Lompat ke isi

Uranium ditelurida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27487572; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Uranium ditelurida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] UTe<sub>2</sub>. Senyawa ini ditemukan bersifat [[superkonduktor nonkonvensional]] pada tahun 2018.
'''Uranium ditelurida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] UTe<sub>2</sub>. Senyawa ini ditemukan bersifat [[superkonduktor nonkonvensional]] pada tahun 2018.<ref>Seokjin Bae. ''Anomalous normal fluid response in a chiral superconductor UTe2''. ''Nature Communications''. 2021. Vol. 12 (1). hlm. 2644. doi:10.1038/s41467-021-22906-6. *[https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-07/uom-usa071521.php Unconventional superconductor acts the part of a promising quantum computing platform]. ''EurekAlert!''. 15 Juli 2021.</ref>


==Superkonduktivitas==
==Superkonduktivitas==
Superkonduktivitas dalam UTe<sub>2</sub> tampaknya merupakan konsekuensi dari [[Interaksi pertukaran|pasangan spin]] elektron [[keadaan triplet|triplet]]. Material ini bertindak sebagai [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] [[Insulator topologi|topologi]], yang menghantarkan listrik secara stabil tanpa hambatan bahkan dalam [[Medan magnet#Medan magnet terbesar|medan magnet tinggi]]. Dengan teknik pertumbuhan kristal terkini, suhu transisi superkonduktor sebesar 2,10&nbsp;K telah tercapai pada tahun 2025.
Superkonduktivitas dalam UTe<sub>2</sub> tampaknya merupakan konsekuensi dari [[Interaksi pertukaran|pasangan spin]] elektron [[keadaan triplet|triplet]].<ref>Sheng Ran. ''Extreme magnetic field-boosted superconductivity''. ''Nature Physics''. 2019. Vol. 15 (12). hlm. 1250–1254. doi:10.1038/s41567-019-0670-x. *[https://scitechdaily.com/lazarus-superconductivity-observed-rare-phenomenon-called-re-entrant-superconductivity/ 'Lazarus Superconductivity' Observed – Rare Phenomenon Called Re-Entrant Superconductivity]. 7 Oktober 2019.</ref> Material ini bertindak sebagai [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] [[Insulator topologi|topologi]], yang menghantarkan listrik secara stabil tanpa hambatan bahkan dalam [[Medan magnet#Medan magnet terbesar|medan magnet tinggi]].<ref>Seokjin Bae. ''Anomalous normal fluid response in a chiral superconductor UTe2''. ''Nature Communications''. 2021. Vol. 12 (1). hlm. 2644. doi:10.1038/s41467-021-22906-6. *[https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-07/uom-usa071521.php Unconventional superconductor acts the part of a promising quantum computing platform]. ''EurekAlert!''. 15 Juli 2021.</ref> Dengan teknik pertumbuhan kristal terkini, suhu transisi superkonduktor sebesar 2,10&nbsp;K telah tercapai pada tahun 2025.<ref>Z. Wu. [https://www.pnas.org/doi/10.1073/pnas.2403067121 Enhanced triplet superconductivity in next-generation ultraclean UTe 2]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 10 September 2024. Vol. 121 (37). doi:10.1073/pnas.2403067121.</ref>


[[Gelombang kerapatan muatan]] (''charge density wave'', CDW) dan gelombang kerapatan pasangan (''pair density wave'', PDW) telah dijelaskan dalam UTe<sub>2</sub>, dengan kasus terbaru menjadi pertama kalinya dijelaskan dalam superkonduktor gelombang-''p''.
[[Gelombang kerapatan muatan]] (''charge density wave'', CDW)<ref>Anuva Aishwarya. [https://www.nature.com/articles/s41586-023-06005-8 Magnetic-field-sensitive charge density waves in the superconductor UTe2]. ''Nature''. Juni 2023. Vol. 618 (7967). hlm. 928–933. doi:10.1038/s41586-023-06005-8.</ref> dan gelombang kerapatan pasangan (''pair density wave'', PDW)<ref>Qiangqiang Gu. ''Detection of a pair density wave state in UTe2''. ''Nature''. Juni 2023. Vol. 618 (7967). hlm. 921–927. doi:10.1038/s41586-023-05919-7.</ref><ref>[https://news.cornell.edu/stories/2023/07/breakthrough-identifies-new-state-topological-quantum-matter Breakthrough identifies new state of topological quantum matter Cornell Chronicle]. ''news.cornell.edu''.</ref><ref>[https://physicsworld.com/a/topological-superconductor-harbours-unusual-crystalline-state/ Topological superconductor harbours unusual crystalline state]. ''Physics World''. 3 Agustus 2023.</ref> telah dijelaskan dalam UTe<sub>2</sub>, dengan kasus terbaru menjadi pertama kalinya dijelaskan dalam superkonduktor gelombang-''p''.


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 11: Baris 11:
* [[Superkonduktor feromagnetik]], pasangan spin-triplet dengan fase superkonduktivitas dan feromagnetik yang berdampingan.
* [[Superkonduktor feromagnetik]], pasangan spin-triplet dengan fase superkonduktivitas dan feromagnetik yang berdampingan.


==Referensi==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+ditelurida&oldid=27487572 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27487572 (2025-07-02T06:32:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+ditelurida&oldid=27487572 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27487572 (2025-07-02T06:32:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 03.55

Uranium ditelurida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia UTe2. Senyawa ini ditemukan bersifat superkonduktor nonkonvensional pada tahun 2018.[1]

Superkonduktivitas

Superkonduktivitas dalam UTe2 tampaknya merupakan konsekuensi dari pasangan spin elektron triplet.[2] Material ini bertindak sebagai superkonduktor topologi, yang menghantarkan listrik secara stabil tanpa hambatan bahkan dalam medan magnet tinggi.[3] Dengan teknik pertumbuhan kristal terkini, suhu transisi superkonduktor sebesar 2,10 K telah tercapai pada tahun 2025.[4]

Gelombang kerapatan muatan (charge density wave, CDW)[5] dan gelombang kerapatan pasangan (pair density wave, PDW)[6][7][8] telah dijelaskan dalam UTe2, dengan kasus terbaru menjadi pertama kalinya dijelaskan dalam superkonduktor gelombang-p.

Lihat pula

Referensi

  1. Seokjin Bae. Anomalous normal fluid response in a chiral superconductor UTe2. Nature Communications. 2021. Vol. 12 (1). hlm. 2644. doi:10.1038/s41467-021-22906-6. *Unconventional superconductor acts the part of a promising quantum computing platform. EurekAlert!. 15 Juli 2021.
  2. Sheng Ran. Extreme magnetic field-boosted superconductivity. Nature Physics. 2019. Vol. 15 (12). hlm. 1250–1254. doi:10.1038/s41567-019-0670-x. *'Lazarus Superconductivity' Observed – Rare Phenomenon Called Re-Entrant Superconductivity. 7 Oktober 2019.
  3. Seokjin Bae. Anomalous normal fluid response in a chiral superconductor UTe2. Nature Communications. 2021. Vol. 12 (1). hlm. 2644. doi:10.1038/s41467-021-22906-6. *Unconventional superconductor acts the part of a promising quantum computing platform. EurekAlert!. 15 Juli 2021.
  4. Z. Wu. Enhanced triplet superconductivity in next-generation ultraclean UTe 2. Proceedings of the National Academy of Sciences. 10 September 2024. Vol. 121 (37). doi:10.1073/pnas.2403067121.
  5. Anuva Aishwarya. Magnetic-field-sensitive charge density waves in the superconductor UTe2. Nature. Juni 2023. Vol. 618 (7967). hlm. 928–933. doi:10.1038/s41586-023-06005-8.
  6. Qiangqiang Gu. Detection of a pair density wave state in UTe2. Nature. Juni 2023. Vol. 618 (7967). hlm. 921–927. doi:10.1038/s41586-023-05919-7.
  7. Breakthrough identifies new state of topological quantum matter Cornell Chronicle. news.cornell.edu.
  8. Topological superconductor harbours unusual crystalline state. Physics World. 3 Agustus 2023.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27487572 (2025-07-02T06:32:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.