Lompat ke isi

Kilopower: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26560931; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kilopower''' adalah [[proyek]] [[eksperimental]] [[Amerika Serikat]] untuk membuat [[reaktor nuklir]] baru untuk [[perjalanan luar angkasa]]. Proyek ini dimulai pada Oktober 2015, dipimpin oleh [[NASA]] dan [[Administrasi Keamanan Nuklir Nasional]] ([[NNSA]]) [[Departemen Energi Amerika Serikat|Departemen Energi]]. Pada tahun 2017, reaktor Kilopower dimaksudkan untuk hadir dalam empat ukuran, mampu menghasilkan satu hingga sepuluh kilowatt daya listrik (1–10 kW e) secara terus-menerus selama dua belas hingga lima belas tahun. Reaktor fisi menggunakan [[uranium-235]] untuk menghasilkan panas yang dibawa ke [[konverter Stirling]] dengan pipa panas [[natrium]] pasif. Pada tahun 2018, hasil uji positif untuk reaktor demonstrasi '''Kilopower Reactor Using Stirling Technology''' ( '''KRUSTY''' ) diumumkan.
[[File:Kilopower_experiment.jpg|thumb|right|280px|Kilopower experiment]]


'''Kilopower''' adalah [[proyek]] [[eksperimental]] [[Amerika Serikat]] untuk membuat [[reaktor nuklir]] baru untuk [[perjalanan luar angkasa]]. Proyek ini dimulai pada Oktober 2015, dipimpin oleh [[NASA]] dan [[Administrasi Keamanan Nuklir Nasional]] ([[NNSA]]) [[Departemen Energi Amerika Serikat|Departemen Energi]]. Pada tahun 2017, reaktor Kilopower dimaksudkan untuk hadir dalam empat ukuran, mampu menghasilkan satu hingga sepuluh kilowatt daya listrik (1–10 kW e) secara terus-menerus selama dua belas hingga lima belas tahun. Reaktor fisi menggunakan [[uranium-235]] untuk menghasilkan panas yang dibawa ke [[konverter Stirling]] dengan pipa panas [[natrium]] pasif. Pada tahun 2018, hasil uji positif untuk reaktor demonstrasi '''Kilopower Reactor Using Stirling Technology''' ( '''KRUSTY''' ) diumumkan.<ref>Gina Anderson Jan Wittry. [https://www.nasa.gov/press-release/demonstration-proves-nuclear-fission-system-can-provide-space-exploration-power Demonstration Proves Nuclear Fission System Can Provide Space Exploration Power]. NASA. May 2, 2018.</ref><ref>[https://techport.nasa.gov/view/14405 Kilopower Small Fission Technology (KP)]. ''TechPort.nasa.gov''. NASA. 2011-08-09.</ref><ref>Loura Hall. [https://www.nasa.gov/directorates/spacetech/feature/Powering_Up_NASA_Human_Reach_for_the_Red_Planet Powering Up NASA's Human Reach for the Red Planet]. ''Space Tech''. NASA. November 13, 2017.</ref><ref>Patrick Ray McClure. [http://permalink.lanl.gov/object/tr?what=info:lanl-repo/lareport/LA-UR-17-21904 Space Nuclear Reactor Development]. ''Nuclear Engineering Capability Review''. 2017-03-06. Vol. LA-UR-17-21904. hlm. 16.</ref> <ref>[https://www.nasa.gov/sites/default/files/atoms/files/kilopower-media-event-charts-final-011618.pdf Kilopower Project media slides]. ''NASA.GOV''. NASA and Los Alamos.</ref>


Aplikasi potensial meliputi propulsi listrik nuklir dan pasokan listrik yang stabil untuk misi luar angkasa berawak atau robotik yang memerlukan daya dalam jumlah besar, terutama di tempat yang sinar mataharinya terbatas atau tidak tersedia. NASA juga telah mempelajari reaktor Kilopower sebagai pasokan daya untuk misi berawak ke Mars. Selama misi tersebut, reaktor akan menyediakan daya untuk mesin yang diperlukan untuk memisahkan dan menyimpan oksigen secara kriogenik dari atmosfer Mars untuk propelan wahana pendakian. Begitu manusia tiba, reaktor akan memberi daya pada sistem pendukung kehidupan dan kebutuhan lainnya. Studi NASA telah menunjukkan bahwa reaktor e 40 kW akan cukup untuk mendukung kru antara 4 dan 6 astronot.
Aplikasi potensial meliputi propulsi listrik nuklir dan pasokan listrik yang stabil untuk misi luar angkasa berawak atau robotik yang memerlukan daya dalam jumlah besar, terutama di tempat yang sinar mataharinya terbatas atau tidak tersedia. NASA juga telah mempelajari reaktor Kilopower sebagai pasokan daya untuk misi berawak ke Mars. Selama misi tersebut, reaktor akan menyediakan daya untuk mesin yang diperlukan untuk memisahkan dan menyimpan oksigen secara kriogenik dari atmosfer Mars untuk propelan wahana pendakian. Begitu manusia tiba, reaktor akan memberi daya pada sistem pendukung kehidupan dan kebutuhan lainnya. Studi NASA telah menunjukkan bahwa reaktor e 40 kW akan cukup untuk mendukung kru antara 4 dan 6 astronot.
Baris 11: Baris 12:
Pipa kalor pasif yang diisi dengan cairan natrium mentransfer panas inti reaktor ke satu atau lebih mesin Stirling piston bebas, yang menghasilkan gerakan bolak-balik untuk menggerakkan generator listrik linier. Titik leleh natrium adalah 98 °C (208 °F), yang berarti bahwa cairan natrium dapat mengalir bebas pada suhu tinggi antara sekitar 400 dan 700 °C (750 dan 1.300 °F). Inti fisi nuklir biasanya beroperasi pada sekitar 600 °C (1.100 °F).
Pipa kalor pasif yang diisi dengan cairan natrium mentransfer panas inti reaktor ke satu atau lebih mesin Stirling piston bebas, yang menghasilkan gerakan bolak-balik untuk menggerakkan generator listrik linier. Titik leleh natrium adalah 98 °C (208 °F), yang berarti bahwa cairan natrium dapat mengalir bebas pada suhu tinggi antara sekitar 400 dan 700 °C (750 dan 1.300 °F). Inti fisi nuklir biasanya beroperasi pada sekitar 600 °C (1.100 °F).


Reaktor dirancang agar aman secara intrinsik dalam berbagai lingkungan dan skenario. Beberapa mekanisme umpan balik digunakan untuk mengurangi kehancuran nuklir. Metode utamanya adalah pendinginan pasif, yang tidak memerlukan mekanisme mekanis untuk mengalirkan pendingin. Desain reaktor mengatur diri sendiri melalui geometri desain yang menciptakan koefisien reaktivitas suhu negatif. Artinya, saat permintaan daya meningkat, suhu reaktor turun. Hal ini menyebabkannya menyusut, mencegah neutron bocor keluar. Hal ini pada gilirannya menyebabkan reaktivitas meningkat dan daya keluaran meningkat untuk memenuhi permintaan. Ini juga bekerja secara terbalik pada saat permintaan daya lebih rendah.
Reaktor dirancang agar aman secara intrinsik dalam berbagai lingkungan dan skenario. Beberapa mekanisme umpan balik digunakan untuk mengurangi kehancuran nuklir. Metode utamanya adalah pendinginan pasif, yang tidak memerlukan mekanisme mekanis untuk mengalirkan pendingin. Desain reaktor mengatur diri sendiri melalui geometri desain yang menciptakan koefisien reaktivitas suhu negatif. Artinya, saat permintaan daya meningkat, suhu reaktor turun. Hal ini menyebabkannya menyusut, mencegah neutron bocor keluar. Hal ini pada gilirannya menyebabkan reaktivitas meningkat dan daya keluaran meningkat untuk memenuhi permintaan. Ini juga bekerja secara terbalik pada saat permintaan daya lebih rendah.  


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 23: Baris 24:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


*
== Sumber dan atribusi ==
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kilopower&oldid=26560931 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26560931 (2024-11-24T10:36:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kilopower&oldid=26560931 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26560931 (2024-11-24T10:36:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.01

Kilopower experiment

Kilopower adalah proyek eksperimental Amerika Serikat untuk membuat reaktor nuklir baru untuk perjalanan luar angkasa. Proyek ini dimulai pada Oktober 2015, dipimpin oleh NASA dan Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Departemen Energi. Pada tahun 2017, reaktor Kilopower dimaksudkan untuk hadir dalam empat ukuran, mampu menghasilkan satu hingga sepuluh kilowatt daya listrik (1–10 kW e) secara terus-menerus selama dua belas hingga lima belas tahun. Reaktor fisi menggunakan uranium-235 untuk menghasilkan panas yang dibawa ke konverter Stirling dengan pipa panas natrium pasif. Pada tahun 2018, hasil uji positif untuk reaktor demonstrasi Kilopower Reactor Using Stirling Technology ( KRUSTY ) diumumkan.[1][2][3][4] [5]

Aplikasi potensial meliputi propulsi listrik nuklir dan pasokan listrik yang stabil untuk misi luar angkasa berawak atau robotik yang memerlukan daya dalam jumlah besar, terutama di tempat yang sinar mataharinya terbatas atau tidak tersedia. NASA juga telah mempelajari reaktor Kilopower sebagai pasokan daya untuk misi berawak ke Mars. Selama misi tersebut, reaktor akan menyediakan daya untuk mesin yang diperlukan untuk memisahkan dan menyimpan oksigen secara kriogenik dari atmosfer Mars untuk propelan wahana pendakian. Begitu manusia tiba, reaktor akan memberi daya pada sistem pendukung kehidupan dan kebutuhan lainnya. Studi NASA telah menunjukkan bahwa reaktor e 40 kW akan cukup untuk mendukung kru antara 4 dan 6 astronot.

Keterangan

Reaktor ini menggunakan bahan bakar paduan 93% uranium-235 dan 7% molibdenum. Inti reaktor adalah struktur paduan cor padat yang dikelilingi oleh reflektor berilium oksida, yang mencegah neutron keluar dari inti reaktor dan memungkinkan reaksi berantai berlanjut. Reflektor juga mengurangi emisi radiasi gamma yang dapat merusak peralatan elektronik di dalam reaktor. Inti uranium memiliki manfaat untuk menghindari ketidakpastian dalam pasokan radioisotop lain, seperti plutonium-238, yang digunakan dalam RTG.

Kontrol reaksi nuklir disediakan oleh batang tunggal boron karbida, yang merupakan penyerap neutron. Reaktor dimaksudkan untuk diluncurkan dalam keadaan dingin, mencegah pembentukan produk fisi yang sangat radioaktif. Setelah reaktor mencapai tujuannya, batang boron penyerap neutron dilepaskan untuk memungkinkan reaksi berantai nuklir dimulai. Setelah reaksi dimulai, peluruhan serangkaian produk fisi tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Namun, kedalaman penyisipan batang kendali menyediakan mekanisme untuk menyesuaikan laju fisi uranium, yang memungkinkan keluaran panas sesuai dengan beban .

Pipa kalor pasif yang diisi dengan cairan natrium mentransfer panas inti reaktor ke satu atau lebih mesin Stirling piston bebas, yang menghasilkan gerakan bolak-balik untuk menggerakkan generator listrik linier. Titik leleh natrium adalah 98 °C (208 °F), yang berarti bahwa cairan natrium dapat mengalir bebas pada suhu tinggi antara sekitar 400 dan 700 °C (750 dan 1.300 °F). Inti fisi nuklir biasanya beroperasi pada sekitar 600 °C (1.100 °F).

Reaktor dirancang agar aman secara intrinsik dalam berbagai lingkungan dan skenario. Beberapa mekanisme umpan balik digunakan untuk mengurangi kehancuran nuklir. Metode utamanya adalah pendinginan pasif, yang tidak memerlukan mekanisme mekanis untuk mengalirkan pendingin. Desain reaktor mengatur diri sendiri melalui geometri desain yang menciptakan koefisien reaktivitas suhu negatif. Artinya, saat permintaan daya meningkat, suhu reaktor turun. Hal ini menyebabkannya menyusut, mencegah neutron bocor keluar. Hal ini pada gilirannya menyebabkan reaktivitas meningkat dan daya keluaran meningkat untuk memenuhi permintaan. Ini juga bekerja secara terbalik pada saat permintaan daya lebih rendah.

Lihat pula

Referensi

  1. Gina Anderson Jan Wittry. Demonstration Proves Nuclear Fission System Can Provide Space Exploration Power. NASA. May 2, 2018.
  2. Kilopower Small Fission Technology (KP). TechPort.nasa.gov. NASA. 2011-08-09.
  3. Loura Hall. Powering Up NASA's Human Reach for the Red Planet. Space Tech. NASA. November 13, 2017.
  4. Patrick Ray McClure. Space Nuclear Reactor Development. Nuclear Engineering Capability Review. 2017-03-06. Vol. LA-UR-17-21904. hlm. 16.
  5. Kilopower Project media slides. NASA.GOV. NASA and Los Alamos.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26560931 (2024-11-24T10:36:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.