Asut gelap: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27176101; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asut gelap''' ([[Bahasa Inggris]]: '''''black start''''') adalah proses mengembalikan sebuah [[pembangkit listrik]] atau bagian dari [[sistem tenaga listrik]] agar dapat beroperasi kembali, tanpa memerlukan [[transmisi tenaga listrik|jaringan transmisi listrik]] eksternal, dan pulih dari [[mati listrik]] total ataupun sebagian. | [[File:Toronto_ON_2003_Blackout.jpg|thumb|right|280px|Toronto ON 2003 Blackout]] | ||
'''Asut gelap''' ([[Bahasa Inggris]]: '''''black start''''') adalah proses mengembalikan sebuah [[pembangkit listrik]] atau bagian dari [[sistem tenaga listrik]] agar dapat beroperasi kembali, tanpa memerlukan [[transmisi tenaga listrik|jaringan transmisi listrik]] eksternal, dan pulih dari [[mati listrik]] total ataupun sebagian.<ref>Knight, U.G. ''Power Systems in Emergencies - From Contingency Planning to Crisis Management '' John Wiley & Sons 2001 section 7.5 The 'Black Start' Situation</ref> | |||
Dalam keadaan normal, listrik yang digunakan oleh suatu pembangkit dipasok dari generatornya sendiri. Namun, jika semua generator utama mati, maka listrik harus dipasok dari sistem tenaga listrik. Namun, jika terjadi mati listrik, sistem juga tidak mendapat pasokan listrik. Sehingga dalam keadaan seperti itu, diperlukan asut gelap untuk menyalakan pembangkit, agar dapat kembali beroperasi normal. | Dalam keadaan normal, listrik yang digunakan oleh suatu pembangkit dipasok dari generatornya sendiri. Namun, jika semua generator utama mati, maka listrik harus dipasok dari sistem tenaga listrik. Namun, jika terjadi mati listrik, sistem juga tidak mendapat pasokan listrik. Sehingga dalam keadaan seperti itu, diperlukan asut gelap untuk menyalakan pembangkit, agar dapat kembali beroperasi normal. | ||
Untuk melakukan asut gelap, beberapa pembangkit memiliki [[generator diesel]] kecil, yang dapat digunakan untuk menyalakan generator yang lebih besar, yang kemudian dapat digunakan untuk menyalakan ulang generator utama. Namun [[pembangkit listrik tenaga uap|PLTU]] memerlukan listrik hingga 10% dari kapasitasnya untuk dapat dinyalakan kembali, sehingga tidak ekonomis jika harus memasang generator diesel sebesar itu. Listrik untuk asut gelap pada PLTU pun biasanya dipasok oleh pembangkit listrik lain, biasanya berupa [[pembangkit listrik tenaga air|PLTA]], karena PLTA hanya membutuhkan listrik yang sangat kecil untuk menyala, tetapi dapat memasok listrik yang cukup besar untuk digunakan oleh PLTU. Beberapa tipe [[turbin pembakaran]] tertentu juga dapat digunakan untuk asut gelap, sebagai alternatif pengganti PLTA. Pada tahun 2017, sebuah utilitas di Karolina Selatan sukses mendemonstrasikan penggunaan sistem [[penyimpanan energi]] berbasis baterai untuk melakukan asut gelap pada sebuah [[pembangkit listrik tenaga gas|PLTG]]. | Untuk melakukan asut gelap, beberapa pembangkit memiliki [[generator diesel]] kecil, yang dapat digunakan untuk menyalakan generator yang lebih besar, yang kemudian dapat digunakan untuk menyalakan ulang generator utama. Namun [[pembangkit listrik tenaga uap|PLTU]] memerlukan listrik hingga 10% dari kapasitasnya untuk dapat dinyalakan kembali, sehingga tidak ekonomis jika harus memasang generator diesel sebesar itu. Listrik untuk asut gelap pada PLTU pun biasanya dipasok oleh pembangkit listrik lain, biasanya berupa [[pembangkit listrik tenaga air|PLTA]], karena PLTA hanya membutuhkan listrik yang sangat kecil untuk menyala, tetapi dapat memasok listrik yang cukup besar untuk digunakan oleh PLTU. Beberapa tipe [[turbin pembakaran]] tertentu juga dapat digunakan untuk asut gelap, sebagai alternatif pengganti PLTA.<ref>Philip P. Walsh, Paul Fletcher ''Gas turbine performance'', John Wiley and Sons, 2004 , page 486</ref> Pada tahun 2017, sebuah utilitas di Karolina Selatan sukses mendemonstrasikan penggunaan sistem [[penyimpanan energi]] berbasis baterai untuk melakukan asut gelap pada sebuah [[pembangkit listrik tenaga gas|PLTG]].<ref>https://www.energy-storage.news/news/california-batterys-black-start-capability-hailed-as-major-accomplishment-i</ref> | ||
== Tahapan == | == Tahapan == | ||
Metode asut gelap (berdasarkan kasus nyata) adalah sebagai berikut : | Metode asut gelap (berdasarkan kasus nyata) adalah sebagai berikut : | ||
# Sebuah [[baterai]] menyalakan [[generator diesel]] yang dipasang di PLTA. | # Sebuah [[baterai]] menyalakan [[generator diesel]] yang dipasang di PLTA. | ||
| Baris 21: | Baris 22: | ||
== Pengadaan layanan asut gelap == | == Pengadaan layanan asut gelap == | ||
Di [[Britania Raya]], operator sistem tenaga listrik memiliki perjanjian dengan beberapa generator untuk menyediakan layanan asut gelap, jika dibutuhkan.<ref>[http://www.nationalgrid.com/NR/rdonlyres/99A34EB4-76F4-4042-AA12-35D6DD843FA7/3073/black_start.pdf Introduction to Black Start] (National Grid plc) Covers technical and commercial background.</ref> Pembangkit listrik yang berdiri sejak zaman [[Central Electricity Generating Board|CEGB]] biasanya memiliki sejumlah turbin gas yang dapat memasok cukup listrik ke pembangkit untuk dapat dinyalakan kembali. Turbin ini biasanya dinyalakan dengan generator diesel, dan kemudian oleh baterai cadangan. Setelah kecepatannya mencukupi, turbin gas ini dapat memasok listrik ke pembangkit, sehingga tidak perlu dipasok listrik dari luar. | |||
Di [[Britania Raya]], operator sistem tenaga listrik memiliki perjanjian dengan beberapa generator untuk menyediakan layanan asut gelap, jika dibutuhkan. Pembangkit listrik yang berdiri sejak zaman [[Central Electricity Generating Board|CEGB]] biasanya memiliki sejumlah turbin gas yang dapat memasok cukup listrik ke pembangkit untuk dapat dinyalakan kembali. Turbin ini biasanya dinyalakan dengan generator diesel, dan kemudian oleh baterai cadangan. Setelah kecepatannya mencukupi, turbin gas ini dapat memasok listrik ke pembangkit, sehingga tidak perlu dipasok listrik dari luar. | |||
Di Amerika Utara, pengadaan layanan asut gelap cukup bervariasi. Secara tradisional, listrik untuk asut gelap dipasok oleh utilitas terintegrasi dan biaya asut gelap dibebankan kepada pengguna layanan. Metode ini tetap digunakan hingga saat ini. | Di Amerika Utara, pengadaan layanan asut gelap cukup bervariasi. Secara tradisional, listrik untuk asut gelap dipasok oleh utilitas terintegrasi dan biaya asut gelap dibebankan kepada pengguna layanan. Metode ini tetap digunakan hingga saat ini. | ||
Di [[Amerika Serikat]], ada tiga metode pengadaan layanan asut gelap. Metode yang banyak digunakan adalah ''cost-of-service'', karena merupakan metode paling sederhana. Metode ini digunakan oleh [[California Independent System Operator]] (CAISO), [[PJM Interconnection]], dan [[NYISO|New York Independent System Operator]] (NYISO). Walaupun mekanismenya berbeda, pendekatan yang dipakai tetap sama. Metode kedua adalah metode baru yang digunakan oleh Independent System Operator of New England (ISO-NE). | Di [[Amerika Serikat]], ada tiga metode pengadaan layanan asut gelap. Metode yang banyak digunakan adalah ''cost-of-service'', karena merupakan metode paling sederhana. Metode ini digunakan oleh [[California Independent System Operator]] (CAISO), [[PJM Interconnection]],<ref>See PJM Tariff: Schedule 6A of the PJM Tariff, available online at: http://www.pjm.com/documents/downloads/agreements/tariff.pdf and Blackstart Business Rules, available online at: http://www.ieso.ca/Documents/consult/se16/se16_DACP-SWG-20060216-pjm-blackstart.pdf</ref> dan [[NYISO|New York Independent System Operator]]<ref>See the NYISO Accounting and Billing Manual, 2006, available online at: http://www.nyiso.com/public/webdocs/documents/manuals/administrative/acctbillmnl.pdf NYISO Ancillary Services Manual 2006, available at [http://www.nyiso.com/public/documents/manuals/operations.jsp?maxDisplay%3D20 Archived copy]. NYISO Tariff (2006) at Rate Schedule 5, starting page 91, Revised Sheet 311, and Rate Schedule 6, starting at Revised Sheet No. 269, available online at [http://www.nyiso.com/public/webdocs/documents/tariffs/market_services/rate_schedules.pdf Archived copy].</ref> (NYISO). Walaupun mekanismenya berbeda, pendekatan yang dipakai tetap sama. Metode kedua adalah metode baru yang digunakan oleh Independent System Operator of New England<ref>See ISO-NE "Order Accepting Application" Docket No. ER03-291, Federal Energy Regulatory Commission , Issued Feb. 14 2003, available online at http://www.iso-ne.com/committees/comm_wkgrps/trans_comm/tariff_comm/mtrls/2006/may162006/index.html ISO-NE Open Access Transmission Tariff 2006 at p. 311, available online at [http://www.iso-ne.com/regulatory/tariff/sect_2/oatt/index.html Archived copy]. ISO-NE A3 Black Start Working Group Memo to the NEPOOL Transmission Committee, May 9, 2006 available online at http://www.iso-ne.com/committees/comm_wkgrps/trans_comm/tariff_comm/mtrls/2006/may162006/index.html</ref> (ISO-NE). | ||
Metode pengadaan terakhir adalah pengadaan kompetitif, sebagaimana yang digunakan oleh [[Electric Reliability Council of Texas]] (ERCOT). Dengan pendekatan ini, ERCOT menjalankan lelang untuk mengadakan layanan asut gelap. Peserta yang tertarik kemudian harus menyerahkan biaya per jamnya (misal $70 per jam). Menggunakan beberapa kriteria, ERCOT mengevaluasi tawaran ini dan memilih pemenangnya. Tiap pemenang harus dapat menunjukkan bahwa ia dapat menyalakan pembangkit lain di dekatnya. | Metode pengadaan terakhir adalah pengadaan kompetitif, sebagaimana yang digunakan oleh [[Electric Reliability Council of Texas]]<ref>See ERCOT Protocols Section 6, 2006 available online at: [http://www.ercot.com/mktrules/protocols/current.html Archived copy]. ERCOT’s bidding form is available online at: http://www.ercot.com/mktrules/protocols/current/22-%28A%29BlackStart-050105.doc</ref> (ERCOT). Dengan pendekatan ini, ERCOT menjalankan lelang untuk mengadakan layanan asut gelap. Peserta yang tertarik kemudian harus menyerahkan biaya per jamnya (misal $70 per jam). Menggunakan beberapa kriteria, ERCOT mengevaluasi tawaran ini dan memilih pemenangnya. Tiap pemenang harus dapat menunjukkan bahwa ia dapat menyalakan pembangkit lain di dekatnya. | ||
Tiap negara memiliki metode pengadaan berbeda. Operator sistem tenaga listrik Selandia Baru mengadakan layanan asut gelap melalui lelang. Negara-negara lain juga mengadakan lelang, walaupun tidak terstruktur seperti ERCOT. Termasuk [[Alberta Electric System Operator]], dan juga Independent Electric System Operator of Ontario, yang menggunakan pendekatan "permintaan untuk proposal" dalam jangka panjang, mirip seperti di Selandia Baru dan ERCOT. | Tiap negara memiliki metode pengadaan berbeda. Operator sistem tenaga listrik Selandia Baru<ref>See the Electricity Commission of New Zealand's Governance Rules, Schedule C5, Nov. 1 2005 at 180-182, available online at: [http://www.electricitycommission.govt.nz/pdfs/rulesandregs/rules/rulespdf/Part-C-sched-C5-1Nov05.pdf Archived copy].</ref> mengadakan layanan asut gelap melalui lelang. Negara-negara lain juga mengadakan lelang, walaupun tidak terstruktur seperti ERCOT. Termasuk [[Alberta Electric System Operator]],<ref>See http://www.aeso.ca/files/Nov05_BlackstartPP_v1.pdf</ref> dan juga Independent Electric System Operator of Ontario,<ref>See [http://www.theimo.com/imoweb/marketsAndPrograms/anc_serv.asp Archived copy].</ref> yang menggunakan pendekatan "permintaan untuk proposal" dalam jangka panjang, mirip seperti di Selandia Baru dan ERCOT. | ||
Asut gelap di sistem tenaga listrik Jerman pertama kali diuji pada tahun 2017 di pembangkit listrik tenaga baterai WEMAG di Schwerin pada sebuah sistem yang terisolasi dan terputus. Pembangkit WEMAG membuktikan bahwa ia mampu memulihkan sistem tenaga listrik setelah adanya [[mati listrik]] besar-besaran. | Asut gelap di sistem tenaga listrik Jerman pertama kali diuji pada tahun 2017 di pembangkit listrik tenaga baterai WEMAG di Schwerin pada sebuah sistem yang terisolasi dan terputus. Pembangkit WEMAG membuktikan bahwa ia mampu memulihkan sistem tenaga listrik setelah adanya [[mati listrik]] besar-besaran.<ref>https://cleantechnica.com/2017/08/15/first-black-start-germanys-grid/</ref> | ||
== Batasan sumber asut gelap == | == Batasan sumber asut gelap == | ||
Tidak semua pembangkit listrik cocok untuk memasok listrik guna asut gelap. PLTB tidak cocok untuk digunakan, karena angin bisa saja tidak ada saat dibutuhkan. [[Turbin angin]], [[hidup kecil|minihidro]], atau [[mikrohidro]], biasanya terhubung ke [[generator induksi]] yang tidak mampu menyediakan listrik yang cukup untuk asut gelap. Pembangkit untuk asut gelap juga harus stabil saat dioperasikan dalam jalur transmisi yang panjang, dengan beban reaktif yang besar. Banyak gardu pengubah [[arus searah bertegangan tinggi]] tidak dapat menyalurkan listrik ke sistem yang mati, karena gardu ini membutuhkan listrik [[Komutator (listrik)|komutasi]] dari sistem. | Tidak semua pembangkit listrik cocok untuk memasok listrik guna asut gelap. PLTB tidak cocok untuk digunakan, karena angin bisa saja tidak ada saat dibutuhkan.<ref>Fox, Brendan et al; '' Wind Power Integration - Connection and System Operational Aspects'', Institution of Engineering and Technology, 2007 page 245</ref> [[Turbin angin]], [[hidup kecil|minihidro]], atau [[mikrohidro]], biasanya terhubung ke [[generator induksi]] yang tidak mampu menyediakan listrik yang cukup untuk asut gelap.<ref>George G. Karady, Keith E. Holbert, ''Electrical Energy Conversion and Transport: An Interactive Computer-Based Approach'',John Wiley & Sons, 2013, page 9-57</ref> Pembangkit untuk asut gelap juga harus stabil saat dioperasikan dalam jalur transmisi yang panjang, dengan beban reaktif yang besar. Banyak gardu pengubah [[arus searah bertegangan tinggi]] tidak dapat menyalurkan listrik ke sistem yang mati, karena gardu ini membutuhkan listrik [[Komutator (listrik)|komutasi]] dari sistem.<ref>Beaty, H. Wayne; Fink, Donald G. (ed) '' Standard Handbook for Electrical Engineers (15th Edition)'', McGraw-Hill 2007 page 15-22</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
* [[Mati listrik]] | * [[Mati listrik]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* 2007: Isemonger, A.G. "The Viability of the Competitive Procurement of Blackstart: Lessons from the RTOs" The Electricity Journal Volume 20, Issue 8, October 2007, Pages 60–67 | * 2007: Isemonger, A.G. "The Viability of the Competitive Procurement of Blackstart: Lessons from the RTOs" The Electricity Journal Volume 20, Issue 8, October 2007, Pages 60–67 | ||
* Brendan Kirby and Eric Hirst, Maintaining System Black Start In Competitive Bulk-Power Markets, American Power Conference, Chicago, Illinois, April 1999, available online at: https://web.archive.org/web/20081206001625/http://www.ornl.gov/sci/btc/apps/Restructuring/pub.htm | * Brendan Kirby and Eric Hirst, Maintaining System Black Start In Competitive Bulk-Power Markets, American Power Conference, Chicago, Illinois, April 1999, available online at: https://web.archive.org/web/20081206001625/http://www.ornl.gov/sci/btc/apps/Restructuring/pub.htm | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asut+gelap&oldid=27176101 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27176101 (2025-04-22T08:15:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.06

Asut gelap (Bahasa Inggris: black start) adalah proses mengembalikan sebuah pembangkit listrik atau bagian dari sistem tenaga listrik agar dapat beroperasi kembali, tanpa memerlukan jaringan transmisi listrik eksternal, dan pulih dari mati listrik total ataupun sebagian.[1]
Dalam keadaan normal, listrik yang digunakan oleh suatu pembangkit dipasok dari generatornya sendiri. Namun, jika semua generator utama mati, maka listrik harus dipasok dari sistem tenaga listrik. Namun, jika terjadi mati listrik, sistem juga tidak mendapat pasokan listrik. Sehingga dalam keadaan seperti itu, diperlukan asut gelap untuk menyalakan pembangkit, agar dapat kembali beroperasi normal.
Untuk melakukan asut gelap, beberapa pembangkit memiliki generator diesel kecil, yang dapat digunakan untuk menyalakan generator yang lebih besar, yang kemudian dapat digunakan untuk menyalakan ulang generator utama. Namun PLTU memerlukan listrik hingga 10% dari kapasitasnya untuk dapat dinyalakan kembali, sehingga tidak ekonomis jika harus memasang generator diesel sebesar itu. Listrik untuk asut gelap pada PLTU pun biasanya dipasok oleh pembangkit listrik lain, biasanya berupa PLTA, karena PLTA hanya membutuhkan listrik yang sangat kecil untuk menyala, tetapi dapat memasok listrik yang cukup besar untuk digunakan oleh PLTU. Beberapa tipe turbin pembakaran tertentu juga dapat digunakan untuk asut gelap, sebagai alternatif pengganti PLTA.[2] Pada tahun 2017, sebuah utilitas di Karolina Selatan sukses mendemonstrasikan penggunaan sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk melakukan asut gelap pada sebuah PLTG.[3]
Tahapan
Metode asut gelap (berdasarkan kasus nyata) adalah sebagai berikut :
- Sebuah baterai menyalakan generator diesel yang dipasang di PLTA.
- Listrik yang dihasilkan generator diesel kemudian digunakan untuk mengoperasikan PLTA.
- Jalur transmisi penting ke pembangkit lain mulai dialiri listrik.
- Listrik yang ditransmisikan oleh PLTA kemudian digunakan untuk menyalakan salah satu pembangkit listrik pemikul beban dasar, biasanya berupa PLTU.
- Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik pemikul beban dasar kemudian digunakan untuk menyalakan kembali pembangkit lain yang ada di dalam satu sistem tenaga listrik.
Listrik kemudian mulai didistribusikan ke pengguna. Pemulihan ini biasanya dilakukan secara bertahap, karena jika dilakukan secara bersamaan akan berisiko. Terutama karena setelah adanya pemadaman listrik, semua bangunan akan menghangat, dan jika listrik dinyalakan secara bersamaan, maka permintaan listrik akibat penyalaan pendingin ruangan akan dapat melampaui kapasitas sistem. Pada iklim dingin, masalah yang sama juga dapat ditimbulkan oleh penggunaan pemanas ruangan.
Pada sistem tenaga listrik berskala besar, asut gelap biasanya melibatkan penyalaan beberapa pembangkit lokal, untuk dapat menyalakan pembangkit lain di sekitarnya. Kemudian akan dilakukan sinkronisasi antar pembangkit, sehingga dapat kembali membentuk sistem tenaga listrik yang utuh.
Ada beberapa metode untuk memulai asut gelap, antara lain lewat PLTA, generator diesel, turbin gas, penyimpanan udara bertekanan, dan lain sebagainya. Metode-metode tersebut memiliki pendekatan yang berbeda, dan tergantung pada beberapa faktor, seperti biaya, kompleksitas, ketersediaan sumber energi, interkonektivitas dengan jaringan pembangkit lain, dan juga seberapa cepat metode tersebut dapat membangkitkan listrik.
Pengadaan layanan asut gelap
Di Britania Raya, operator sistem tenaga listrik memiliki perjanjian dengan beberapa generator untuk menyediakan layanan asut gelap, jika dibutuhkan.[4] Pembangkit listrik yang berdiri sejak zaman CEGB biasanya memiliki sejumlah turbin gas yang dapat memasok cukup listrik ke pembangkit untuk dapat dinyalakan kembali. Turbin ini biasanya dinyalakan dengan generator diesel, dan kemudian oleh baterai cadangan. Setelah kecepatannya mencukupi, turbin gas ini dapat memasok listrik ke pembangkit, sehingga tidak perlu dipasok listrik dari luar.
Di Amerika Utara, pengadaan layanan asut gelap cukup bervariasi. Secara tradisional, listrik untuk asut gelap dipasok oleh utilitas terintegrasi dan biaya asut gelap dibebankan kepada pengguna layanan. Metode ini tetap digunakan hingga saat ini.
Di Amerika Serikat, ada tiga metode pengadaan layanan asut gelap. Metode yang banyak digunakan adalah cost-of-service, karena merupakan metode paling sederhana. Metode ini digunakan oleh California Independent System Operator (CAISO), PJM Interconnection,[5] dan New York Independent System Operator[6] (NYISO). Walaupun mekanismenya berbeda, pendekatan yang dipakai tetap sama. Metode kedua adalah metode baru yang digunakan oleh Independent System Operator of New England[7] (ISO-NE).
Metode pengadaan terakhir adalah pengadaan kompetitif, sebagaimana yang digunakan oleh Electric Reliability Council of Texas[8] (ERCOT). Dengan pendekatan ini, ERCOT menjalankan lelang untuk mengadakan layanan asut gelap. Peserta yang tertarik kemudian harus menyerahkan biaya per jamnya (misal $70 per jam). Menggunakan beberapa kriteria, ERCOT mengevaluasi tawaran ini dan memilih pemenangnya. Tiap pemenang harus dapat menunjukkan bahwa ia dapat menyalakan pembangkit lain di dekatnya.
Tiap negara memiliki metode pengadaan berbeda. Operator sistem tenaga listrik Selandia Baru[9] mengadakan layanan asut gelap melalui lelang. Negara-negara lain juga mengadakan lelang, walaupun tidak terstruktur seperti ERCOT. Termasuk Alberta Electric System Operator,[10] dan juga Independent Electric System Operator of Ontario,[11] yang menggunakan pendekatan "permintaan untuk proposal" dalam jangka panjang, mirip seperti di Selandia Baru dan ERCOT.
Asut gelap di sistem tenaga listrik Jerman pertama kali diuji pada tahun 2017 di pembangkit listrik tenaga baterai WEMAG di Schwerin pada sebuah sistem yang terisolasi dan terputus. Pembangkit WEMAG membuktikan bahwa ia mampu memulihkan sistem tenaga listrik setelah adanya mati listrik besar-besaran.[12]
Batasan sumber asut gelap
Tidak semua pembangkit listrik cocok untuk memasok listrik guna asut gelap. PLTB tidak cocok untuk digunakan, karena angin bisa saja tidak ada saat dibutuhkan.[13] Turbin angin, minihidro, atau mikrohidro, biasanya terhubung ke generator induksi yang tidak mampu menyediakan listrik yang cukup untuk asut gelap.[14] Pembangkit untuk asut gelap juga harus stabil saat dioperasikan dalam jalur transmisi yang panjang, dengan beban reaktif yang besar. Banyak gardu pengubah arus searah bertegangan tinggi tidak dapat menyalurkan listrik ke sistem yang mati, karena gardu ini membutuhkan listrik komutasi dari sistem.[15]
Lihat juga
Bacaan lebih lanjut
- 2007: Isemonger, A.G. "The Viability of the Competitive Procurement of Blackstart: Lessons from the RTOs" The Electricity Journal Volume 20, Issue 8, October 2007, Pages 60–67
- Brendan Kirby and Eric Hirst, Maintaining System Black Start In Competitive Bulk-Power Markets, American Power Conference, Chicago, Illinois, April 1999, available online at: https://web.archive.org/web/20081206001625/http://www.ornl.gov/sci/btc/apps/Restructuring/pub.htm
Referensi
- ↑ Knight, U.G. Power Systems in Emergencies - From Contingency Planning to Crisis Management John Wiley & Sons 2001 section 7.5 The 'Black Start' Situation
- ↑ Philip P. Walsh, Paul Fletcher Gas turbine performance, John Wiley and Sons, 2004 , page 486
- ↑ https://www.energy-storage.news/news/california-batterys-black-start-capability-hailed-as-major-accomplishment-i
- ↑ Introduction to Black Start (National Grid plc) Covers technical and commercial background.
- ↑ See PJM Tariff: Schedule 6A of the PJM Tariff, available online at: http://www.pjm.com/documents/downloads/agreements/tariff.pdf and Blackstart Business Rules, available online at: http://www.ieso.ca/Documents/consult/se16/se16_DACP-SWG-20060216-pjm-blackstart.pdf
- ↑ See the NYISO Accounting and Billing Manual, 2006, available online at: http://www.nyiso.com/public/webdocs/documents/manuals/administrative/acctbillmnl.pdf NYISO Ancillary Services Manual 2006, available at Archived copy. NYISO Tariff (2006) at Rate Schedule 5, starting page 91, Revised Sheet 311, and Rate Schedule 6, starting at Revised Sheet No. 269, available online at Archived copy.
- ↑ See ISO-NE "Order Accepting Application" Docket No. ER03-291, Federal Energy Regulatory Commission , Issued Feb. 14 2003, available online at http://www.iso-ne.com/committees/comm_wkgrps/trans_comm/tariff_comm/mtrls/2006/may162006/index.html ISO-NE Open Access Transmission Tariff 2006 at p. 311, available online at Archived copy. ISO-NE A3 Black Start Working Group Memo to the NEPOOL Transmission Committee, May 9, 2006 available online at http://www.iso-ne.com/committees/comm_wkgrps/trans_comm/tariff_comm/mtrls/2006/may162006/index.html
- ↑ See ERCOT Protocols Section 6, 2006 available online at: Archived copy. ERCOT’s bidding form is available online at: http://www.ercot.com/mktrules/protocols/current/22-%28A%29BlackStart-050105.doc
- ↑ See the Electricity Commission of New Zealand's Governance Rules, Schedule C5, Nov. 1 2005 at 180-182, available online at: Archived copy.
- ↑ See http://www.aeso.ca/files/Nov05_BlackstartPP_v1.pdf
- ↑ See Archived copy.
- ↑ https://cleantechnica.com/2017/08/15/first-black-start-germanys-grid/
- ↑ Fox, Brendan et al; Wind Power Integration - Connection and System Operational Aspects, Institution of Engineering and Technology, 2007 page 245
- ↑ George G. Karady, Keith E. Holbert, Electrical Energy Conversion and Transport: An Interactive Computer-Based Approach,John Wiley & Sons, 2013, page 9-57
- ↑ Beaty, H. Wayne; Fink, Donald G. (ed) Standard Handbook for Electrical Engineers (15th Edition), McGraw-Hill 2007 page 15-22
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27176101 (2025-04-22T08:15:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.