. Kebakaran disprosium tidak dapat dipadamkan dengan air. Ia dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar.[61] Kebakaran disprosium klorida dapat dipadamkan dengan air.[62] Disprosium fluorida dan disprosium oksida tidak mudah terbakar.[63][64] Disprosium nitrat, Dy(NO3)3, adalah zat pengoksidasi kuat dan mudah menyala saat bersentuhan dengan zat organik.[65]
Garam disprosium yang larut, seperti disprosium klorida dan disprosium nitrat agak beracun jika tertelan. Berdasarkan toksisitas disprosium klorida terhadap tikus, diperkirakan bahwa menelan 500 gram atau lebih dapat berakibat fatal bagi manusia (bandingkan dengan dosis mematikan garam dapur biasa sebesar 300 gram untuk manusia dengan berat 100 kilogram). Garam yang tidak larut tidak beracun.[66]
Pranala luar
Referensi
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 11. ISBN 978-0-8493-0488-0.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
- ↑ Krebs, Robert E. The History and Use of our Earth's Chemical Elements. Greenwood Press. 1998. hlm. 234–235. ISBN 978-0-313-30123-0.
- ↑ Jackson, Mike. Wherefore Gadolinium? Magnetism of the Rare Earths. IRM Quarterly. 2000. Vol. 10 (3). hlm. 6.
- ↑ Junyang Jin, Yaru Ni, Wenjuan Huang, Chunhua Lu, Zhongzi Xu. Controlled synthesis and characterization of large-scale, uniform sheet-shaped dysprosium hydroxide nanosquares by hydrothermal method. Journal of Alloys and Compounds. March 2013. Vol. 553. hlm. 333–337. doi:10.1016/j.jallcom.2012.11.068.
- ↑ Chemical reactions of Dysprosium. Webelements.
- ↑ Krebs, Robert E. The History and Use of our Earth's Chemical Elements. Greenwood Press. 1998. hlm. 234–235. ISBN 978-0-313-30123-0.
- ↑ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical Compounds. McGraw-Hill. 2003. hlm. 289–290. ISBN 978-0-07-049439-8.
- ↑ Heiserman, David L. Exploring Chemical Elements and their Compounds. TAB Books. 1992. hlm. 236–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.
- ↑ Perry, D. L. Handbook of Inorganic Compounds. CRC Press. 1995. hlm. 152–154. ISBN 978-0-8493-8671-8.
- ↑ G. Jantsch. Zur Kenntnis der Verbindungen des Dysprosiums. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1911. Vol. 44 (2). hlm. 1274–1280. doi:10.1002/cber.19110440215.
- ↑ Vallina, B., Rodriguez-Blanco, J.D., Brown, A.P., Blanco, J.A. and Benning, L.G. Amorphous dysprosium carbonate: characterization, stability and crystallization pathways. Journal of Nanoparticle Research. 2013. Vol. 15 (2). hlm. 1438. doi:10.1007/s11051-013-1438-3.
- ↑ Robert K. DeKosky. Spectroscopy and the Elements in the Late Nineteenth Century: The Work of Sir William Crookes. The British Journal for the History of Science. 1973. Vol. 6 (4). hlm. 400–423. doi:10.1017/S0007087400012553.
- ↑ de Boisbaudran, Paul Émile Lecoq. L'holmine (ou terre X de M Soret) contient au moins deux radicaux métallique (Holminia mengandung setidaknya dua logam). Comptes Rendus. 1886. Vol. 143. hlm. 1003–1006.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. Journal of Chemical Education. 1956.
- ↑ Indra Overland. The geopolitics of renewable energy: Debunking four emerging myths. Energy Research & Social Science. 1 Maret 2019. Vol. 49. hlm. 36–40. doi:10.1016/j.erss.2018.10.018.
- ↑ Julie Michelle Klinger. Rare earth frontiers : from terrestrial subsoils to lunar landscapes. Cornell University Press. 2017. ISBN 978-1501714603.
- ↑ Matthew A. Norcia. Two-dimensional supersolidity in a dipolar quantum gas. Nature. Agustus 2021. Vol. 596 (7872). hlm. 357–361. doi:10.1038/s41586-021-03725-7.
- ↑ Hudson Institute of Mineralogy. Mindat.org. www.mindat.org. 1993–2018.
- ↑ A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
- ↑ C. K. Gupta. Extractive Metallurgy of Rare Earths. CRC Press. 2005. ISBN 978-0-415-33340-5.
- ↑ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical Compounds. McGraw-Hill. 2003. hlm. 289–290. ISBN 978-0-07-049439-8.
- ↑ Heiserman, David L. Exploring Chemical Elements and their Compounds. TAB Books. 1992. hlm. 236–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.
- ↑ Heiserman, David L. Exploring Chemical Elements and their Compounds. TAB Books. 1992. hlm. 236–238. ISBN 978-0-8306-3018-9.
- ↑ Dysprosium (Dy) - Chemical properties, Health and Environmental effects. Lenntech Water treatment & air purification Holding B.V. 2008.
- ↑ Bradsher, Keith. In China, Illegal Rare Earth Mines Face Crackdown. The New York Times. 29 Desember 2010.
- ↑ Bradsher, Keith. In China, Illegal Rare Earth Mines Face Crackdown. The New York Times. 29 Desember 2010.
- ↑ Rare Earths archive. United States Geological Survey. Januari 2016
- ↑ Keith Bradsher. Earth-Friendly Elements, Mined Destructively. The New York Times. 25 Desember 2009.
- ↑ Tom Major. Rare earth mineral discovery set to make Australia a major player in electric vehicle supply chain. ABC News. Australian Broadcasting Corporation. 30 November 2018.
- ↑ Matt Brann. Halls Creek turning into a hub for rare earths. 27 November 2011.
- ↑ New Scientist, 18 Juni 2011, hlm. 40
- ↑ Jasper, Clint (22 September 2015) Staring down a multitude of challenges, these Australian rare earth miners are confident they can break into the market. abc.net.au
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
- ↑ Sinha Amit. Development of Dysprosium Titanate Based Ceramics. Journal of the American Ceramic Society. 2005. Vol. 88 (4). hlm. 1064–1066. doi:10.1111/j.1551-2916.2005.00211.x.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 11. ISBN 978-0-8493-0488-0.
- ↑ Chemistry Foundations and Applications. Thomson Gale. 2004. Vol. 2. hlm. 267–268. ISBN 978-0-02-865724-0.
- ↑ Katherine Bourzac. The Rare Earth Crisis. MIT Technology Review. 19 April 2011.
- ↑ Fang, X. Shi. Modeling of magnetic properties of heat treated Dy-doped NdFeB particles bonded in isotropic and anisotropic arrangements. IEEE Transactions on Magnetics. 1998. Vol. 34 (4). hlm. 1291–1293. doi:10.1109/20.706525.
- ↑ Peter Campbell. Supply and Demand, Part 2. Princeton Electro-Technology, Inc. Februari 2008.
- ↑ L. Q. Yu. Effects of Dy and Nb on the magnetic properties and corrosion resistance of sintered NdFeB. Journal of Magnetism and Magnetic Materials. 2004. Vol. 283 (2–3). hlm. 353–356. doi:10.1016/j.jmmm.2004.06.006.
- ↑ What is Terfenol-D?. ETREMA Products, Inc. 2003.
- ↑ Kellogg, Rick. Wide Band Tunable Mechanical Resonator Employing the ΔE Effect of Terfenol-D. Journal of Intelligent Material Systems & Structures. May 2004. Vol. 15 (5). hlm. 355–368. doi:10.1177/1045389X04040649.
- ↑ Leavitt, Wendy. Take Terfenol-D and call me. Fleet Owner. Februari 2000. Vol. 95 (2). hlm. 97.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
- ↑ Supercritical Water Oxidation/Synthesis. Pacific Northwest National Laboratory.
- ↑ Rare Earth Oxide Fluoride: Ceramic Nano-particles via a Hydrothermal Method. LaboratoriumNasional Pacific Northwest.
- ↑ Hoffman, M. M. Unusual dysprosium ceramic nano-fiber growth in a supercritical aqueous solution. J. Mater. Sci. 2000. Vol. 35 (16). hlm. 4177. doi:10.1023/A:1004875413406.
- ↑ Physicists give weird new phase of matter an extra dimension. Live Science. 18 Agustus 2021.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
- ↑ Gray, Theodore. The Elements. Black Dog and Leventhal Publishers. 2009. hlm. 152–153. ISBN 978-1-57912-814-2.
- ↑ Milward, Steve dkk. (2004). "Design, Manufacture and Test of an Adiabatic Demagnetization Refrigerator Magnet for use in Space". . University College London.
- ↑ Hepburn, Ian. "Adiabatic Demagnetization Refrigerator: A Practical Point of View". . Cryogenic Physics Group, Mullard Space Science Laboratory, University College London.
- ↑ J. F. C. Carreira. YAG:Dy – Based single white light emitting phosphor produced by solution combustion synthesis. Journal of Luminescence. 2017. Vol. 183. hlm. 251–258. doi:10.1016/j.jlumin.2016.11.017.
- ↑ M. Lu. Trapping Ultracold Dysprosium: A Highly Magnetic Gas for Dipolar Physics. Physical Review Letters. 2010. Vol. 104 (6). hlm. 063001. doi:10.1103/physrevlett.104.063001.
- ↑ M. Lu. Strongly Dipolar Bose-Einstein Condensate of Dysprosium. Physical Review Letters. 2011. Vol. 107 (19). hlm. 190401. doi:10.1103/physrevlett.107.190401.
- ↑ M. Lu. Quantum Degenerate Dipolar Fermi Gas. Physical Review Letters. 2012. Vol. 108 (21). hlm. 215301. doi:10.1103/physrevlett.108.215301.
- ↑ W C Martin. Atomic energy levels - the rare earth elements. OSTI.GOV. Januari 1978.
- ↑ L. Chomaz. Dipolar physics: a review of experiments with magnetic quantum gases. Rep. Prog. Phys. 2022. Vol. 86 (2). hlm. 026401. doi:10.1088/1361-6633/aca814.
- ↑ Dierks, Steve. Dysprosium. Material Safety Data Sheets. Electronic Space Products International. Januari 2003.
- ↑ Dierks, Steve. Dysprosium Chloride. Material Safety Data Sheets. Electronic Space Products International. Januari 1995.
- ↑ Dierks, Steve. Dysprosium Fluoride. Material Safety Data Sheets. Electronic Space Products International. Desember 1995.
- ↑ Dierks, Steve. Dysprosium Oxide. Material Safety Data Sheets. Electronic Space Products International. November 1988.
- ↑ Krebs, Robert E. The History and Use of our Earth's Chemical Elements. Greenwood Press. 1998. hlm. 234–235. ISBN 978-0-313-30123-0.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 129–132. ISBN 978-0-19-850341-5.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29440532 (2026-07-10T14:54:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.