Objek Thorne–Żytkow: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29573119; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Ss433_art_big.gif|thumb|right|280px|Ss433 art big]] | |||
Pada tahun 2014, ditemukan bahwa [[HV 2112]] merupakan kandidat kuat sebagai objek Thorne–Żytkow. Namun setelah di observasi ulang, kandidat ini dipertanyakan. | '''Objek Thorne–Żytkow''' ([[bahasa Inggris]]: ''Thorne–Żytkow Object'', disingkat '''TŻO; TZO'''), juga dikenal sebagai '''bintang hibrida''', adalah jenis [[bintang]] [[hipotesis]] di mana [[raksasa merah]] atau [[maharaksasa merah]] mengandung [[bintang neutron]] pada intinya, yang terbentuk dari tabrakan antara bintang raksasa dengan bintang neutron. Objek tersebut pertama kali dihipotesiskan oleh [[Kip Thorne]] dan [[Anna Żytkow]] (astrofisikawan berkebangsaan [[Polandia]]) pada tahun 1977.<ref>K. S. Thorne. [http://dx.doi.org/10.1086/155109 Stars with degenerate neutron cores. I - Structure of equilibrium models]. ''The Astrophysical Journal''. 1977-03. Vol. 212. hlm. 832. doi:10.1086/155109.</ref> | ||
Pada tahun 2014, ditemukan bahwa [[HV 2112]] merupakan kandidat kuat sebagai objek Thorne–Żytkow.<ref>Emily M. Levesque. [http://dx.doi.org/10.1093/mnrasl/slu080 Discovery of a Thorne–Żytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters''. 2014-07-08. Vol. 443 (1). hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.</ref> Namun setelah di observasi ulang, kandidat ini dipertanyakan.<ref>Emma R Beasor. [http://dx.doi.org/10.1093/mnras/sty1744 A critical re-evaluation of the Thorne–Żytkow object candidate HV 2112]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society''. 2018-07-02. Vol. 479 (3). hlm. 3101–3105. doi:10.1093/mnras/sty1744.</ref> | |||
== Pembentukan == | == Pembentukan == | ||
Ketika Thorne dan Żytkow melakukan [[simulasi komputer]] untuk mengetahui bagaimana pembentukan TŻO, mereka menemukan bahwa [[bintang neutron]] yang terlalu dekat dengan bintang pasangannya yang lebih besar, dapat menyebabkan kedua bintang tersebut akan [[Tabrakan bintang|bergabung]] dan bintang neutron akan hidup di dalam intinya. | Ketika Thorne dan Żytkow melakukan [[simulasi komputer]] untuk mengetahui bagaimana pembentukan TŻO, mereka menemukan bahwa [[bintang neutron]] yang terlalu dekat dengan bintang pasangannya yang lebih besar, dapat menyebabkan kedua bintang tersebut akan [[Tabrakan bintang|bergabung]] dan bintang neutron akan hidup di dalam intinya.<ref>Eric Betz Published: Thursday. [https://astronomy.com/news/2020/07/thorne-zytkow-objects Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star]. ''Astronomy.com''.</ref><ref>K. S. Thorne. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1975ApJ...199L..19T Red giants and supergiants with degenerate neutron cores]. ''The Astrophysical Journal Letters''. 1975-07-01. Vol. 199. hlm. L19–L24. doi:10.1086/181839.</ref> | ||
Para [[astronom]] umumnya memiliki [[teori]] yang berbeda-beda tentang pembentukan TŻO, dan kebanyakan teorinya bergantung pada keadaan awalnya sebagai [[sistem biner]]: | Para [[astronom]] umumnya memiliki [[teori]] yang berbeda-beda tentang pembentukan TŻO, dan kebanyakan teorinya bergantung pada keadaan awalnya sebagai [[sistem biner]]:<ref>Eric Betz Published: Thursday. [https://astronomy.com/news/2020/07/thorne-zytkow-objects Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star]. ''Astronomy.com''.</ref> | ||
=== Teori Leonard, Hills, Dewey, dan Rachel === | === Teori Leonard, Hills, Dewey, dan Rachel === | ||
Ketika bintang primer dalam [[sistem biner]] yang erat meledak sebagai [[supernova]], arah perluasan ledakannya yang tidak simetris memungkinkan sisa-sisa intinya (yang berupa [[bintang neutron]]) terdorong dengan kuat dari tempat asalnya. Arah dorongannya kadang mengarah pada [[Apsis|perisentrum]] bintang sekundernya. Karena dorongannya dengan kecepatan yang tinggi, bintang neutronnya akan terlalu dekat dengan bintang sekundernya sehingga ia akan dilahap menjadi intinya. | Ketika bintang primer dalam [[sistem biner]] yang erat meledak sebagai [[supernova]], arah perluasan ledakannya yang tidak simetris memungkinkan sisa-sisa intinya (yang berupa [[bintang neutron]]) terdorong dengan kuat dari tempat asalnya. Arah dorongannya kadang mengarah pada [[Apsis|perisentrum]] bintang sekundernya. Karena dorongannya dengan kecepatan yang tinggi, bintang neutronnya akan terlalu dekat dengan bintang sekundernya sehingga ia akan dilahap menjadi intinya.<ref>Peter J. T. Leonard. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1994ApJ...423L..19L A new way to make Thorne-Zytkow objects]. ''The Astrophysical Journal Letters''. 1994-03-01. Vol. 423. hlm. L19–L22. doi:10.1086/187225.</ref><ref>W. N. Brandt. [http://arxiv.org/abs/astro-ph/9412023 The Effects of High-Velocity Supernova Kicks on the Orbital Properties and Sky Distributions of Neutron Star Binaries]. ''arXiv:astro-ph/9412023''. 1994-12-07.</ref> | ||
=== Teori Taam, Bodenheimer, dan Ostriker === | === Teori Taam, Bodenheimer, dan Ostriker === | ||
Teori ini mirip seperti di atas, tetapi dengan asumsi bahwa sistem binernya tidak terganggu, maka akan terjadi evolusi dan penggabungan bertahap antara bintang sekunder dengan bintang neutron. Mereka memaparkan dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu antara bintang neutronnya memiliki pergerakan yang cukup untuk memasuki [[atmosfer]] bintang sekundernya ketika memulai [[pembakaran helium]], atau bintang sekundernya berevolusi menjadi [[raksasa merah]] yang cukup untuk melahap bintang neutronnya. | Teori ini mirip seperti di atas, tetapi dengan asumsi bahwa sistem binernya tidak terganggu, maka akan terjadi evolusi dan penggabungan bertahap antara bintang sekunder dengan bintang neutron. Mereka memaparkan dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu antara bintang neutronnya memiliki pergerakan yang cukup untuk memasuki [[atmosfer]] bintang sekundernya ketika memulai [[pembakaran helium]], atau bintang sekundernya berevolusi menjadi [[raksasa merah]] yang cukup untuk melahap bintang neutronnya.<ref>Peter J. T. Leonard. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1994ApJ...423L..19L A new way to make Thorne-Zytkow objects]. ''The Astrophysical Journal Letters''. 1994-03-01. Vol. 423. hlm. L19–L22. doi:10.1086/187225.</ref><ref>R. E. Taam. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1978ApJ...222..269T Double core evolution. I - A 16 solar mass star with a 1 solar mass neutron-star companion]. ''The Astrophysical Journal''. 1978-05-01. Vol. 222. hlm. 269–280. doi:10.1086/156142.</ref><ref>Emily M. Levesque. [https://academic.oup.com/mnrasl/article/443/1/L94/1054019 Discovery of a Thorne–Żytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters''. 2014-09-01. Vol. 443 (1). hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.</ref> | ||
=== Teori lain === | === Teori lain === | ||
Beberapa [[astronom]] lain juga mengusulkan tabrakan antara bintang neutron dengan bintang [[deret utama]] di dalam [[Gugus bintang|gugusan bintang]]. | Beberapa [[astronom]] lain juga mengusulkan tabrakan antara bintang neutron dengan bintang [[deret utama]] di dalam [[Gugus bintang|gugusan bintang]].<ref>W. Benz. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1992ApJ...389..546B Three-dimensional hydrodynamical simulations of colliding stars . III - Collisions and tidal captures of unequal-mass main-sequence stars]. ''The Astrophysical Journal''. 1992-04-01. Vol. 389. hlm. 546–557. doi:10.1086/171230.</ref><ref>A. Ray. [http://articles.adsabs.harvard.edu/cgi-bin/nph-iarticle_query?1987A%26A...184..164R&data_type=PDF_HIGH&whole_paper=YES&type=PRINTER&filetype=.pdf Evolution of stellar binaries formed by tidal capture]. ''Astronomy and Astrophysics''. 1987-10. Vol. 184 (1-2). hlm. 164–172.</ref> | ||
== Akhir dari TŻO == | == Akhir dari TŻO == | ||
Para peneliti berpendapat bahwa TŻO cenderung berevolusi menjadi struktur masif berbentuk seperti [[Piringan akresi|piringan]], tergantung dari ketidakstabilan [[gravitasi]] yang dibuatnya, dan seberapa banyak bintang yang diketahui intinya meng-akresi materinya. Bintang di intinya mungkin menjadi [[bintang neutron]] yang sedikit berputar, atau menjadi [[lubang hitam bintang]]. Jika yang keluar adalah bintang neutron yang sedikit berputar, maka ada kemungkinan ia akan dikelilingi oleh [[Planet#Objek bermassa planet|planemo]]. | Para peneliti berpendapat bahwa TŻO cenderung berevolusi menjadi struktur masif berbentuk seperti [[Piringan akresi|piringan]], tergantung dari ketidakstabilan [[gravitasi]] yang dibuatnya, dan seberapa banyak bintang yang diketahui intinya meng-akresi materinya. Bintang di intinya mungkin menjadi [[bintang neutron]] yang sedikit berputar, atau menjadi [[lubang hitam bintang]]. Jika yang keluar adalah bintang neutron yang sedikit berputar, maka ada kemungkinan ia akan dikelilingi oleh [[Planet#Objek bermassa planet|planemo]].<ref>Philipp Podsiadlowski. [http://adsabs.harvard.edu/abs/1995MNRAS.274..485P The evolution and final fate of massive Thorne-Zytkow objects]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society''. 1995-05-01. Vol. 274. hlm. 485–490. doi:10.1093/mnras/274.2.485.</ref> | ||
== Daftar kandidat == | == Daftar kandidat == | ||
{| class="wikitable" | |||
! Kandidat | |||
! Asensio Rekta | |||
! Deklinasi | |||
! Lokasi | |||
! Penemuan | |||
! Catatan | |||
! Referensi | |||
|- | |||
|[[HV 11417]] | |||
| | |||
| | |||
|[[Awan Magellan Kecil]] | |||
|2019 | |||
|Setelah HV 2112 dipertanyakan, mereka menemukan sebuah kandidat baru yang dinamai HV 11417 dari sampel mereka | |||
|<ref>Emma R. Beasor. [http://arxiv.org/abs/1806.07399 A critical re-evaluation of the Thorne-\.Zytkow object candidate HV 2112]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society''. 2018-09-21. Vol. 479 (3). hlm. 3101–3105. doi:10.1093/mnras/sty1744.</ref> | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|[[Awan Magellan Kecil]] | |||
| 2014 | |||
| Sebelumnya dikategorikan sebagai [[Cabang raksasa asimtotik|AGB]], tetapi secara pengamatan lebih cocok sebagai superraksasa merah | |||
| <ref>Emily Levesque. ''Discovery of a Thorne-Zytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud''. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society Letters''. 30 May 2014. Vol. 1406. hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.</ref> | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| [[Akuarius|Aquarius]] | |||
| 1999 | |||
| Dikatalogkan sebagai [[variabel R Coronae Borealis]] | |||
|<ref>Andrew Vanture. [https://archive.org/details/sim_astrophysical-journal_1999-04-01_514_2/page/932 U Aquarii a Thorne–Żytkow Object?]. ''The Astrophysical Journal''. April 1999. Vol. 514 (2). hlm. 932–938. doi:10.1086/306956.</ref> | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|[[Sagitarius|Sagittarius]] | |||
| 1999 | |||
| Dikatalogkan sebagai [[variabel R Coronae Borealis]] | |||
|<ref>Andrew Vanture. [https://archive.org/details/sim_astrophysical-journal_1999-04-01_514_2/page/932 U Aquarii a Thorne–Żytkow Object?]. ''The Astrophysical Journal''. April 1999. Vol. 514 (2). hlm. 932–938. doi:10.1086/306956.</ref> | |||
|} | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Objek+Thorne%E2%80%93%C5%BBytkow&oldid=29573119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29573119 (2026-08-13T18:20:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.11

Objek Thorne–Żytkow (bahasa Inggris: Thorne–Żytkow Object, disingkat TŻO; TZO), juga dikenal sebagai bintang hibrida, adalah jenis bintang hipotesis di mana raksasa merah atau maharaksasa merah mengandung bintang neutron pada intinya, yang terbentuk dari tabrakan antara bintang raksasa dengan bintang neutron. Objek tersebut pertama kali dihipotesiskan oleh Kip Thorne dan Anna Żytkow (astrofisikawan berkebangsaan Polandia) pada tahun 1977.[1]
Pada tahun 2014, ditemukan bahwa HV 2112 merupakan kandidat kuat sebagai objek Thorne–Żytkow.[2] Namun setelah di observasi ulang, kandidat ini dipertanyakan.[3]
Pembentukan
Ketika Thorne dan Żytkow melakukan simulasi komputer untuk mengetahui bagaimana pembentukan TŻO, mereka menemukan bahwa bintang neutron yang terlalu dekat dengan bintang pasangannya yang lebih besar, dapat menyebabkan kedua bintang tersebut akan bergabung dan bintang neutron akan hidup di dalam intinya.[4][5]
Para astronom umumnya memiliki teori yang berbeda-beda tentang pembentukan TŻO, dan kebanyakan teorinya bergantung pada keadaan awalnya sebagai sistem biner:[6]
Teori Leonard, Hills, Dewey, dan Rachel
Ketika bintang primer dalam sistem biner yang erat meledak sebagai supernova, arah perluasan ledakannya yang tidak simetris memungkinkan sisa-sisa intinya (yang berupa bintang neutron) terdorong dengan kuat dari tempat asalnya. Arah dorongannya kadang mengarah pada perisentrum bintang sekundernya. Karena dorongannya dengan kecepatan yang tinggi, bintang neutronnya akan terlalu dekat dengan bintang sekundernya sehingga ia akan dilahap menjadi intinya.[7][8]
Teori Taam, Bodenheimer, dan Ostriker
Teori ini mirip seperti di atas, tetapi dengan asumsi bahwa sistem binernya tidak terganggu, maka akan terjadi evolusi dan penggabungan bertahap antara bintang sekunder dengan bintang neutron. Mereka memaparkan dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu antara bintang neutronnya memiliki pergerakan yang cukup untuk memasuki atmosfer bintang sekundernya ketika memulai pembakaran helium, atau bintang sekundernya berevolusi menjadi raksasa merah yang cukup untuk melahap bintang neutronnya.[9][10][11]
Teori lain
Beberapa astronom lain juga mengusulkan tabrakan antara bintang neutron dengan bintang deret utama di dalam gugusan bintang.[12][13]
Akhir dari TŻO
Para peneliti berpendapat bahwa TŻO cenderung berevolusi menjadi struktur masif berbentuk seperti piringan, tergantung dari ketidakstabilan gravitasi yang dibuatnya, dan seberapa banyak bintang yang diketahui intinya meng-akresi materinya. Bintang di intinya mungkin menjadi bintang neutron yang sedikit berputar, atau menjadi lubang hitam bintang. Jika yang keluar adalah bintang neutron yang sedikit berputar, maka ada kemungkinan ia akan dikelilingi oleh planemo.[14]
Daftar kandidat
| Kandidat | Asensio Rekta | Deklinasi | Lokasi | Penemuan | Catatan | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| HV 11417 | Awan Magellan Kecil | 2019 | Setelah HV 2112 dipertanyakan, mereka menemukan sebuah kandidat baru yang dinamai HV 11417 dari sampel mereka | [15] | ||
| Awan Magellan Kecil | 2014 | Sebelumnya dikategorikan sebagai AGB, tetapi secara pengamatan lebih cocok sebagai superraksasa merah | [16] | |||
| Aquarius | 1999 | Dikatalogkan sebagai variabel R Coronae Borealis | [17] | |||
| Sagittarius | 1999 | Dikatalogkan sebagai variabel R Coronae Borealis | [18] |
Referensi
- ↑ K. S. Thorne. Stars with degenerate neutron cores. I - Structure of equilibrium models. The Astrophysical Journal. 1977-03. Vol. 212. hlm. 832. doi:10.1086/155109.
- ↑ Emily M. Levesque. Discovery of a Thorne–Żytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters. 2014-07-08. Vol. 443 (1). hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.
- ↑ Emma R Beasor. A critical re-evaluation of the Thorne–Żytkow object candidate HV 2112. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 2018-07-02. Vol. 479 (3). hlm. 3101–3105. doi:10.1093/mnras/sty1744.
- ↑ Eric Betz Published: Thursday. Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star. Astronomy.com.
- ↑ K. S. Thorne. Red giants and supergiants with degenerate neutron cores. The Astrophysical Journal Letters. 1975-07-01. Vol. 199. hlm. L19–L24. doi:10.1086/181839.
- ↑ Eric Betz Published: Thursday. Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star. Astronomy.com.
- ↑ Peter J. T. Leonard. A new way to make Thorne-Zytkow objects. The Astrophysical Journal Letters. 1994-03-01. Vol. 423. hlm. L19–L22. doi:10.1086/187225.
- ↑ W. N. Brandt. The Effects of High-Velocity Supernova Kicks on the Orbital Properties and Sky Distributions of Neutron Star Binaries. arXiv:astro-ph/9412023. 1994-12-07.
- ↑ Peter J. T. Leonard. A new way to make Thorne-Zytkow objects. The Astrophysical Journal Letters. 1994-03-01. Vol. 423. hlm. L19–L22. doi:10.1086/187225.
- ↑ R. E. Taam. Double core evolution. I - A 16 solar mass star with a 1 solar mass neutron-star companion. The Astrophysical Journal. 1978-05-01. Vol. 222. hlm. 269–280. doi:10.1086/156142.
- ↑ Emily M. Levesque. Discovery of a Thorne–Żytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters. 2014-09-01. Vol. 443 (1). hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.
- ↑ W. Benz. Three-dimensional hydrodynamical simulations of colliding stars . III - Collisions and tidal captures of unequal-mass main-sequence stars. The Astrophysical Journal. 1992-04-01. Vol. 389. hlm. 546–557. doi:10.1086/171230.
- ↑ A. Ray. Evolution of stellar binaries formed by tidal capture. Astronomy and Astrophysics. 1987-10. Vol. 184 (1-2). hlm. 164–172.
- ↑ Philipp Podsiadlowski. The evolution and final fate of massive Thorne-Zytkow objects. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 1995-05-01. Vol. 274. hlm. 485–490. doi:10.1093/mnras/274.2.485.
- ↑ Emma R. Beasor. A critical re-evaluation of the Thorne-\.Zytkow object candidate HV 2112. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 2018-09-21. Vol. 479 (3). hlm. 3101–3105. doi:10.1093/mnras/sty1744.
- ↑ Emily Levesque. Discovery of a Thorne-Zytkow object candidate in the Small Magellanic Cloud. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society Letters. 30 May 2014. Vol. 1406. hlm. L94–L98. doi:10.1093/mnrasl/slu080.
- ↑ Andrew Vanture. U Aquarii a Thorne–Żytkow Object?. The Astrophysical Journal. April 1999. Vol. 514 (2). hlm. 932–938. doi:10.1086/306956.
- ↑ Andrew Vanture. U Aquarii a Thorne–Żytkow Object?. The Astrophysical Journal. April 1999. Vol. 514 (2). hlm. 932–938. doi:10.1086/306956.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29573119 (2026-08-13T18:20:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.