Lompat ke isi

Tenaga hidroelektrik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28486755; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hidroelektrisitas''' atau '''tenaga hidroelektrik''' adalah [[Pembangkitan listrik|listrik yang dibangkitkan]] oleh [[tenaga air]]. Tenaga air menyuplai seperenam pasokan [[listrik]] dunia, atau sekitar 4,500 [[TWh]] pada 2020, lebih banyak daripada [[energi terbarukan]] lainnya digabungkan, dan juga lebih banyak daripada [[tenaga nuklir]]. Tenaga air dapat memberi sejumlah besar [[Tenaga rendah-karbon|listrik rendah-karbon]] sesuai permintaan, membuatnya sebuah elemen penting dalam menghasilkan sistem suplai listrik yang bersih dan aman. Sebuah [[Pembangkit listrik tenaga air|PLTA]] dengan bendungan dan waduk adalah sebuah sumber yang fleksibel, karena jumlah listrik yang dihasilkan dapat ditingkatkan atau dikurangkan dalam hitungan detik atau menit sesuai permintaan. Saat PTLA dikontruksi, ia tidak menghasilkan limbah secara langsung, dan hampir selalu menghasilkan jauh lebih sedikit [[gas rumah kaca]] daripada pembangkit listrik yang ditenagai oleh [[bahan bakar fosil]]. Namun saat didirikan di daerah [[hutan hujan]] dataran rendah dimana sebagian hutan disana terendam, sejumlah gas rumah kaca yang signifikan dapat dihasilkan.
'''Hidroelektrisitas''' atau '''tenaga hidroelektrik''' adalah [[Pembangkitan listrik|listrik yang dibangkitkan]] oleh [[tenaga air]]. Tenaga air menyuplai seperenam pasokan [[listrik]] dunia, atau sekitar 4,500 [[TWh]] pada 2020, lebih banyak daripada [[energi terbarukan]] lainnya digabungkan, dan juga lebih banyak daripada [[tenaga nuklir]]. Tenaga air dapat memberi sejumlah besar [[Tenaga rendah-karbon|listrik rendah-karbon]] sesuai permintaan, membuatnya sebuah elemen penting dalam menghasilkan sistem suplai listrik yang bersih dan aman. Sebuah [[Pembangkit listrik tenaga air|PLTA]] dengan bendungan dan waduk adalah sebuah sumber yang fleksibel, karena jumlah listrik yang dihasilkan dapat ditingkatkan atau dikurangkan dalam hitungan detik atau menit sesuai permintaan. Saat PTLA dikontruksi, ia tidak menghasilkan limbah secara langsung, dan hampir selalu menghasilkan jauh lebih sedikit [[gas rumah kaca]] daripada pembangkit listrik yang ditenagai oleh [[bahan bakar fosil]].<ref>[http://www.ren21.net/Portals/0/documents/Resources/GSR2011_FINAL.pdf Renewables 2011 Global Status Report, page 25, Hydropower], ''REN21'', published 2011, accessed 2016-02-19.</ref> Namun saat didirikan di daerah [[hutan hujan]] dataran rendah dimana sebagian hutan disana terendam, sejumlah gas rumah kaca yang signifikan dapat dihasilkan.<ref>Felipe A M de Faria. ''Estimating greenhouse gas emissions from future Amazonian hydroelectric reservoirs''. ''Environmental Research Letters''. 2015-12-01. Vol. 10 (12). hlm. 124019. doi:10.1088/1748-9326/10/12/124019.</ref>


Konstruksi kompleks PTLA dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, terkhususnya pada kehilangan [[tanah subur]] dan perpindahan populasi. PTLA juga mengganggu [[ekologi]] alami sungai yang terlibat, memengaruhi habitat dan ekosistem, beserta dengan pola siltasi dan erosi. Meski dapat menghindari banjir, [[kebobolan bendungan]] dapat sangat merusak.
Konstruksi kompleks PTLA dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, terkhususnya pada kehilangan [[tanah subur]] dan perpindahan populasi.<ref>Philip M. Fearnside. [https://doi.org/10.1007/BF01867675 Brazil's Balbina Dam: Environment versus the legacy of the Pharaohs in Amazonia]. ''Environmental Management''. 1989-07-01. Vol. 13 (4). hlm. 401–423. doi:10.1007/BF01867675.</ref><ref>Jim Yardley. [https://www.nytimes.com/2007/11/19/world/asia/19dam.html Chinese Dam Projects Criticized for Their Human Costs]. ''The New York Times''. 2007-11-19.</ref> PTLA juga mengganggu [[ekologi]] alami sungai yang terlibat, memengaruhi habitat dan ekosistem, beserta dengan pola siltasi dan erosi. Meski dapat menghindari banjir, [[kebobolan bendungan]] dapat sangat merusak.


Pada 2021, Kapasitas listik PTLA di seluruh dunia mencapai hampir 1400 GW, menjadikannya yang paling tinggi di antara semua sumber energi terbarukan. Tenaga hidroelektrik memainkan peran utama di negara seperti [[Brasil]], [[Norwegia]] dan Tiongkok, tetapi terdapat batasan geografis dan lingkungan. [[Tenaga air pasang]] dapat digunakan di daerah-daerah pesisir.
Pada 2021, Kapasitas listik PTLA di seluruh dunia mencapai hampir 1400 GW, menjadikannya yang paling tinggi di antara semua sumber energi terbarukan.<ref>IEA (2022), Renewables 2022, IEA, Paris https://www.iea.org/reports/renewables-2022, License: CC BY 4.0</ref> Tenaga hidroelektrik memainkan peran utama di negara seperti [[Brasil]], [[Norwegia]] dan Tiongkok,<ref>[https://www.bp.com/content/dam/bp/business-sites/en/global/corporate/pdfs/energy-economics/statistical-review/bp-stats-review-2019-full-report.pdf BP Statistical Review 2019].</ref> tetapi terdapat batasan geografis dan lingkungan.<ref>[https://www.bbc.com/news/science-environment-46098118 Large hydropower dams not sustainable in the developing world]. ''BBC News''. 5 November 2018.</ref> [[Tenaga air pasang]] dapat digunakan di daerah-daerah pesisir.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga+hidroelektrik&oldid=28486755 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28486755 (2025-11-14T09:52:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga+hidroelektrik&oldid=28486755 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28486755 (2025-11-14T09:52:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.11

Hidroelektrisitas atau tenaga hidroelektrik adalah listrik yang dibangkitkan oleh tenaga air. Tenaga air menyuplai seperenam pasokan listrik dunia, atau sekitar 4,500 TWh pada 2020, lebih banyak daripada energi terbarukan lainnya digabungkan, dan juga lebih banyak daripada tenaga nuklir. Tenaga air dapat memberi sejumlah besar listrik rendah-karbon sesuai permintaan, membuatnya sebuah elemen penting dalam menghasilkan sistem suplai listrik yang bersih dan aman. Sebuah PLTA dengan bendungan dan waduk adalah sebuah sumber yang fleksibel, karena jumlah listrik yang dihasilkan dapat ditingkatkan atau dikurangkan dalam hitungan detik atau menit sesuai permintaan. Saat PTLA dikontruksi, ia tidak menghasilkan limbah secara langsung, dan hampir selalu menghasilkan jauh lebih sedikit gas rumah kaca daripada pembangkit listrik yang ditenagai oleh bahan bakar fosil.[1] Namun saat didirikan di daerah hutan hujan dataran rendah dimana sebagian hutan disana terendam, sejumlah gas rumah kaca yang signifikan dapat dihasilkan.[2]

Konstruksi kompleks PTLA dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, terkhususnya pada kehilangan tanah subur dan perpindahan populasi.[3][4] PTLA juga mengganggu ekologi alami sungai yang terlibat, memengaruhi habitat dan ekosistem, beserta dengan pola siltasi dan erosi. Meski dapat menghindari banjir, kebobolan bendungan dapat sangat merusak.

Pada 2021, Kapasitas listik PTLA di seluruh dunia mencapai hampir 1400 GW, menjadikannya yang paling tinggi di antara semua sumber energi terbarukan.[5] Tenaga hidroelektrik memainkan peran utama di negara seperti Brasil, Norwegia dan Tiongkok,[6] tetapi terdapat batasan geografis dan lingkungan.[7] Tenaga air pasang dapat digunakan di daerah-daerah pesisir.

Referensi

  1. Renewables 2011 Global Status Report, page 25, Hydropower, REN21, published 2011, accessed 2016-02-19.
  2. Felipe A M de Faria. Estimating greenhouse gas emissions from future Amazonian hydroelectric reservoirs. Environmental Research Letters. 2015-12-01. Vol. 10 (12). hlm. 124019. doi:10.1088/1748-9326/10/12/124019.
  3. Philip M. Fearnside. Brazil's Balbina Dam: Environment versus the legacy of the Pharaohs in Amazonia. Environmental Management. 1989-07-01. Vol. 13 (4). hlm. 401–423. doi:10.1007/BF01867675.
  4. Jim Yardley. Chinese Dam Projects Criticized for Their Human Costs. The New York Times. 2007-11-19.
  5. IEA (2022), Renewables 2022, IEA, Paris https://www.iea.org/reports/renewables-2022, License: CC BY 4.0
  6. BP Statistical Review 2019.
  7. Large hydropower dams not sustainable in the developing world. BBC News. 5 November 2018.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28486755 (2025-11-14T09:52:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.