Lompat ke isi

Lisoklin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568515; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Lisoklin''' adalah kedalaman di lautan yang bergantung pada [[kedalaman kompensasi karbonat]] (CCD), biasanya sekitar 5 km, di bawahnya laju [[Solvasi|pelarutan]] [[kalsit]] meningkat secara drastis akibat efek tekanan. Lisoklin merupakan batas atas dari zona transisi kejenuhan kalsit ini, sedangkan CCD merupakan batas bawah dari zona tersebut.
[[File:Surface_ocean_present-day_omega_calcite,_GLODAPv2.png|thumb|right|280px|Surface ocean present-day omega calcite, GLODAPv2]]


Kandungan CaCO₃ dalam [[Sedimen laut|sedimen]] bervariasi tergantung kedalaman laut, dibatasi oleh tingkat-tingkat pemisah yang dikenal sebagai zona transisi. Pada kedalaman menengah lautan, sedimen kaya akan CaCO₃, dengan kadar mencapai 85–95%. Zona ini kemudian membentang ratusan meter ke bawah sebagai zona transisi, yang berakhir di kedalaman abisal dengan konsentrasi 0%. Lisoklin merupakan batas atas zona transisi, yaitu kedalaman di mana kandungan CaCO₃ mulai menurun secara mencolok dari kadar 85–95% di zona kedalaman menengah. Kandungan CaCO₃ turun hingga 0% pada batas bawah zona ini, yang dikenal sebagai kedalaman kompensasi kalsit (CCD).
'''Lisoklin''' adalah kedalaman di lautan yang bergantung pada [[kedalaman kompensasi karbonat]] (CCD), biasanya sekitar 5&nbsp;km, di bawahnya laju [[Solvasi|pelarutan]] [[kalsit]] meningkat secara drastis akibat efek tekanan. Lisoklin merupakan batas atas dari zona transisi kejenuhan kalsit ini, sedangkan CCD merupakan batas bawah dari zona tersebut.<ref>W. S. Broecker. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B0080437516061193 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle]. ''Treatise on Geochemistry''. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.</ref>


Perairan laut dangkal umumnya bersifat supersaturasi terhadap kalsit (CaCO₃), karena ketika organisme laut (yang sering kali memiliki [[Testa|cangkang]] dari kalsit atau polimorfnya, [[aragonit]]) mati, cangkangnya cenderung jatuh ke dasar laut tanpa larut. Namun, seiring bertambahnya kedalaman dan tekanan dalam [[kolom air]], [[kelarutan]] kalsit meningkat. Hal ini menyebabkan air di atas kedalaman kejenuhan tetap bersifat supersaturasi, memungkinkan pelestarian dan pengendapan CaCO₃ di dasar laut. Sebaliknya, di bawah kedalaman kejenuhan, air menjadi di bawah saturasi, sehingga pengendapan CaCO₃ terhambat karena cangkang mulai larut.
Kandungan CaCO₃ dalam [[Sedimen laut|sedimen]] bervariasi tergantung kedalaman laut, dibatasi oleh tingkat-tingkat pemisah yang dikenal sebagai zona transisi. Pada kedalaman menengah lautan, sedimen kaya akan CaCO₃, dengan kadar mencapai 85–95%. Zona ini kemudian membentang ratusan meter ke bawah sebagai zona transisi, yang berakhir di kedalaman abisal dengan konsentrasi 0%. Lisoklin merupakan batas atas zona transisi, yaitu kedalaman di mana kandungan CaCO₃ mulai menurun secara mencolok dari kadar 85–95% di zona kedalaman menengah. Kandungan CaCO₃ turun hingga 0% pada batas bawah zona ini, yang dikenal sebagai kedalaman kompensasi kalsit (CCD).<ref>W. S. Broecker. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B0080437516061193 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle]. ''Treatise on Geochemistry''. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.</ref>


Persamaan Ω = [Ca<sup>2+</sup>] X [CO<sub>3</sub><sup>2-</sup>]/K'<sub>sp</sub> menyatakan tingkat kejenuhan CaCO₃ dalam air laut. Garis kejenuhan kalsit adalah kedalaman di mana Ω = 1; pelarutan mulai terjadi secara perlahan di bawah kedalaman ini. Lisoklin adalah kedalaman di mana pelarutan ini kembali menjadi nyata, dan juga dikenal sebagai titik infleksi dalam grafik kandungan CaCO₃ sedimen terhadap berbagai kedalaman laut.
Perairan laut dangkal umumnya bersifat supersaturasi terhadap kalsit (CaCO₃), karena ketika organisme laut (yang sering kali memiliki [[Testa|cangkang]] dari kalsit atau polimorfnya, [[aragonit]]) mati, cangkangnya cenderung jatuh ke dasar laut tanpa larut.<ref>Y. Shiraiwa. [https://archive.org/details/sim_comparative-biochemistry-and-physiology-part-b_2003-12_136b_4/page/775 Physiological regulation of carbon fixation in the photosynthesis and calcification of coccolithophorids]. ''Comparative Biochemistry and Physiology Part B: Biochemistry and Molecular Biology''. 2003. Vol. 136 (4). hlm. 775–783. doi:10.1016/S1096-4959(03)00221-5.</ref> Namun, seiring bertambahnya kedalaman dan tekanan dalam [[kolom air]], [[kelarutan]] kalsit meningkat. Hal ini menyebabkan air di atas kedalaman kejenuhan tetap bersifat supersaturasi, memungkinkan pelestarian dan pengendapan CaCO₃ di dasar laut.<ref>D. M. Sigman. ''Glacial/interglacial variations in atmospheric carbon dioxide''. ''Nature''. 2000. Vol. 407 (6806). hlm. 859–869. doi:10.1038/35038000.</ref> Sebaliknya, di bawah kedalaman kejenuhan, air menjadi di bawah saturasi, sehingga pengendapan CaCO₃ terhambat karena cangkang mulai larut.
 
Persamaan Ω = [Ca<sup>2+</sup>] X [CO<sub>3</sub><sup>2-</sup>]/K'<sub>sp</sub> menyatakan tingkat kejenuhan CaCO₃ dalam air laut. Garis kejenuhan kalsit adalah kedalaman di mana Ω = 1; pelarutan mulai terjadi secara perlahan di bawah kedalaman ini. Lisoklin adalah kedalaman di mana pelarutan ini kembali menjadi nyata, dan juga dikenal sebagai titik infleksi dalam grafik kandungan CaCO₃ sedimen terhadap berbagai kedalaman laut.<ref>R. E. Zeebe. ''History of Seawater Carbonate Chemistry, Atmospheric CO2, and Ocean Acidification''. ''Annual Review of Earth and Planetary Sciences''. 2012. Vol. 40 (1). hlm. 141–165. doi:10.1146/annurev-earth-042711-105521.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lisoklin&oldid=29568515 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568515 (2026-08-12T23:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lisoklin&oldid=29568515 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568515 (2026-08-12T23:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.06

Surface ocean present-day omega calcite, GLODAPv2

Lisoklin adalah kedalaman di lautan yang bergantung pada kedalaman kompensasi karbonat (CCD), biasanya sekitar 5 km, di bawahnya laju pelarutan kalsit meningkat secara drastis akibat efek tekanan. Lisoklin merupakan batas atas dari zona transisi kejenuhan kalsit ini, sedangkan CCD merupakan batas bawah dari zona tersebut.[1]

Kandungan CaCO₃ dalam sedimen bervariasi tergantung kedalaman laut, dibatasi oleh tingkat-tingkat pemisah yang dikenal sebagai zona transisi. Pada kedalaman menengah lautan, sedimen kaya akan CaCO₃, dengan kadar mencapai 85–95%. Zona ini kemudian membentang ratusan meter ke bawah sebagai zona transisi, yang berakhir di kedalaman abisal dengan konsentrasi 0%. Lisoklin merupakan batas atas zona transisi, yaitu kedalaman di mana kandungan CaCO₃ mulai menurun secara mencolok dari kadar 85–95% di zona kedalaman menengah. Kandungan CaCO₃ turun hingga 0% pada batas bawah zona ini, yang dikenal sebagai kedalaman kompensasi kalsit (CCD).[2]

Perairan laut dangkal umumnya bersifat supersaturasi terhadap kalsit (CaCO₃), karena ketika organisme laut (yang sering kali memiliki cangkang dari kalsit atau polimorfnya, aragonit) mati, cangkangnya cenderung jatuh ke dasar laut tanpa larut.[3] Namun, seiring bertambahnya kedalaman dan tekanan dalam kolom air, kelarutan kalsit meningkat. Hal ini menyebabkan air di atas kedalaman kejenuhan tetap bersifat supersaturasi, memungkinkan pelestarian dan pengendapan CaCO₃ di dasar laut.[4] Sebaliknya, di bawah kedalaman kejenuhan, air menjadi di bawah saturasi, sehingga pengendapan CaCO₃ terhambat karena cangkang mulai larut.

Persamaan Ω = [Ca2+] X [CO32-]/K'sp menyatakan tingkat kejenuhan CaCO₃ dalam air laut. Garis kejenuhan kalsit adalah kedalaman di mana Ω = 1; pelarutan mulai terjadi secara perlahan di bawah kedalaman ini. Lisoklin adalah kedalaman di mana pelarutan ini kembali menjadi nyata, dan juga dikenal sebagai titik infleksi dalam grafik kandungan CaCO₃ sedimen terhadap berbagai kedalaman laut.[5]

Referensi

  1. W. S. Broecker. 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle. Treatise on Geochemistry. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.
  2. W. S. Broecker. 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle. Treatise on Geochemistry. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.
  3. Y. Shiraiwa. Physiological regulation of carbon fixation in the photosynthesis and calcification of coccolithophorids. Comparative Biochemistry and Physiology Part B: Biochemistry and Molecular Biology. 2003. Vol. 136 (4). hlm. 775–783. doi:10.1016/S1096-4959(03)00221-5.
  4. D. M. Sigman. Glacial/interglacial variations in atmospheric carbon dioxide. Nature. 2000. Vol. 407 (6806). hlm. 859–869. doi:10.1038/35038000.
  5. R. E. Zeebe. History of Seawater Carbonate Chemistry, Atmospheric CO2, and Ocean Acidification. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. 2012. Vol. 40 (1). hlm. 141–165. doi:10.1146/annurev-earth-042711-105521.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568515 (2026-08-12T23:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.