Lompat ke isi

Mikronisasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29569854; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Mikronisasi''' mengacu pada pengurangan ukuran partikel rata-rata yang signifikan. Bubuk mikronisasi yang dihasilkan digunakan dalam berbagai industri, misalnya dalam bidang bubuk teknis, serta dalam tepung dan bubuk buah, ukuran partikel tipikal antara 100 [[mikrometer|µm]] dan 1000 µm dikurangi menjadi kisaran 2 µm hingga 200 µm.
'''Mikronisasi''' mengacu pada pengurangan ukuran partikel rata-rata yang signifikan.<ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/micronize ''Micronize''] auf merriam-webster.com, abgerufen am 31. März 2017.</ref> Bubuk mikronisasi yang dihasilkan digunakan dalam berbagai industri, misalnya dalam bidang bubuk teknis, serta dalam tepung dan bubuk buah, ukuran partikel tipikal antara 100 [[mikrometer|µm]] dan 1000 µm dikurangi menjadi kisaran 2 µm hingga 200 µm.


Dalam aplikasi tertentu, distribusi ukuran partikel yang sempit diperlukan dan dapat dicapai melalui mikronisasi. Misalnya, ukuran partikel di bawah 70 µm ditargetkan untuk menghindari persepsi pada kulit, dan ukuran partikel di bawah 40 µm ditargetkan untuk menghindari rasa berpasir di mulut.
Dalam aplikasi tertentu, distribusi ukuran partikel yang sempit diperlukan dan dapat dicapai melalui mikronisasi. Misalnya, ukuran partikel di bawah 70 µm ditargetkan untuk menghindari persepsi pada kulit, dan ukuran partikel di bawah 40 µm ditargetkan untuk menghindari rasa berpasir di mulut.<ref>auf acu-pharma.com, abgerufen am 31. März 2017.</ref>


Mikronisasi tidak boleh disamakan dengan mikronisasi biji-bijian (pemanasan cepat dalam oven inframerah).
Mikronisasi tidak boleh disamakan dengan mikronisasi biji-bijian (pemanasan cepat dalam oven inframerah).
Baris 11: Baris 11:


===Modern===
===Modern===
Metode modern menggunakan [[fluida superkritis]] dalam proses mikronisasi. Metode ini menggunakan fluida superkritis untuk menginduksi keadaan [[supersaturasi]], yang menyebabkan [[reaksi pengendapan|pengendapan]] partikel individual. Teknik yang paling banyak diterapkan dalam kategori ini meliputi proses RESS (''Rapid Expansion of Supercritical Solutions''), metode SAS (''Supercritical Anti-Solvent'') dan metode PGSS (''Particles from Gas Jenuh Solutions''). Teknik modern ini memungkinkan penyetelan proses yang lebih baik. [[Karbon dioksida superkritis]] (scCO<sub>2</sub>) adalah media yang umum digunakan dalam proses mikronisasi. Hal ini karena scCO<sub>2</sub> tidak terlalu reaktif dan memiliki parameter keadaan titik kritis yang mudah diakses. Akibatnya, scCO<sub>2</sub> dapat digunakan secara efektif untuk mendapatkan bentuk mikronisasi kristal atau amorf murni. Parameter seperti tekanan dan suhu relatif, konsentrasi zat terlarut, dan rasio antipelarut terhadap pelarut divariasikan untuk menyesuaikan keluaran dengan kebutuhan produsen. Pengendalian ukuran partikel dalam mikronisasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor makroskopis, seperti parameter geometri nosel semprot dan laju alir, serta perubahan tingkat molekuler akibat penyesuaian parameter keadaan. Penyesuaian ini dapat menyebabkan [[nukleasi]] partikel dengan berbagai ukuran melalui transformasi polimorfik atau amorf, serta akibat karakteristik proses agregasi, yang dalam beberapa kasus disertai dengan perubahan kesetimbangan konformasi. Metode fluida superkritis menghasilkan pengendalian yang lebih baik terhadap diameter partikel, distribusi ukuran partikel, dan konsistensi morfologi. Karena tekanan yang relatif rendah, banyak metode fluida superkritis dapat menggabungkan material termolabil. Teknik modern melibatkan bahan kimia terbarukan, tidak mudah terbakar, dan tidak beracun.
Metode modern menggunakan [[fluida superkritis]] dalam proses mikronisasi. Metode ini menggunakan fluida superkritis untuk menginduksi keadaan [[supersaturasi]], yang menyebabkan [[reaksi pengendapan|pengendapan]] partikel individual. Teknik yang paling banyak diterapkan dalam kategori ini meliputi proses RESS (''Rapid Expansion of Supercritical Solutions''), metode SAS (''Supercritical Anti-Solvent'') dan metode PGSS (''Particles from Gas Jenuh Solutions''). Teknik modern ini memungkinkan penyetelan proses yang lebih baik. [[Karbon dioksida superkritis]] (scCO<sub>2</sub>) adalah media yang umum digunakan dalam proses mikronisasi.<ref>Paola Franco. ''Nanoparticles and Nanocrystals by Supercritical CO2-Assisted Techniques for Pharmaceutical Applications: A Review''. ''Applied Sciences''. 2021-02-06. Vol. 11 (4). hlm. 1476. doi:10.3390/app11041476.</ref> Hal ini karena scCO<sub>2</sub> tidak terlalu reaktif dan memiliki parameter keadaan titik kritis yang mudah diakses. Akibatnya, scCO<sub>2</sub> dapat digunakan secara efektif untuk mendapatkan bentuk mikronisasi kristal atau amorf murni.<ref>Nadia Esfandiari. ''CO2 utilization as gas antisolvent for the pharmaceutical micro and nanoparticle production: A review''. ''Arabian Journal of Chemistry''. October 2022. Vol. 15 (10). doi:10.1016/j.arabjc.2022.104164.</ref> Parameter seperti tekanan dan suhu relatif, konsentrasi zat terlarut, dan rasio antipelarut terhadap pelarut divariasikan untuk menyesuaikan keluaran dengan kebutuhan produsen. Pengendalian ukuran partikel dalam mikronisasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor makroskopis, seperti parameter geometri nosel semprot dan laju alir, serta perubahan tingkat molekuler akibat penyesuaian parameter keadaan. Penyesuaian ini dapat menyebabkan [[nukleasi]] partikel dengan berbagai ukuran melalui transformasi polimorfik atau amorf, serta akibat karakteristik proses agregasi, yang dalam beberapa kasus disertai dengan perubahan kesetimbangan konformasi.<ref>Ali Zeinolabedini Hezave. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0896844609003167 Micronization of drug particles via RESS process]. ''The Journal of Supercritical Fluids''. February 2010. Vol. 52 (1). hlm. 84–98. doi:10.1016/j.supflu.2009.09.006.</ref><ref>Konstantin V. Belov. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0167732224001752 The influence of lidocaine conformers on micronized particle size: Quantum chemical and NMR insights]. ''Journal of Molecular Liquids''. February 2024. Vol. 396. doi:10.1016/j.molliq.2024.124120.</ref><ref>I. V. Kuznetsova. [http://link.springer.com/10.1134/S0018151X19040138 Production of Lidocaine Nanoforms via the Rapid Extension of a Supercritical Solution into Water Medium]. ''High Temperature''. September 2019. Vol. 57 (5). hlm. 726–730. doi:10.1134/S0018151X19040138.</ref> Metode fluida superkritis menghasilkan pengendalian yang lebih baik terhadap diameter partikel, distribusi ukuran partikel, dan konsistensi morfologi.<ref>Željko Knez. ''Particle Formation and Product Formulation Using Supercritical Fluids''. ''Annual Review of Chemical and Biomolecular Engineering''. 2015-01-01. Vol. 6 (1). hlm. 379–407. doi:10.1146/annurev-chembioeng-061114-123317.</ref><ref>A. Tandya. [https://www.researchgate.net/publication/282160941 Supercritical fluid micronization techniques for gastroresistant insulin formulations]. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2016. Vol. 107. hlm. 9–16. doi:10.1016/j.supflu.2015.08.009.</ref><ref>E. Reverchon. ''Supercritical fluids based techniques to process pharmaceutical products difficult to micronize: Palmitoylethanolamide''. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2015-07-01. Vol. 102. hlm. 24–31. doi:10.1016/j.supflu.2015.04.005.</ref> Karena tekanan yang relatif rendah, banyak metode fluida superkritis dapat menggabungkan material termolabil. Teknik modern melibatkan bahan kimia terbarukan, tidak mudah terbakar, dan tidak beracun.<ref>Nadia Esfandiari. ''Ampicillin Nanoparticles Production via Supercritical CO2 Gas Antisolvent Process''. ''AAPS PharmSciTech''. 2015-12-01. Vol. 16 (6). hlm. 1263–1269. doi:10.1208/s12249-014-0264-y.</ref>


====RESS====
====RESS====
Dalam kasus RESS (''Rapid Expansion of Supercritical Solutions''), fluida superkritis digunakan untuk melarutkan material padat di bawah tekanan dan suhu tinggi, sehingga membentuk [[fase benda|fase]] superkritis yang [[homogenitas dan heterogenitas|homogen]]. Setelah itu, [[campuran]] diekspansi melalui nosel untuk membentuk partikel yang lebih kecil. Segera setelah keluar dari nosel, terjadi ekspansi cepat yang menurunkan tekanan. Tekanan akan turun di bawah tekanan superkritis sehingga menyebabkan fluida superkritis (biasanya [[karbon dioksida]]) kembali ke keadaan [[gas]]. Perubahan fase ini sangat mengurangi kelarutan campuran dan mengakibatkan presipitasi partikel. Semakin singkat waktu yang dibutuhkan larutan untuk memuai dan zat terlarut untuk mengendap, semakin sempit distribusi ukuran partikelnya. Waktu presipitasi yang lebih cepat juga cenderung menghasilkan diameter partikel yang lebih kecil.
Dalam kasus RESS (''Rapid Expansion of Supercritical Solutions''), fluida superkritis digunakan untuk melarutkan material padat di bawah tekanan dan suhu tinggi, sehingga membentuk [[fase benda|fase]] superkritis yang [[homogenitas dan heterogenitas|homogen]]. Setelah itu, [[campuran]] diekspansi melalui nosel untuk membentuk partikel yang lebih kecil. Segera setelah keluar dari nosel, terjadi ekspansi cepat yang menurunkan tekanan. Tekanan akan turun di bawah tekanan superkritis sehingga menyebabkan fluida superkritis (biasanya [[karbon dioksida]]) kembali ke keadaan [[gas]]. Perubahan fase ini sangat mengurangi kelarutan campuran dan mengakibatkan presipitasi partikel.<ref>Alborz Fattahi. ''Preparation and characterization of simvastatin nanoparticles using rapid expansion of supercritical solution (RESS) with trifluoromethane''. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2016-01-01. Vol. 107. hlm. 469–478. doi:10.1016/j.supflu.2015.05.013.</ref> Semakin singkat waktu yang dibutuhkan larutan untuk memuai dan zat terlarut untuk mengendap, semakin sempit distribusi ukuran partikelnya. Waktu presipitasi yang lebih cepat juga cenderung menghasilkan diameter partikel yang lebih kecil.<ref>Ali Zeinolabedini Hezave. ''Micronization of creatine monohydrate via Rapid Expansion of Supercritical Solution (RESS)''. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2010-11-01. Vol. 55 (1). hlm. 316–324. doi:10.1016/j.supflu.2010.05.009.</ref>


====SAS====
====SAS====
Dalam metode SAS (''Supercritical Anti-Solvent''), material padat dilarutkan dalam [[Pelarut|pelarut organik]]. Fluida superkritis kemudian ditambahkan sebagai antipelarut, yang mengurangi [[kelarutan]] sistem. Akibatnya, partikel berdiameter kecil terbentuk. Terdapat berbagai submetode SAS yang berbeda dalam metode pemasukan fluida superkritis ke dalam larutan organik.
Dalam metode SAS (''Supercritical Anti-Solvent''), material padat dilarutkan dalam [[Pelarut|pelarut organik]]. Fluida superkritis kemudian ditambahkan sebagai antipelarut, yang mengurangi [[kelarutan]] sistem. Akibatnya, partikel berdiameter kecil terbentuk.<ref>E. Reverchon. ''Supercritical fluids based techniques to process pharmaceutical products difficult to micronize: Palmitoylethanolamide''. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2015-07-01. Vol. 102. hlm. 24–31. doi:10.1016/j.supflu.2015.04.005.</ref> Terdapat berbagai submetode SAS yang berbeda dalam metode pemasukan fluida superkritis ke dalam larutan organik.<ref>I. De Marco. ''Control of particle size, at micrometric and nanometric range, using supercritical antisolvent precipitation from solvent mixtures: Application to PVP''. ''Chemical Engineering Journal''. 2015-08-01. Vol. 273. hlm. 344–352. doi:10.1016/j.cej.2015.03.100.</ref>


====PGSS====
====PGSS====
Dalam metode PGSS (''Particles from Gas Jenuh Solutions''), material padat dilelehkan dan fluida superkritis dilarutkan di dalamnya. Namun, dalam kasus ini larutan dipaksa mengembang melalui nosel, dan dengan cara ini [[nanopartikel]] terbentuk. Metode PGSS memiliki keuntungan karena adanya fluida superkritis, [[Titik lebur|titik leleh]] material padat berkurang. Oleh karena itu, material padat meleleh pada suhu yang lebih rendah daripada suhu leleh normal pada tekanan sekitar.
Dalam metode PGSS (''Particles from Gas Jenuh Solutions''), material padat dilelehkan dan fluida superkritis dilarutkan di dalamnya.<ref>A. S. M. Tanbirul Haque. ''Particle formation and characterization of mackerel reaction oil by gas saturated solution process''. ''Journal of Food Science and Technology''. 2016-01-01. Vol. 53 (1). hlm. 293–303. doi:10.1007/s13197-015-2000-3.</ref> Namun, dalam kasus ini larutan dipaksa mengembang melalui nosel, dan dengan cara ini [[nanopartikel]] terbentuk. Metode PGSS memiliki keuntungan karena adanya fluida superkritis, [[Titik lebur|titik leleh]] material padat berkurang. Oleh karena itu, material padat meleleh pada suhu yang lebih rendah daripada suhu leleh normal pada tekanan sekitar.


==Aplikasi==
==Aplikasi==
Farmasi dan bahan makanan merupakan industri utama yang memanfaatkan mikronisasi. Partikel dengan diameter yang lebih kecil memiliki laju disolusi yang lebih tinggi, yang meningkatkan efikasi. Progesteron misalnya, dapat dimikronisasi dengan membuat kristal [[progesteron]] yang sangat kecil. Progesteron yang dimikronisasi diproduksi di laboratorium dari tumbuhan. Obat ini tersedia untuk digunakan sebagai [[terapi penggantian hormon|HRT]], pengobatan infertilitas, pengobatan defisiensi progesteron, termasuk [[perdarahan vagina]] disfungsional pada wanita pre[[menopause]]. Apotek peracikan dapat menyediakan progesteron yang dimikronisasi dalam bentuk tablet sublingual, kapsul minyak, atau [[krim (farmasi)|krim]] transdermal. [[Kreatina]] merupakan salah satu obat lain yang dimikronisasi.
Farmasi dan bahan makanan merupakan industri utama yang memanfaatkan mikronisasi. Partikel dengan diameter yang lebih kecil memiliki laju disolusi yang lebih tinggi, yang meningkatkan efikasi.<ref>Nadia Esfandiari. ''Ampicillin Nanoparticles Production via Supercritical CO2 Gas Antisolvent Process''. ''AAPS PharmSciTech''. 2015-12-01. Vol. 16 (6). hlm. 1263–1269. doi:10.1208/s12249-014-0264-y.</ref> Progesteron misalnya, dapat dimikronisasi dengan membuat kristal [[progesteron]] yang sangat kecil.<ref>[http://www.wdxcyber.com/nmood11.htm wdxcyber.com >Progesterone - Its Uses and Effects] Frederick R. Jelovsek MD. 2009</ref> Progesteron yang dimikronisasi diproduksi di laboratorium dari tumbuhan. Obat ini tersedia untuk digunakan sebagai [[terapi penggantian hormon|HRT]], pengobatan infertilitas, pengobatan defisiensi progesteron, termasuk [[perdarahan vagina]] disfungsional pada wanita pre[[menopause]]. Apotek peracikan dapat menyediakan progesteron yang dimikronisasi dalam bentuk tablet sublingual, kapsul minyak, atau [[krim (farmasi)|krim]] transdermal.<ref>[http://www.project-aware.org/Managing/Hrt/progesterone.shtml project-aware > Managing Menopause > HRT > About Progesterone] Page uploaded September 2002</ref> [[Kreatina]] merupakan salah satu obat lain yang dimikronisasi.<ref>Ali Zeinolabedini Hezave. ''Micronization of creatine monohydrate via Rapid Expansion of Supercritical Solution (RESS)''. ''The Journal of Supercritical Fluids''. 2010-11-01. Vol. 55 (1). hlm. 316–324. doi:10.1016/j.supflu.2010.05.009.</ref>
==Referensi==
 
==Pranala luar==
==Pranala luar==
* [http://www.mccrone.co.uk/products/micronising-mill.aspx Example of a Micronizing Mill] McCrone Micronizing Mill
* [http://www.mccrone.co.uk/products/micronising-mill.aspx Example of a Micronizing Mill] McCrone Micronizing Mill


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikronisasi&oldid=29569854 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29569854 (2026-08-13T05:49:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikronisasi&oldid=29569854 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29569854 (2026-08-13T05:49:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.07

Mikronisasi mengacu pada pengurangan ukuran partikel rata-rata yang signifikan.[1] Bubuk mikronisasi yang dihasilkan digunakan dalam berbagai industri, misalnya dalam bidang bubuk teknis, serta dalam tepung dan bubuk buah, ukuran partikel tipikal antara 100 µm dan 1000 µm dikurangi menjadi kisaran 2 µm hingga 200 µm.

Dalam aplikasi tertentu, distribusi ukuran partikel yang sempit diperlukan dan dapat dicapai melalui mikronisasi. Misalnya, ukuran partikel di bawah 70 µm ditargetkan untuk menghindari persepsi pada kulit, dan ukuran partikel di bawah 40 µm ditargetkan untuk menghindari rasa berpasir di mulut.[2]

Mikronisasi tidak boleh disamakan dengan mikronisasi biji-bijian (pemanasan cepat dalam oven inframerah).

Teknik

Tradisional

Teknik mikronisasi tradisional didasarkan pada gesekan untuk mengurangi ukuran partikel. Metode ini meliputi penggilingan, pemukulan, dan penggerindaan. Penggilingan industri pada umumnya terdiri dari drum logam silinder yang biasanya berisi bola-bola baja. Saat drum berputar, bola-bola di dalamnya bertabrakan dengan partikel-partikel padatan, sehingga menghancurkannya menjadi diameter yang lebih kecil. Dalam kasus penggilingan, partikel padatan terbentuk ketika unit penggilingan perangkat bergesekan satu sama lain sementara partikel padatan terperangkap di antaranya.

Metode seperti penghancuran dan pemotongan juga digunakan untuk mengurangi diameter partikel, tetapi menghasilkan partikel yang lebih kasar dibandingkan dengan dua teknik sebelumnya (dan oleh karena itu merupakan tahap awal dari proses mikronisasi). Penghancuran menggunakan alat seperti palu untuk memecah padatan menjadi partikel yang lebih kecil dengan cara tumbukan. Pemotongan menggunakan bilah tajam untuk memotong potongan padatan kasar menjadi lebih kecil.

Modern

Metode modern menggunakan fluida superkritis dalam proses mikronisasi. Metode ini menggunakan fluida superkritis untuk menginduksi keadaan supersaturasi, yang menyebabkan pengendapan partikel individual. Teknik yang paling banyak diterapkan dalam kategori ini meliputi proses RESS (Rapid Expansion of Supercritical Solutions), metode SAS (Supercritical Anti-Solvent) dan metode PGSS (Particles from Gas Jenuh Solutions). Teknik modern ini memungkinkan penyetelan proses yang lebih baik. Karbon dioksida superkritis (scCO2) adalah media yang umum digunakan dalam proses mikronisasi.[3] Hal ini karena scCO2 tidak terlalu reaktif dan memiliki parameter keadaan titik kritis yang mudah diakses. Akibatnya, scCO2 dapat digunakan secara efektif untuk mendapatkan bentuk mikronisasi kristal atau amorf murni.[4] Parameter seperti tekanan dan suhu relatif, konsentrasi zat terlarut, dan rasio antipelarut terhadap pelarut divariasikan untuk menyesuaikan keluaran dengan kebutuhan produsen. Pengendalian ukuran partikel dalam mikronisasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor makroskopis, seperti parameter geometri nosel semprot dan laju alir, serta perubahan tingkat molekuler akibat penyesuaian parameter keadaan. Penyesuaian ini dapat menyebabkan nukleasi partikel dengan berbagai ukuran melalui transformasi polimorfik atau amorf, serta akibat karakteristik proses agregasi, yang dalam beberapa kasus disertai dengan perubahan kesetimbangan konformasi.[5][6][7] Metode fluida superkritis menghasilkan pengendalian yang lebih baik terhadap diameter partikel, distribusi ukuran partikel, dan konsistensi morfologi.[8][9][10] Karena tekanan yang relatif rendah, banyak metode fluida superkritis dapat menggabungkan material termolabil. Teknik modern melibatkan bahan kimia terbarukan, tidak mudah terbakar, dan tidak beracun.[11]

RESS

Dalam kasus RESS (Rapid Expansion of Supercritical Solutions), fluida superkritis digunakan untuk melarutkan material padat di bawah tekanan dan suhu tinggi, sehingga membentuk fase superkritis yang homogen. Setelah itu, campuran diekspansi melalui nosel untuk membentuk partikel yang lebih kecil. Segera setelah keluar dari nosel, terjadi ekspansi cepat yang menurunkan tekanan. Tekanan akan turun di bawah tekanan superkritis sehingga menyebabkan fluida superkritis (biasanya karbon dioksida) kembali ke keadaan gas. Perubahan fase ini sangat mengurangi kelarutan campuran dan mengakibatkan presipitasi partikel.[12] Semakin singkat waktu yang dibutuhkan larutan untuk memuai dan zat terlarut untuk mengendap, semakin sempit distribusi ukuran partikelnya. Waktu presipitasi yang lebih cepat juga cenderung menghasilkan diameter partikel yang lebih kecil.[13]

SAS

Dalam metode SAS (Supercritical Anti-Solvent), material padat dilarutkan dalam pelarut organik. Fluida superkritis kemudian ditambahkan sebagai antipelarut, yang mengurangi kelarutan sistem. Akibatnya, partikel berdiameter kecil terbentuk.[14] Terdapat berbagai submetode SAS yang berbeda dalam metode pemasukan fluida superkritis ke dalam larutan organik.[15]

PGSS

Dalam metode PGSS (Particles from Gas Jenuh Solutions), material padat dilelehkan dan fluida superkritis dilarutkan di dalamnya.[16] Namun, dalam kasus ini larutan dipaksa mengembang melalui nosel, dan dengan cara ini nanopartikel terbentuk. Metode PGSS memiliki keuntungan karena adanya fluida superkritis, titik leleh material padat berkurang. Oleh karena itu, material padat meleleh pada suhu yang lebih rendah daripada suhu leleh normal pada tekanan sekitar.

Aplikasi

Farmasi dan bahan makanan merupakan industri utama yang memanfaatkan mikronisasi. Partikel dengan diameter yang lebih kecil memiliki laju disolusi yang lebih tinggi, yang meningkatkan efikasi.[17] Progesteron misalnya, dapat dimikronisasi dengan membuat kristal progesteron yang sangat kecil.[18] Progesteron yang dimikronisasi diproduksi di laboratorium dari tumbuhan. Obat ini tersedia untuk digunakan sebagai HRT, pengobatan infertilitas, pengobatan defisiensi progesteron, termasuk perdarahan vagina disfungsional pada wanita premenopause. Apotek peracikan dapat menyediakan progesteron yang dimikronisasi dalam bentuk tablet sublingual, kapsul minyak, atau krim transdermal.[19] Kreatina merupakan salah satu obat lain yang dimikronisasi.[20]

Pranala luar

Referensi

  1. Micronize auf merriam-webster.com, abgerufen am 31. März 2017.
  2. auf acu-pharma.com, abgerufen am 31. März 2017.
  3. Paola Franco. Nanoparticles and Nanocrystals by Supercritical CO2-Assisted Techniques for Pharmaceutical Applications: A Review. Applied Sciences. 2021-02-06. Vol. 11 (4). hlm. 1476. doi:10.3390/app11041476.
  4. Nadia Esfandiari. CO2 utilization as gas antisolvent for the pharmaceutical micro and nanoparticle production: A review. Arabian Journal of Chemistry. October 2022. Vol. 15 (10). doi:10.1016/j.arabjc.2022.104164.
  5. Ali Zeinolabedini Hezave. Micronization of drug particles via RESS process. The Journal of Supercritical Fluids. February 2010. Vol. 52 (1). hlm. 84–98. doi:10.1016/j.supflu.2009.09.006.
  6. Konstantin V. Belov. The influence of lidocaine conformers on micronized particle size: Quantum chemical and NMR insights. Journal of Molecular Liquids. February 2024. Vol. 396. doi:10.1016/j.molliq.2024.124120.
  7. I. V. Kuznetsova. Production of Lidocaine Nanoforms via the Rapid Extension of a Supercritical Solution into Water Medium. High Temperature. September 2019. Vol. 57 (5). hlm. 726–730. doi:10.1134/S0018151X19040138.
  8. Željko Knez. Particle Formation and Product Formulation Using Supercritical Fluids. Annual Review of Chemical and Biomolecular Engineering. 2015-01-01. Vol. 6 (1). hlm. 379–407. doi:10.1146/annurev-chembioeng-061114-123317.
  9. A. Tandya. Supercritical fluid micronization techniques for gastroresistant insulin formulations. The Journal of Supercritical Fluids. 2016. Vol. 107. hlm. 9–16. doi:10.1016/j.supflu.2015.08.009.
  10. E. Reverchon. Supercritical fluids based techniques to process pharmaceutical products difficult to micronize: Palmitoylethanolamide. The Journal of Supercritical Fluids. 2015-07-01. Vol. 102. hlm. 24–31. doi:10.1016/j.supflu.2015.04.005.
  11. Nadia Esfandiari. Ampicillin Nanoparticles Production via Supercritical CO2 Gas Antisolvent Process. AAPS PharmSciTech. 2015-12-01. Vol. 16 (6). hlm. 1263–1269. doi:10.1208/s12249-014-0264-y.
  12. Alborz Fattahi. Preparation and characterization of simvastatin nanoparticles using rapid expansion of supercritical solution (RESS) with trifluoromethane. The Journal of Supercritical Fluids. 2016-01-01. Vol. 107. hlm. 469–478. doi:10.1016/j.supflu.2015.05.013.
  13. Ali Zeinolabedini Hezave. Micronization of creatine monohydrate via Rapid Expansion of Supercritical Solution (RESS). The Journal of Supercritical Fluids. 2010-11-01. Vol. 55 (1). hlm. 316–324. doi:10.1016/j.supflu.2010.05.009.
  14. E. Reverchon. Supercritical fluids based techniques to process pharmaceutical products difficult to micronize: Palmitoylethanolamide. The Journal of Supercritical Fluids. 2015-07-01. Vol. 102. hlm. 24–31. doi:10.1016/j.supflu.2015.04.005.
  15. I. De Marco. Control of particle size, at micrometric and nanometric range, using supercritical antisolvent precipitation from solvent mixtures: Application to PVP. Chemical Engineering Journal. 2015-08-01. Vol. 273. hlm. 344–352. doi:10.1016/j.cej.2015.03.100.
  16. A. S. M. Tanbirul Haque. Particle formation and characterization of mackerel reaction oil by gas saturated solution process. Journal of Food Science and Technology. 2016-01-01. Vol. 53 (1). hlm. 293–303. doi:10.1007/s13197-015-2000-3.
  17. Nadia Esfandiari. Ampicillin Nanoparticles Production via Supercritical CO2 Gas Antisolvent Process. AAPS PharmSciTech. 2015-12-01. Vol. 16 (6). hlm. 1263–1269. doi:10.1208/s12249-014-0264-y.
  18. wdxcyber.com >Progesterone - Its Uses and Effects Frederick R. Jelovsek MD. 2009
  19. project-aware > Managing Menopause > HRT > About Progesterone Page uploaded September 2002
  20. Ali Zeinolabedini Hezave. Micronization of creatine monohydrate via Rapid Expansion of Supercritical Solution (RESS). The Journal of Supercritical Fluids. 2010-11-01. Vol. 55 (1). hlm. 316–324. doi:10.1016/j.supflu.2010.05.009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29569854 (2026-08-13T05:49:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.