Lompat ke isi

Analisis unsur: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28667840; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Elementar_modern_elemental_analyzer_2011.jpg|thumb|right|280px|Elementar modern elemental analyzer 2011]]
'''Analisis unsur''' adalah proses di mana sampel dari beberapa bahan (misalnya [[tanah]], limbah atau [[air|air minum]], cairan tubuh, [[mineral]], [[senyawa kimia]]) dianalisis [[unsur kimia|unsurnya]] dan terkadang komposisi [[isotop]]nya. Analisis unsur dapat bersifat kualitatif (menentukan unsur apa yang ada), dan dapat bersifat kuantitatif (menentukan berapa banyak unsur yang ada). Analisis unsur termasuk dalam lingkup [[kimia analitik]], instrumen yang terlibat dalam menguraikan sifat kimiawi bahan yang dikehendaki.
'''Analisis unsur''' adalah proses di mana sampel dari beberapa bahan (misalnya [[tanah]], limbah atau [[air|air minum]], cairan tubuh, [[mineral]], [[senyawa kimia]]) dianalisis [[unsur kimia|unsurnya]] dan terkadang komposisi [[isotop]]nya. Analisis unsur dapat bersifat kualitatif (menentukan unsur apa yang ada), dan dapat bersifat kuantitatif (menentukan berapa banyak unsur yang ada). Analisis unsur termasuk dalam lingkup [[kimia analitik]], instrumen yang terlibat dalam menguraikan sifat kimiawi bahan yang dikehendaki.


==Sejarah==
==Sejarah==
[[Antoine Lavoisier]] dianggap sebagai penemu analisis unsur sebagai alat eksperimental kuantitatif untuk menilai komposisi kimia suatu senyawa. Pada saat itu, analisis unsur didasarkan pada penentuan [[gravimetri]] bahan penyerap spesifik sebelum dan sesudah [[adsorpsi]] selektif dari gas pembakaran.  Saat ini sistem yang sepenuhnya otomatis berdasarkan [[konduktivitas termal]] atau deteksi [[spektroskopi inframerah]] dari gas pembakaran, atau metode [[spektroskopi]] lainnya digunakan.
[[Antoine Lavoisier]] dianggap sebagai penemu analisis unsur sebagai alat eksperimental kuantitatif untuk menilai komposisi kimia suatu senyawa. Pada saat itu, analisis unsur didasarkan pada penentuan [[gravimetri]] bahan penyerap spesifik sebelum dan sesudah [[adsorpsi]] selektif dari gas pembakaran.<ref>Fritz Pregl. ''Quantitative Micro-Analysis of Organic Substances''. Springer. 1917. ISBN 978-3-86444-914-7.</ref><ref>[https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1923/pregl-lecture.html Fritz Pregl - Nobel Lecture: Quantitative Micro-Analysis of Organic Substances]. ''www.nobelprize.org''.</ref> Saat ini sistem yang sepenuhnya otomatis berdasarkan [[konduktivitas termal]] atau deteksi [[spektroskopi inframerah]] dari gas pembakaran, atau metode [[spektroskopi]] lainnya digunakan.


==Analisis CHNX==
==Analisis CHNX==
Untuk ahli [[kimia organik]], analisis unsur atau "EA" hampir selalu mengacu pada analisis CHNX—penentuan fraksi massa [[karbon]], [[hidrogen]], [[nitrogen]], dan heteroatom (X) ([[halogen]], [[belerang]]) dari suatu sampel. Informasi ini penting untuk membantu menentukan struktur senyawa yang tidak diketahui, serta untuk membantu memastikan struktur dan kemurnian senyawa yang disintesis. Dalam kimia organik masa kini, teknik spektroskopi (NMR, baik <sup>1</sup>H dan <sup>13</sup>C), [[spektrometri massa]], dan prosedur kromatografi  telah menggantikan EA sebagai teknik utama untuk penentuan struktural. Namun, tetap memberikan informasi pelengkap yang sangat berguna. Ini juga merupakan metode tercepat dan termurah untuk menentukan kemurnian sampel.
Untuk ahli [[kimia organik]], analisis unsur atau "EA" hampir selalu mengacu pada analisis CHNX—penentuan fraksi massa [[karbon]], [[hidrogen]], [[nitrogen]], dan heteroatom (X) ([[halogen]], [[belerang]]) dari suatu sampel. Informasi ini penting untuk membantu menentukan struktur senyawa yang tidak diketahui, serta untuk membantu memastikan struktur dan kemurnian senyawa yang disintesis. Dalam kimia organik masa kini, teknik spektroskopi (NMR, baik <sup>1</sup>H dan <sup>13</sup>C), [[spektrometri massa]], dan prosedur kromatografi  telah menggantikan EA sebagai teknik utama untuk penentuan struktural. Namun, tetap memberikan informasi pelengkap yang sangat berguna. Ini juga merupakan metode tercepat dan termurah untuk menentukan kemurnian sampel.


 
Bentuk paling umum dari analisis unsur, analisis CHNS, dilakukan dengan analisis pembakaran. Penganalisis unsur modern juga mampu menentukan belerang secara simultan bersama dengan CHN dalam proses pengukuran yang sama.<ref>[http://cmc.chem.au.dk/facilities/elemental-analysis Aarhus University: Elemental Analysis Facility]. 3 July 2016.</ref><ref>Faculté des sciences. [http://www.isotope.uottawa.ca/techniques/quantitative-analysis.html G.G. Hatch Stable Isotope Laboratory - Techniques - Quantitative Analysis]. ''www.isotope.uottawa.ca''.</ref><ref>Ramesh Chandra Sahu. ''Removal of hydrogen sulfide using red mud at ambient conditions''. ''Fuel Processing Technology''. 2011-08-01. Vol. 92 (8). hlm. 1587–1592. doi:10.1016/j.fuproc.2011.04.002.</ref><ref>Mats Käldström. [http://pdfs.semanticscholar.org/658e/58e4438c78c9bb9b425fe660857cd14c8b48.pdf Fractionation of 'water-soluble lignocellulose' into C5/C6 sugars and sulfur-free lignins]. ''Green Chemistry''. RSCPublishing. 2012. Vol. 16 (5). hlm. 2454–2462. doi:10.1039/C4GC00168K.</ref>
Bentuk paling umum dari analisis unsur, analisis CHNS, dilakukan dengan analisis pembakaran. Penganalisis unsur modern juga mampu menentukan belerang secara simultan bersama dengan CHN dalam proses pengukuran yang sama.


==Analisis kuantitatif==
==Analisis kuantitatif==
Analisis kuantitatif menentukan massa setiap unsur atau senyawa yang ada. Metode kuantitatif lainnya termasuk gravimetri, spektroskopi atom optik, dan analisis aktivasi [[neutron]] .
Analisis kuantitatif menentukan massa setiap unsur atau senyawa yang ada.<ref>From Columbia Encyclopedia on answers.com: http://www.answers.com/library/Columbia+Encyclopedia-cid-2284496: chemical analysis</ref> Metode kuantitatif lainnya termasuk gravimetri, spektroskopi atom optik, dan analisis aktivasi [[neutron]] .


Gravimetri adalah tempat sampel dilarutkan, unsur yang diinginkan diendapkan dan massanya diukur, atau unsur yang diinginkan diuapkan, dan kehilangan massa diukur.
Gravimetri adalah tempat sampel dilarutkan, unsur yang diinginkan diendapkan dan massanya diukur, atau unsur yang diinginkan diuapkan, dan kehilangan massa diukur.
Baris 17: Baris 18:
Spektroskopi atom optik meliputi serapan atom api, serapan atom tungku grafit, dan spektroskopi emisi atom plasma yang digabungkan secara induktif, yang menyelidiki struktur elektron luar atom.
Spektroskopi atom optik meliputi serapan atom api, serapan atom tungku grafit, dan spektroskopi emisi atom plasma yang digabungkan secara induktif, yang menyelidiki struktur elektron luar atom.


Analisis aktivasi neutron melibatkan aktivasi matriks sampel melalui proses penangkapan neutron. Inti target radioaktif yang dihasilkan dari sampel mulai terurai, memancarkan sinar gamma dengan energi spesifik yang mengidentifikasi radioisotop yang ada dalam sampel. Konsentrasi masing-masing analit dapat ditentukan dengan membandingkan standar iradiasi dengan konsentrasi masing-masing analit yang diketahui.
Analisis aktivasi neutron melibatkan aktivasi matriks sampel melalui proses penangkapan neutron. Inti target radioaktif yang dihasilkan dari sampel mulai terurai, memancarkan sinar gamma dengan energi spesifik yang mengidentifikasi radioisotop yang ada dalam sampel. Konsentrasi masing-masing analit dapat ditentukan dengan membandingkan standar iradiasi dengan konsentrasi masing-masing analit yang diketahui.<ref>[http://www.acg.missouri.edu/NAA.html Neutron Activation Analysis]. Analytical Chemistry Group.</ref>


==Analisis kualitatif==
==Analisis kualitatif==
Baris 23: Baris 24:


==Analisis hasil==
==Analisis hasil==
Analisis hasil dilakukan dengan menentukan rasio unsur-unsur dari dalam sampel dan menyusun [[rumus kimia]] yang sesuai dengan hasil tersebut. Proses ini berguna karena membantu menentukan apakah sampel yang dikirim adalah senyawa yang diinginkan dan memastikan kemurnian suatu senyawa. Penyimpangan hasil analisis unsur yang diterima dari yang dihitung adalah 0,3%.
Analisis hasil dilakukan dengan menentukan rasio unsur-unsur dari dalam sampel dan menyusun [[rumus kimia]] yang sesuai dengan hasil tersebut. Proses ini berguna karena membantu menentukan apakah sampel yang dikirim adalah senyawa yang diinginkan dan memastikan kemurnian suatu senyawa. Penyimpangan hasil analisis unsur yang diterima dari yang dihitung adalah 0,3%.<ref>[http://www.ucl.ac.uk/pharmacy/facilities/research-services/chn-elemental-microanalysis CHN Elemental Microanalysis]. ''www.ucl.ac.ke''.</ref>


==Referensi==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+unsur&oldid=28667840 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667840 (2025-12-06T06:34:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+unsur&oldid=28667840 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28667840 (2025-12-06T06:34:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.00

Berkas:Elementar modern elemental analyzer 2011.jpg
Elementar modern elemental analyzer 2011

Analisis unsur adalah proses di mana sampel dari beberapa bahan (misalnya tanah, limbah atau air minum, cairan tubuh, mineral, senyawa kimia) dianalisis unsurnya dan terkadang komposisi isotopnya. Analisis unsur dapat bersifat kualitatif (menentukan unsur apa yang ada), dan dapat bersifat kuantitatif (menentukan berapa banyak unsur yang ada). Analisis unsur termasuk dalam lingkup kimia analitik, instrumen yang terlibat dalam menguraikan sifat kimiawi bahan yang dikehendaki.

Sejarah

Antoine Lavoisier dianggap sebagai penemu analisis unsur sebagai alat eksperimental kuantitatif untuk menilai komposisi kimia suatu senyawa. Pada saat itu, analisis unsur didasarkan pada penentuan gravimetri bahan penyerap spesifik sebelum dan sesudah adsorpsi selektif dari gas pembakaran.[1][2] Saat ini sistem yang sepenuhnya otomatis berdasarkan konduktivitas termal atau deteksi spektroskopi inframerah dari gas pembakaran, atau metode spektroskopi lainnya digunakan.

Analisis CHNX

Untuk ahli kimia organik, analisis unsur atau "EA" hampir selalu mengacu pada analisis CHNX—penentuan fraksi massa karbon, hidrogen, nitrogen, dan heteroatom (X) (halogen, belerang) dari suatu sampel. Informasi ini penting untuk membantu menentukan struktur senyawa yang tidak diketahui, serta untuk membantu memastikan struktur dan kemurnian senyawa yang disintesis. Dalam kimia organik masa kini, teknik spektroskopi (NMR, baik 1H dan 13C), spektrometri massa, dan prosedur kromatografi telah menggantikan EA sebagai teknik utama untuk penentuan struktural. Namun, tetap memberikan informasi pelengkap yang sangat berguna. Ini juga merupakan metode tercepat dan termurah untuk menentukan kemurnian sampel.

Bentuk paling umum dari analisis unsur, analisis CHNS, dilakukan dengan analisis pembakaran. Penganalisis unsur modern juga mampu menentukan belerang secara simultan bersama dengan CHN dalam proses pengukuran yang sama.[3][4][5][6]

Analisis kuantitatif

Analisis kuantitatif menentukan massa setiap unsur atau senyawa yang ada.[7] Metode kuantitatif lainnya termasuk gravimetri, spektroskopi atom optik, dan analisis aktivasi neutron .

Gravimetri adalah tempat sampel dilarutkan, unsur yang diinginkan diendapkan dan massanya diukur, atau unsur yang diinginkan diuapkan, dan kehilangan massa diukur.

Spektroskopi atom optik meliputi serapan atom api, serapan atom tungku grafit, dan spektroskopi emisi atom plasma yang digabungkan secara induktif, yang menyelidiki struktur elektron luar atom.

Analisis aktivasi neutron melibatkan aktivasi matriks sampel melalui proses penangkapan neutron. Inti target radioaktif yang dihasilkan dari sampel mulai terurai, memancarkan sinar gamma dengan energi spesifik yang mengidentifikasi radioisotop yang ada dalam sampel. Konsentrasi masing-masing analit dapat ditentukan dengan membandingkan standar iradiasi dengan konsentrasi masing-masing analit yang diketahui.[8]

Analisis kualitatif

Untuk menentukan secara kualitatif unsur mana yang ada dalam sampel, metodenya adalah spektroskopi atom spektrometri massa , seperti spektrometri massa plasma gandeng induktif, yang menyelidiki massa atom; spektroskopi lainnya, yang menyelidiki struktur elektron bagian dalam atom seperti fluoresensi sinar-X, emisi sinar-X yang diinduksi partikel, spektroskopi fotoelektron sinar-X, dan spektroskopi elektron Auger; dan metode kimia seperti uji fusi natrium dan oksidasi Schöniger.

Analisis hasil

Analisis hasil dilakukan dengan menentukan rasio unsur-unsur dari dalam sampel dan menyusun rumus kimia yang sesuai dengan hasil tersebut. Proses ini berguna karena membantu menentukan apakah sampel yang dikirim adalah senyawa yang diinginkan dan memastikan kemurnian suatu senyawa. Penyimpangan hasil analisis unsur yang diterima dari yang dihitung adalah 0,3%.[9]

Referensi

  1. Fritz Pregl. Quantitative Micro-Analysis of Organic Substances. Springer. 1917. ISBN 978-3-86444-914-7.
  2. Fritz Pregl - Nobel Lecture: Quantitative Micro-Analysis of Organic Substances. www.nobelprize.org.
  3. Aarhus University: Elemental Analysis Facility. 3 July 2016.
  4. Faculté des sciences. G.G. Hatch Stable Isotope Laboratory - Techniques - Quantitative Analysis. www.isotope.uottawa.ca.
  5. Ramesh Chandra Sahu. Removal of hydrogen sulfide using red mud at ambient conditions. Fuel Processing Technology. 2011-08-01. Vol. 92 (8). hlm. 1587–1592. doi:10.1016/j.fuproc.2011.04.002.
  6. Mats Käldström. Fractionation of 'water-soluble lignocellulose' into C5/C6 sugars and sulfur-free lignins. Green Chemistry. RSCPublishing. 2012. Vol. 16 (5). hlm. 2454–2462. doi:10.1039/C4GC00168K.
  7. From Columbia Encyclopedia on answers.com: http://www.answers.com/library/Columbia+Encyclopedia-cid-2284496: chemical analysis
  8. Neutron Activation Analysis. Analytical Chemistry Group.
  9. CHN Elemental Microanalysis. www.ucl.ac.ke.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28667840 (2025-12-06T06:34:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.