Lompat ke isi

Kati: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29312999; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kati''' adalah satuan berat tradisional yang sepadan dengan beban berat  [[ons]] (sekitar 625 gram) yang ditimbang dan diukur menggunakan alat kati atau [[katian]]. Satuan kati masih digunakan secara informal untuk menimbang barang dagang, [[makanan]], bahan makanan dan barang-barang lainnya di beberapa [[pasar tradisional]], pasar jalanan, dan [[toko]]-toko di [[Jawa|pulau Jawa]], [[Indonesia]] dan di negara-negara [[Asia Timur]] dan [[Asia Tenggara]] lainnya.
'''Kati''' adalah satuan berat tradisional yang sepadan dengan beban berat  [[ons]] (sekitar 625 gram) yang ditimbang dan diukur menggunakan alat kati atau [[katian]].<ref>[https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/kati Arti kata kati - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online]. ''kbbi.kemendikdasmen.go.id''.</ref> Satuan kati masih digunakan secara informal untuk menimbang barang dagang, [[makanan]], bahan makanan dan barang-barang lainnya di beberapa [[pasar tradisional]], pasar jalanan, dan [[toko]]-toko di [[Jawa|pulau Jawa]], [[Indonesia]] dan di negara-negara [[Asia Timur]] dan [[Asia Tenggara]] lainnya.


[[Masyarakat]] asia timur menyebut kati dengan 斤 ([[Bahasa Mandarin]]: '''''Jin''''', [[bahasa Kanton]]: '''''gan''''', [[bahasa Hokkien]]: '''''kin''''' atau '''''kun''''', [[bahasa Jepang]]: '''''kin''''' (きん), dan [[bahasa Vietnam]]: '''''can''''').
[[Masyarakat]] asia timur menyebut kati dengan 斤 ([[Bahasa Mandarin]]: '''''Jin''''', [[bahasa Kanton]]: '''''gan''''', [[bahasa Hokkien]]: '''''kin''''' atau '''''kun''''', [[bahasa Jepang]]: '''''kin''''' (きん), dan [[bahasa Vietnam]]: '''''can''''').


== Definisi umum ==
== Definisi umum ==
 
Secara tradisional dan informal, sekati setara dengan berat beban sebesar  [[pound]], dan berbeda di tiap-tiap daerah seperti layaknya satuan-satuan tradisional lainnya, tetapi umumnya secara informal sekati didefinisikan dengan berat beban yang hampir sama, misalkan pada masyarakat Indonesia sendiri yang umumnya mendefisikan sekati setara dengan beban berat  [[ons]] (625 gram),<ref>[https://www.kamusbesar.com/kati kati Arti Kata kati]. ''www.kamusbesar.com''.</ref> sedangkan di [[Hong Kong]] secara informal didefinisikan dengan 604,78982 gram,<ref>[http://www.legislation.gov.hk/blis_ind.nsf/e1bf50c09a33d3dc482564840019d2f4/4ed2ff0cf02f2fd9c82564760077af3c?OpenDocument Hukum Hong Kong]</ref> Di [[Malaysia]] didefinisikan dengan 604,79 gram,<ref>[http://www.kpdnhep.gov.my/pub/kpdn/html/akta_timbangsukat1972.pdf Akta timbang Malaysia tahun 1972]</ref> sedangkan beratnya 604,8 gram di [[Singapura]],<ref>[http://statutes.agc.gov.sg/non_version/cgi-bin/cgi_getdata.pl?&actno=1976-REVED-349&date=latest&method=part&segid=888373245-001666 Akta timbang Singapura].</ref> dan di beberapa negara sekati dibulatkan menjadi 600 gram seperti di [[Taiwan]] dan [[Thailand]].
Secara tradisional dan informal, sekati setara dengan berat beban sebesar  [[pound]], dan berbeda di tiap-tiap daerah seperti layaknya satuan-satuan tradisional lainnya, tetapi umumnya secara informal sekati didefinisikan dengan berat beban yang hampir sama, misalkan pada masyarakat Indonesia sendiri yang umumnya mendefisikan sekati setara dengan beban berat  [[ons]] (625 gram), sedangkan di [[Hong Kong]] secara informal didefinisikan dengan 604,78982 gram, Di [[Malaysia]] didefinisikan dengan 604,79 gram, sedangkan beratnya 604,8 gram di [[Singapura]], dan di beberapa negara sekati dibulatkan menjadi 600 gram seperti di [[Taiwan]] dan [[Thailand]].


Berbeda dengan masyarakat di [[Tiongkok Daratan]] yang mendefinisikan kati dengan berat beban yang dibulatkan menjadi 500 gram, satuan ini desebut dengan satuan '''kati pasaran''' atau (市斤, ''shijin'') sedangkan umumnya masyarakat Tionghoa umumnya menyepadankan kati dengan satuan kilogram atau '''kati umum''' (公斤, ''gongjin'').
Berbeda dengan masyarakat di [[Tiongkok Daratan]] yang mendefinisikan kati dengan berat beban yang dibulatkan menjadi 500 gram, satuan ini desebut dengan satuan '''kati pasaran''' atau (市斤, ''shijin'') sedangkan umumnya masyarakat Tionghoa umumnya menyepadankan kati dengan satuan kilogram atau '''kati umum''' (公斤, ''gongjin'').


==Penggunaan ==
==Penggunaan ==
Secara tradisional, kati digunakan oleh masyarakat di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Di Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera, kati digunakan untuk mengukur komoditas pasar secara tradisional bersamaan dengan satuan metrik.


Secara tradisional, kati digunakan oleh masyarakat di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Di Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera, kati digunakan untuk mengukur komoditas pasar secara tradisional bersamaan dengan satuan metrik.
Kati juga digunakan di Toraja,<ref>Alexander, et.al. Pakiding. [https://journals.ukitoraja.ac.id/index.php/semkaristek/article/download/922/736/2989 Besaran dan Satuan Ukuran Tradisional Masyarakat Suku Toraja]. ''SEMKARISTEK 1''.</ref> bersama dengan  ''sukat/kulak, barang, nalih, pi- kul, bantal,'' dan lainnya. Di Indramayu, Jawa Barat, satuan Kati digunakan untuk menimbang dan mengukur komoditas beras, menggunakan batok kelapa khusus yang disebut ''eter'' (satu kati = setengah eter) dengan ukuran berat sekitar 1,250 kilogram yang kini penggunaannya hampir tergantikan oleh satuan metrik.<ref>Sudedi Rasmadi. [https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6549405/bentuk-dan-fungsi-batok-eter-penakar-beras-tradisional-warga-indramayu Bentuk dan Fungsi Batok Eter, Penakar Beras Tradisional Warga Indramayu]. ''detikjabar''.</ref><ref>Sudedi Rasmadi. [https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6549167/mengenal-batok-eter-alat-tradisional-penakar-beras-yang-kini-hilang Mengenal Batok Eter, Alat Tradisional Penakar Beras yang Kini Hilang]. ''detikjabar''.</ref>
 
Kati juga digunakan di Toraja, bersama dengan  ''sukat/kulak, barang, nalih, pi- kul, bantal,'' dan lainnya. Di Indramayu, Jawa Barat, satuan Kati digunakan untuk menimbang dan mengukur komoditas beras, menggunakan batok kelapa khusus yang disebut ''eter'' (satu kati = setengah eter) dengan ukuran berat sekitar 1,250 kilogram yang kini penggunaannya hampir tergantikan oleh satuan metrik.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 20: Baris 18:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kati&oldid=29312999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29312999 (2026-06-04T18:38:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kati&oldid=29312999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29312999 (2026-06-04T18:38:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.10

Kati adalah satuan berat tradisional yang sepadan dengan beban berat ons (sekitar 625 gram) yang ditimbang dan diukur menggunakan alat kati atau katian.[1] Satuan kati masih digunakan secara informal untuk menimbang barang dagang, makanan, bahan makanan dan barang-barang lainnya di beberapa pasar tradisional, pasar jalanan, dan toko-toko di pulau Jawa, Indonesia dan di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara lainnya.

Masyarakat asia timur menyebut kati dengan 斤 (Bahasa Mandarin: Jin, bahasa Kanton: gan, bahasa Hokkien: kin atau kun, bahasa Jepang: kin (きん), dan bahasa Vietnam: can).

Definisi umum

Secara tradisional dan informal, sekati setara dengan berat beban sebesar pound, dan berbeda di tiap-tiap daerah seperti layaknya satuan-satuan tradisional lainnya, tetapi umumnya secara informal sekati didefinisikan dengan berat beban yang hampir sama, misalkan pada masyarakat Indonesia sendiri yang umumnya mendefisikan sekati setara dengan beban berat ons (625 gram),[2] sedangkan di Hong Kong secara informal didefinisikan dengan 604,78982 gram,[3] Di Malaysia didefinisikan dengan 604,79 gram,[4] sedangkan beratnya 604,8 gram di Singapura,[5] dan di beberapa negara sekati dibulatkan menjadi 600 gram seperti di Taiwan dan Thailand.

Berbeda dengan masyarakat di Tiongkok Daratan yang mendefinisikan kati dengan berat beban yang dibulatkan menjadi 500 gram, satuan ini desebut dengan satuan kati pasaran atau (市斤, shijin) sedangkan umumnya masyarakat Tionghoa umumnya menyepadankan kati dengan satuan kilogram atau kati umum (公斤, gongjin).

Penggunaan

Secara tradisional, kati digunakan oleh masyarakat di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Di Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera, kati digunakan untuk mengukur komoditas pasar secara tradisional bersamaan dengan satuan metrik.

Kati juga digunakan di Toraja,[6] bersama dengan sukat/kulak, barang, nalih, pi- kul, bantal, dan lainnya. Di Indramayu, Jawa Barat, satuan Kati digunakan untuk menimbang dan mengukur komoditas beras, menggunakan batok kelapa khusus yang disebut eter (satu kati = setengah eter) dengan ukuran berat sekitar 1,250 kilogram yang kini penggunaannya hampir tergantikan oleh satuan metrik.[7][8]

Lihat pula

  • Pikul: Sepikul setara dengan 100 kati
  • Tahil: Satu tahil setara dengan 37,8 g atau 1/16 kati

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29312999 (2026-06-04T18:38:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.