Nilai (etika dan ilmu sosial): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28051986; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Nilai''' adalah sebuah alat yang menunjukkan alasan mendasar bahwa "cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara [[sosial]] dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan." Nilai memuat [[elemen]] pertimbangan yang membawa [[ide]]-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan. | '''Nilai''' adalah sebuah alat yang menunjukkan alasan mendasar bahwa "cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara [[sosial]] dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan."<ref>Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.</ref> Nilai memuat [[elemen]] pertimbangan yang membawa [[ide]]-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan.<ref>Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.</ref> | ||
Dengan bahasa sederhana, nilai adalah hal berharga yang harus dijaga setiap insan karena merupakan tolok ukur suatu keputusan dan tindakan akhir. | Dengan bahasa sederhana, nilai adalah hal berharga yang harus dijaga setiap insan karena merupakan tolok ukur suatu keputusan dan tindakan akhir. | ||
== Pentingnya nilai == | == Pentingnya nilai == | ||
Secara umum, nilai memengaruhi [[sikap]] dan [[perilaku]]. | Secara umum, nilai memengaruhi [[sikap]] dan [[perilaku]].<ref>Meglino dan Ravin. "Individual Value in Organizations," hal. 351-489.</ref> | ||
== Jenis-jenis nilai == | == Jenis-jenis nilai == | ||
=== Rokeach Value Survey === | === Rokeach Value Survey === | ||
Milton Rokeach menciptakan ''Rokeach Value Survey''.(RVS) RVS terdiri atas dua kumpulan nilai, dengan setiap kumpulan memuat 18 pokok nilai individual. Satu kumpulan, yang disebut [[nilai terminal]], merujuk pada keadaan-keadaan akhir yang diinginkan. Ini adalah [[tujuan]] yang ingin dicapai seseorang selama hidupnya. Kumpulan lainnya, disebut dengan nilai instrumental, merujuk pada [[perilaku]] atau cara-cara yang lebih disukai untk mencapai nilai terminal. | Milton Rokeach menciptakan ''Rokeach Value Survey''.(RVS)<ref>Rokeach, ''The Nature of Human Value'', hal. 6</ref> RVS terdiri atas dua kumpulan nilai, dengan setiap kumpulan memuat 18 pokok nilai individual.<ref>Rokeach, ''The Nature of Human Value'', hal. 6</ref> Satu kumpulan, yang disebut [[nilai terminal]], merujuk pada keadaan-keadaan akhir yang diinginkan.<ref>Rokeach, ''The Nature of Human Value'', hal. 6</ref> Ini adalah [[tujuan]] yang ingin dicapai seseorang selama hidupnya.<ref>Rokeach, ''The Nature of Human Value'', hal. 6</ref> Kumpulan lainnya, disebut dengan nilai instrumental, merujuk pada [[perilaku]] atau cara-cara yang lebih disukai untk mencapai nilai terminal.<ref>Rokeach, ''The Nature of Human Value'', hal. 6</ref> | ||
=== Kelompok kerja kontemporer === | === Kelompok kerja kontemporer === | ||
Beberapa analisis baru mengenai nilai kerja telah digabungkan ke dalam empat kelompok yang berusaha mendapatkan nilai unik dari [[kelompok]] atau [[generasi]] yang berbeda-beda dalam angkatan kerja [[Amerika Serikat]].<ref>Zemke, R. ''Generation at Work'', New York: AMACOM, 1999.hal. 1-10</ref> Nilai memang mengalami perubahan dari generasi ke generasi.<ref>Smola, K. W. "Generational Differences Revisiting Generational Work Values for the New Millenium," ''Journal of Organizational Behavior'', 2002, hal. 363-382.</ref> | |||
Generasi Boomer adalah [[kelompok]] yang lahir setelah [[perang dunia II]] ketika para veteran kembali ke [[keluarga]] mereka masing-masing dan [[zaman]] sudah membaik.<ref>Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.</ref> Boomers memasuki angkatan kerja dari pertengahan tahun 1960-an sampai pertengahan tahun 1980-an.<ref>Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.</ref> | |||
Generasi Boomer adalah [[kelompok]] yang lahir setelah [[perang dunia II]] ketika para veteran kembali ke [[keluarga]] mereka masing-masing dan [[zaman]] sudah membaik. Boomers memasuki angkatan kerja dari pertengahan tahun 1960-an sampai pertengahan tahun 1980-an. | |||
== Nilai lintas kultur == | == Nilai lintas kultur == | ||
=== Kerangka Hofstede untuk menilai kultur === | === Kerangka Hofstede untuk menilai kultur === | ||
Salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan untuk menganalisis variasi kultur dibuat pada akhir tahun 1970-an oleh [[Geert Hofstede]]. Hofstede menemukan bahwa manajer dan karyawan memiliki lima dimensi nilai kultur nasional yang berbeda-beda. | Salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan untuk menganalisis variasi kultur dibuat pada akhir tahun 1970-an oleh [[Geert Hofstede]].<ref>Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.</ref> Hofstede menemukan bahwa manajer dan karyawan memiliki lima dimensi nilai kultur nasional yang berbeda-beda.<ref>Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai+%28etika+dan+ilmu+sosial%29&oldid=28051986 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28051986 (2025-10-17T05:33:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai+%28etika+dan+ilmu+sosial%29&oldid=28051986 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28051986 (2025-10-17T05:33:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.04
Nilai adalah sebuah alat yang menunjukkan alasan mendasar bahwa "cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan."[1] Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan.[2]
Dengan bahasa sederhana, nilai adalah hal berharga yang harus dijaga setiap insan karena merupakan tolok ukur suatu keputusan dan tindakan akhir.
Pentingnya nilai
Secara umum, nilai memengaruhi sikap dan perilaku.[3]
Jenis-jenis nilai
Rokeach Value Survey
Milton Rokeach menciptakan Rokeach Value Survey.(RVS)[4] RVS terdiri atas dua kumpulan nilai, dengan setiap kumpulan memuat 18 pokok nilai individual.[5] Satu kumpulan, yang disebut nilai terminal, merujuk pada keadaan-keadaan akhir yang diinginkan.[6] Ini adalah tujuan yang ingin dicapai seseorang selama hidupnya.[7] Kumpulan lainnya, disebut dengan nilai instrumental, merujuk pada perilaku atau cara-cara yang lebih disukai untk mencapai nilai terminal.[8]
Kelompok kerja kontemporer
Beberapa analisis baru mengenai nilai kerja telah digabungkan ke dalam empat kelompok yang berusaha mendapatkan nilai unik dari kelompok atau generasi yang berbeda-beda dalam angkatan kerja Amerika Serikat.[9] Nilai memang mengalami perubahan dari generasi ke generasi.[10]
Generasi Boomer adalah kelompok yang lahir setelah perang dunia II ketika para veteran kembali ke keluarga mereka masing-masing dan zaman sudah membaik.[11] Boomers memasuki angkatan kerja dari pertengahan tahun 1960-an sampai pertengahan tahun 1980-an.[12]
Nilai lintas kultur
Kerangka Hofstede untuk menilai kultur
Salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan untuk menganalisis variasi kultur dibuat pada akhir tahun 1970-an oleh Geert Hofstede.[13] Hofstede menemukan bahwa manajer dan karyawan memiliki lima dimensi nilai kultur nasional yang berbeda-beda.[14]
Referensi
- ↑ Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
- ↑ Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
- ↑ Meglino dan Ravin. "Individual Value in Organizations," hal. 351-489.
- ↑ Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
- ↑ Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
- ↑ Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
- ↑ Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
- ↑ Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
- ↑ Zemke, R. Generation at Work, New York: AMACOM, 1999.hal. 1-10
- ↑ Smola, K. W. "Generational Differences Revisiting Generational Work Values for the New Millenium," Journal of Organizational Behavior, 2002, hal. 363-382.
- ↑ Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
- ↑ Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
- ↑ Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.
- ↑ Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28051986 (2025-10-17T05:33:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.