Lompat ke isi

Pemulihan hijau: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29218227; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pemulihan hijau''' adalah serangkaian usulan kebijakan reformasi lingkungan, regulasi, dan fiskal untuk membangun kembali perekonomian setelah krisis ekonomi, seperti [[resesi COVID-19]] atau [[krisis keuangan 2008]], yang berorientasi pada lingkungan. Serangkaian usulan kebijakan ini berkaitan dengan langkah-langkah fiskal yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat positif bagi lingkungan, termasuk langkah-langkah untuk [[energi terbarukan]], [[efisiensi energi]], [[solusi berbasis alam]], [[transportasi berkelanjutan]], [[inovasi hijau]], [[pekerjaan hijau|lapangan kerja hijau]], dan lain sebagainya.
'''Pemulihan hijau''' adalah serangkaian usulan kebijakan reformasi lingkungan, regulasi, dan fiskal untuk membangun kembali perekonomian setelah krisis ekonomi, seperti [[resesi COVID-19]] atau [[krisis keuangan 2008]], yang berorientasi pada lingkungan. Serangkaian usulan kebijakan ini berkaitan dengan langkah-langkah fiskal yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat positif bagi lingkungan, termasuk langkah-langkah untuk [[energi terbarukan]], [[efisiensi energi]], [[solusi berbasis alam]], [[transportasi berkelanjutan]], [[inovasi hijau]], [[pekerjaan hijau|lapangan kerja hijau]], dan lain sebagainya.<ref>Brian O'Callaghan. [https://wedocs.unep.org/bitstream/handle/20.500.11822/35281/AWBBB.pdf Are We Building Back Better? Evidence from 2020 and pathways to green inclusive spending]. ''United Nations Environment Programme''. 10 March 2020.</ref><ref>Cameron Hepburn. ''Will COVID-19 fiscal recovery packages accelerate or retard progress on climate change?''. ''Oxford Review of Economic Policy''. 2020. Vol. 36 (Supplement_1). hlm. S359–S381. doi:10.1093/oxrep/graa015.</ref><ref>Brian O'Callaghan. [https://www.annualreviews.org/doi/10.1146/annurev-environ-112420-020640 How Stimulating Is a Green Stimulus? The Economic Attributes of Green Fiscal Spending]. ''Annual Review of Environment and Resources''. 2022. Vol. 47. hlm. 697–723. doi:10.1146/annurev-environ-112420-020640.</ref><ref>Lucia Mutikani. [https://www.reuters.com/business/us-economy-contracted-192-during-covid-19-pandemic-recession-2021-07-29/ U.S. economy contracted 19.2% during COVID-19 pandemic recession]. ''Reuters''. 29 July 2021.</ref><ref>Edward Barbier. [https://archive.org/details/globalgreennewde0000barb A global green new deal: rethinking the economic recovery]. Cambridge University Press. 2010. ISBN 978-0-521-13202-2.</ref><ref>Edward B. Barbier. [https://doi.org/10.1007/s10640-020-00437-w Greening the Post-pandemic Recovery in the G20]. ''Environmental and Resource Economics''. 2020-08-01. Vol. 76 (4). hlm. 685–703. doi:10.1007/s10640-020-00437-w.</ref><ref>Edward B. Barbier. [https://www.nature.com/articles/d41586-023-01586-w Three climate policies that the G7 must adopt — for itself and the wider world]. ''Nature''. 2023-05-18. Vol. 617 (7961). hlm. 459–461. doi:10.1038/d41586-023-01586-w.</ref>


Dukungan untuk pemulihan hijau sebagai respons terhadap krisis, khususnya pandemi Covid-19, telah datang dari berbagai partai politik, pemerintah, aktivis, dan akademisi di seluruh dunia. Mengikuti langkah-langkah serupa sebagai respons terhadap krisis keuangan globa 2008, tujuan utama dari usulan kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa tindakan untuk memerangi resesi juga dimanfaatkan untuk memerangi [[perubahan iklim]]. Tindakan ini termasuk pengurangan penggunaan batu bara, minyak, dan gas, serta penerapan transportasi bersih, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, dan praktik perusahaan atau keuangan yang berkelanjutan. Inisiatif pemulihan hijau didukung oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan [[Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi]] (OECD). Beberapa inisiatif global telah menyediakan pelacakan langsung terhadap respons fiskal nasional, termasuk Global Recovery Observatory (hasil kerja sama [[Universitas Oxford]], PBB, dan [[Dana Moneter Internasional]]), Energy Policy Tracker, dan Green Recovery Tracker milik OECD.
Dukungan untuk pemulihan hijau sebagai respons terhadap krisis, khususnya pandemi Covid-19, telah datang dari berbagai partai politik, pemerintah, aktivis, dan akademisi di seluruh dunia.<ref>[https://ec.europa.eu/commission/presscorner/home/en Boosting the EU's green recovery: Commission invests €1 billion in innovative clean technology projects]. ''European Commission - European Commission''.</ref><ref>e.g. Tom Steyer, '[https://www.tomsteyer.com/california-economic-recovery/ A fair, green recovery for all Californians] '; New York City, [https://www1.nyc.gov/site/cpp/our-programs/covid19-green-recovery.page COVID-19 Green Recovery].</ref> Mengikuti langkah-langkah serupa sebagai respons terhadap krisis keuangan globa 2008,<ref>Ed Barbier. [https://econpapers.repec.org/article/wejwldecn/420.htm Green Stimulus, Green Recovery and Global Imbalances]. ''World Economics''. 2010. Vol. 11 (2). hlm. 149–177.</ref> tujuan utama dari usulan kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa tindakan untuk memerangi resesi juga dimanfaatkan untuk memerangi [[perubahan iklim]]. Tindakan ini termasuk pengurangan penggunaan batu bara, minyak, dan gas, serta penerapan transportasi bersih, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, dan praktik perusahaan atau keuangan yang berkelanjutan. Inisiatif pemulihan hijau didukung oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan [[Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi]] (OECD).<ref>Michael Holder. [https://www.businessgreen.com/news/4016111/oecd-institutions-demand-green-economic-recovery-covid-19 OECD and UN institutions demand green economic recovery from Covid-19]. ''Business Green''. 2020-06-05.</ref> Beberapa inisiatif global telah menyediakan pelacakan langsung terhadap respons fiskal nasional, termasuk Global Recovery Observatory (hasil kerja sama [[Universitas Oxford]], PBB, dan [[Dana Moneter Internasional]]),<ref>[https://recovery.smithschool.ox.ac.uk/tracking/ Global Recovery Observatory]. ''Oxford University Economic Recovery Project''. University of Oxford, UNEP, and UNDP.</ref> Energy Policy Tracker,<ref>[https://www.energypolicytracker.org/ Track public money for energy in recovery packages]. ''Energy Policy Tracker''.</ref> dan Green Recovery Tracker milik OECD.<ref>[https://www.oecd.org/coronavirus/en/themes/green-recovery Focus on green recovery]. ''Organisation for Economic Co-operation and Development''. 22 December 2020.</ref>
 
Dalam membedakan antara investasi penyelamatan dan pemulihan, pada Maret 2021 analisis oleh Global Recovery Observatory menemukan bahwa 18% dari investasi pemulihan dan 2,5% dari total pengeluaran diharapkan untuk meningkatkan keberlanjutan. Pada bulan Juli 2021, [[Badan Energi Internasional]] mendukung analisis tersebut, mencatat bahwa hanya sekitar 2% dari dana [[bailout]] ekonomi di seluruh dunia yang dialokasikan untuk [[energi berkelanjutan|energi bersih]]. Menurut analisis tahun 2022 terhadap $14 triliun yang dihabiskan negara-negara [[G20]] sebagai stimulus ekonomi, hanya sekitar 6% dari pengeluaran pemulihan pandemi dialokasikan ke bidang-bidang yang juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk elektrifikasi kendaraan, membuat bangunan lebih hemat energi dan memasang energi terbarukan.
 
==Referensi==


Dalam membedakan antara investasi penyelamatan dan pemulihan, pada Maret 2021 analisis oleh Global Recovery Observatory menemukan bahwa 18% dari investasi pemulihan dan 2,5% dari total pengeluaran diharapkan untuk meningkatkan keberlanjutan.<ref>Brian O'Callaghan. [https://wedocs.unep.org/bitstream/handle/20.500.11822/35281/AWBBB.pdf Are We Building Back Better? Evidence from 2020 and pathways to green inclusive spending]. ''United Nations Environment Programme''. 10 March 2020.</ref> Pada bulan Juli 2021, [[Badan Energi Internasional]] mendukung analisis tersebut, mencatat bahwa hanya sekitar 2% dari dana [[bailout]] ekonomi di seluruh dunia yang dialokasikan untuk [[energi berkelanjutan|energi bersih]].<ref>[https://www.iea.org/reports/sustainable-recovery-tracker/key-findings Key findings – Sustainable Recovery Tracker – Analysis]. ''IEA''. July 2021.</ref> Menurut analisis tahun 2022 terhadap $14 triliun yang dihabiskan negara-negara [[G20]] sebagai stimulus ekonomi, hanya sekitar 6% dari pengeluaran pemulihan pandemi dialokasikan ke bidang-bidang yang juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk elektrifikasi kendaraan, membuat bangunan lebih hemat energi dan memasang energi terbarukan.<ref>Jonas M. Nahm. ''G20's US$14-trillion economic stimulus reneges on emissions pledges''. ''Nature''. 2 March 2022. Vol. 603 (7899). hlm. 28–31. doi:10.1038/d41586-022-00540-6.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemulihan+hijau&oldid=29218227 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29218227 (2026-05-12T06:30:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemulihan+hijau&oldid=29218227 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29218227 (2026-05-12T06:30:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.09

Pemulihan hijau adalah serangkaian usulan kebijakan reformasi lingkungan, regulasi, dan fiskal untuk membangun kembali perekonomian setelah krisis ekonomi, seperti resesi COVID-19 atau krisis keuangan 2008, yang berorientasi pada lingkungan. Serangkaian usulan kebijakan ini berkaitan dengan langkah-langkah fiskal yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat positif bagi lingkungan, termasuk langkah-langkah untuk energi terbarukan, efisiensi energi, solusi berbasis alam, transportasi berkelanjutan, inovasi hijau, lapangan kerja hijau, dan lain sebagainya.[1][2][3][4][5][6][7]

Dukungan untuk pemulihan hijau sebagai respons terhadap krisis, khususnya pandemi Covid-19, telah datang dari berbagai partai politik, pemerintah, aktivis, dan akademisi di seluruh dunia.[8][9] Mengikuti langkah-langkah serupa sebagai respons terhadap krisis keuangan globa 2008,[10] tujuan utama dari usulan kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa tindakan untuk memerangi resesi juga dimanfaatkan untuk memerangi perubahan iklim. Tindakan ini termasuk pengurangan penggunaan batu bara, minyak, dan gas, serta penerapan transportasi bersih, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, dan praktik perusahaan atau keuangan yang berkelanjutan. Inisiatif pemulihan hijau didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).[11] Beberapa inisiatif global telah menyediakan pelacakan langsung terhadap respons fiskal nasional, termasuk Global Recovery Observatory (hasil kerja sama Universitas Oxford, PBB, dan Dana Moneter Internasional),[12] Energy Policy Tracker,[13] dan Green Recovery Tracker milik OECD.[14]

Dalam membedakan antara investasi penyelamatan dan pemulihan, pada Maret 2021 analisis oleh Global Recovery Observatory menemukan bahwa 18% dari investasi pemulihan dan 2,5% dari total pengeluaran diharapkan untuk meningkatkan keberlanjutan.[15] Pada bulan Juli 2021, Badan Energi Internasional mendukung analisis tersebut, mencatat bahwa hanya sekitar 2% dari dana bailout ekonomi di seluruh dunia yang dialokasikan untuk energi bersih.[16] Menurut analisis tahun 2022 terhadap $14 triliun yang dihabiskan negara-negara G20 sebagai stimulus ekonomi, hanya sekitar 6% dari pengeluaran pemulihan pandemi dialokasikan ke bidang-bidang yang juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk elektrifikasi kendaraan, membuat bangunan lebih hemat energi dan memasang energi terbarukan.[17]

Referensi

  1. Brian O'Callaghan. Are We Building Back Better? Evidence from 2020 and pathways to green inclusive spending. United Nations Environment Programme. 10 March 2020.
  2. Cameron Hepburn. Will COVID-19 fiscal recovery packages accelerate or retard progress on climate change?. Oxford Review of Economic Policy. 2020. Vol. 36 (Supplement_1). hlm. S359–S381. doi:10.1093/oxrep/graa015.
  3. Brian O'Callaghan. How Stimulating Is a Green Stimulus? The Economic Attributes of Green Fiscal Spending. Annual Review of Environment and Resources. 2022. Vol. 47. hlm. 697–723. doi:10.1146/annurev-environ-112420-020640.
  4. Lucia Mutikani. U.S. economy contracted 19.2% during COVID-19 pandemic recession. Reuters. 29 July 2021.
  5. Edward Barbier. A global green new deal: rethinking the economic recovery. Cambridge University Press. 2010. ISBN 978-0-521-13202-2.
  6. Edward B. Barbier. Greening the Post-pandemic Recovery in the G20. Environmental and Resource Economics. 2020-08-01. Vol. 76 (4). hlm. 685–703. doi:10.1007/s10640-020-00437-w.
  7. Edward B. Barbier. Three climate policies that the G7 must adopt — for itself and the wider world. Nature. 2023-05-18. Vol. 617 (7961). hlm. 459–461. doi:10.1038/d41586-023-01586-w.
  8. Boosting the EU's green recovery: Commission invests €1 billion in innovative clean technology projects. European Commission - European Commission.
  9. e.g. Tom Steyer, 'A fair, green recovery for all Californians '; New York City, COVID-19 Green Recovery.
  10. Ed Barbier. Green Stimulus, Green Recovery and Global Imbalances. World Economics. 2010. Vol. 11 (2). hlm. 149–177.
  11. Michael Holder. OECD and UN institutions demand green economic recovery from Covid-19. Business Green. 2020-06-05.
  12. Global Recovery Observatory. Oxford University Economic Recovery Project. University of Oxford, UNEP, and UNDP.
  13. Track public money for energy in recovery packages. Energy Policy Tracker.
  14. Focus on green recovery. Organisation for Economic Co-operation and Development. 22 December 2020.
  15. Brian O'Callaghan. Are We Building Back Better? Evidence from 2020 and pathways to green inclusive spending. United Nations Environment Programme. 10 March 2020.
  16. Key findings – Sustainable Recovery Tracker – Analysis. IEA. July 2021.
  17. Jonas M. Nahm. G20's US$14-trillion economic stimulus reneges on emissions pledges. Nature. 2 March 2022. Vol. 603 (7899). hlm. 28–31. doi:10.1038/d41586-022-00540-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29218227 (2026-05-12T06:30:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.