Jaringan produksi global: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29386034; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Jaringan Produksi Global (GPN)''' merupakan konsep yang digunakan dalam [[kajian pembangunan]], yang merujuk pada "hubungan fungsional, operasional, dan transaksional yang saling terkait, di mana suatu produk atau jasa tertentu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi."" | '''Jaringan Produksi Global (GPN)''' merupakan konsep yang digunakan dalam [[kajian pembangunan]], yang merujuk pada "hubungan fungsional, operasional, dan transaksional yang saling terkait, di mana suatu produk atau jasa tertentu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi."" <ref>N. M. Coe. ''Global production networks: Realizing the potential''. ''Journal of Economic Geography''. 2008. Vol. 8. hlm. 271–295. doi:10.1093/jeg/lbn002.</ref> | ||
== Jaringan Produksi Global == | == Jaringan Produksi Global == | ||
Jaringan produksi global adalah jaringan yang memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan saling bertautan satu sama lain dan meluas secara spasial melintasi batas negara, sehingga mengintegrasikan berbagai bagian wilayah nasional dan subnasional. Rangka kerja GPN mengintegrasikan pemahaman dari analisis [[rantai nilai]] global, teori jaringan aktor, dan literatur mengenai [[Kapitalisme]]. GPN menawarkan kerangka kerja relasional yang bertujuan untuk mencakup semua aktor yang relevan dalam system produksi. Kerangka GPN memberikan analisis yang berhubungan dengan pembangunan regional dengan beberapa pengelompokan. | Jaringan produksi global adalah jaringan yang memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan saling bertautan satu sama lain dan meluas secara spasial melintasi batas negara, sehingga mengintegrasikan berbagai bagian wilayah nasional dan subnasional.<ref>N. M. Coe. ''Global production networks: Realizing the potential''. ''Journal of Economic Geography''. 2008. Vol. 8. hlm. 271–295. doi:10.1093/jeg/lbn002.</ref> Rangka kerja GPN mengintegrasikan pemahaman dari analisis [[rantai nilai]] global, teori jaringan aktor, dan literatur mengenai [[Kapitalisme]]. GPN menawarkan kerangka kerja relasional yang bertujuan untuk mencakup semua aktor yang relevan dalam system produksi. Kerangka GPN memberikan analisis yang berhubungan dengan pembangunan regional<ref>Coe NM, Hess M, Yeung H. W-C, Dicken P, Henderson J (2004) Globalizing regional development: a global production networks perspective. Transactions of the Institute of British Geographers 29:468–484.</ref> dengan beberapa pengelompokan.<ref>Harald Bathelt and Peng-Fei Li, “Global Cluster Networks—Foreign Direct Investment Flows from Canada to China,” Journal of Economic Geography 14, no. 1 (2014): 45–71.</ref> | ||
== Sejarah Perkembangan == | == Sejarah Perkembangan == | ||
Sekitar tahun 1990-an, konsep rantai nilai mulai diakui oleh ekonom dan akademisi bisnis, dengan [[Michael Porter]] sebagai pengembang utamanya. Konsep ini mengintegrasikan aktivitas yang terstruktur secara berurutan dan saling terkait dalam proses penciptaan nilai. Walaupun konsep rantai nilai menekankan aktivitas bisnis, konsep ini tidak secara langsung memperhitungkan kekuatan korporasi dan konteks kelembagaan. Selanjutnya pada tahun 1994, Garry Gereffi dan Miguel Korzeniewicz menginisiasi sebuah konsep yang dikenal dengan Global Commodity Chains (GCC). | Sekitar tahun 1990-an, konsep rantai nilai mulai diakui oleh ekonom dan akademisi bisnis, dengan [[Michael Porter]] sebagai pengembang utamanya. Konsep ini mengintegrasikan aktivitas yang terstruktur secara berurutan dan saling terkait dalam proses penciptaan nilai. Walaupun konsep rantai nilai menekankan aktivitas bisnis, konsep ini tidak secara langsung memperhitungkan kekuatan korporasi dan konteks kelembagaan. Selanjutnya pada tahun 1994, Garry Gereffi dan Miguel Korzeniewicz menginisiasi sebuah konsep yang dikenal dengan Global Commodity Chains (GCC). | ||
Pada perkembangannya, konsep ini pun telah di modifikasi dan dikembangkan oleh beberap penulis yang menekankan pentingnya tata kelola rantai nilai dalam melihat sebuah komoditas (misalnya mobil, [[tekstil]], elektronik, dll.) | Pada perkembangannya, konsep ini pun telah di modifikasi dan dikembangkan oleh beberap penulis yang menekankan pentingnya tata kelola rantai nilai dalam melihat sebuah komoditas (misalnya mobil, [[tekstil]], elektronik, dll.) | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaringan+produksi+global&oldid=29386034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29386034 (2026-06-25T09:26:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaringan+produksi+global&oldid=29386034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29386034 (2026-06-25T09:26:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.03
Jaringan Produksi Global (GPN) merupakan konsep yang digunakan dalam kajian pembangunan, yang merujuk pada "hubungan fungsional, operasional, dan transaksional yang saling terkait, di mana suatu produk atau jasa tertentu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi."" [1]
Jaringan Produksi Global
Jaringan produksi global adalah jaringan yang memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan saling bertautan satu sama lain dan meluas secara spasial melintasi batas negara, sehingga mengintegrasikan berbagai bagian wilayah nasional dan subnasional.[2] Rangka kerja GPN mengintegrasikan pemahaman dari analisis rantai nilai global, teori jaringan aktor, dan literatur mengenai Kapitalisme. GPN menawarkan kerangka kerja relasional yang bertujuan untuk mencakup semua aktor yang relevan dalam system produksi. Kerangka GPN memberikan analisis yang berhubungan dengan pembangunan regional[3] dengan beberapa pengelompokan.[4]
Sejarah Perkembangan
Sekitar tahun 1990-an, konsep rantai nilai mulai diakui oleh ekonom dan akademisi bisnis, dengan Michael Porter sebagai pengembang utamanya. Konsep ini mengintegrasikan aktivitas yang terstruktur secara berurutan dan saling terkait dalam proses penciptaan nilai. Walaupun konsep rantai nilai menekankan aktivitas bisnis, konsep ini tidak secara langsung memperhitungkan kekuatan korporasi dan konteks kelembagaan. Selanjutnya pada tahun 1994, Garry Gereffi dan Miguel Korzeniewicz menginisiasi sebuah konsep yang dikenal dengan Global Commodity Chains (GCC).
Pada perkembangannya, konsep ini pun telah di modifikasi dan dikembangkan oleh beberap penulis yang menekankan pentingnya tata kelola rantai nilai dalam melihat sebuah komoditas (misalnya mobil, tekstil, elektronik, dll.)
Referensi
- ↑ N. M. Coe. Global production networks: Realizing the potential. Journal of Economic Geography. 2008. Vol. 8. hlm. 271–295. doi:10.1093/jeg/lbn002.
- ↑ N. M. Coe. Global production networks: Realizing the potential. Journal of Economic Geography. 2008. Vol. 8. hlm. 271–295. doi:10.1093/jeg/lbn002.
- ↑ Coe NM, Hess M, Yeung H. W-C, Dicken P, Henderson J (2004) Globalizing regional development: a global production networks perspective. Transactions of the Institute of British Geographers 29:468–484.
- ↑ Harald Bathelt and Peng-Fei Li, “Global Cluster Networks—Foreign Direct Investment Flows from Canada to China,” Journal of Economic Geography 14, no. 1 (2014): 45–71.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29386034 (2026-06-25T09:26:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.