Lompat ke isi

Massa Matahari: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299498; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Sun_vs_planets_en.svg|thumb|right|280px|Sun vs planets en]]
'''Massa Matahari''' ('''''') adalah standar [[massa#Satuan-satuan massa|satuan massa]] di [[astronomi]] yang digunakan untuk menunjukkan massa [[bintang]] lainya, [[cluster]], [[nebula]] dan [[galaksi]]. Hal ini sama dengan massa Matahari, sekitar dua nonillion kilogram:
'''Massa Matahari''' ('''''') adalah standar [[massa#Satuan-satuan massa|satuan massa]] di [[astronomi]] yang digunakan untuk menunjukkan massa [[bintang]] lainya, [[cluster]], [[nebula]] dan [[galaksi]]. Hal ini sama dengan massa Matahari, sekitar dua nonillion kilogram:
:
:<ref>2014 Astronomical Constants http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf</ref><ref>NIST CODATA http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg</ref>
Massa di atas adalah sekitar 332 946 kali [[massa Bumi]] (), atau 1047 kali [[massa Jupiter]] (''M''<sub>J</sub>).
Massa di atas adalah sekitar 332 946 kali [[massa Bumi]] (), atau 1047 kali [[massa Jupiter]] (''M''<sub>J</sub>).


Karena bumi memiliki sebuah [[orbit elips]] mengelilingi Matahari, massa surya dapat dihitung dari persamaan untuk [[periode orbit]] dari objek kecil yang mengorbit massa pusat. Berdasarkan panjang tahun, jarak dari Bumi ke Matahari ([[satuan astronomi]] atau AU), dan [[konstanta gravitasi]] (<math>G</math>), massa Matahari dirumuskan dengan:
Karena bumi memiliki sebuah [[orbit elips]] mengelilingi Matahari, massa surya dapat dihitung dari persamaan untuk [[periode orbit]] dari objek kecil yang mengorbit massa pusat.<ref>Martin Harwit. [https://books.google.com/books?id=trAAgqWZVlkC&pg=PA72 Astrophysical concepts]. Springer. 1998. hlm. 72, 75. ISBN 0-387-94943-7.</ref> Berdasarkan panjang tahun, jarak dari Bumi ke Matahari ([[satuan astronomi]] atau AU), dan [[konstanta gravitasi]] (<math>G</math>), massa Matahari dirumuskan dengan:
:<math>M_\odot = \frac{4 \pi^2 \times (1\,\mathrm{AU})^3}{G \times (1\,\mathrm{yr})^2}</math>
:<math>M_\odot = \frac{4 \pi^2 \times (1\,\mathrm{AU})^3}{G \times (1\,\mathrm{yr})^2}</math>
Nilai [[konstanta gravitasi]] pertama kali berasal dari pengukuran yang dibuat oleh [[Henry Cavendish]] pada tahun 1798 dengan keseimbangan [[torsi]]. Nilai yang dia diperoleh hanya berbeda dengan hanya 1% dari nilai modern. Nilai [[paralaks]] dari Matahari yang akurat diukur selama [[transit]] [[Venus]] tahun 1761 dan 1769, menghasilkan nilai 9" (9 detik busur, dibandingkan dengan tahun 1976 nilai sekarang dari 8,794148" ). Jika kita mengetahui nilai parallax, kita dapat menentukan jarak ke Matahari dari [[geometri]] bumi.
Nilai [[konstanta gravitasi]] pertama kali berasal dari pengukuran yang dibuat oleh [[Henry Cavendish]] pada tahun 1798 dengan keseimbangan [[torsi]]. Nilai yang dia diperoleh hanya berbeda dengan hanya 1% dari nilai modern.<ref>Holton, Gerald James. [https://archive.org/details/apu.530.hol.47191 Physics, the human adventure: from Copernicus to Einstein and beyond]. Rutgers University Press. 2001. hlm. 137. ISBN 0-8135-2908-5.</ref> Nilai [[paralaks]] dari Matahari yang akurat diukur selama [[transit]] [[Venus]] tahun 1761 dan 1769,<ref>Pecker, Jean Claude. [https://archive.org/details/understandinghea0000peck Understanding the heavens: thirty centuries of astronomical ideas from ancient thinking to modern cosmology]. Springer. 2001. hlm. [https://archive.org/details/understandinghea0000peck/page/n291 291]–291. ISBN 3-540-63198-4.</ref> menghasilkan nilai 9" (9 detik busur, dibandingkan dengan tahun 1976 nilai sekarang dari 8,794148" ). Jika kita mengetahui nilai parallax, kita dapat menentukan jarak ke Matahari dari [[geometri]] bumi.<ref>Cesare Barbieri. [https://archive.org/details/fundamentalsofas0000barb Fundamentals of astronomy]. CRC Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/fundamentalsofas0000barb/page/n151 132]–140. ISBN 0-7503-0886-9.</ref>


Orang pertama yang memperkirakan massa Matahari adalah [[Isaac Newton]]. Dalam karyanya ''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica|Principia]]'', ia memperkirakan bahwa rasio massa Bumi ke Matahari adalah sekitar 1/28 700. Kemudian ia memutuskan bahwa nilainya didasarkan pada nilai yang salah untuk parallax surya, yang telah digunakan untuk memperkirakan jarak ke Matahari (1 AU). Ia mengoreksi rasio nya diperkirakan 1/169 282 dalam edisi ketiga dari Principia. Nilai saat ini untuk parallax surya masih lebih kecil, menghasilkan rasio massa diperkirakan 1/332 946.
Orang pertama yang memperkirakan massa Matahari adalah [[Isaac Newton]]. Dalam karyanya ''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica|Principia]]'', ia memperkirakan bahwa rasio massa Bumi ke Matahari adalah sekitar 1/28 700. Kemudian ia memutuskan bahwa nilainya didasarkan pada nilai yang salah untuk parallax surya, yang telah digunakan untuk memperkirakan jarak ke Matahari (1 AU). Ia mengoreksi rasio nya diperkirakan 1/169 282 dalam edisi ketiga dari Principia. Nilai saat ini untuk parallax surya masih lebih kecil, menghasilkan rasio massa diperkirakan 1/332 946.<ref>David Leverington. [https://archive.org/details/babylontovoyager0000leve Babylon to Voyager and beyond: a history of planetary astronomy]. Cambridge University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/babylontovoyager0000leve/page/126 126]. ISBN 0-521-80840-5.</ref>


Sebagai unit pengukuran, massa Matahari mulai digunakan sebelum AU dan konstanta gravitasi yang tepat diukur. Hal ini karena massa relatif [[planet]] lain di tata surya atau massa gabungan dari dua [[bintang biner]] dapat dihitung dalam satuan Surya massa langsung dari radius orbit dan periode orbit planet atau bintang menggunakan hukum ketiga [[Kepler]], asalkan orbital radius diukur dalam satuan astronomi dan periode orbit diukur dalam tahun.
Sebagai unit pengukuran, massa Matahari mulai digunakan sebelum AU dan konstanta gravitasi yang tepat diukur. Hal ini karena massa relatif [[planet]] lain di tata surya atau massa gabungan dari dua [[bintang biner]] dapat dihitung dalam satuan Surya massa langsung dari radius orbit dan periode orbit planet atau bintang menggunakan hukum ketiga [[Kepler]], asalkan orbital radius diukur dalam satuan astronomi dan periode orbit diukur dalam tahun.
Baris 13: Baris 15:
Massa Matahari telah menurun sejak saat itu terbentuk. Hal ini terjadi melalui dua proses dalam jumlah yang hampir sama. Pertama, dalam [[inti Matahari]] mengubah [[hidrogen]] menjadi [[helium]] oleh [[fusi nuklir]], khususnya [[Reaksi rantai proton-proton|rantai p-p]], dan reaksi ini mengkonversi beberapa massa menjadi [[energi dalam]] bentuk foton [[sinar gamma]]. Sebagian besar energi ini akhirnya memancar jauhdari Matahari. Kedua, proton energi tinggi dan [[elektron]] Matahari yang dikeluarkan langsung ke [[luar angkasa]] sebagai [[angin surya]] dan [[lontaran massa korona]].
Massa Matahari telah menurun sejak saat itu terbentuk. Hal ini terjadi melalui dua proses dalam jumlah yang hampir sama. Pertama, dalam [[inti Matahari]] mengubah [[hidrogen]] menjadi [[helium]] oleh [[fusi nuklir]], khususnya [[Reaksi rantai proton-proton|rantai p-p]], dan reaksi ini mengkonversi beberapa massa menjadi [[energi dalam]] bentuk foton [[sinar gamma]]. Sebagian besar energi ini akhirnya memancar jauhdari Matahari. Kedua, proton energi tinggi dan [[elektron]] Matahari yang dikeluarkan langsung ke [[luar angkasa]] sebagai [[angin surya]] dan [[lontaran massa korona]].


Massa asli dari Matahari pada saat itu mencapai [[deret utama]] masih belum jelas. Awalnya Matahari memiliki tingkat kehilangan massa yang jauh lebih tinggi daripada saat ini, sehingga mungkin telah kehilangan di mana saja 1-7% dari massa natal yang selama seumur hidup utama-urutan nya. Sedangkan peningkatan massa Matahari sangat kecil melalui dampak [[asteroid]] dan [[komet]]; Namun Matahari sudah memegang 99,86% dari total massa [[Tata Surya]], sehingga dampak tersebut tidak dapat mengimbangi massa hilang oleh radiasi dan ejeksi.
Massa asli dari Matahari pada saat itu mencapai [[deret utama]] masih belum jelas. Awalnya Matahari memiliki tingkat kehilangan massa yang jauh lebih tinggi daripada saat ini, sehingga mungkin telah kehilangan di mana saja 1-7% dari massa natal yang selama seumur hidup utama-urutan nya.<ref>I.-Juliana Sackmann. ''Our Sun. V. A Bright Young Sun Consistent with Helioseismology and Warm Temperatures on Ancient Earth and Mars''. ''The Astrophysical Journal''. February 2003. Vol. 583 (2). hlm. 1024–1039. doi:10.1086/345408.</ref> Sedangkan peningkatan massa Matahari sangat kecil melalui dampak [[asteroid]] dan [[komet]]; Namun Matahari sudah memegang 99,86% dari total massa [[Tata Surya]], sehingga dampak tersebut tidak dapat mengimbangi massa hilang oleh radiasi dan ejeksi.


== Massa Matahari dan satuan terkait ==
== Massa Matahari dan satuan terkait ==
Baris 28: Baris 30:
* [[Relativitas]]
* [[Relativitas]]
* [[Matahari]]
* [[Matahari]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*  
* [http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf]
* [http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf]  
* [http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg]
* [http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Massa+Matahari&oldid=29299498 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299498 (2026-05-31T22:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Massa+Matahari&oldid=29299498 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299498 (2026-05-31T22:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.09

Sun vs planets en

'Massa Matahari (') adalah standar satuan massa di astronomi yang digunakan untuk menunjukkan massa bintang lainya, cluster, nebula dan galaksi. Hal ini sama dengan massa Matahari, sekitar dua nonillion kilogram:

[1][2]

Massa di atas adalah sekitar 332 946 kali massa Bumi (), atau 1047 kali massa Jupiter (MJ).

Karena bumi memiliki sebuah orbit elips mengelilingi Matahari, massa surya dapat dihitung dari persamaan untuk periode orbit dari objek kecil yang mengorbit massa pusat.[3] Berdasarkan panjang tahun, jarak dari Bumi ke Matahari (satuan astronomi atau AU), dan konstanta gravitasi (G), massa Matahari dirumuskan dengan:

M=4π2×(1AU)3G×(1yr)2

Nilai konstanta gravitasi pertama kali berasal dari pengukuran yang dibuat oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan keseimbangan torsi. Nilai yang dia diperoleh hanya berbeda dengan hanya 1% dari nilai modern.[4] Nilai paralaks dari Matahari yang akurat diukur selama transit Venus tahun 1761 dan 1769,[5] menghasilkan nilai 9" (9 detik busur, dibandingkan dengan tahun 1976 nilai sekarang dari 8,794148" ). Jika kita mengetahui nilai parallax, kita dapat menentukan jarak ke Matahari dari geometri bumi.[6]

Orang pertama yang memperkirakan massa Matahari adalah Isaac Newton. Dalam karyanya Principia, ia memperkirakan bahwa rasio massa Bumi ke Matahari adalah sekitar 1/28 700. Kemudian ia memutuskan bahwa nilainya didasarkan pada nilai yang salah untuk parallax surya, yang telah digunakan untuk memperkirakan jarak ke Matahari (1 AU). Ia mengoreksi rasio nya diperkirakan 1/169 282 dalam edisi ketiga dari Principia. Nilai saat ini untuk parallax surya masih lebih kecil, menghasilkan rasio massa diperkirakan 1/332 946.[7]

Sebagai unit pengukuran, massa Matahari mulai digunakan sebelum AU dan konstanta gravitasi yang tepat diukur. Hal ini karena massa relatif planet lain di tata surya atau massa gabungan dari dua bintang biner dapat dihitung dalam satuan Surya massa langsung dari radius orbit dan periode orbit planet atau bintang menggunakan hukum ketiga Kepler, asalkan orbital radius diukur dalam satuan astronomi dan periode orbit diukur dalam tahun.

Massa Matahari telah menurun sejak saat itu terbentuk. Hal ini terjadi melalui dua proses dalam jumlah yang hampir sama. Pertama, dalam inti Matahari mengubah hidrogen menjadi helium oleh fusi nuklir, khususnya rantai p-p, dan reaksi ini mengkonversi beberapa massa menjadi energi dalam bentuk foton sinar gamma. Sebagian besar energi ini akhirnya memancar jauhdari Matahari. Kedua, proton energi tinggi dan elektron Matahari yang dikeluarkan langsung ke luar angkasa sebagai angin surya dan lontaran massa korona.

Massa asli dari Matahari pada saat itu mencapai deret utama masih belum jelas. Awalnya Matahari memiliki tingkat kehilangan massa yang jauh lebih tinggi daripada saat ini, sehingga mungkin telah kehilangan di mana saja 1-7% dari massa natal yang selama seumur hidup utama-urutan nya.[8] Sedangkan peningkatan massa Matahari sangat kecil melalui dampak asteroid dan komet; Namun Matahari sudah memegang 99,86% dari total massa Tata Surya, sehingga dampak tersebut tidak dapat mengimbangi massa hilang oleh radiasi dan ejeksi.

Massa Matahari dan satuan terkait

1 massa Matahari dapat dikonversikan ke satuan terkait:

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. 2014 Astronomical Constants http://asa.usno.navy.mil/static/files/2014/Astronomical_Constants_2014.pdf
  2. NIST CODATA http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bg
  3. Martin Harwit. Astrophysical concepts. Springer. 1998. hlm. 72, 75. ISBN 0-387-94943-7.
  4. Holton, Gerald James. Physics, the human adventure: from Copernicus to Einstein and beyond. Rutgers University Press. 2001. hlm. 137. ISBN 0-8135-2908-5.
  5. Pecker, Jean Claude. Understanding the heavens: thirty centuries of astronomical ideas from ancient thinking to modern cosmology. Springer. 2001. hlm. 291–291. ISBN 3-540-63198-4.
  6. Cesare Barbieri. Fundamentals of astronomy. CRC Press. 2007. hlm. 132–140. ISBN 0-7503-0886-9.
  7. David Leverington. Babylon to Voyager and beyond: a history of planetary astronomy. Cambridge University Press. 2003. hlm. 126. ISBN 0-521-80840-5.
  8. I.-Juliana Sackmann. Our Sun. V. A Bright Young Sun Consistent with Helioseismology and Warm Temperatures on Ancient Earth and Mars. The Astrophysical Journal. February 2003. Vol. 583 (2). hlm. 1024–1039. doi:10.1086/345408.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299498 (2026-05-31T22:24:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.