Pipa bahang: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28063621; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Pipa bahang''' atau '''pipa''' '''kalor''' atau '''pipa panas''' () adalah [[Penukar panas|perangkat transfer bahang]] yang menggabungkan prinsip-prinsip [[konduktivitas termal]] dan [[transisi fase]] guna mengalirkan bahang antara dua padatan [[Antarmuka (materi)|antarmuka]] secara efektif. | [[File:Laptop_Heat_Pipe.JPG|thumb|right|280px|Laptop Heat Pipe]] | ||
'''Pipa bahang''' atau '''pipa''' '''kalor''' atau '''pipa panas''' () adalah [[Penukar panas|perangkat transfer bahang]] yang menggabungkan prinsip-prinsip [[konduktivitas termal]] dan [[transisi fase]] guna mengalirkan bahang antara dua padatan [[Antarmuka (materi)|antarmuka]] secara efektif.<ref>Faghri, A, 2016, [https://books.google.com/books/about/Heat_Pipe_Science_and_Technology.html?id=5n2kAQAACAAJ Heat Pipe Science and Technology], Second edition, Global Digital Press.</ref> | |||
Untuk antarmuka panas pada pipa kalor, [[cairan]] yang bersentuhan dengan permukaan padat yang konduktif secara termal akan berubah menjadi [[uap]] setelah menyerap panas dari permukaannya. Uap tersebut kemudian bergerak di sepanjang pipa kalor menuju antarmuka dingin dan mengembun menjadi cairan - melepaskan [[panas laten]]. [[Cairan]] kemudian kembali ke antarmuka panas melalui [[kapilaritas|aksi kapiler]], [[gaya sentrifugal]], atau gravitasi, dan siklus tersebut berulang. Karena kemampuan koefisien perpindahan panasnya yang sangat tinggi untuk menghasilkan proses [[mendidih]] dan [[kondensasi]], pipa kalor merupakan konduktor termal yang sangat efektif. [[Konduktivitas termal]] yang efektif bervariasi tergantung dari panjangnya pipa kalor, dan dapat mendekati untuk pipa kalor yang panjang, dibandingkan dengan [[tembaga]] yang hanya sekitar . | Untuk antarmuka panas pada pipa kalor, [[cairan]] yang bersentuhan dengan permukaan padat yang konduktif secara termal akan berubah menjadi [[uap]] setelah menyerap panas dari permukaannya. Uap tersebut kemudian bergerak di sepanjang pipa kalor menuju antarmuka dingin dan mengembun menjadi cairan - melepaskan [[panas laten]]. [[Cairan]] kemudian kembali ke antarmuka panas melalui [[kapilaritas|aksi kapiler]], [[gaya sentrifugal]], atau gravitasi, dan siklus tersebut berulang. Karena kemampuan koefisien perpindahan panasnya yang sangat tinggi untuk menghasilkan proses [[mendidih]] dan [[kondensasi]], pipa kalor merupakan konduktor termal yang sangat efektif. [[Konduktivitas termal]] yang efektif bervariasi tergantung dari panjangnya pipa kalor, dan dapat mendekati untuk pipa kalor yang panjang, dibandingkan dengan [[tembaga]] yang hanya sekitar . | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pipa+bahang&oldid=28063621 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28063621 (2025-10-17T11:00:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.12
Pipa bahang atau pipa kalor atau pipa panas () adalah perangkat transfer bahang yang menggabungkan prinsip-prinsip konduktivitas termal dan transisi fase guna mengalirkan bahang antara dua padatan antarmuka secara efektif.[1]
Untuk antarmuka panas pada pipa kalor, cairan yang bersentuhan dengan permukaan padat yang konduktif secara termal akan berubah menjadi uap setelah menyerap panas dari permukaannya. Uap tersebut kemudian bergerak di sepanjang pipa kalor menuju antarmuka dingin dan mengembun menjadi cairan - melepaskan panas laten. Cairan kemudian kembali ke antarmuka panas melalui aksi kapiler, gaya sentrifugal, atau gravitasi, dan siklus tersebut berulang. Karena kemampuan koefisien perpindahan panasnya yang sangat tinggi untuk menghasilkan proses mendidih dan kondensasi, pipa kalor merupakan konduktor termal yang sangat efektif. Konduktivitas termal yang efektif bervariasi tergantung dari panjangnya pipa kalor, dan dapat mendekati untuk pipa kalor yang panjang, dibandingkan dengan tembaga yang hanya sekitar .
Referensi
- ↑ Faghri, A, 2016, Heat Pipe Science and Technology, Second edition, Global Digital Press.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28063621 (2025-10-17T11:00:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.