Lompat ke isi

Pita berlubang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28345170; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:PaperTapes-5and8Hole.jpg|thumb|right|280px|Pita kertas berlubang lima dan delapan lubang lebar]]
'''Pita berlubang''' atau '''pita kertas berlubang''' adalah bentuk [[penyimpanan data]] yang terdiri atas pita panjang dari kertas dengan lubang-lubang kecil yang ditinju. Pita ini dikembangkan dan kemudian digunakan bersama [[punched card|kartu berlubang]], perbedaannya terletak pada pitanya yang kontinu.
'''Pita berlubang''' atau '''pita kertas berlubang''' adalah bentuk [[penyimpanan data]] yang terdiri atas pita panjang dari kertas dengan lubang-lubang kecil yang ditinju. Pita ini dikembangkan dan kemudian digunakan bersama [[punched card|kartu berlubang]], perbedaannya terletak pada pitanya yang kontinu.


Baris 4: Baris 6:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pita kertas berlubang pertama kali digunakan oleh [[Basile Bouchon]] pada tahun 1725 untuk mengendalikan alat tenun. Namun, pita kertas ini mahal untuk dibuat, rapuh, dan sulit diperbaiki. Pada tahun 1801, [[Joseph Marie Jacquard]] mengembangkan mesin untuk membuat pita kertas dengan mengikat kartu berlubang secara berurutan untuk alat tenun [[mesin Jacquard|Jacquard]]. Hasilnya, pita kertas — disebut juga "rantai kartu" — menjadi lebih kuat dan lebih mudah dibuat serta diperbaiki. Hal ini melahirkan konsep komunikasi data bukan sebagai aliran kartu individual, tetapi sebagai satu "kartu kontinu" (atau pita). Pita kertas yang dibuat dari kartu berlubang digunakan luas sepanjang abad ke-19 untuk mengendalikan alat tenun. Banyak operasi [[bordir]] profesional masih menyebut individu yang membuat desain dan pola mesin sebagai ''peninju'' (''punchers'') meskipun kartu dan pita kertas berlubang akhirnya ditinggalkan pada tahun 1990–an.
Pita kertas berlubang pertama kali digunakan oleh [[Basile Bouchon]] pada tahun 1725 untuk mengendalikan alat tenun. Namun, pita kertas ini mahal untuk dibuat, rapuh, dan sulit diperbaiki. Pada tahun 1801, [[Joseph Marie Jacquard]] mengembangkan mesin untuk membuat pita kertas dengan mengikat kartu berlubang secara berurutan untuk alat tenun [[mesin Jacquard|Jacquard]]. Hasilnya, pita kertas — disebut juga "rantai kartu" — menjadi lebih kuat dan lebih mudah dibuat serta diperbaiki. Hal ini melahirkan konsep komunikasi data bukan sebagai aliran kartu individual, tetapi sebagai satu "kartu kontinu" (atau pita). Pita kertas yang dibuat dari kartu berlubang digunakan luas sepanjang abad ke-19 untuk mengendalikan alat tenun. Banyak operasi [[bordir]] profesional masih menyebut individu yang membuat desain dan pola mesin sebagai ''peninju'' (''punchers'') meskipun kartu dan pita kertas berlubang akhirnya ditinggalkan pada tahun 1990–an.


Pada tahun 1842, paten Prancis oleh Claude Seytre menggambarkan perangkat [[piano otomatis]] yang membaca data dari [[gulungan piano]] berlubang. Sekitar tahun 1900, gulungan musik berlubang lebar untuk piano otomatis digunakan untuk mendistribusikan musik populer ke pasar massal.
Pada tahun 1842, paten Prancis oleh Claude Seytre menggambarkan perangkat [[piano otomatis]] yang membaca data dari [[gulungan piano]] berlubang. Sekitar tahun 1900, gulungan musik berlubang lebar untuk piano otomatis digunakan untuk mendistribusikan musik populer ke pasar massal.


 
Pada tahun 1846, [[Alexander Bain (penemu)|Alexander Bain]] menggunakan pita berlubang untuk mengirim [[telegram]]. Teknologi ini diadopsi oleh [[Charles Wheatstone]] pada tahun 1857 untuk sistem [[sistem Wheatstone|Wheatstone]] yang digunakan untuk persiapan, penyimpanan, dan transmisi data otomatis dalam telegrafi.<ref>[http://www.eetimes.com/author.asp?doc_id=1285484 How it was: Paper tapes and punched cards]. 13 Oktober 2011.</ref><ref>[https://distantwriting.co.uk/cookewheatstone.html 3. Cooke and Wheatstone]. ''Distant Writing: A History of the Telegraph Companies in Britain between 1838 and 1868''.</ref>
Pada tahun 1846, [[Alexander Bain (penemu)|Alexander Bain]] menggunakan pita berlubang untuk mengirim [[telegram]]. Teknologi ini diadopsi oleh [[Charles Wheatstone]] pada tahun 1857 untuk sistem [[sistem Wheatstone|Wheatstone]] yang digunakan untuk persiapan, penyimpanan, dan transmisi data otomatis dalam telegrafi.


Pada 1880-an, [[Tolbert Lanston]] menemukan sistem [[sistem Monotype|Monotype typesetting]], yang terdiri atas papan ketik dan mesin [[pengecoran logam|pencetak]] huruf. Pita, yang ditinju dengan papan ketik, kemudian dibaca oleh mesin pencetak yang menghasilkan huruf timah sesuai kombinasi lubang hingga 31 posisi. Pembaca pita ini menggunakan udara bertekanan yang melewati lubang dan diarahkan ke mekanisme tertentu dari mesin pencetak. Sistem ini mulai digunakan secara komersial pada tahun 1897 dan diproduksi hingga tahun 1970-an, mengalami beberapa perubahan selama perjalanannya.
Pada 1880-an, [[Tolbert Lanston]] menemukan sistem [[sistem Monotype|Monotype typesetting]], yang terdiri atas papan ketik dan mesin [[pengecoran logam|pencetak]] huruf. Pita, yang ditinju dengan papan ketik, kemudian dibaca oleh mesin pencetak yang menghasilkan huruf timah sesuai kombinasi lubang hingga 31 posisi. Pembaca pita ini menggunakan udara bertekanan yang melewati lubang dan diarahkan ke mekanisme tertentu dari mesin pencetak. Sistem ini mulai digunakan secara komersial pada tahun 1897 dan diproduksi hingga tahun 1970-an, mengalami beberapa perubahan selama perjalanannya.


=== Penggunaan modern ===
=== Penggunaan modern ===
Pada abad ke-21, pita berlubang sudah usang kecuali di kalangan [[Retrokomputasi|penggemar komputer retro]]. Dalam aplikasi [[CNC|kendali numerik komputer]] (CNC), meskipun pita kertas telah digantikan oleh [[memori semikonduktor|memori digital]], beberapa sistem modern masih mengukur ukuran program CNC yang tersimpan dalam satuan kaki atau meter, sesuai panjang yang sepadan jika data tersebut benar-benar ditinju di pita kertas.
Pada abad ke-21, pita berlubang sudah usang kecuali di kalangan [[Retrokomputasi|penggemar komputer retro]]. Dalam aplikasi [[CNC|kendali numerik komputer]] (CNC), meskipun pita kertas telah digantikan oleh [[memori semikonduktor|memori digital]], beberapa sistem modern masih mengukur ukuran program CNC yang tersimpan dalam satuan kaki atau meter, sesuai panjang yang sepadan jika data tersebut benar-benar ditinju di pita kertas.<ref>[https://books.google.com/books?id=-2ev3yYwvq0C&pg=PA20 CNC Control Setup for Milling and Turning: Mastering CNC Control Systems]. Industrial Press. 2010. hlm. 20. ISBN 978-0-8311-3350-4.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Bit bucket]]
* [[Bit bucket]]
* [[Book music]]
* [[Book music]]
Baris 25: Baris 24:
* [[Tape library]]
* [[Tape library]]
* [[Zygalski sheets]]
* [[Zygalski sheets]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*[https://web.archive.org/web/20161019020351/http://www.poppyfields.net/filks/00124.html Lagu yang menyebut pita kertas]
*[https://web.archive.org/web/20161019020351/http://www.poppyfields.net/filks/00124.html Lagu yang menyebut pita kertas]
*[https://web.archive.org/web/20040408201444/http://homepages.cwi.nl/~dik/english/codes/punched.html Berbagai media berlubang]
*[https://web.archive.org/web/20040408201444/http://homepages.cwi.nl/~dik/english/codes/punched.html Berbagai media berlubang]
Baris 38: Baris 32:
*[https://www.youtube.com/watch?v=_U9-gFkPVwM Mesin pembuat/pembaca pita kertas GNT 3601 yang berfungsi], [[Musée Bolo]], YouTube
*[https://www.youtube.com/watch?v=_U9-gFkPVwM Mesin pembuat/pembaca pita kertas GNT 3601 yang berfungsi], [[Musée Bolo]], YouTube


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita+berlubang&oldid=28345170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28345170 (2025-11-04T16:32:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita+berlubang&oldid=28345170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28345170 (2025-11-04T16:32:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.26

Pita kertas berlubang lima dan delapan lubang lebar

Pita berlubang atau pita kertas berlubang adalah bentuk penyimpanan data yang terdiri atas pita panjang dari kertas dengan lubang-lubang kecil yang ditinju. Pita ini dikembangkan dan kemudian digunakan bersama kartu berlubang, perbedaannya terletak pada pitanya yang kontinu.

Kartu berlubang, dan rantai kartu berlubang, digunakan untuk mengendalikan alat tenun pada abad ke-18. Penggunaan untuk sistem telegraf dimulai pada tahun 1842. Pita berlubang digunakan sepanjang abad ke-19 dan sebagian besar abad ke-20 untuk alat tenun yang dapat diprogram, komunikasi teleprinter, masukan bagi komputer tahun 1950–an dan 1960–an, dan kemudian sebagai media penyimpanan bagi minikomputer dan mesin perkakas CNC. Selama Perang Dunia II, sistem pita berlubang kecepatan tinggi yang menggunakan metode pembacaan optik digunakan dalam sistem pemecah kode. Pita berlubang juga digunakan untuk mengirim data dalam pembuatan chip memori hanya baca.

Sejarah

Pita kertas berlubang pertama kali digunakan oleh Basile Bouchon pada tahun 1725 untuk mengendalikan alat tenun. Namun, pita kertas ini mahal untuk dibuat, rapuh, dan sulit diperbaiki. Pada tahun 1801, Joseph Marie Jacquard mengembangkan mesin untuk membuat pita kertas dengan mengikat kartu berlubang secara berurutan untuk alat tenun Jacquard. Hasilnya, pita kertas — disebut juga "rantai kartu" — menjadi lebih kuat dan lebih mudah dibuat serta diperbaiki. Hal ini melahirkan konsep komunikasi data bukan sebagai aliran kartu individual, tetapi sebagai satu "kartu kontinu" (atau pita). Pita kertas yang dibuat dari kartu berlubang digunakan luas sepanjang abad ke-19 untuk mengendalikan alat tenun. Banyak operasi bordir profesional masih menyebut individu yang membuat desain dan pola mesin sebagai peninju (punchers) meskipun kartu dan pita kertas berlubang akhirnya ditinggalkan pada tahun 1990–an.

Pada tahun 1842, paten Prancis oleh Claude Seytre menggambarkan perangkat piano otomatis yang membaca data dari gulungan piano berlubang. Sekitar tahun 1900, gulungan musik berlubang lebar untuk piano otomatis digunakan untuk mendistribusikan musik populer ke pasar massal.

Pada tahun 1846, Alexander Bain menggunakan pita berlubang untuk mengirim telegram. Teknologi ini diadopsi oleh Charles Wheatstone pada tahun 1857 untuk sistem Wheatstone yang digunakan untuk persiapan, penyimpanan, dan transmisi data otomatis dalam telegrafi.[1][2]

Pada 1880-an, Tolbert Lanston menemukan sistem Monotype typesetting, yang terdiri atas papan ketik dan mesin pencetak huruf. Pita, yang ditinju dengan papan ketik, kemudian dibaca oleh mesin pencetak yang menghasilkan huruf timah sesuai kombinasi lubang hingga 31 posisi. Pembaca pita ini menggunakan udara bertekanan yang melewati lubang dan diarahkan ke mekanisme tertentu dari mesin pencetak. Sistem ini mulai digunakan secara komersial pada tahun 1897 dan diproduksi hingga tahun 1970-an, mengalami beberapa perubahan selama perjalanannya.

Penggunaan modern

Pada abad ke-21, pita berlubang sudah usang kecuali di kalangan penggemar komputer retro. Dalam aplikasi kendali numerik komputer (CNC), meskipun pita kertas telah digantikan oleh memori digital, beberapa sistem modern masih mengukur ukuran program CNC yang tersimpan dalam satuan kaki atau meter, sesuai panjang yang sepadan jika data tersebut benar-benar ditinju di pita kertas.[3]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. How it was: Paper tapes and punched cards. 13 Oktober 2011.
  2. 3. Cooke and Wheatstone. Distant Writing: A History of the Telegraph Companies in Britain between 1838 and 1868.
  3. CNC Control Setup for Milling and Turning: Mastering CNC Control Systems. Industrial Press. 2010. hlm. 20. ISBN 978-0-8311-3350-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28345170 (2025-11-04T16:32:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.