Lompat ke isi

Baterai atom: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27985310; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:ASRG_Labeled_Cutaway_(English).jpg|thumb|right|280px|ASRG Labeled Cutaway (English)]]
'''Baterai atom''', '''baterai nuklir''', '''baterai radioisotop''' atau '''radioisotop generator''' adalah perangkat yang menggunakan [[energi]] dari peluruhan dari [[isotop]] [[radioaktif]] untuk menghasilkan [[listrik]]. Seperti [[reaktor nuklir]], mereka menghasilkan listrik dari energi [[nuklir]], tetapi berbeda karena mereka tidak menggunakan reaksi berantai. Meskipun biasa disebut [[baterai]], mereka secara teknis bukan [[elektrokimia]] dan tidak dapat diisi atau diisi ulang. Sebagai perbandingan mereka sangat mahal, tetapi memiliki umur yang sangat panjang dan kepadatan energi yang tinggi, dan karenanya mereka terutama digunakan sebagai [[sumber daya]] untuk peralatan yang harus beroperasi tanpa pengawasan untuk jangka waktu yang lama, seperti [[pesawat ruang angkasa]], alat pacu [[jantung]], sistem bawah air dan [[stasiun]] [[ilmiah]] [[otomatis]] di bagian terpencil [[dunia]].
'''Baterai atom''', '''baterai nuklir''', '''baterai radioisotop''' atau '''radioisotop generator''' adalah perangkat yang menggunakan [[energi]] dari peluruhan dari [[isotop]] [[radioaktif]] untuk menghasilkan [[listrik]]. Seperti [[reaktor nuklir]], mereka menghasilkan listrik dari energi [[nuklir]], tetapi berbeda karena mereka tidak menggunakan reaksi berantai. Meskipun biasa disebut [[baterai]], mereka secara teknis bukan [[elektrokimia]] dan tidak dapat diisi atau diisi ulang. Sebagai perbandingan mereka sangat mahal, tetapi memiliki umur yang sangat panjang dan kepadatan energi yang tinggi, dan karenanya mereka terutama digunakan sebagai [[sumber daya]] untuk peralatan yang harus beroperasi tanpa pengawasan untuk jangka waktu yang lama, seperti [[pesawat ruang angkasa]], alat pacu [[jantung]], sistem bawah air dan [[stasiun]] [[ilmiah]] [[otomatis]] di bagian terpencil [[dunia]].
<ref>[http://www.gizmag.com/smaller-nuclear-battery/13076/ "A nuclear battery the size and thickness of a penny"]. ''Gizmag'', 9 October 2009.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/8297934.stm "Tiny 'nuclear batteries' unveiled"]. ''BBC News'', Thursday, 8 October 2009.</ref><ref>[http://electronicsbus.com/atomic-batteries-nuclear-batteries/ Thermoelectric Generators]. ''electronicbus.com''.</ref><ref>G. O. Fitzpatrick. ''Thermionic converter''.</ref><ref>J.C McCoy. ''An overview of the Radioisotope Thermoelectric Generator Transportation System Program''.</ref><ref>[http://futureplanets.blogspot.com/2013/12/the-asrg-cancellation-in-context.html The ASRG Cancellation in Context] Future Planetary Exploration</ref>


 
[[Teknologi]] baterai nuklir dimulai pada tahun 1913, ketika [[Henry Moseley]] pertama kali mendemonstrasikan arus yang dihasilkan oleh [[radiasi]] [[partikel bermuatan]]. Bidang ini mendapat perhatian penelitian mendalam yang cukup besar untuk aplikasi yang membutuhkan sumber daya tahan lama untuk kebutuhan ruang angkasa selama tahun 1950-an dan 1960-an. Pada tahun 1954 RCA meneliti baterai atom kecil untuk penerima radio kecil dan [[alat bantu dengar]]. Sejak penelitian dan pengembangan awal RCA pada awal 1950-an, banyak jenis dan metode telah dirancang untuk mengekstrak energi listrik dari sumber nuklir. Prinsip-prinsip ilmiah sudah diketahui dengan baik, tetapi teknologi skala nano modern dan semikonduktor celah pita lebar baru telah menciptakan perangkat baru dan sifat material menarik yang sebelumnya tidak tersedia.<ref>Amit Lal. [http://sonicmems.ece.cornell.edu/publications/pervasivepower.pdf Pervasive Power:A Radioisotope-Powered Piezoelectric Generator]. ''IEEE Pervasive Computing''. 2005. Vol. 4. hlm. 53–61. doi:10.1109/MPRV.2005.21.</ref><ref>NASA Glenn Research Center, [http://rt.grc.nasa.gov/power-in-space-propulsion/photovoltaics-power-technologies/technology-thrusts/alpha-and-beta-voltaics/ Alpha- and Beta-voltaics] (accessed 4 October 2011)</ref><ref>Sheila G. Bailey, David M. Wilt, Ryne P. Raffaelle, and Stephanie L. Castro, [http://www.grc.nasa.gov/WWW/RT/2005/RP/RPV-bailey1.html Alpha-Voltaic Power Source Designs Investigated] , ''Research and Technology 2005,'' NASA TM-2006-214016, (accessed 4 October 2011)</ref>
[[Teknologi]] baterai nuklir dimulai pada tahun 1913, ketika [[Henry Moseley]] pertama kali mendemonstrasikan arus yang dihasilkan oleh [[radiasi]] [[partikel bermuatan]]. Bidang ini mendapat perhatian penelitian mendalam yang cukup besar untuk aplikasi yang membutuhkan sumber daya tahan lama untuk kebutuhan ruang angkasa selama tahun 1950-an dan 1960-an. Pada tahun 1954 RCA meneliti baterai atom kecil untuk penerima radio kecil dan [[alat bantu dengar]]. Sejak penelitian dan pengembangan awal RCA pada awal 1950-an, banyak jenis dan metode telah dirancang untuk mengekstrak energi listrik dari sumber nuklir. Prinsip-prinsip ilmiah sudah diketahui dengan baik, tetapi teknologi skala nano modern dan semikonduktor celah pita lebar baru telah menciptakan perangkat baru dan sifat material menarik yang sebelumnya tidak tersedia.
Baterai nuklir dapat diklasifikasikan berdasarkan teknologi konversi energi menjadi dua kelompok utama: konverter [[termal]] dan konverter non-termal. Jenis termal mengubah sebagian panas yang dihasilkan oleh peluruhan nuklir menjadi listrik. Contoh yang paling menonjol adalah [[generator termoelektrik radioisotop]] (RTG), yang sering digunakan di pesawat ruang angkasa. Konverter non-termal mengekstrak energi langsung dari radiasi yang dipancarkan, sebelum didegradasi menjadi panas. Mereka lebih mudah untuk miniaturisasi dan tidak memerlukan gradien termal untuk beroperasi, sehingga cocok untuk digunakan dalam aplikasi skala kecil. Contoh yang paling menonjol adalah sel betavoltaic.
Baterai nuklir dapat diklasifikasikan berdasarkan teknologi konversi energi menjadi dua kelompok utama: konverter [[termal]] dan konverter non-termal. Jenis termal mengubah sebagian panas yang dihasilkan oleh peluruhan nuklir menjadi listrik. Contoh yang paling menonjol adalah [[generator termoelektrik radioisotop]] (RTG), yang sering digunakan di pesawat ruang angkasa. Konverter non-termal mengekstrak energi langsung dari radiasi yang dipancarkan, sebelum didegradasi menjadi panas. Mereka lebih mudah untuk miniaturisasi dan tidak memerlukan gradien termal untuk beroperasi, sehingga cocok untuk digunakan dalam aplikasi skala kecil. Contoh yang paling menonjol adalah sel betavoltaic.


Baris 8: Baris 10:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


*
== Sumber dan atribusi ==
*
*
 


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baterai+atom&oldid=27985310 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27985310 (2025-10-15T20:51:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baterai+atom&oldid=27985310 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27985310 (2025-10-15T20:51:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.03

ASRG Labeled Cutaway (English)

Baterai atom, baterai nuklir, baterai radioisotop atau radioisotop generator adalah perangkat yang menggunakan energi dari peluruhan dari isotop radioaktif untuk menghasilkan listrik. Seperti reaktor nuklir, mereka menghasilkan listrik dari energi nuklir, tetapi berbeda karena mereka tidak menggunakan reaksi berantai. Meskipun biasa disebut baterai, mereka secara teknis bukan elektrokimia dan tidak dapat diisi atau diisi ulang. Sebagai perbandingan mereka sangat mahal, tetapi memiliki umur yang sangat panjang dan kepadatan energi yang tinggi, dan karenanya mereka terutama digunakan sebagai sumber daya untuk peralatan yang harus beroperasi tanpa pengawasan untuk jangka waktu yang lama, seperti pesawat ruang angkasa, alat pacu jantung, sistem bawah air dan stasiun ilmiah otomatis di bagian terpencil dunia. [1][2][3][4][5][6]

Teknologi baterai nuklir dimulai pada tahun 1913, ketika Henry Moseley pertama kali mendemonstrasikan arus yang dihasilkan oleh radiasi partikel bermuatan. Bidang ini mendapat perhatian penelitian mendalam yang cukup besar untuk aplikasi yang membutuhkan sumber daya tahan lama untuk kebutuhan ruang angkasa selama tahun 1950-an dan 1960-an. Pada tahun 1954 RCA meneliti baterai atom kecil untuk penerima radio kecil dan alat bantu dengar. Sejak penelitian dan pengembangan awal RCA pada awal 1950-an, banyak jenis dan metode telah dirancang untuk mengekstrak energi listrik dari sumber nuklir. Prinsip-prinsip ilmiah sudah diketahui dengan baik, tetapi teknologi skala nano modern dan semikonduktor celah pita lebar baru telah menciptakan perangkat baru dan sifat material menarik yang sebelumnya tidak tersedia.[7][8][9] Baterai nuklir dapat diklasifikasikan berdasarkan teknologi konversi energi menjadi dua kelompok utama: konverter termal dan konverter non-termal. Jenis termal mengubah sebagian panas yang dihasilkan oleh peluruhan nuklir menjadi listrik. Contoh yang paling menonjol adalah generator termoelektrik radioisotop (RTG), yang sering digunakan di pesawat ruang angkasa. Konverter non-termal mengekstrak energi langsung dari radiasi yang dipancarkan, sebelum didegradasi menjadi panas. Mereka lebih mudah untuk miniaturisasi dan tidak memerlukan gradien termal untuk beroperasi, sehingga cocok untuk digunakan dalam aplikasi skala kecil. Contoh yang paling menonjol adalah sel betavoltaic.

Baterai atom biasanya memiliki efisiensi 0,1-5%. Perangkat betavoltaik efisiensi tinggi dapat mencapai efisiensi 6-8%.

Referensi

  1. "A nuclear battery the size and thickness of a penny". Gizmag, 9 October 2009.
  2. "Tiny 'nuclear batteries' unveiled". BBC News, Thursday, 8 October 2009.
  3. Thermoelectric Generators. electronicbus.com.
  4. G. O. Fitzpatrick. Thermionic converter.
  5. J.C McCoy. An overview of the Radioisotope Thermoelectric Generator Transportation System Program.
  6. The ASRG Cancellation in Context Future Planetary Exploration
  7. Amit Lal. Pervasive Power:A Radioisotope-Powered Piezoelectric Generator. IEEE Pervasive Computing. 2005. Vol. 4. hlm. 53–61. doi:10.1109/MPRV.2005.21.
  8. NASA Glenn Research Center, Alpha- and Beta-voltaics (accessed 4 October 2011)
  9. Sheila G. Bailey, David M. Wilt, Ryne P. Raffaelle, and Stephanie L. Castro, Alpha-Voltaic Power Source Designs Investigated , Research and Technology 2005, NASA TM-2006-214016, (accessed 4 October 2011)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27985310 (2025-10-15T20:51:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.