AI slop: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29113630; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''AI slop''' (atau kebocoran AI; kadang juga disebut '''''slop''''' atau '''''digital slop''''') adalah [[konten digital]] yang berkualitas rendah hingga menengah yang dihasilkan secara massal dan cepat oleh [[kecerdasan buatan generatif]]. Konten-konten ini dibuat dengan mudah, cepat, dengan sedikit atau tanpa pengawasan manusia, berbiaya rendah, dan mengabaikan akurasi. Fenomena kebocoran AI ini juga ditandai dengan peningkatan konten visual berkualitas rendah buatan AI di media sosial, termasuk bentuk [[media sintetis]] yang umumnya dibuat untuk tujuan monetisasi dalam [[ekonomi kreator]] dan [[pemasaran daring]]. | [[File:Facebook_AI_slop,_"Shrimp_Jesus"_1.jpg|thumb|right|280px|Facebook AI slop, "Shrimp Jesus" 1]] | ||
'''AI slop''' (atau kebocoran AI; kadang juga disebut '''''slop''''' atau '''''digital slop''''') adalah [[konten digital]] yang berkualitas rendah hingga menengah yang dihasilkan secara massal dan cepat oleh [[kecerdasan buatan generatif]].<ref>Adam Nemeroff. [http://theconversation.com/what-is-ai-slop-a-technologist-explains-this-new-and-largely-unwelcome-form-of-online-content-256554 What is AI slop? A technologist explains this new and largely unwelcome form of online content]. ''The Conversation''. 2025-09-02.</ref><ref>Kate Niederhoffer. [https://hbr.org/2025/09/ai-generated-workslop-is-destroying-productivity AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity]. ''Harvard Business Review''. 2025-09-22.</ref> Konten-konten ini dibuat dengan mudah, cepat, dengan sedikit atau tanpa pengawasan manusia, berbiaya rendah, dan mengabaikan akurasi.<ref>Adam Nemeroff. [http://theconversation.com/what-is-ai-slop-a-technologist-explains-this-new-and-largely-unwelcome-form-of-online-content-256554 What is AI slop? A technologist explains this new and largely unwelcome form of online content]. ''The Conversation''. 2025-09-02.</ref><ref>Leo Manik. [https://www.idntimes.com/tech/trend/bahaya-ai-slop-internet-c1c2-01-tffwg-9qczpt 7 Bahaya AI Slop di Internet, Propaganda hingga Brain Rot]. ''IDN Times''. 2025-10-15.</ref><ref>Jason Koebler ·. [https://www.404media.co/ai-slop-is-a-brute-force-attack-on-the-algorithms-that-control-reality/ AI Slop Is a Brute Force Attack on the Algorithms That Control Reality]. ''404 Media''. 2025-03-17.</ref> Fenomena kebocoran AI ini juga ditandai dengan peningkatan konten visual berkualitas rendah buatan AI di media sosial, termasuk bentuk [[media sintetis]] yang umumnya dibuat untuk tujuan monetisasi dalam [[ekonomi kreator]] dan [[pemasaran daring]].<ref>Kate Niederhoffer. [https://hbr.org/2025/09/ai-generated-workslop-is-destroying-productivity AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity]. ''Harvard Business Review''. 2025-09-22.</ref><ref>Leo Manik. [https://www.idntimes.com/tech/trend/bahaya-ai-slop-internet-c1c2-01-tffwg-9qczpt 7 Bahaya AI Slop di Internet, Propaganda hingga Brain Rot]. ''IDN Times''. 2025-10-15.</ref> | |||
== Terminologi == | == Terminologi == | ||
Seiring dengan produksi massal atas teks dan gambar berkualitas rendah oleh [[model bahasa besar]] dan model [[difusi]] gambar, para jurnalis dan para pengguna di media sosial mulai membuka diskusi tentang istilah yang tepat untuk merujuk konten-konten berkualitas rendah yang membanjiri internet. Beberapa istilah yang diusulkan termasuk "sampah AI", "polusi AI", dan "sampah yang dihasilkan AI". Penggunaan awal istilah ''slop'' muncul pada 2022 sebagai reaksi atas peluncuran generator gambar AI. Penggunaan awalnya telah tercatat di kalangan komentator [[4chan]], [[Hacker News]], dan [[YouTube]] sebagai bentuk slang. | Seiring dengan produksi massal atas teks dan gambar berkualitas rendah oleh [[model bahasa besar]] dan model [[difusi]] gambar, para jurnalis dan para pengguna di media sosial mulai membuka diskusi tentang istilah yang tepat untuk merujuk konten-konten berkualitas rendah yang membanjiri internet. Beberapa istilah yang diusulkan termasuk "sampah AI", "polusi AI", dan "sampah yang dihasilkan AI".<ref>[https://www.nytimes.com/2024/07/24/opinion/ai-annoying-future.html Opinion How Long Will A.I.’s ‘Slop’ Era Last? (Published 2024)]. 2024-07-24.</ref> Penggunaan awal istilah ''slop'' muncul pada 2022 sebagai reaksi atas peluncuran generator gambar AI. Penggunaan awalnya telah tercatat di kalangan komentator [[4chan]], [[Hacker News]], dan [[YouTube]] sebagai bentuk slang.<ref>[https://www.nytimes.com/2024/06/11/style/ai-search-slop.html First Came ‘Spam.’ Now, With A.I., We’ve Got ‘Slop’ (Published 2024)]. 2024-06-11.</ref> | ||
Istilah ini memperoleh peningkatan penggunaan pada kuartal kedua tahun 2024 sebagai reaksi atas penggunaan model AI [[Gemini (bot obrolan)|Gemini]] dan banyaknya kritik atas konten berkualitas rendah yang menjadi tajuk utama media selama bulan-bulan berikutnya. Pada 2024, kata ''slop'' masuk dalam daftar ''Oxford Word of the Year'' karena ada peningkatan penggunaan kata sebesar 332% karena merujuk pada konten-konten buatan model bahasa besar yang membanjiri internet dan media sosial''.'' | Istilah ini memperoleh peningkatan penggunaan pada kuartal kedua tahun 2024 sebagai reaksi atas penggunaan model AI [[Gemini (bot obrolan)|Gemini]] dan banyaknya kritik atas konten berkualitas rendah yang menjadi tajuk utama media selama bulan-bulan berikutnya.<ref>Alex Hern. [https://www.theguardian.com/technology/article/2024/may/19/spam-junk-slop-the-latest-wave-of-ai-behind-the-zombie-internet Spam, junk … slop? The latest wave of AI behind the ‘zombie internet’]. ''The Guardian''. 2024-05-19.</ref> Pada 2024, kata ''slop'' masuk dalam daftar ''Oxford Word of the Year'' karena ada peningkatan penggunaan kata sebesar 332% karena merujuk pada konten-konten buatan model bahasa besar yang membanjiri internet dan media sosial''.''<ref>[https://corp.oup.com/word-of-the-year/ Oxford Word of the Year]. ''Oxford University Press''.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Sains === | === Sains === | ||
[[Kecerdasan buatan generatif]] telah digunakan dalam penulisan artikel yang dipublikasikan, baik dalam [[percetakan]] berkualitas rendah maupun jurnal terkemuka. Pada 2024, sebuah artikel tinjauan sejawat mengandung ilustrasi seekor tikus dengan kelamin besar yang dihasilkan oleh [[Akal imitasi|AI]].<ref>Mack DeGeurin. [https://www.popsci.com/technology/ai-generated-text-scientific-journals/ AI-generated nonsense is leaking into scientific journals]. ''Popular Science''. 2024-03-19.</ref> Ilustrasi tersebut disertai teks dan diagram yang tidak masuk akal. Artikel tersebut pada akhirnya ditarik oleh ''[[Frontiers in Cell and Developmental Biology]]'' pada Februari 2024 setelah menarik perhatian banyak [[ilmuwan]] di media sosial.<ref>Mack DeGeurin. [https://www.popsci.com/technology/ai-rat-journal/ A ridiculous AI-generated rat penis made it into a peer-reviewed journal]. ''Popular Science''. 2024-02-16.</ref><ref>Beth Mole. [https://arstechnica.com/science/2024/02/scientists-aghast-at-bizarre-ai-rat-with-huge-genitals-in-peer-reviewed-article/ Scientists aghast at bizarre AI rat with huge genitals in peer-reviewed article]. ''Ars Technica''. 2024-02-15.</ref> | |||
[[Kecerdasan buatan generatif]] telah digunakan dalam penulisan artikel yang dipublikasikan, baik dalam [[percetakan]] berkualitas rendah maupun jurnal terkemuka. Pada 2024, sebuah artikel tinjauan sejawat mengandung ilustrasi seekor tikus dengan kelamin besar yang dihasilkan oleh [[Akal imitasi|AI]]. Ilustrasi tersebut disertai teks dan diagram yang tidak masuk akal. Artikel tersebut pada akhirnya ditarik oleh ''[[Frontiers in Cell and Developmental Biology]]'' pada Februari 2024 setelah menarik perhatian banyak [[ilmuwan]] di media sosial. | |||
=== Bisnis === | === Bisnis === | ||
Sebuah studi yang dilakukan oleh [[Harvard Business Review|HBR]], bekerja sama dengan [[Universitas Stanford]] dan BetterUp, menemukan bahwa karyawan yang menggunakan alat AI untuk menghasilkan konten-konten slop yang mudah dan cepat akan menambah beban kerja bagi karyawan lainnya. Dengan kata lain, beban kerja kini dialihkan ke karyawan lainnya sebagai penerima, yang mengharuskan mereka menafsirkan, mengoreksi, atau mengulang pekerjaan tersebut. Dalam jangka waktu penelitian, 40% karyawan yang berpartisipasi sebagai penerima konten slop ini membutuhkan waktu rata-rata dua jam untuk menyelesaikannya. Studi ini menandai penggunaan istilah "workslop" yang berarti konten buatan alat AI generatif yang terlihat bagus, tapi kurang substansi. | Sebuah studi yang dilakukan oleh [[Harvard Business Review|HBR]], bekerja sama dengan [[Universitas Stanford]] dan BetterUp, menemukan bahwa karyawan yang menggunakan alat AI untuk menghasilkan konten-konten slop yang mudah dan cepat akan menambah beban kerja bagi karyawan lainnya. Dengan kata lain, beban kerja kini dialihkan ke karyawan lainnya sebagai penerima, yang mengharuskan mereka menafsirkan, mengoreksi, atau mengulang pekerjaan tersebut.<ref>Kate Niederhoffer. [https://hbr.org/2025/09/ai-generated-workslop-is-destroying-productivity AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity]. ''Harvard Business Review''. 2025-09-22.</ref> Dalam jangka waktu penelitian, 40% karyawan yang berpartisipasi sebagai penerima konten slop ini membutuhkan waktu rata-rata dua jam untuk menyelesaikannya.<ref>[https://www.betterup.com/workslop Workslop: The Hidden Cost of AI-Generated Busywork BetterUp Labs]. ''www.betterup.com''.</ref> Studi ini menandai penggunaan istilah "workslop" yang berarti konten buatan alat AI generatif yang terlihat bagus, tapi kurang substansi.<ref>[https://www.betterup.com/workslop Workslop: The Hidden Cost of AI-Generated Busywork BetterUp Labs]. ''www.betterup.com''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=AI+slop&oldid=29113630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29113630 (2026-04-08T14:35:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.24

AI slop (atau kebocoran AI; kadang juga disebut slop atau digital slop) adalah konten digital yang berkualitas rendah hingga menengah yang dihasilkan secara massal dan cepat oleh kecerdasan buatan generatif.[1][2] Konten-konten ini dibuat dengan mudah, cepat, dengan sedikit atau tanpa pengawasan manusia, berbiaya rendah, dan mengabaikan akurasi.[3][4][5] Fenomena kebocoran AI ini juga ditandai dengan peningkatan konten visual berkualitas rendah buatan AI di media sosial, termasuk bentuk media sintetis yang umumnya dibuat untuk tujuan monetisasi dalam ekonomi kreator dan pemasaran daring.[6][7]
Terminologi
Seiring dengan produksi massal atas teks dan gambar berkualitas rendah oleh model bahasa besar dan model difusi gambar, para jurnalis dan para pengguna di media sosial mulai membuka diskusi tentang istilah yang tepat untuk merujuk konten-konten berkualitas rendah yang membanjiri internet. Beberapa istilah yang diusulkan termasuk "sampah AI", "polusi AI", dan "sampah yang dihasilkan AI".[8] Penggunaan awal istilah slop muncul pada 2022 sebagai reaksi atas peluncuran generator gambar AI. Penggunaan awalnya telah tercatat di kalangan komentator 4chan, Hacker News, dan YouTube sebagai bentuk slang.[9]
Istilah ini memperoleh peningkatan penggunaan pada kuartal kedua tahun 2024 sebagai reaksi atas penggunaan model AI Gemini dan banyaknya kritik atas konten berkualitas rendah yang menjadi tajuk utama media selama bulan-bulan berikutnya.[10] Pada 2024, kata slop masuk dalam daftar Oxford Word of the Year karena ada peningkatan penggunaan kata sebesar 332% karena merujuk pada konten-konten buatan model bahasa besar yang membanjiri internet dan media sosial.[11]
Penggunaan
Sains
Kecerdasan buatan generatif telah digunakan dalam penulisan artikel yang dipublikasikan, baik dalam percetakan berkualitas rendah maupun jurnal terkemuka. Pada 2024, sebuah artikel tinjauan sejawat mengandung ilustrasi seekor tikus dengan kelamin besar yang dihasilkan oleh AI.[12] Ilustrasi tersebut disertai teks dan diagram yang tidak masuk akal. Artikel tersebut pada akhirnya ditarik oleh Frontiers in Cell and Developmental Biology pada Februari 2024 setelah menarik perhatian banyak ilmuwan di media sosial.[13][14]
Bisnis
Sebuah studi yang dilakukan oleh HBR, bekerja sama dengan Universitas Stanford dan BetterUp, menemukan bahwa karyawan yang menggunakan alat AI untuk menghasilkan konten-konten slop yang mudah dan cepat akan menambah beban kerja bagi karyawan lainnya. Dengan kata lain, beban kerja kini dialihkan ke karyawan lainnya sebagai penerima, yang mengharuskan mereka menafsirkan, mengoreksi, atau mengulang pekerjaan tersebut.[15] Dalam jangka waktu penelitian, 40% karyawan yang berpartisipasi sebagai penerima konten slop ini membutuhkan waktu rata-rata dua jam untuk menyelesaikannya.[16] Studi ini menandai penggunaan istilah "workslop" yang berarti konten buatan alat AI generatif yang terlihat bagus, tapi kurang substansi.[17]
Referensi
- ↑ Adam Nemeroff. What is AI slop? A technologist explains this new and largely unwelcome form of online content. The Conversation. 2025-09-02.
- ↑ Kate Niederhoffer. AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity. Harvard Business Review. 2025-09-22.
- ↑ Adam Nemeroff. What is AI slop? A technologist explains this new and largely unwelcome form of online content. The Conversation. 2025-09-02.
- ↑ Leo Manik. 7 Bahaya AI Slop di Internet, Propaganda hingga Brain Rot. IDN Times. 2025-10-15.
- ↑ Jason Koebler ·. AI Slop Is a Brute Force Attack on the Algorithms That Control Reality. 404 Media. 2025-03-17.
- ↑ Kate Niederhoffer. AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity. Harvard Business Review. 2025-09-22.
- ↑ Leo Manik. 7 Bahaya AI Slop di Internet, Propaganda hingga Brain Rot. IDN Times. 2025-10-15.
- ↑ Opinion How Long Will A.I.’s ‘Slop’ Era Last? (Published 2024). 2024-07-24.
- ↑ First Came ‘Spam.’ Now, With A.I., We’ve Got ‘Slop’ (Published 2024). 2024-06-11.
- ↑ Alex Hern. Spam, junk … slop? The latest wave of AI behind the ‘zombie internet’. The Guardian. 2024-05-19.
- ↑ Oxford Word of the Year. Oxford University Press.
- ↑ Mack DeGeurin. AI-generated nonsense is leaking into scientific journals. Popular Science. 2024-03-19.
- ↑ Mack DeGeurin. A ridiculous AI-generated rat penis made it into a peer-reviewed journal. Popular Science. 2024-02-16.
- ↑ Beth Mole. Scientists aghast at bizarre AI rat with huge genitals in peer-reviewed article. Ars Technica. 2024-02-15.
- ↑ Kate Niederhoffer. AI-Generated “Workslop” Is Destroying Productivity. Harvard Business Review. 2025-09-22.
- ↑ Workslop: The Hidden Cost of AI-Generated Busywork BetterUp Labs. www.betterup.com.
- ↑ Workslop: The Hidden Cost of AI-Generated Busywork BetterUp Labs. www.betterup.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29113630 (2026-04-08T14:35:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.