Remukan Besar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27597710; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Remukan Besar''' () adalah salah satu dari tiga skenario cara berakhirnya alam semesta. Menurut teori [[Ledakan Besar]], alam semesta mengalami inflasi sekitar 10<sup>−44</sup> detik setelah Ledakan Besar dan inflasi itu akan terjadi sampai alam semesta mengembang hingga titik tertentu dan inflasi berhenti. Inflasi ini akan berhenti karena energi gelap yang mempercepat inflasi akan dikalahkan oleh gaya [[gravitasi]]. | [[File:Big_Crunch.gif|thumb|right|280px|Big Crunch]] | ||
'''Remukan Besar''' () adalah salah satu dari tiga skenario cara berakhirnya alam semesta.<ref>Kurzgesagt – In a Nutshell. [https://www.youtube.com/watch?v=4_aOIA-vyBo Three Ways to Destroy the Universe]. 2014-02-03.</ref> Menurut teori [[Ledakan Besar]], alam semesta mengalami inflasi sekitar 10<sup>−44</sup> detik setelah Ledakan Besar dan inflasi itu akan terjadi sampai alam semesta mengembang hingga titik tertentu dan inflasi berhenti.<ref>[https://sains.kompas.com/read/2012/12/19/14480539/Big.Crunch.Saat.Kiamat.Semesta.Sangat.Mampat Big Crunch, Saat "Kiamat" Semesta Sangat Mampat]. ''Kompas.com''.</ref> Inflasi ini akan berhenti karena energi gelap yang mempercepat inflasi akan dikalahkan oleh gaya [[gravitasi]]. | |||
== Dampak == | == Dampak == | ||
Saat peristiwa besar ini terjadi, seluruh benda angkasa akan "berlomba-lomba" atau runtuh ke titik balik di mana [[Singularitas awal|singularitas]] berada sebelum Ledakan Besar terjadi. Dengan kata lain, ruang antara benda-benda kosmik mengecil. Galaksi-galaksi serta bintang-bintang akan berbenturan satu sama lain, menyebabkan planet-planet keluar dari orbitnya. Namun oleh karena itu, banyak sekali bintang baru akan terbentuk, bahkan beberapa punya cukup waktu untuk secara teori memunculkan [[kehidupan]]. Selain itu, kadar [[entropi]] di alam semesta naik drastis dan suhu memanas di mana-mana. Beberapa menit sebelum Remukan Besar berakhir atom-atom akan pecah menjadi partikel dasar, dan yang terakhir beberapa detik sebelum Remukan Besar berakhir gluon dan kuark akan runtuh ke singularitas. Saat peristiwa Remukan Besar berakhir, alam semesta hanyalah sebuah titik kecil yang panas dan sangat padat. Di waktu tertentu kadar entropi menurun perlahan-lahan sebab [[penerowongan kuantum]] yang memicu sebuah Ledakan Besar yang baru dan menghapus semua sejarah alam semesta sebelumnya. Peristiwa ini bernama [[Pantulan Besar]] dan peristiwa ini terjadi berulang kali. | Saat peristiwa besar ini terjadi, seluruh benda angkasa akan "berlomba-lomba" atau runtuh ke titik balik di mana [[Singularitas awal|singularitas]] berada sebelum Ledakan Besar terjadi.<ref>[https://science.howstuffworks.com/dictionary/astronomy-terms/big-crunch.htm How the Big Crunch Theory Works]. ''HowStuffWorks''. 2009-03-02.</ref> Dengan kata lain, ruang antara benda-benda kosmik mengecil. Galaksi-galaksi serta bintang-bintang akan berbenturan satu sama lain, menyebabkan planet-planet keluar dari orbitnya. Namun oleh karena itu, banyak sekali bintang baru akan terbentuk, bahkan beberapa punya cukup waktu untuk secara teori memunculkan [[kehidupan]].<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=8uQgiv_Uy7w 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad)].</ref> Selain itu, kadar [[entropi]] di alam semesta naik drastis dan suhu memanas di mana-mana. Beberapa menit sebelum Remukan Besar berakhir atom-atom akan pecah menjadi partikel dasar, dan yang terakhir beberapa detik sebelum Remukan Besar berakhir gluon dan kuark akan runtuh ke singularitas. Saat peristiwa Remukan Besar berakhir, alam semesta hanyalah sebuah titik kecil yang panas dan sangat padat. Di waktu tertentu kadar entropi menurun perlahan-lahan sebab [[penerowongan kuantum]] yang memicu sebuah Ledakan Besar yang baru dan menghapus semua sejarah alam semesta sebelumnya. Peristiwa ini bernama [[Pantulan Besar]] dan peristiwa ini terjadi berulang kali. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 10: | Baris 11: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Remukan+Besar&oldid=27597710 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27597710 (2025-07-26T01:08:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.10

Remukan Besar () adalah salah satu dari tiga skenario cara berakhirnya alam semesta.[1] Menurut teori Ledakan Besar, alam semesta mengalami inflasi sekitar 10−44 detik setelah Ledakan Besar dan inflasi itu akan terjadi sampai alam semesta mengembang hingga titik tertentu dan inflasi berhenti.[2] Inflasi ini akan berhenti karena energi gelap yang mempercepat inflasi akan dikalahkan oleh gaya gravitasi.
Dampak
Saat peristiwa besar ini terjadi, seluruh benda angkasa akan "berlomba-lomba" atau runtuh ke titik balik di mana singularitas berada sebelum Ledakan Besar terjadi.[3] Dengan kata lain, ruang antara benda-benda kosmik mengecil. Galaksi-galaksi serta bintang-bintang akan berbenturan satu sama lain, menyebabkan planet-planet keluar dari orbitnya. Namun oleh karena itu, banyak sekali bintang baru akan terbentuk, bahkan beberapa punya cukup waktu untuk secara teori memunculkan kehidupan.[4] Selain itu, kadar entropi di alam semesta naik drastis dan suhu memanas di mana-mana. Beberapa menit sebelum Remukan Besar berakhir atom-atom akan pecah menjadi partikel dasar, dan yang terakhir beberapa detik sebelum Remukan Besar berakhir gluon dan kuark akan runtuh ke singularitas. Saat peristiwa Remukan Besar berakhir, alam semesta hanyalah sebuah titik kecil yang panas dan sangat padat. Di waktu tertentu kadar entropi menurun perlahan-lahan sebab penerowongan kuantum yang memicu sebuah Ledakan Besar yang baru dan menghapus semua sejarah alam semesta sebelumnya. Peristiwa ini bernama Pantulan Besar dan peristiwa ini terjadi berulang kali.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Kurzgesagt – In a Nutshell. Three Ways to Destroy the Universe. 2014-02-03.
- ↑ Big Crunch, Saat "Kiamat" Semesta Sangat Mampat. Kompas.com.
- ↑ How the Big Crunch Theory Works. HowStuffWorks. 2009-03-02.
- ↑ 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad).
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27597710 (2025-07-26T01:08:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.