Lompat ke isi

Pengembalian investasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28592188; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pengembalian investasi''' (, disingkat '''ROI''') atau '''balik modal''' adalah [[rasio]] [[uang]] yang diperoleh atau hilang pada suatu [[investasi]], relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut [[suku bunga|bunga]] atau [[laba]]/[[rugi]]. Investasi uang dapat dirujuk sebagai [[aset]], [[modal]], pokok, basis biaya investasi. Pengembalian investasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.
'''Pengembalian investasi''' (, disingkat '''ROI''') atau '''balik modal''' adalah [[rasio]] [[uang]] yang diperoleh atau hilang pada suatu [[investasi]], relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan.<ref>[https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/return-on-investment return on investment]. ''Cambridge Dictionary''. 2025-10-01.</ref> Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut [[suku bunga|bunga]] atau [[laba]]/[[rugi]]. Investasi uang dapat dirujuk sebagai [[aset]], [[modal]], pokok, basis biaya investasi. Pengembalian investasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.


Pengembalian investasi tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun, pengembalian investasi sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalender atau [[tahun fiskal|fiskal]].
Pengembalian investasi tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun, pengembalian investasi sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalender atau [[tahun fiskal|fiskal]].
Baris 5: Baris 5:
Pengembalian investasi digunakan untuk membandingkan [[laba]] atas investasi antara investasi-investasi yang sulit dibandingkan dengan menggunakan nilai [[moneter]]. Sebagai contoh, suatu investasi senilai 1000 rupiah yang menghasilkan bunga 50 rupiah jelas memberikan lebih banyak uang daripada investasi senilai 100 rupiah yang memberikan bunga 20 rupiah. Tapi investasi 100 rupiah memberikan pengembalian investasi yang lebih besar.
Pengembalian investasi digunakan untuk membandingkan [[laba]] atas investasi antara investasi-investasi yang sulit dibandingkan dengan menggunakan nilai [[moneter]]. Sebagai contoh, suatu investasi senilai 1000 rupiah yang menghasilkan bunga 50 rupiah jelas memberikan lebih banyak uang daripada investasi senilai 100 rupiah yang memberikan bunga 20 rupiah. Tapi investasi 100 rupiah memberikan pengembalian investasi yang lebih besar.


Dalam praktiknya, perhitungan ROI sering kali disesuaikan agar lebih mencerminkan kondisi nyata, misalnya dengan memperhitungkan keuntungan bersih (pendapatan dikurangi biaya-biaya yang timbul) serta faktor-faktor seperti frekuensi rotasi aset operasional dan margin keuntungan. Semakin tinggi tingkat perputaran aset dan margin yang diperoleh, semakin besar potensi ROI yang bisa dihasilkan.
Dalam praktiknya, perhitungan ROI sering kali disesuaikan agar lebih mencerminkan kondisi nyata, misalnya dengan memperhitungkan keuntungan bersih (pendapatan dikurangi biaya-biaya yang timbul) serta faktor-faktor seperti frekuensi rotasi aset operasional dan margin keuntungan.<ref>[https://archive.org/details/marketingmetrics0000unse_m6a7 Marketing Metrics: The Definitive Guide to Measuring Marketing Performance]. Pearson Education, Inc. 2010. ISBN 978-0-13-705829-7.</ref> Semakin tinggi tingkat perputaran aset dan margin yang diperoleh, semakin besar potensi ROI yang bisa dihasilkan.<ref>[https://archive.org/details/marketingmetrics0000unse_m6a7 Marketing Metrics: The Definitive Guide to Measuring Marketing Performance]. Pearson Education, Inc. 2010. ISBN 978-0-13-705829-7.</ref>


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 15: Baris 15:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengembalian+investasi&oldid=28592188 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28592188 (2025-11-21T19:03:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengembalian+investasi&oldid=28592188 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28592188 (2025-11-21T19:03:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.03

Pengembalian investasi (, disingkat ROI) atau balik modal adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan.[1] Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. Pengembalian investasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.

Pengembalian investasi tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun, pengembalian investasi sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalender atau fiskal.

Pengembalian investasi digunakan untuk membandingkan laba atas investasi antara investasi-investasi yang sulit dibandingkan dengan menggunakan nilai moneter. Sebagai contoh, suatu investasi senilai 1000 rupiah yang menghasilkan bunga 50 rupiah jelas memberikan lebih banyak uang daripada investasi senilai 100 rupiah yang memberikan bunga 20 rupiah. Tapi investasi 100 rupiah memberikan pengembalian investasi yang lebih besar.

Dalam praktiknya, perhitungan ROI sering kali disesuaikan agar lebih mencerminkan kondisi nyata, misalnya dengan memperhitungkan keuntungan bersih (pendapatan dikurangi biaya-biaya yang timbul) serta faktor-faktor seperti frekuensi rotasi aset operasional dan margin keuntungan.[2] Semakin tinggi tingkat perputaran aset dan margin yang diperoleh, semakin besar potensi ROI yang bisa dihasilkan.[3]

Bacaan lanjutan

  • A. A. Groppelli and Ehsan Nikbakht. Barron’s Finance, 4th Edition. New York: Barron’s Educational Series, Inc., 2000. ISBN 0-7641-1275-9
  • Zvi Bodie, Alex Kane and Alan J. Marcus. Essentials of Investments, 5th Edition. New York: McGraw-Hill/Irwin, 2004. ISBN 0-07-251077-3
  • Richard A. Brealey, Stewart C. Myers and Franklin Allen. Principals of Corporate Finance, 8th Edition. McGraw-Hill/Irwin, 2006
  • Walter B. Meigs and Robert F. Meigs. Financial Accounting, 4th Edition. New York: McGraw-Hill Book Company, 1970. ISBN 0-07-041534-X
  • Bruce J. Feibel. Investment Performance Measurement. New York: Wiley, 2003. ISBN 0-471-26849-6

Referensi

  1. return on investment. Cambridge Dictionary. 2025-10-01.
  2. Marketing Metrics: The Definitive Guide to Measuring Marketing Performance. Pearson Education, Inc. 2010. ISBN 978-0-13-705829-7.
  3. Marketing Metrics: The Definitive Guide to Measuring Marketing Performance. Pearson Education, Inc. 2010. ISBN 978-0-13-705829-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28592188 (2025-11-21T19:03:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.