Lompat ke isi

Hidronium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28522286; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:
Jumlah ion hidronium relatif terhadap ion [[hidroksida]] merupakan hal yang menentukan nilai [[pH]] dari suatu larutan. Molekul dalam air murni mengalami auto-disosiasi (''yakni'': bereaksi satu sama lain) menjadi ion hidronium dan hidroksida dalam kesetimbangan berikut:
Jumlah ion hidronium relatif terhadap ion [[hidroksida]] merupakan hal yang menentukan nilai [[pH]] dari suatu larutan. Molekul dalam air murni mengalami auto-disosiasi (''yakni'': bereaksi satu sama lain) menjadi ion hidronium dan hidroksida dalam kesetimbangan berikut:


:2   +
:2   +  


Dalam air murni, terdapat jumlah setara dari ion hidroksida dan hidronium, sehingga larutan bersifat netral. Pada 25 °C, air memiliki pH 7 (nilai ini bervariasi ketika suhu berubah). Suatu nilai pH yang kurang dari 7 menunjukkan larutan bersifat [[asam]], dan suatu nilai pH lebih dari 7 menunjukkan larutan bersifat [[basa]].
Dalam air murni, terdapat jumlah setara dari ion hidroksida dan hidronium, sehingga larutan bersifat netral. Pada 25 °C, air memiliki pH 7 (nilai ini bervariasi ketika suhu berubah). Suatu nilai pH yang kurang dari 7 menunjukkan larutan bersifat [[asam]], dan suatu nilai pH lebih dari 7 menunjukkan larutan bersifat [[basa]].


== Tata nama ==
== Tata nama ==
Menurut [[Tata nama organik|tata nama IUPAC mengenai kimia organik]], ion hidronium sebaiknya dirujuk sebagai ''oksonium''. ''Hidroksonium'' dapat pula digunakan secara jelas untuk mengidentifikasinya. Rancangan usulan [[IUPAC]] juga merekomendasikan penggunaan oksonium dan ''oksidanium'' dalam konteks kimia organik dan anorganik, masing-masing.
Menurut [[Tata nama organik|tata nama IUPAC mengenai kimia organik]], ion hidronium sebaiknya dirujuk sebagai ''oksonium''.<ref>[http://www.acdlabs.com/iupac/nomenclature/93/r93_583.htm Mononuclear parent onium ions]. IUPAC</ref> ''Hidroksonium'' dapat pula digunakan secara jelas untuk mengidentifikasinya. Rancangan usulan [[IUPAC]] juga merekomendasikan penggunaan oksonium dan ''oksidanium'' dalam konteks kimia organik dan anorganik, masing-masing.


Suatu [[ion oksonium]] adalah setiap ion dengan kation oksigen trivalensi. Misalnya, [[gugus hidroksil]] terprotonasi adalah ion oksonium, tetapi bukanlah ion hidronium.
Suatu [[ion oksonium]] adalah setiap ion dengan kation oksigen trivalensi. Misalnya, [[gugus hidroksil]] terprotonasi adalah ion oksonium, tetapi bukanlah ion hidronium.


== Struktur ==
== Struktur ==
Karena  dan N memiliki jumlah elektron yang sama,  adalah [[isoelektronik]] dengan [[amonia]]. Seperti ditunjukkan pada gambar di atas,  memiliki sebuah [[geometri molekul]] trigonal piramida dengan atom oksigen pada puncaknya. Sudut ikatan H–O–H kira-kira sebesar 113°, dan pusat massa sangat dekat dengan atom oksigen. Karena dasar piramida terdiri dari tiga [[atom hidrogen]] yang identik, konfigurasi atas simetri molekul  seperti halnya termasuk dalam kelompok ''point group'' C<sub>3v</sub>. Karena simetri ini dan fakta bahwa ia memiliki momen dipol, aturan seleksi rotasi ini adalah Δ''J''&nbsp;=&nbsp;±1 dan Δ''K''&nbsp;=&nbsp;0. Dipol transisi terletak di sepanjang sumbu-''c'' dan, karena muatan negatif terlokalisasi dekat atom oksigen, momen dipol mengarah ke puncak, tegak lurus terhadap bidang dasar.
Karena  dan N memiliki jumlah elektron yang sama,  adalah [[isoelektronik]] dengan [[amonia]]. Seperti ditunjukkan pada gambar di atas,  memiliki sebuah [[geometri molekul]] trigonal piramida dengan atom oksigen pada puncaknya. Sudut ikatan H–O–H kira-kira sebesar 113°,<ref>Jian Tang and Takeshi Oka. ''Infrared spectroscopy of : the v 1 fundamental band''. ''J. Mol. Spectrosc''. 1999. Vol. 196 (1). hlm. 120–130. doi:10.1006/jmsp.1999.7844.</ref> dan pusat massa sangat dekat dengan atom oksigen. Karena dasar piramida terdiri dari tiga [[atom hidrogen]] yang identik, konfigurasi atas simetri molekul  seperti halnya termasuk dalam kelompok ''point group'' C<sub>3v</sub>. Karena simetri ini dan fakta bahwa ia memiliki momen dipol, aturan seleksi rotasi ini adalah Δ''J''&nbsp;=&nbsp;±1 dan Δ''K''&nbsp;=&nbsp;0. Dipol transisi terletak di sepanjang sumbu-''c'' dan, karena muatan negatif terlokalisasi dekat atom oksigen, momen dipol mengarah ke puncak, tegak lurus terhadap bidang dasar.


== Asam dan keasaman ==
== Asam dan keasaman ==
Baris 21: Baris 21:
Ion hidronium sangat asam: pada 25&nbsp;°C, [[Konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>nya]] adalah −1.7. Hal ini merupakan spesi yang paling asam yang dapat berada dalam air (dengan asumsi air yang cukup untuk pelarutan): asam yang kuat akan mengionisasi dan memprotonasi molekul air untuk membentuk hidronium. Keasaman hidronium merupakan standar implisit digunakan untuk menilai kekuatan asam dalam air: [[asam|asam kuat]] haruslah donor proton yang lebih baik dari hidronium, jika tidak sebagian besar asam akan berada dalam keadaan non-terionisasi (yaitu: asam lemah). Tidak seperti hidronium dalam larutan netral yang dihasilkan dari autodisosiasi air, ion hidronium dalam larutan asam ini adalah tahan lama dan terkonsentrasi, sebanding dengan kekuatan asam terlarut.
Ion hidronium sangat asam: pada 25&nbsp;°C, [[Konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>nya]] adalah −1.7. Hal ini merupakan spesi yang paling asam yang dapat berada dalam air (dengan asumsi air yang cukup untuk pelarutan): asam yang kuat akan mengionisasi dan memprotonasi molekul air untuk membentuk hidronium. Keasaman hidronium merupakan standar implisit digunakan untuk menilai kekuatan asam dalam air: [[asam|asam kuat]] haruslah donor proton yang lebih baik dari hidronium, jika tidak sebagian besar asam akan berada dalam keadaan non-terionisasi (yaitu: asam lemah). Tidak seperti hidronium dalam larutan netral yang dihasilkan dari autodisosiasi air, ion hidronium dalam larutan asam ini adalah tahan lama dan terkonsentrasi, sebanding dengan kekuatan asam terlarut.


pH awalnya disusun untuk menjadi ukuran konsentrasi [[ion hidrogen]] pada larutan berair. Hampir semua proton bebas cepat bereaksi dengan air untuk membentuk hidronium; keasaman larutan berair dengan demikian lebih akurat ditandai dengan konsentrasi hidronium nya. Dalam [[sintesis organik]], seperti reaksi yang dikatalisis-asam, ion hidronium () dapat digunakan bergantian dengan ion H<sup>+</sup>; memilih salah satu atas yang lain tidak berdampak signifikan pada [[mekanisme reaksi]].
pH awalnya disusun untuk menjadi ukuran konsentrasi [[ion hidrogen]] pada larutan berair.<ref>S. P. L. Sorensen. ''Ueber die Messung und die Bedeutung der Wasserstoffionenkonzentration bei enzymatischen Prozessen''. ''Biochem. Zeitschr''. 1909. Vol. 21. hlm. 131–304.</ref> Hampir semua proton bebas cepat bereaksi dengan air untuk membentuk hidronium; keasaman larutan berair dengan demikian lebih akurat ditandai dengan konsentrasi hidronium nya. Dalam [[sintesis organik]], seperti reaksi yang dikatalisis-asam, ion hidronium () dapat digunakan bergantian dengan ion H<sup>+</sup>; memilih salah satu atas yang lain tidak berdampak signifikan pada [[mekanisme reaksi]].


== Solvasi ==
== Solvasi ==
Para peneliti belum sepenuhnya mengkarakterisasi [[solvasi]] dari ion hidronium dalam air, sebagian karena banyak pengertian yang berbeda dari solvasi yang hadir. Sebuah studi penurunan [[titik beku]] menentukan bahwa [[hidrasi]] rata-rata ion dalam air dingin kira-kira : rata-rata, setiap ion hidronium tersolvasi dalam 6 molekul air yang tidak dapat mensolvasi molekul terlarut lainnya.
Para peneliti belum sepenuhnya mengkarakterisasi [[solvasi]] dari ion hidronium dalam air, sebagian karena banyak pengertian yang berbeda dari solvasi yang hadir. Sebuah studi penurunan [[titik beku]] menentukan bahwa [[hidrasi]] rata-rata ion dalam air dingin kira-kira :<ref>A. A. Zavitsas. ''Properties of water solutions of electrolytes and nonelectrolytes''. ''J. Phys. Chem. B''. 2001. Vol. 105 (32). hlm. 7805–7815. doi:10.1021/jp011053l.</ref> rata-rata, setiap ion hidronium tersolvasi dalam 6 molekul air yang tidak dapat mensolvasi molekul terlarut lainnya.


Beberapa struktur hidrasi cukup besar: struktur jumlah ion ajaib  (disebut ''ajaib'' karena stabilitasnya yang meningkat sehubungan dengan struktur hidrasi yang melibatkan sejumlah sebanding molekul air - hal ini adalah penggunaan yang sama dari kata ''ajaib'' seperti dalam [[angka ajaib (fisika)|fisika nuklir]]) mungkin menempatkan hidronium dalam sebuah kurungan dodekahedral. Namun, simulasi dinamika molekuler dengan metode [[ab initio]] yang terbaru menunjukkan bahwa, rata-rata, proton terhidrasi berada pada permukaan cluster .  Lebih jauh, beberapa fitur yang berbeda dari simulasi ini sependapat dengan mitra eksperimental mereka yang mengusulkan interpretasi alternatif dari hasil penelitian ini.
Beberapa struktur hidrasi cukup besar: struktur jumlah ion ajaib  (disebut ''ajaib'' karena stabilitasnya yang meningkat sehubungan dengan struktur hidrasi yang melibatkan sejumlah sebanding molekul air - hal ini adalah penggunaan yang sama dari kata ''ajaib'' seperti dalam [[angka ajaib (fisika)|fisika nuklir]]) mungkin menempatkan hidronium dalam sebuah kurungan dodekahedral.<ref>G. Hulthe. ''Water cluster studied by electrospray mass spectrometry''. ''J. Chromatogr. A''. 1997. Vol. 512. hlm. 155–165. doi:10.1016/S0021-9673(97)00486-X.</ref> Namun, simulasi dinamika molekuler dengan metode [[ab initio]] yang terbaru menunjukkan bahwa, rata-rata, proton terhidrasi berada pada permukaan cluster .<ref>S. S. Iyengar. [http://www.indiana.edu/~ssiweb/papers/21-mer.pdf The Properties of Ion-Water Clusters. I. The Protonated 21-Water Cluster]. ''J. Chem. Phys''. 2005. Vol. 123 (8). hlm. 084309. doi:10.1063/1.2007628.</ref> Lebih jauh, beberapa fitur yang berbeda dari simulasi ini sependapat dengan mitra eksperimental mereka yang mengusulkan interpretasi alternatif dari hasil penelitian ini.


Dua struktur yang dikenal lainnya adalah ''kation Zundel'' dan ''kation Eigen''. Struktur solvasi Eigen memiliki ion hidronium pada pusat kompleks  di mana hidronium [[ikatan hidrogen|terikat-hidrogen]] dengan kuat pada tiga molekul air yang berdekatan. Dalam kompleks Zundel  proton dibagi sama rata dengan dua molekul air dalam suatu [[ikatan hidrogen simetris]]. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedua kompleks ini merupakan struktur yang ideal dalam cacat jaringan ikatan hidrogen yang lebih umum.
Dua struktur yang dikenal lainnya adalah ''kation Zundel'' dan ''kation Eigen''. Struktur solvasi Eigen memiliki ion hidronium pada pusat kompleks  di mana hidronium [[ikatan hidrogen|terikat-hidrogen]] dengan kuat pada tiga molekul air yang berdekatan.<ref>Zundel, G. ''Energiebänder der tunnelnden Überschuß-Protonen in flüssigen Säuren. Eine IR-spektroskopische Untersuchung der Natur der Gruppierungen''. ''Z. Phys. Chem''. 1968. Vol. 58 (5_6). hlm. 225–245. doi:10.1524/zpch.1968.58.5_6.225.</ref> Dalam kompleks Zundel  proton dibagi sama rata dengan dua molekul air dalam suatu [[ikatan hidrogen simetris]].<ref>E. Wicke. ''Über den Zustand des Protons (Hydroniumions) in wäßriger Lösung''. ''Z. Phys. Chem''. 1954. Vol. 1 (5_6). hlm. 340–364. doi:10.1524/zpch.1954.1.5_6.340.</ref> Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedua kompleks ini merupakan struktur yang ideal dalam cacat jaringan ikatan hidrogen yang lebih umum.<ref>D. Marx. ''The nature of the hydrated excess proton in water''. ''Nature''. 1999. Vol. 397 (6720). hlm. 601–604. doi:10.1038/17579.</ref>


Isolasi dari monomer ion hidronium dalam fase cair dicapai dalam larutan superasam berair dengan nukleofilisitas rendah (). Ion tersebut dikarakterisasi dengan [[resonansi magnet inti]] .
Isolasi dari monomer ion hidronium dalam fase cair dicapai dalam larutan superasam berair dengan nukleofilisitas rendah (). Ion tersebut dikarakterisasi dengan [[resonansi magnet inti]] .<ref>G. D. Mateescu. ''Water and related systems. 1. The hydronium ion (). Preparation and characterization by high resolution oxygen-17 nuclear magnetic resonance''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1979. Vol. 101 (14). hlm. 3959–3960. doi:10.1021/ja00508a040.</ref>


Sebuah perhitungan tahun 2007 mengenai [[entalpi]] dan [[energi bebas termodinamika|energi bebas]] pada beragam ikatan hidrogen di sekitar kation hidronium pada air cairan terprotonasi pada [[suhu kamar]] dan sebuah studi mengenai mekanisme lompatan proton menggunakan simulasi [[dinamika molekul]] menunjukkan bahwa ikatan hidrogen di sekitar ion hidronium (dibentuk dengan tiga ligan air dalam kulit solvasi pertama hidronium) yang cukup kuat dibandingkan dengan air dalam jumlah besar.
Sebuah perhitungan tahun 2007 mengenai [[entalpi]] dan [[energi bebas termodinamika|energi bebas]] pada beragam ikatan hidrogen di sekitar kation hidronium pada air cairan terprotonasi<ref>O. Markovitch. [http://www.fh.huji.ac.il/~agmon/Fullpaper/JPCA111-2253.pdf Structure and Energetics of the Hydronium Hydration Shells]. ''The Journal of Physical Chemistry A''. 2007. Vol. 111 (12). hlm. 2253–6. doi:10.1021/jp068960g.</ref> pada [[suhu kamar]] dan sebuah studi mengenai mekanisme lompatan proton menggunakan simulasi [[dinamika molekul]] menunjukkan bahwa ikatan hidrogen di sekitar ion hidronium (dibentuk dengan tiga ligan air dalam kulit solvasi pertama hidronium) yang cukup kuat dibandingkan dengan air dalam jumlah besar.


Sebuah model baru diusulkan oleh Stoyanov berdasarkan [[spektroskopi inframerah]] di mana proton hadir sebagai suatu ion . Muatan positif karenanya terdelokalisasi di sekeliling 6 molekul air.
Sebuah model baru diusulkan oleh Stoyanov<ref>E. S. Stoyanov. ''The Structure of the Hydrogen Ion () in Water''. ''Journal of the American Chemical Society''. 2010. Vol. 132 (5). hlm. 1484–5. doi:10.1021/ja9101826.</ref> berdasarkan [[spektroskopi inframerah]] di mana proton hadir sebagai suatu ion . Muatan positif karenanya terdelokalisasi di sekeliling 6 molekul air.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 42: Baris 42:
* [[Deuterium]]
* [[Deuterium]]
* [[Tritium]]
* [[Tritium]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.chemspider.com/Chemical-Structure.109935.html ChemSpider = 109935]
* [http://www.chemspider.com/Chemical-Structure.109935.html ChemSpider = 109935]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidronium&oldid=28522286 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28522286 (2025-11-18T00:08:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidronium&oldid=28522286 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28522286 (2025-11-18T00:08:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.03

Dalam kimia, hidronium merupakan nama umum bagi kation berair , jenis ion oksonium yang dihasilkan melalui protonasi air. Ion ini merupakan ion positif yang hadir ketika suatu asam Arrhenius terlarut dalam air, karena molekul asam Arrhenius dalam larutan melepaskan sebuah proton (suatu ion hidrogen positif, H+) terhadap molekul air di sekelilingnya (H2O).

Penentuan pH

Jumlah ion hidronium relatif terhadap ion hidroksida merupakan hal yang menentukan nilai pH dari suatu larutan. Molekul dalam air murni mengalami auto-disosiasi (yakni: bereaksi satu sama lain) menjadi ion hidronium dan hidroksida dalam kesetimbangan berikut:

2  +

Dalam air murni, terdapat jumlah setara dari ion hidroksida dan hidronium, sehingga larutan bersifat netral. Pada 25 °C, air memiliki pH 7 (nilai ini bervariasi ketika suhu berubah). Suatu nilai pH yang kurang dari 7 menunjukkan larutan bersifat asam, dan suatu nilai pH lebih dari 7 menunjukkan larutan bersifat basa.

Tata nama

Menurut tata nama IUPAC mengenai kimia organik, ion hidronium sebaiknya dirujuk sebagai oksonium.[1] Hidroksonium dapat pula digunakan secara jelas untuk mengidentifikasinya. Rancangan usulan IUPAC juga merekomendasikan penggunaan oksonium dan oksidanium dalam konteks kimia organik dan anorganik, masing-masing.

Suatu ion oksonium adalah setiap ion dengan kation oksigen trivalensi. Misalnya, gugus hidroksil terprotonasi adalah ion oksonium, tetapi bukanlah ion hidronium.

Struktur

Karena dan N memiliki jumlah elektron yang sama, adalah isoelektronik dengan amonia. Seperti ditunjukkan pada gambar di atas, memiliki sebuah geometri molekul trigonal piramida dengan atom oksigen pada puncaknya. Sudut ikatan H–O–H kira-kira sebesar 113°,[2] dan pusat massa sangat dekat dengan atom oksigen. Karena dasar piramida terdiri dari tiga atom hidrogen yang identik, konfigurasi atas simetri molekul seperti halnya termasuk dalam kelompok point group C3v. Karena simetri ini dan fakta bahwa ia memiliki momen dipol, aturan seleksi rotasi ini adalah ΔJ = ±1 dan ΔK = 0. Dipol transisi terletak di sepanjang sumbu-c dan, karena muatan negatif terlokalisasi dekat atom oksigen, momen dipol mengarah ke puncak, tegak lurus terhadap bidang dasar.

Asam dan keasaman

Hidronium adalah kation yang terbentuk dari air dengan keberadaan ion hidrogen. Hidron ini tidak ada dalam keadaan bebas: mereka sangat reaktif dan terlarut oleh air. Suatu zat terlarut asam umumnya merupakan sumber hidron ini; Namun, hidronium terdapat bahkan dalam air murni. Kasus khusus ini di mana air bereaksi dengan air untuk menghasilkan hidronium (dan hidroksida) ion umumnya dikenal sebagai ionisasi diri air. Ion hidronium yang dihasilkan sedikit dan berumur pendek. pH merupakan ukuran aktivitas relatif hidronium dan ion hidroksida dalam larutan berair. Dalam larutan asam, hidronium lebih aktif, proton berlebihnya siap tersedia untuk reaksi dengan spesi basa.

Ion hidronium sangat asam: pada 25 °C, pKanya adalah −1.7. Hal ini merupakan spesi yang paling asam yang dapat berada dalam air (dengan asumsi air yang cukup untuk pelarutan): asam yang kuat akan mengionisasi dan memprotonasi molekul air untuk membentuk hidronium. Keasaman hidronium merupakan standar implisit digunakan untuk menilai kekuatan asam dalam air: asam kuat haruslah donor proton yang lebih baik dari hidronium, jika tidak sebagian besar asam akan berada dalam keadaan non-terionisasi (yaitu: asam lemah). Tidak seperti hidronium dalam larutan netral yang dihasilkan dari autodisosiasi air, ion hidronium dalam larutan asam ini adalah tahan lama dan terkonsentrasi, sebanding dengan kekuatan asam terlarut.

pH awalnya disusun untuk menjadi ukuran konsentrasi ion hidrogen pada larutan berair.[3] Hampir semua proton bebas cepat bereaksi dengan air untuk membentuk hidronium; keasaman larutan berair dengan demikian lebih akurat ditandai dengan konsentrasi hidronium nya. Dalam sintesis organik, seperti reaksi yang dikatalisis-asam, ion hidronium () dapat digunakan bergantian dengan ion H+; memilih salah satu atas yang lain tidak berdampak signifikan pada mekanisme reaksi.

Solvasi

Para peneliti belum sepenuhnya mengkarakterisasi solvasi dari ion hidronium dalam air, sebagian karena banyak pengertian yang berbeda dari solvasi yang hadir. Sebuah studi penurunan titik beku menentukan bahwa hidrasi rata-rata ion dalam air dingin kira-kira :[4] rata-rata, setiap ion hidronium tersolvasi dalam 6 molekul air yang tidak dapat mensolvasi molekul terlarut lainnya.

Beberapa struktur hidrasi cukup besar: struktur jumlah ion ajaib (disebut ajaib karena stabilitasnya yang meningkat sehubungan dengan struktur hidrasi yang melibatkan sejumlah sebanding molekul air - hal ini adalah penggunaan yang sama dari kata ajaib seperti dalam fisika nuklir) mungkin menempatkan hidronium dalam sebuah kurungan dodekahedral.[5] Namun, simulasi dinamika molekuler dengan metode ab initio yang terbaru menunjukkan bahwa, rata-rata, proton terhidrasi berada pada permukaan cluster .[6] Lebih jauh, beberapa fitur yang berbeda dari simulasi ini sependapat dengan mitra eksperimental mereka yang mengusulkan interpretasi alternatif dari hasil penelitian ini.

Dua struktur yang dikenal lainnya adalah kation Zundel dan kation Eigen. Struktur solvasi Eigen memiliki ion hidronium pada pusat kompleks di mana hidronium terikat-hidrogen dengan kuat pada tiga molekul air yang berdekatan.[7] Dalam kompleks Zundel proton dibagi sama rata dengan dua molekul air dalam suatu ikatan hidrogen simetris.[8] Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedua kompleks ini merupakan struktur yang ideal dalam cacat jaringan ikatan hidrogen yang lebih umum.[9]

Isolasi dari monomer ion hidronium dalam fase cair dicapai dalam larutan superasam berair dengan nukleofilisitas rendah (). Ion tersebut dikarakterisasi dengan resonansi magnet inti .[10]

Sebuah perhitungan tahun 2007 mengenai entalpi dan energi bebas pada beragam ikatan hidrogen di sekitar kation hidronium pada air cairan terprotonasi[11] pada suhu kamar dan sebuah studi mengenai mekanisme lompatan proton menggunakan simulasi dinamika molekul menunjukkan bahwa ikatan hidrogen di sekitar ion hidronium (dibentuk dengan tiga ligan air dalam kulit solvasi pertama hidronium) yang cukup kuat dibandingkan dengan air dalam jumlah besar.

Sebuah model baru diusulkan oleh Stoyanov[12] berdasarkan spektroskopi inframerah di mana proton hadir sebagai suatu ion . Muatan positif karenanya terdelokalisasi di sekeliling 6 molekul air.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Mononuclear parent onium ions. IUPAC
  2. Jian Tang and Takeshi Oka. Infrared spectroscopy of : the v 1 fundamental band. J. Mol. Spectrosc. 1999. Vol. 196 (1). hlm. 120–130. doi:10.1006/jmsp.1999.7844.
  3. S. P. L. Sorensen. Ueber die Messung und die Bedeutung der Wasserstoffionenkonzentration bei enzymatischen Prozessen. Biochem. Zeitschr. 1909. Vol. 21. hlm. 131–304.
  4. A. A. Zavitsas. Properties of water solutions of electrolytes and nonelectrolytes. J. Phys. Chem. B. 2001. Vol. 105 (32). hlm. 7805–7815. doi:10.1021/jp011053l.
  5. G. Hulthe. Water cluster studied by electrospray mass spectrometry. J. Chromatogr. A. 1997. Vol. 512. hlm. 155–165. doi:10.1016/S0021-9673(97)00486-X.
  6. S. S. Iyengar. The Properties of Ion-Water Clusters. I. The Protonated 21-Water Cluster. J. Chem. Phys. 2005. Vol. 123 (8). hlm. 084309. doi:10.1063/1.2007628.
  7. Zundel, G. Energiebänder der tunnelnden Überschuß-Protonen in flüssigen Säuren. Eine IR-spektroskopische Untersuchung der Natur der Gruppierungen. Z. Phys. Chem. 1968. Vol. 58 (5_6). hlm. 225–245. doi:10.1524/zpch.1968.58.5_6.225.
  8. E. Wicke. Über den Zustand des Protons (Hydroniumions) in wäßriger Lösung. Z. Phys. Chem. 1954. Vol. 1 (5_6). hlm. 340–364. doi:10.1524/zpch.1954.1.5_6.340.
  9. D. Marx. The nature of the hydrated excess proton in water. Nature. 1999. Vol. 397 (6720). hlm. 601–604. doi:10.1038/17579.
  10. G. D. Mateescu. Water and related systems. 1. The hydronium ion (). Preparation and characterization by high resolution oxygen-17 nuclear magnetic resonance. Journal of the American Chemical Society. 1979. Vol. 101 (14). hlm. 3959–3960. doi:10.1021/ja00508a040.
  11. O. Markovitch. Structure and Energetics of the Hydronium Hydration Shells. The Journal of Physical Chemistry A. 2007. Vol. 111 (12). hlm. 2253–6. doi:10.1021/jp068960g.
  12. E. S. Stoyanov. The Structure of the Hydrogen Ion () in Water. Journal of the American Chemical Society. 2010. Vol. 132 (5). hlm. 1484–5. doi:10.1021/ja9101826.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28522286 (2025-11-18T00:08:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.