Super raksasa: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29268387; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:HR-diag-no-text-2.svg|thumb|right|280px|HR-diag-no-text-2]] | |||
'''Super raksasa''' ([[Bahasa inggris|Inggris]]: ''Supergiant'') atau '''Maharaksasa''' adalah [[bintang]] yang sangat masif diluar sana, berkisar antara 10 hingga 70 massa [[Matahari]], dan berdiameter lebih dari 100 kali dan bisa berkisar dari 30.000 hingga ratusan ribu kali lipat radiasi [[Matahari]].<ref>[https://www.dictionary.com/browse/supergiant-star Definition of supergiant star Dictionary.com]. ''www.dictionary.com''.</ref><ref>[https://www.yourdictionary.com/supergiant SUPERGIANT 4 Definitions of Supergiant - YourDictionary]. ''www.yourdictionary.com''.</ref> Mereka menempati wilayah teratas dari diagram [[Diagram Hertzsprung-Russell|Hertzsprung-Russel]]. Super raksasa memiliki [[Magnitudo absolut|magnitudo visual absolut]] antara -3 hingga -8. Mereka sangat bervariasi dalam hal radius, biasanya dari 30 hingga 500, atau bahkan lebih dari 1000 jari-jari [[Matahari]]. Mereka biasanya diamati dalam struktur kosmik muda seperti gugus terbuka, dengan galaksi [[Galaksi spiral|spiral]], dan [[Galaksi tak beraturan|galaksi tidak teratur]]. Juga tidak seperti [[Bintang deret utama|bintang bermassa rendah]] super raksasa cukup besar untuk [[Fusi nuklir|meleburkan unsur]] yang lebih berat dari [[helium]], dan karenanya mereka tidak membubarkan [[Atmosfer benda langit|atmosfer]] mereka sebagai [[Nebula planeter|nebula planet]], sebaliknya, mereka terus membakar elemen yang lebih berat di inti mereka runtuh. Dengan demikian, mereka tidak bisa kehilangan cukup massa untuk mencapai [[katai putih]], karena itu, mereka akan meninggalkan [[bintang neutron]] atau sisa [[lubang hitam]], biasanya setelah ledakan [[Supernova|supernova inti-runtuh]]. Mereka memiliki rentang hidup yang sangat singkat, hidup dari 30 juta hingga hanya beberapa ratus ribu tahun. Super raksasa tampaknya selalu meledak sebagai [[Supernova tipe II|Supernova Tipe II]] di akhir kehidupan mereka,<ref>Fraser Cain. [https://www.universetoday.com/25325/supergiant-star/ Supergiant Star]. ''Universe Today''. 2009-02-12.</ref><ref>[https://nineplanets.org/supergiant-stars/ Supergiant Stars]. ''The Nine Planets''. 2020-06-11.</ref><ref>[https://www.sciencedaily.com/terms/supergiant.htm Supergiant]. ''ScienceDaily''.</ref> dan selalu menghasilkan GRB jangka panjang.<ref>Lynn Jenner. [http://www.nasa.gov/mission_pages/swift/bursts/supergiant-stars.html Dying Supergiant Stars Implicated in Hours-long Gamma-Ray Bursts]. ''NASA''. 2015-07-06.</ref> | |||
[[Super raksasa biru]] jauh lebih panas daripada rekan-rekan merah mereka. Contoh bagus dari [[super raksasa biru]] adalah [[Rigel]], juga di rasi bintang [[Orion (rasi bintang)|Orion]]. [[Rigel]] memiliki 17 kali massa [[Matahari]], dan 66.000 kali luminositas [[Matahari]] - bintang yang paling terang di lingkungannya. Itu tidak sebesar [[super raksasa merah]], dengan hanya 62 kali radius matahari. | Pertama, adalah bintang [[super raksasa merah]]. Ini adalah bintang dengan massa [[Matahari]] berkali-berkali, dan salah satu contoh paling terkenal adalah [[Betelgeuse]], di rasi bintang [[Orion (rasi bintang)|Orion]]. [[Betelgeuse]] memiliki 20 kali massa [[Matahari]], dan mengeluarkan energi sekitar 135.000 kali lebih banyak daripada [[Matahari]]. Itu adalah salah satu dari beberapa [[bintang]] yang pernah memiliki disk mereka dicitrakan ; para astronom memperkirakan bahwa itu 1.000 radius [[Matahari]]. Dengan ukuran itu, [[Betelgeuse]] akan menelan orbit [[Mars]] & [[Jupiter]] di [[Tata Surya]] kita. Para astronom menebak bahwa [[Betelgeuse]] baru berumur 8,5 juta tahun, dan mereka berharap akan meledak sebagai [[supernova]] sekitar 100.000 tahun kedepan. Ketika akhirnya meledak, ledakan [[supernova]] akan seterang [[Bulan]] di langit malam.<ref>Fraser Cain. [https://www.universetoday.com/25325/supergiant-star/ Supergiant Star]. ''Universe Today''. 2009-02-12.</ref> | ||
[[Super raksasa biru]] jauh lebih panas daripada rekan-rekan merah mereka. Contoh bagus dari [[super raksasa biru]] adalah [[Rigel]], juga di rasi bintang [[Orion (rasi bintang)|Orion]]. [[Rigel]] memiliki 17 kali massa [[Matahari]], dan 66.000 kali luminositas [[Matahari]] - bintang yang paling terang di lingkungannya. Itu tidak sebesar [[super raksasa merah]], dengan hanya 62 kali radius matahari.<ref>Fraser Cain. [https://www.universetoday.com/25325/supergiant-star/ Supergiant Star]. ''Universe Today''. 2009-02-12.</ref> | |||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
Bintang-bintang super raksasa bervariasi dalam massa. Mereka biasanya memiliki setidaknya 8 kali massa [[Matahari]] kita, dan luminositas mereka biasanya setidaknya 1.000 kali lebih besar dari [[Matahari]], bahkan mungkin 1 juta lebih besar. Massa hidup bintang sepenuhnya tergantung pada jumlah kehilangan massanya yang bergantung pada sifat [[logam]], dengan [[bintang]] terbesar memiliki masa hidup terpendek. Bintang super raksasa seperti [[Betelgeuse]] biasanya mengalami perubahan kecerahan ( [[Bintang variabel|variabel]] ). Bintang bintang super raksasa yang memiliki [[amplitudo]] berdenyut kecil tidak teratur biasanya adalah [[Cabang raksasa asimtotik|cabang raksasa]] asimtotik. | Bintang-bintang super raksasa bervariasi dalam massa. Mereka biasanya memiliki setidaknya 8 kali massa [[Matahari]] kita, dan luminositas mereka biasanya setidaknya 1.000 kali lebih besar dari [[Matahari]], bahkan mungkin 1 juta lebih besar. Massa hidup bintang sepenuhnya tergantung pada jumlah kehilangan massanya yang bergantung pada sifat [[logam]], dengan [[bintang]] terbesar memiliki masa hidup terpendek.<ref>James Maynard. [https://medium.com/the-cosmic-companion/singing-the-blues-for-supergiant-stars-34d00f343a35 Singing the Blues for Supergiant Stars]. ''Medium''. 2019-05-06.</ref><ref>Philip Massey. [https://iopscience.iop.org/article/10.1088/0004-637X/703/1/420 RED SUPERGIANTS IN THE ANDROMEDA GALAXY (M31)]. ''The Astrophysical Journal''. 2009-08-27. Vol. 703 (1). hlm. 420–440. doi:10.1088/0004-637x/703/1/420.</ref> Bintang super raksasa seperti [[Betelgeuse]] biasanya mengalami perubahan kecerahan ( [[Bintang variabel|variabel]] ).<ref>[https://www.bbc.com/news/science-environment-53218658 Betelgeuse: Nearby 'supernova' star's dimming explained]. ''BBC News''. 2020-06-29.</ref> Bintang bintang super raksasa yang memiliki [[amplitudo]] berdenyut kecil tidak teratur biasanya adalah [[Cabang raksasa asimtotik|cabang raksasa]] asimtotik.<ref>T. Aikawa. [http://dx.doi.org/10.1093/mnras/262.4.893 Irregular small-amplitude pulsations in yellow supergiant star models]. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society''. 1993-06-15. Vol. 262 (4). hlm. 893–900. doi:10.1093/mnras/262.4.893.</ref> | ||
Jari-jarinya tak terkecuali. Ini juga sangat bervariasi. Bintang-bintang super raksasa memiliki radius setidaknya 30 hingga 1.000 kali lebih besar dari [[Matahari]] kita. Mereka cukup besar untuk memulai membakar helium-inti sebelum inti berdegenerasi, tanpa flash dan pengerukan kuat yang biasanya dilalui bintang bermassa rendah. | Jari-jarinya tak terkecuali. Ini juga sangat bervariasi. Bintang-bintang super raksasa memiliki radius setidaknya 30 hingga 1.000 kali lebih besar dari [[Matahari]] kita. Mereka cukup besar untuk memulai membakar helium-inti sebelum inti berdegenerasi, tanpa flash dan pengerukan kuat yang biasanya dilalui bintang bermassa rendah. | ||
Para super raksasa merah terus-menerus menyalakan [[elemen]]-elemen yang lebih berat, sering kali hingga [[besi]]. Saat ini yang terjadi, radius [[bintang]] mengembang, menyebabkan suhunya menurun. Beberapa super raksasa memiliki fase perubahan, sebagai contoh dari super raksasa merah ke [[Super raksasa biru|biru]]. Di akhir hidupnya, super raksasa akan memiliki [[medan magnet]] yang biasanya berputar lambat. Karena mereka begitu masif, mereka selalu berakhir meledak sebagai supernova. | Para super raksasa merah terus-menerus menyalakan [[elemen]]-elemen yang lebih berat, sering kali hingga [[besi]]. Saat ini yang terjadi, radius [[bintang]] mengembang, menyebabkan suhunya menurun.<ref>[https://aasnova.org/2018/01/03/astrophysics-of-red-supergiants/ Astrophysics of Red Supergiants]. ''aasnova.org''.</ref> Beberapa super raksasa memiliki fase perubahan, sebagai contoh dari super raksasa merah ke [[Super raksasa biru|biru]].<ref>Philip Massey. [https://iopscience.iop.org/article/10.1086/379558/meta The Evolution of Massive Stars. I. Red Supergiants in the Magellanic Clouds]. ''The Astronomical Journal''. 2003-12-01. Vol. 126 (6). hlm. 2867. doi:10.1086/379558.</ref> Di akhir hidupnya, super raksasa akan memiliki [[medan magnet]] yang biasanya berputar lambat.<ref>Heidi Korhonen. [http://arxiv.org/abs/1712.05077 Magnetic fields of cool giant and supergiant stars: models versus observations]. ''arXiv:1712.05077 [astro-ph]''. 2017-12-13.</ref> Karena mereka begitu masif, mereka selalu berakhir meledak sebagai supernova. | ||
=== Temperatur === | === Temperatur === | ||
Semua super raksasa datang di semua [[kelas spektrum]] utama dan di seluruh jajaran suhu mulai dari [[Klasifikasi bintang|bintang kelas M]] di sekitar 3.000 sampai 3.450 [[Kelvin|K]], sampai [[Klasifikasi bintang|bintang kelas O]] yang lebih dari 40.000 [[Kelvin|K]]. Atmosfer super raksasa dingin dicirikan oleh medan kecepatan kompleks yang berasal dari proses konveksi dan berdenyut yang belum sepenuhnya dipahami. | Semua super raksasa datang di semua [[kelas spektrum]] utama dan di seluruh jajaran suhu mulai dari [[Klasifikasi bintang|bintang kelas M]] di sekitar 3.000 sampai 3.450 [[Kelvin|K]], sampai [[Klasifikasi bintang|bintang kelas O]] yang lebih dari 40.000 [[Kelvin|K]]. Atmosfer super raksasa dingin dicirikan oleh medan kecepatan kompleks yang berasal dari proses konveksi dan berdenyut yang belum sepenuhnya dipahami.<ref>K. Kravchenko. [http://arxiv.org/abs/1711.08327 Tomography of cool giant and supergiant star atmospheres. I. Validation of the method]. ''Astronomy & Astrophysics''. 2018-02. Vol. 610. hlm. A29. doi:10.1051/0004-6361/201731530.</ref> | ||
Super raksasa sering tidak ditemukan lebih dingin daripada kelas menengah. Ini diharapkan secara teoretis karena mereka akan sangat tidak stabil, tetapi, ada pengecualian potensial di antara bintang-bintang ekstrem seperti [[VX Sagittarii]]. | Super raksasa sering tidak ditemukan lebih dingin daripada kelas menengah. Ini diharapkan secara teoretis karena mereka akan sangat tidak stabil, tetapi, ada pengecualian potensial di antara bintang-bintang ekstrem seperti [[VX Sagittarii]]. | ||
=== Luminositas === | === Luminositas === | ||
Bintang-bintang super raksasa terletak di sekitar [[pita]] horizontal yang menempati seluruh bagian atas [[Diagram Hertzsprung-Russell|diagram HR]], namun ada beberapa variasi di jenis [[spektrum]] yang berbeda. Super raksasa bisa memiliki luminositas hingga ribuan kali [[luminositas]] Matahari. | Bintang-bintang super raksasa terletak di sekitar [[pita]] horizontal yang menempati seluruh bagian atas [[Diagram Hertzsprung-Russell|diagram HR]], namun ada beberapa variasi di jenis [[spektrum]] yang berbeda. Super raksasa bisa memiliki luminositas hingga ribuan kali [[luminositas]] Matahari.<ref>[https://www.thefreedictionary.com/Supergiant+stars Supergiant stars]. ''TheFreeDictionary.com''.</ref> | ||
Variasi ini sebagian disebabkan oleh metode yang berbeda untuk menetapkan kelas [[luminositas]] di tipe [[spektrum]] yang berbeda, dan sebagian karena perbedaan fisik aktual pada bintang. | Variasi ini sebagian disebabkan oleh metode yang berbeda untuk menetapkan kelas [[luminositas]] di tipe [[spektrum]] yang berbeda, dan sebagian karena perbedaan fisik aktual pada bintang. | ||
Semua [[raksasa merah]] lebih besar dan lebih lebih bercahaya daripada bintang [[Deret utama|urutan utama]] dari suhu yang sama. Ini berarti bahwa super raksasa panas terletak di [[pita]] yang relatif sempit diatas bintang-bintang [[deret utama]] yang cerah. | Semua [[raksasa merah]] lebih besar dan lebih lebih bercahaya daripada bintang [[Deret utama|urutan utama]] dari suhu yang sama. Ini berarti bahwa super raksasa panas terletak di [[pita]] yang relatif sempit diatas bintang-bintang [[deret utama]] yang cerah.<ref>[https://nineplanets.org/supergiant-stars/ Supergiant Stars]. ''The Nine Planets''. 2020-06-11.</ref> | ||
== Jenis-jenis == | == Jenis-jenis == | ||
Super raksasa datang dalam berbagai ukuran dan suhu, tetapi umumnya diklasifikasikan sebagai merah atau biru.<ref>© Future Publishing Limited Quay House. [https://www.spaceanswers.com/deep-space/qa-wonders-of-the-universe/ Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine]. ''www.spaceanswers.com''.</ref> | |||
Super raksasa datang dalam berbagai ukuran dan suhu, tetapi umumnya diklasifikasikan sebagai merah atau biru. | |||
=== Super raksasa merah === | === Super raksasa merah === | ||
Super [[Super raksasa merah|raksasa merah]] memiliki massa setidaknya delapan kali [[Matahari]] kita, dan umumnya merupakan [[bintang]] tua yang pernah seukuran serupa dengan [[Matahari]]. Mereka terbentuk ketika sebuah bintang yang lebih dari 10 kali massa [[Matahari]] kita kehabisan bahan bakar [[hidrogen]] di inti, mencegah terjadinya [[Fusi nuklir|fusi]] disana. Ia kemudian mulai roboh tetapi, saat ia melakukannya, [[hidrogen]] di kulit terluarnya memulai [[Fusi nuklir|fusi]] sendiri. Di titik ini seluruh [[bintang]] mengalami [[Fusi nuklir|fusi]] dan membakar seluruh [[hidrogen]]<nowiki/>nya dengan kecepatan yang mencengangkan. Faktanya, mereka dapat membakar semua [[hidrogen]] yang tersisa hanya dalam waktu beberapa juta tahun, dibandingkan dengan beberapa miliar tahun masa hidup [[bintang]]-bintang seperti [[Matahari]] kita. Selama itu mereka akan bersinar setidaknya 100.000 kali lebih terang dari [[Matahari]]. Di akhir hidupnya, bintang super raksasa merah sering meledak sebagai [[supernova]], menghasilkan [[bintang neutron]] atau [[lubang hitam]] dalam prosesnya. | Super [[Super raksasa merah|raksasa merah]] memiliki massa setidaknya delapan kali [[Matahari]] kita, dan umumnya merupakan [[bintang]] tua yang pernah seukuran serupa dengan [[Matahari]]. Mereka terbentuk ketika sebuah bintang yang lebih dari 10 kali massa [[Matahari]] kita kehabisan bahan bakar [[hidrogen]] di inti, mencegah terjadinya [[Fusi nuklir|fusi]] disana. Ia kemudian mulai roboh tetapi, saat ia melakukannya, [[hidrogen]] di kulit terluarnya memulai [[Fusi nuklir|fusi]] sendiri. Di titik ini seluruh [[bintang]] mengalami [[Fusi nuklir|fusi]] dan membakar seluruh [[hidrogen]]<nowiki/>nya dengan kecepatan yang mencengangkan. Faktanya, mereka dapat membakar semua [[hidrogen]] yang tersisa hanya dalam waktu beberapa juta tahun, dibandingkan dengan beberapa miliar tahun masa hidup [[bintang]]-bintang seperti [[Matahari]] kita. Selama itu mereka akan bersinar setidaknya 100.000 kali lebih terang dari [[Matahari]]. Di akhir hidupnya, bintang super raksasa merah sering meledak sebagai [[supernova]], menghasilkan [[bintang neutron]] atau [[lubang hitam]] dalam prosesnya.<ref>© Future Publishing Limited Quay House. [https://www.spaceanswers.com/deep-space/qa-wonders-of-the-universe/ Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine]. ''www.spaceanswers.com''.</ref> | ||
=== Super raksasa biru === | === Super raksasa biru === | ||
Super [[Super raksasa biru|raksasa biru]] jauh lebih panas daripada [[Super raksasa merah]], tetapi umumnya jauh lebih kecil, hanya sekitar 25 kali ukuran [[Matahari]]. Seperti [[raksasa merah]], memiliki umur yang sangat singkat, hanya beberapa juta tahun. Mereka biasanya terbentuk ketika sebuah bintang dengan massa lebih dari 10 kali massa [[Matahari]] yang menuju kehancurannya sendiri memasuki fase pembakaran lambat. Sebuah tim peneliti dari [[KU Leuven]] [[Belgia]] dan [[Universitas Newcastle (NSW)|Universitas Newcastle]] di [[Inggris]] mengkonfirmasi model [[komputer]] yang menunjukkan bahwa hampir semua bintang [[super raksasa biru]] bercahaya karena [[gelombang]] di permukaannya. Namun, [[super raksasa merah]] juga bisa membiru jika laju [[Fusi nuklir|fusi]] nuklirnya sendiri melambat. Faktanya, sebuah [[bintang]] dapat terus menerus beralih antara menjadi [[super raksasa merah]] atau [[super raksasa biru]] selama hidupnya. | Super [[Super raksasa biru|raksasa biru]] jauh lebih panas daripada [[Super raksasa merah]], tetapi umumnya jauh lebih kecil, hanya sekitar 25 kali ukuran [[Matahari]]. Seperti [[raksasa merah]], memiliki umur yang sangat singkat, hanya beberapa juta tahun. Mereka biasanya terbentuk ketika sebuah bintang dengan massa lebih dari 10 kali massa [[Matahari]] yang menuju kehancurannya sendiri memasuki fase pembakaran lambat. Sebuah tim peneliti dari [[KU Leuven]] [[Belgia]] dan [[Universitas Newcastle (NSW)|Universitas Newcastle]] di [[Inggris]] mengkonfirmasi model [[komputer]] yang menunjukkan bahwa hampir semua bintang [[super raksasa biru]] bercahaya karena [[gelombang]] di permukaannya.<ref>James Maynard. [https://medium.com/the-cosmic-companion/singing-the-blues-for-supergiant-stars-34d00f343a35 Singing the Blues for Supergiant Stars]. ''Medium''. 2019-05-06.</ref> Namun, [[super raksasa merah]] juga bisa membiru jika laju [[Fusi nuklir|fusi]] nuklirnya sendiri melambat. Faktanya, sebuah [[bintang]] dapat terus menerus beralih antara menjadi [[super raksasa merah]] atau [[super raksasa biru]] selama hidupnya.<ref>© Future Publishing Limited Quay House. [https://www.spaceanswers.com/deep-space/qa-wonders-of-the-universe/ Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine]. ''www.spaceanswers.com''.</ref> | ||
=== Super raksasa kuning dan putih === | === Super raksasa kuning dan putih === | ||
Diantara dua ekstrem itu menjadi [[super raksasa kuning]] seperti bintang utara, [[Polaris]]. Namun, bintang-bintang seperti ini umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai [[raksasa merah]], bukan [[Super raksasa biru|biru]] atau [[Super raksasa kuning|kuning]]. [[Super raksasa kuning]] sangat jarang, fase ini hanya berlangsung sekitar 10.000-100.000 tahun sebelum berubah menjadi [[super raksasa merah]]. Sedangkan [[super raksasa putih]] adalah bintang spektrum kelas F. Ini biasanya super raksasa yang lebih tua yang berayun diantara fase [[Super raksasa biru|biru]] dan [[Super raksasa merah|merah]] saat mereka mengonsumsi elemen melalui fusi di intinya. | Diantara dua ekstrem itu menjadi [[super raksasa kuning]] seperti bintang utara, [[Polaris]]. Namun, bintang-bintang seperti ini umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai [[raksasa merah]], bukan [[Super raksasa biru|biru]] atau [[Super raksasa kuning|kuning]]. [[Super raksasa kuning]] sangat jarang, fase ini hanya berlangsung sekitar 10.000-100.000 tahun sebelum berubah menjadi [[super raksasa merah]].<ref>[https://skyandtelescope.org/astronomy-news/supergiant-star-caught-fleeing-through-another-galaxy/ Supergiant Star Caught Fleeing In Another Galaxy]. ''Sky & Telescope''. 2018-04-06.</ref> Sedangkan [[super raksasa putih]] adalah bintang spektrum kelas F. Ini biasanya super raksasa yang lebih tua yang berayun diantara fase [[Super raksasa biru|biru]] dan [[Super raksasa merah|merah]] saat mereka mengonsumsi elemen melalui fusi di intinya.<ref>© Future Publishing Limited Quay House. [https://www.spaceanswers.com/deep-space/qa-wonders-of-the-universe/ Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine]. ''www.spaceanswers.com''.</ref><ref>[https://ui.adsabs.harvard.edu/#abs/1986ARA&A..24..329C/abstract NASA/ADS]. ''ui.adsabs.harvard.edu''.</ref> | ||
==== Super raksasa lainnya ==== | ==== Super raksasa lainnya ==== | ||
Kelas super raksasa baru yang diusulkan adalah [[Super raksasa berdenyut cepat kuning]] (FYPSs). Bintang super raksasa yang mungkin masih menjadi hipotetis adalah [[Objek Thorne–Żytkow|Objek Thorne-Żytkow]], bintang hipotetis yang tercipta ketika sebuah [[bintang neutron]] padat ditelan oleh bintang super raksasa yang mengembang, tetapi para [[astronom]] masih belum yakin jika mereka menemukannya. Super raksasa lainnya adalah [[cabang raksasa asimtotik]] ( [[Cabang raksasa asimtotik|AGB]] ), sebuah [[bintang]] bermassa rendah dan menengah (<8 massa [[Matahari]] ) di akhir hidupnya. Di diagram [[Diagram Hertzsprung-Russell|Hertzprung-Russel]], bintang [[Cabang raksasa asimtotik|AGB]] biasanya didominasi oleh [[Raksasa merah|raksasa]] merah. | Kelas super raksasa baru yang diusulkan adalah [[Super raksasa berdenyut cepat kuning]] (FYPSs).<ref>[https://physicsworld.com/a/new-class-of-supergiant-stars-could-explain-missing-supernova-progenitors/ New class of supergiant stars could explain missing supernova progenitors]. ''Physics World''. 2020-09-23.</ref> Bintang super raksasa yang mungkin masih menjadi hipotetis adalah [[Objek Thorne–Żytkow|Objek Thorne-Żytkow]], bintang hipotetis yang tercipta ketika sebuah [[bintang neutron]] padat ditelan oleh bintang super raksasa yang mengembang, tetapi para [[astronom]] masih belum yakin jika mereka menemukannya.<ref>[https://www.discovermagazine.com/the-sciences/thorne-zytkow-objects-when-a-supergiant-star-swallows-a-dead-star Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star]. ''Discover Magazine''.</ref> Super raksasa lainnya adalah [[cabang raksasa asimtotik]] ( [[Cabang raksasa asimtotik|AGB]] ), sebuah [[bintang]] bermassa rendah dan menengah (<8 massa [[Matahari]] ) di akhir hidupnya. Di diagram [[Diagram Hertzsprung-Russell|Hertzprung-Russel]], bintang [[Cabang raksasa asimtotik|AGB]] biasanya didominasi oleh [[Raksasa merah|raksasa]] merah.<ref>[https://cronodon.com/SpaceTech/Supergiant.html Supergiant Stars]. ''cronodon.com''.</ref><ref>Nikos Prantzos. [https://doi.org/10.1007/978-3-642-11274-4_125 Encyclopedia of Astrobiology]. Springer. 2011. hlm. 117–118. doi:10.1007/978-3-642-11274-4_125. ISBN 978-3-642-11274-4.</ref> | ||
== Evolusi == | == Evolusi == | ||
Bintang yang sangat besar dan masif membakar bahan bakarnya jauh lebih cepat daripada bintang yang lebih kecil. Selain itu, ketika bintang yang lebih masif menjadi [[raksasa merah]], mereka menjadi sangat terang dan besar dan akhirnya menjadi super raksasa. Bintang [[deret utama]] masif akan berkembang lebih jauh menjadi bintang super raksasa. Super raksasa adalah bintang paling masif. | Bintang yang sangat besar dan masif membakar bahan bakarnya jauh lebih cepat daripada bintang yang lebih kecil. Selain itu, ketika bintang yang lebih masif menjadi [[raksasa merah]], mereka menjadi sangat terang dan besar dan akhirnya menjadi super raksasa. Bintang [[deret utama]] masif akan berkembang lebih jauh menjadi bintang super raksasa. Super raksasa adalah bintang paling masif.<ref>[https://www.sciencedaily.com/terms/supergiant.htm Supergiant]. ''ScienceDaily''.</ref><ref>[https://www.schoolsobservatory.org/learn/astro/stars/cycle Life Cycle of a Star National Schools' Observatory]. ''www.schoolsobservatory.org''.</ref><ref>[https://www.astronomynotes.com/evolutn/s5.htm Lives and Deaths of Stars]. ''www.astronomynotes.com''.</ref> | ||
Super raksasa dan [[Bintang raksasa|raksasa]] terbentuk ketika sebuah bintang kehabisan [[hidrogen]] dan mulai membakar [[helium]]. Super raksasa mengonsumsi bahan bakar [[hidrogen]] dengan sangat cepat dan akan mengonsumsi semua bahan bakar di intinya hanya dalam beberapa juta tahun. Umur pasti sebuah bintang sangat bergantung pada ukurannya. Akan tetapi, pada akhirnya, bahan bakar [[hidrogen]] yang menggerakan [[reaksi nuklir]] didalam [[bintang]] akan mulai habis, dan mereka akan memasuki fase akhir hidupnya. Seiring waktu, [[inti]] bintang roboh dan semakin panas, panas yang dihasilkan kemudian menyebabkan lapisan luar [[bintang]] mengembang ke luar. Inti berkontraksi saat lapisan luar mengembang. Mereka juga kehilangan massa dengan sangat efektif, menghasilkan ledakan dan angin yang dramatis seiring bertambahnya usia. | Super raksasa dan [[Bintang raksasa|raksasa]] terbentuk ketika sebuah bintang kehabisan [[hidrogen]] dan mulai membakar [[helium]]. Super raksasa mengonsumsi bahan bakar [[hidrogen]] dengan sangat cepat dan akan mengonsumsi semua bahan bakar di intinya hanya dalam beberapa juta tahun. Umur pasti sebuah bintang sangat bergantung pada ukurannya. Akan tetapi, pada akhirnya, bahan bakar [[hidrogen]] yang menggerakan [[reaksi nuklir]] didalam [[bintang]] akan mulai habis, dan mereka akan memasuki fase akhir hidupnya. Seiring waktu, [[inti]] bintang roboh dan semakin panas, panas yang dihasilkan kemudian menyebabkan lapisan luar [[bintang]] mengembang ke luar. Inti berkontraksi saat lapisan luar mengembang. Mereka juga kehilangan massa dengan sangat efektif, menghasilkan ledakan dan angin yang dramatis seiring bertambahnya usia.<ref>[https://www.schoolsobservatory.org/learn/astro/stars/cycle Life Cycle of a Star National Schools' Observatory]. ''www.schoolsobservatory.org''.</ref><ref>[https://astrobackyard.com/types-of-stars/ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts]. ''AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials''.</ref><ref>[https://www.enchantedlearning.com/subjects/astronomy/stars/startypes.shtml Star Classification - Zoom Astronomy]. ''www.enchantedlearning.com''.</ref> | ||
Bintang yang lahir antara 8 dan antara 25 dan 30 massa [[Matahari]] mengembang sedemikian rupa sehingga permukaannya menjadi dingin, dan [[bintang]] menjadi [[Super raksasa merah]]. Ini akan berkembang menjadi sekitar 1.500 kali jari-jari [[Matahari]]. Baik [[Raksasa merah]] dan [[Super raksasa merah]] menurunkan suhu permukaan hingga sekitar 3.500 K. Ini karena energi yang tersebar di area permukaan yang lebih besar. | Bintang yang lahir antara 8 dan antara 25 dan 30 massa [[Matahari]] mengembang sedemikian rupa sehingga permukaannya menjadi dingin, dan [[bintang]] menjadi [[Super raksasa merah]]. Ini akan berkembang menjadi sekitar 1.500 kali jari-jari [[Matahari]]. Baik [[Raksasa merah]] dan [[Super raksasa merah]] menurunkan suhu permukaan hingga sekitar 3.500 K. Ini karena energi yang tersebar di area permukaan yang lebih besar.<ref>[https://observatory.astro.utah.edu/Stars.html Stars]. ''observatory.astro.utah.edu''.</ref><ref>[https://courses.lumenlearning.com/astronomy/chapter/the-evolution-of-more-massive-stars/ The Evolution of More Massive Stars Astronomy]. ''courses.lumenlearning.com''.</ref><ref>Ken Croswell. [https://www.pnas.org/content/117/3/1240 Inner Workings: A massive star dies without a bang, revealing the sensitive nature of supernovae]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2020-01-21. Vol. 117 (3). hlm. 1240–1242. doi:10.1073/pnas.1920319116.</ref> | ||
Lapisan terluar [[bintang]] dengan massa lebih besar dari sekitar 8 massa [[Matahari]] memiliki berat yang cukup untuk memampatkan inti karbon-oksigen sehingga menjadi cukup panas untuk memicu fusi inti karbon. Saat helium habis di inti, ia sampai tekanan luar fusi [[Karbon]] bisa menahan gaya [[gravitasi]] kedalam. Karbon dan oksigen melebur menjadi [[magnesium]], neon, dan elemen berat lainnya dan tekanan radiasi ekstra ini menyebabkan bintang-bintang ini berkembang lebih jauh, menjadi [[super raksasa merah]] atau biru. | Lapisan terluar [[bintang]] dengan massa lebih besar dari sekitar 8 massa [[Matahari]] memiliki berat yang cukup untuk memampatkan inti karbon-oksigen sehingga menjadi cukup panas untuk memicu fusi inti karbon.<ref>[https://courses.lumenlearning.com/astronomy/chapter/the-evolution-of-more-massive-stars/ The Evolution of More Massive Stars Astronomy]. ''courses.lumenlearning.com''.</ref> Saat helium habis di inti, ia sampai tekanan luar fusi [[Karbon]] bisa menahan gaya [[gravitasi]] kedalam. Karbon dan oksigen melebur menjadi [[magnesium]], neon, dan elemen berat lainnya dan tekanan radiasi ekstra ini menyebabkan bintang-bintang ini berkembang lebih jauh, menjadi [[super raksasa merah]] atau biru. | ||
Super [[Super raksasa merah|raksasa merah]] terkadang bisa berkontraksi karena elemen yang berbeda bisa melebur di inti dengan kecepatan berbeda. Ketika berkontraksi, mereka menjadi lebih panas dan karena itu lebih [[Raksasa biru|biru]], dan mereka kemudian dikenal sebagai [[super raksasa biru]]. Bintang-bintang paling masif berevolusi langsung menjadi [[super raksasa biru]] tetapi banyak [[bintang]] berosilasi diantara dua fase tersebut. Sementara itu, [[super raksasa kuning]] berada dalam fase ''YSG'' ( ''Yellow Supergiant'' ; [[Super raksasa kuning]] ), setelah fase ini ia bisa menjadi [[Super raksasa merah|super raksasa]] merah. | Super [[Super raksasa merah|raksasa merah]] terkadang bisa berkontraksi karena elemen yang berbeda bisa melebur di inti dengan kecepatan berbeda. Ketika berkontraksi, mereka menjadi lebih panas dan karena itu lebih [[Raksasa biru|biru]], dan mereka kemudian dikenal sebagai [[super raksasa biru]]. Bintang-bintang paling masif berevolusi langsung menjadi [[super raksasa biru]] tetapi banyak [[bintang]] berosilasi diantara dua fase tersebut. Sementara itu, [[super raksasa kuning]] berada dalam fase ''YSG'' ( ''Yellow Supergiant'' ; [[Super raksasa kuning]] ), setelah fase ini ia bisa menjadi [[Super raksasa merah|super raksasa]] merah.<ref>[http://www.thestargarden.co.uk/Neutron-stars.html Supergiants, Supernova, and Neutron Stars]. ''The Star Garden''. 2017-10-26.</ref><ref>[https://simple-cosmos-official.fandom.com/wiki/Yellow_Supergiants Yellow Supergiants]. ''Simple Cosmos Official Wiki''.</ref> | ||
Setelah fusi [[karbon]], inti [[bintang]] semakin runtuh karena elemen yang lebih berat menyatu. Lebih banyak energi ( disediakan oleh gaya [[gravitasi]] di inti ) dibutuhkan untuk membakar elemen yang lebih berat hingga [[Besi]] tercapai. | Setelah fusi [[karbon]], inti [[bintang]] semakin runtuh karena elemen yang lebih berat menyatu. Lebih banyak energi ( disediakan oleh gaya [[gravitasi]] di inti ) dibutuhkan untuk membakar elemen yang lebih berat hingga [[Besi]] tercapai. | ||
Di [[super raksasa merah]] [[Fusi nuklir|fusi]] tidak berhenti. [[Atom]] yang lebih ringan melebur menjadi [[atom]] yang lebih berat, akhirnya [[atom]] besi terbentuk. [[Besi]], bagaimanapun, adalah titik akhir dari proses ini. Di titik ini, tidak ada cukup energi untuk meleburkan [[Besi]]. Fusi [[atom]] besi menghasilkan produk yang lebih masif daripada inti yang difusi dan oleh karena itu proses tersebut menghasilkan energi, sebagai lawan dari pelepasan [[energi]], yang telah dilakukan oleh semua reaksi fusi hingga saat ini. | Di [[super raksasa merah]] [[Fusi nuklir|fusi]] tidak berhenti. [[Atom]] yang lebih ringan melebur menjadi [[atom]] yang lebih berat, akhirnya [[atom]] besi terbentuk. [[Besi]], bagaimanapun, adalah titik akhir dari proses ini. Di titik ini, tidak ada cukup energi untuk meleburkan [[Besi]]. Fusi [[atom]] besi menghasilkan produk yang lebih masif daripada inti yang difusi dan oleh karena itu proses tersebut menghasilkan energi, sebagai lawan dari pelepasan [[energi]], yang telah dilakukan oleh semua reaksi fusi hingga saat ini.<ref>[https://courses.lumenlearning.com/astronomy/chapter/the-evolution-of-more-massive-stars/ The Evolution of More Massive Stars Astronomy]. ''courses.lumenlearning.com''.</ref><ref>[https://flexbooks.ck12.org/cbook/ck-12-middle-school-earth-science-flexbook-2.0/section/23.7/primary/lesson/supergiants-and-supernovas-ms-es Supergiants and Supernovas].</ref> | ||
Ketika intinya roboh, memicu gelombang [[neutrino]] yang meluncurkan [[supernova]] raksasa. Ketika bintang super raksasa mati, mereka menjadi [[supernova]]. Energi luar biasa yang dilepaskan menggabungkan [[atom]]-atom berat. Unsur-unsur yang lebih berat dari besi terbentuk dalam [[supernova]], termasuk [[emas]], [[perak]], dan [[uranium]]. Supernova bisa secerah seluruh [[galaksi]], tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Setelah debu hilang, satu-satunya yang tersisa adalah [[bintang]] sangat padat yang dikenal sebagai [[bintang neutron]], seringkali bisa berputar cepat dan dikenal sebagai [[pulsar]]. Jika bintang sangat besar, ia bahkan bisa membentuk [[lubang hitam]]. Di [[super raksasa biru]], biasanya meledak sebagai [[supernova runtuh-inti]], dimana ledakan [[supernova]] energik yang dihasilkan dapat menyebabkan berbagai macam [[kurva cahaya]], dari tipe II, hingga kejadian super-bercahaya. | Ketika intinya roboh, memicu gelombang [[neutrino]] yang meluncurkan [[supernova]] raksasa.<ref>Ken Croswell. [https://www.pnas.org/content/117/3/1240 Inner Workings: A massive star dies without a bang, revealing the sensitive nature of supernovae]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2020-01-21. Vol. 117 (3). hlm. 1240–1242. doi:10.1073/pnas.1920319116.</ref> Ketika bintang super raksasa mati, mereka menjadi [[supernova]]. Energi luar biasa yang dilepaskan menggabungkan [[atom]]-atom berat. Unsur-unsur yang lebih berat dari besi terbentuk dalam [[supernova]], termasuk [[emas]], [[perak]], dan [[uranium]]. Supernova bisa secerah seluruh [[galaksi]], tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Setelah debu hilang, satu-satunya yang tersisa adalah [[bintang]] sangat padat yang dikenal sebagai [[bintang neutron]], seringkali bisa berputar cepat dan dikenal sebagai [[pulsar]]. Jika bintang sangat besar, ia bahkan bisa membentuk [[lubang hitam]].<ref>[https://www.schoolsobservatory.org/learn/astro/stars/cycle Life Cycle of a Star National Schools' Observatory]. ''www.schoolsobservatory.org''.</ref><ref>[https://www.enchantedlearning.com/subjects/astronomy/stars/startypes.shtml Star Classification - Zoom Astronomy]. ''www.enchantedlearning.com''.</ref><ref>[https://observatory.astro.utah.edu/Stars.html Stars]. ''observatory.astro.utah.edu''.</ref><ref>[https://flexbooks.ck12.org/cbook/ck-12-middle-school-earth-science-flexbook-2.0/section/23.7/primary/lesson/supergiants-and-supernovas-ms-es Supergiants and Supernovas].</ref> Di [[super raksasa biru]], biasanya meledak sebagai [[supernova runtuh-inti]], dimana ledakan [[supernova]] energik yang dihasilkan dapat menyebabkan berbagai macam [[kurva cahaya]], dari tipe II, hingga kejadian super-bercahaya.<ref>Tobias Fischer. [http://dx.doi.org/10.1038/s41550-018-0583-0 Quark deconfinement as a supernova explosion engine for massive blue supergiant stars]. ''Nature Astronomy''. 2018-10-22. Vol. 2 (12). hlm. 980–986. doi:10.1038/s41550-018-0583-0.</ref> | ||
== Kelimpahan bahan kimia == | == Kelimpahan bahan kimia == | ||
| Baris 66: | Baris 67: | ||
Super raksasa yang lebih ganas umumnya memiliki tingkat pengayaan [[nitrogen]] yang berbeda. Ini mungkin karena tingkat pencampuran yang berbeda di urutan utama karena rotasi atau fase lainnya. | Super raksasa yang lebih ganas umumnya memiliki tingkat pengayaan [[nitrogen]] yang berbeda. Ini mungkin karena tingkat pencampuran yang berbeda di urutan utama karena rotasi atau fase lainnya. | ||
Bintang super raksasa pasca-merah memiliki tingkat nitrogen yang relatif lebih tinggi terhadap [[karbon]] karena konveksi bahan yang diproses CNO ke permukaan dan hilangnya lapisan terluar. | Bintang super raksasa pasca-merah memiliki tingkat nitrogen yang relatif lebih tinggi terhadap [[karbon]] karena konveksi bahan yang diproses CNO ke permukaan dan hilangnya lapisan terluar.<ref>[https://nineplanets.org/supergiant-stars/ Supergiant Stars]. ''The Nine Planets''. 2020-06-11.</ref> | ||
== Super raksasa yang terkenal == | == Super raksasa yang terkenal == | ||
Bintang super raksasa adalah salah satu [[bintang]] terbesar di alam semesta (setelah [[Hiper raksasa|bintang hiper raksasa]] ). Mereka biasanya memiliki ukuran hingga lebih 1000x [[Matahari]]. Super raksasa adalah bintang yang kehabisan hidrogen dan mulai membakar helium.<ref>[https://astrobackyard.com/types-of-stars/ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts]. ''AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials''.</ref> | |||
Bintang super raksasa adalah salah satu [[bintang]] terbesar di alam semesta (setelah [[Hiper raksasa|bintang hiper raksasa]] ). Mereka biasanya memiliki ukuran hingga lebih 1000x [[Matahari]]. Super raksasa adalah bintang yang kehabisan hidrogen dan mulai membakar helium. | |||
=== Super raksasa merah === | === Super raksasa merah === | ||
Super raksasa merah biasanya diklasifikasikan K-M dan kelas luminositas I: | Super raksasa merah biasanya diklasifikasikan K-M dan kelas luminositas I:<ref>[https://www.sciencedaily.com/terms/red_supergiant.htm Red supergiant star]. ''ScienceDaily''.</ref> | ||
* [[Betelgeuse]] (Alpha Orionis), terletak di rasi bintang [[Orion]]. Memiliki lebar 900 kali lipat Matahari dan luminositas 100.000 kali lipat. | * [[Betelgeuse]] (Alpha Orionis), terletak di rasi bintang [[Orion]]. Memiliki lebar 900 kali lipat Matahari dan luminositas 100.000 kali lipat.<ref>Mike Wall 01 July 2020. [https://www.space.com/betelgeuse-red-giant-star-dimming-starspots.html Betelgeuse's weird dimming caused by gigantic starspots]. ''Space.com''.</ref><ref>Ravinder Banyal. [https://science.thewire.in/the-sciences/betelgeuse-dimming-stellar-lifecycle-hypotheses/ Why Did Betelgeuse Dim?]. ''The Wire Science''. 2020-04-09.</ref> | ||
* [[Antares]] (Alpha Scorpii), terletak di rasi bintang [[Scorpio]]. Memiliki diameter 700 kali lipat Matahari, dan luminositas 2,754 kali lebih terang. | * [[Antares]] (Alpha Scorpii), terletak di rasi bintang [[Scorpio]]. Memiliki diameter 700 kali lipat Matahari, dan luminositas 2,754 kali lebih terang.<ref>Elizabeth Howell 18 August 2017. [https://www.space.com/21905-antares.html Antares: Red Star at the End of Its Life]. ''Space.com''.</ref> | ||
* [[UY Scuti]], terletak di rasi bintang [[Scutum]]. Memiliki jari-jari 755 kali lipat Matahari (sebelumnya 1708 jari-jari Matahari). | * [[UY Scuti]], terletak di rasi bintang [[Scutum]]. Memiliki jari-jari 755 kali lipat Matahari (sebelumnya 1708 jari-jari Matahari). | ||
* [[Mu Cephei]] | * [[Mu Cephei]] | ||
* [[6 Geminorum]] | * [[6 Geminorum]]<ref>[https://simple-cosmos-official.fandom.com/wiki/Category:Red_Supergiant Red Supergiant]. ''Simple Cosmos Official Wiki''.</ref> | ||
* [[AH Scorpii]] | * [[AH Scorpii]] | ||
* [[BC Cygni]] | * [[BC Cygni]] | ||
| Baris 91: | Baris 91: | ||
=== Super raksasa biru === | === Super raksasa biru === | ||
Dikenal secara ilmiah sebagai super raksasa OB, dan umumnya memiliki klasifikasi luminositas I, dan klasifikasi spektrum B9 atau sebelumnya:<ref>[https://astrobackyard.com/types-of-stars/ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts]. ''AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials''.</ref> | |||
* [[Rigel]] (Beta Orionis), terletak di rasi bintang [[Orion]]. Memiliki radius 78,9 ± 7,4 kali lipat Matahari, dan luminositas 47.000 kali Matahari.<ref>Pengembara Angkasa. [https://langitselatan.com/2015/01/13/mengapa-rigel-tidak-diberi-nama-alpha-orionis/ Mengapa Rigel Tidak Diberi Nama Alpha Orionis?]. ''langitselatan''. 2015-01-13.</ref><ref>Elizabeth Howell 18 March 2019. [https://www.space.com/22872-rigel.html Rigel: Orion's Brightest Star]. ''Space.com''.</ref> | |||
* [[4U 1700-37]]<ref>[https://simple-cosmos-official.fandom.com/wiki/Blue_Supergiants Blue Supergiants]. ''Simple Cosmos Official Wiki''.</ref> | |||
* [[Rigel]] (Beta Orionis), terletak di rasi bintang [[Orion]]. Memiliki radius 78,9 ± 7,4 kali lipat Matahari, dan luminositas 47.000 kali Matahari. | |||
* [[4U 1700-37]] | |||
* [[15 Sagittarii]] | * [[15 Sagittarii]] | ||
* [[19 Cephei]] | * [[19 Cephei]] | ||
* [[ABV]] | * [[ABV]] | ||
* [[Alnitak]] | * [[Alnitak]] | ||
| Baris 125: | Baris 124: | ||
=== Super raksasa kuning === | === Super raksasa kuning === | ||
Biasanya diklasifikasikan tipe spektrum F atau G, kelas luminositas e.g. Ia atau Ib: | Biasanya diklasifikasikan tipe spektrum F atau G, kelas luminositas e.g. Ia atau Ib: | ||
* [[Polaris]] (α Ursae Minoris), terletak di rasi bintang [[Ursa Mayor]] dan merupakan sistem tiga bintang yang terdiri dari Polaris Aa, Polaris Ab, dan Polaris B. Polaris berdiameter 44 juta mil/ 70 juta. | * [[Polaris]] (α Ursae Minoris), terletak di rasi bintang [[Ursa Mayor]] dan merupakan sistem tiga bintang yang terdiri dari Polaris Aa, Polaris Ab, dan Polaris B. Polaris berdiameter 44 juta mil/ 70 juta.<ref>[https://nineplanets.org/polaris-α-ursae-minoris/ Polaris (α Ursae Minoris) Facts, Information, History & Definition]. ''The Nine Planets''. 2020-01-20.</ref> | ||
* [[HD 50975]] | * [[HD 50975]] | ||
* [[HD 101947]], terletak di [[gugus terbuka]] [[Stock 14]]. | * [[HD 101947]], terletak di [[gugus terbuka]] [[Stock 14]].<ref>W. Eichendorf. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1979A&A....77..227E/abstract The yellow supergiant HD 101947 - a Cepheid with 125 days period?]. ''Astronomy and Astrophysics''. 1979-08. Vol. 77. hlm. 227–232.</ref> | ||
* [[V810 Centauri]], terletak di rasi bintang [[Sentaurus (rasi bintang)|Sentaurus]]. Memiliki diameter 81,93 kkali lebih besar dari Matahari. | * [[V810 Centauri]], terletak di rasi bintang [[Sentaurus (rasi bintang)|Sentaurus]]. Memiliki diameter 81,93 kkali lebih besar dari Matahari.<ref>[https://www.universeguide.com/star/57175/v810centauri V810 Centauri]. ''Universe Guide''.</ref> | ||
* [[9 Pegasi]] | * [[9 Pegasi]]<ref>[https://simple-cosmos-official.fandom.com/wiki/Yellow_Supergiants Yellow Supergiants]. ''Simple Cosmos Official Wiki''.</ref> | ||
* [[14 Persei]] | * [[14 Persei]] | ||
* [[Alpha Aquarii]] | * [[Alpha Aquarii]] | ||
| Baris 173: | Baris 171: | ||
* [[Zeta Monocerotis]] | * [[Zeta Monocerotis]] | ||
* [[V378 Normae]] | * [[V378 Normae]] | ||
* [[V1057 Cygni]] | * [[V1057 Cygni]] | ||
* [[W Sagittarii]] | * [[W Sagittarii]] | ||
* [[X Crucis]] | * [[X Crucis]] | ||
=== Super raksasa putih === | === Super raksasa putih === | ||
Biasanya memiliki tipe spektrum F:<ref>[https://www.conservapedia.com/Supergiant Supergiant - Conservapedia]. ''www.conservapedia.com''.</ref> | |||
* [[Deneb]]<ref>[https://simple-cosmos-official.fandom.com/wiki/Category:White_Supergiant White Supergiant]. ''Simple Cosmos Official Wiki''.</ref> | |||
* [[Deneb]] | |||
* [[6 Cassiopeiae]] | * [[6 Cassiopeiae]] | ||
* [[HD 21389]] | * [[HD 21389]] | ||
| Baris 195: | Baris 192: | ||
=== Objek Thorne-Zytkow === | === Objek Thorne-Zytkow === | ||
Beberapa [[Objek Thorne–Zytkow|objek Thorne-Zytkow]] adalah super raksasa: | Beberapa [[Objek Thorne–Zytkow|objek Thorne-Zytkow]] adalah super raksasa: | ||
* [[HV 2112]] | * [[HV 2112]] | ||
== Lihat Juga == | == Lihat Juga == | ||
* [[Raksasa merah]] | * [[Raksasa merah]] | ||
* [[Super raksasa merah]] | * [[Super raksasa merah]] | ||
| Baris 212: | Baris 204: | ||
* [[Hyper Raksasa]] | * [[Hyper Raksasa]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Super+raksasa&oldid=29268387 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29268387 (2026-05-24T21:56:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 13.57
Super raksasa (Inggris: Supergiant) atau Maharaksasa adalah bintang yang sangat masif diluar sana, berkisar antara 10 hingga 70 massa Matahari, dan berdiameter lebih dari 100 kali dan bisa berkisar dari 30.000 hingga ratusan ribu kali lipat radiasi Matahari.[1][2] Mereka menempati wilayah teratas dari diagram Hertzsprung-Russel. Super raksasa memiliki magnitudo visual absolut antara -3 hingga -8. Mereka sangat bervariasi dalam hal radius, biasanya dari 30 hingga 500, atau bahkan lebih dari 1000 jari-jari Matahari. Mereka biasanya diamati dalam struktur kosmik muda seperti gugus terbuka, dengan galaksi spiral, dan galaksi tidak teratur. Juga tidak seperti bintang bermassa rendah super raksasa cukup besar untuk meleburkan unsur yang lebih berat dari helium, dan karenanya mereka tidak membubarkan atmosfer mereka sebagai nebula planet, sebaliknya, mereka terus membakar elemen yang lebih berat di inti mereka runtuh. Dengan demikian, mereka tidak bisa kehilangan cukup massa untuk mencapai katai putih, karena itu, mereka akan meninggalkan bintang neutron atau sisa lubang hitam, biasanya setelah ledakan supernova inti-runtuh. Mereka memiliki rentang hidup yang sangat singkat, hidup dari 30 juta hingga hanya beberapa ratus ribu tahun. Super raksasa tampaknya selalu meledak sebagai Supernova Tipe II di akhir kehidupan mereka,[3][4][5] dan selalu menghasilkan GRB jangka panjang.[6]
Pertama, adalah bintang super raksasa merah. Ini adalah bintang dengan massa Matahari berkali-berkali, dan salah satu contoh paling terkenal adalah Betelgeuse, di rasi bintang Orion. Betelgeuse memiliki 20 kali massa Matahari, dan mengeluarkan energi sekitar 135.000 kali lebih banyak daripada Matahari. Itu adalah salah satu dari beberapa bintang yang pernah memiliki disk mereka dicitrakan ; para astronom memperkirakan bahwa itu 1.000 radius Matahari. Dengan ukuran itu, Betelgeuse akan menelan orbit Mars & Jupiter di Tata Surya kita. Para astronom menebak bahwa Betelgeuse baru berumur 8,5 juta tahun, dan mereka berharap akan meledak sebagai supernova sekitar 100.000 tahun kedepan. Ketika akhirnya meledak, ledakan supernova akan seterang Bulan di langit malam.[7]
Super raksasa biru jauh lebih panas daripada rekan-rekan merah mereka. Contoh bagus dari super raksasa biru adalah Rigel, juga di rasi bintang Orion. Rigel memiliki 17 kali massa Matahari, dan 66.000 kali luminositas Matahari - bintang yang paling terang di lingkungannya. Itu tidak sebesar super raksasa merah, dengan hanya 62 kali radius matahari.[8]
Karakteristik
Bintang-bintang super raksasa bervariasi dalam massa. Mereka biasanya memiliki setidaknya 8 kali massa Matahari kita, dan luminositas mereka biasanya setidaknya 1.000 kali lebih besar dari Matahari, bahkan mungkin 1 juta lebih besar. Massa hidup bintang sepenuhnya tergantung pada jumlah kehilangan massanya yang bergantung pada sifat logam, dengan bintang terbesar memiliki masa hidup terpendek.[9][10] Bintang super raksasa seperti Betelgeuse biasanya mengalami perubahan kecerahan ( variabel ).[11] Bintang bintang super raksasa yang memiliki amplitudo berdenyut kecil tidak teratur biasanya adalah cabang raksasa asimtotik.[12]
Jari-jarinya tak terkecuali. Ini juga sangat bervariasi. Bintang-bintang super raksasa memiliki radius setidaknya 30 hingga 1.000 kali lebih besar dari Matahari kita. Mereka cukup besar untuk memulai membakar helium-inti sebelum inti berdegenerasi, tanpa flash dan pengerukan kuat yang biasanya dilalui bintang bermassa rendah.
Para super raksasa merah terus-menerus menyalakan elemen-elemen yang lebih berat, sering kali hingga besi. Saat ini yang terjadi, radius bintang mengembang, menyebabkan suhunya menurun.[13] Beberapa super raksasa memiliki fase perubahan, sebagai contoh dari super raksasa merah ke biru.[14] Di akhir hidupnya, super raksasa akan memiliki medan magnet yang biasanya berputar lambat.[15] Karena mereka begitu masif, mereka selalu berakhir meledak sebagai supernova.
Temperatur
Semua super raksasa datang di semua kelas spektrum utama dan di seluruh jajaran suhu mulai dari bintang kelas M di sekitar 3.000 sampai 3.450 K, sampai bintang kelas O yang lebih dari 40.000 K. Atmosfer super raksasa dingin dicirikan oleh medan kecepatan kompleks yang berasal dari proses konveksi dan berdenyut yang belum sepenuhnya dipahami.[16]
Super raksasa sering tidak ditemukan lebih dingin daripada kelas menengah. Ini diharapkan secara teoretis karena mereka akan sangat tidak stabil, tetapi, ada pengecualian potensial di antara bintang-bintang ekstrem seperti VX Sagittarii.
Luminositas
Bintang-bintang super raksasa terletak di sekitar pita horizontal yang menempati seluruh bagian atas diagram HR, namun ada beberapa variasi di jenis spektrum yang berbeda. Super raksasa bisa memiliki luminositas hingga ribuan kali luminositas Matahari.[17]
Variasi ini sebagian disebabkan oleh metode yang berbeda untuk menetapkan kelas luminositas di tipe spektrum yang berbeda, dan sebagian karena perbedaan fisik aktual pada bintang.
Semua raksasa merah lebih besar dan lebih lebih bercahaya daripada bintang urutan utama dari suhu yang sama. Ini berarti bahwa super raksasa panas terletak di pita yang relatif sempit diatas bintang-bintang deret utama yang cerah.[18]
Jenis-jenis
Super raksasa datang dalam berbagai ukuran dan suhu, tetapi umumnya diklasifikasikan sebagai merah atau biru.[19]
Super raksasa merah
Super raksasa merah memiliki massa setidaknya delapan kali Matahari kita, dan umumnya merupakan bintang tua yang pernah seukuran serupa dengan Matahari. Mereka terbentuk ketika sebuah bintang yang lebih dari 10 kali massa Matahari kita kehabisan bahan bakar hidrogen di inti, mencegah terjadinya fusi disana. Ia kemudian mulai roboh tetapi, saat ia melakukannya, hidrogen di kulit terluarnya memulai fusi sendiri. Di titik ini seluruh bintang mengalami fusi dan membakar seluruh hidrogennya dengan kecepatan yang mencengangkan. Faktanya, mereka dapat membakar semua hidrogen yang tersisa hanya dalam waktu beberapa juta tahun, dibandingkan dengan beberapa miliar tahun masa hidup bintang-bintang seperti Matahari kita. Selama itu mereka akan bersinar setidaknya 100.000 kali lebih terang dari Matahari. Di akhir hidupnya, bintang super raksasa merah sering meledak sebagai supernova, menghasilkan bintang neutron atau lubang hitam dalam prosesnya.[20]
Super raksasa biru
Super raksasa biru jauh lebih panas daripada Super raksasa merah, tetapi umumnya jauh lebih kecil, hanya sekitar 25 kali ukuran Matahari. Seperti raksasa merah, memiliki umur yang sangat singkat, hanya beberapa juta tahun. Mereka biasanya terbentuk ketika sebuah bintang dengan massa lebih dari 10 kali massa Matahari yang menuju kehancurannya sendiri memasuki fase pembakaran lambat. Sebuah tim peneliti dari KU Leuven Belgia dan Universitas Newcastle di Inggris mengkonfirmasi model komputer yang menunjukkan bahwa hampir semua bintang super raksasa biru bercahaya karena gelombang di permukaannya.[21] Namun, super raksasa merah juga bisa membiru jika laju fusi nuklirnya sendiri melambat. Faktanya, sebuah bintang dapat terus menerus beralih antara menjadi super raksasa merah atau super raksasa biru selama hidupnya.[22]
Super raksasa kuning dan putih
Diantara dua ekstrem itu menjadi super raksasa kuning seperti bintang utara, Polaris. Namun, bintang-bintang seperti ini umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai raksasa merah, bukan biru atau kuning. Super raksasa kuning sangat jarang, fase ini hanya berlangsung sekitar 10.000-100.000 tahun sebelum berubah menjadi super raksasa merah.[23] Sedangkan super raksasa putih adalah bintang spektrum kelas F. Ini biasanya super raksasa yang lebih tua yang berayun diantara fase biru dan merah saat mereka mengonsumsi elemen melalui fusi di intinya.[24][25]
Super raksasa lainnya
Kelas super raksasa baru yang diusulkan adalah Super raksasa berdenyut cepat kuning (FYPSs).[26] Bintang super raksasa yang mungkin masih menjadi hipotetis adalah Objek Thorne-Żytkow, bintang hipotetis yang tercipta ketika sebuah bintang neutron padat ditelan oleh bintang super raksasa yang mengembang, tetapi para astronom masih belum yakin jika mereka menemukannya.[27] Super raksasa lainnya adalah cabang raksasa asimtotik ( AGB ), sebuah bintang bermassa rendah dan menengah (<8 massa Matahari ) di akhir hidupnya. Di diagram Hertzprung-Russel, bintang AGB biasanya didominasi oleh raksasa merah.[28][29]
Evolusi
Bintang yang sangat besar dan masif membakar bahan bakarnya jauh lebih cepat daripada bintang yang lebih kecil. Selain itu, ketika bintang yang lebih masif menjadi raksasa merah, mereka menjadi sangat terang dan besar dan akhirnya menjadi super raksasa. Bintang deret utama masif akan berkembang lebih jauh menjadi bintang super raksasa. Super raksasa adalah bintang paling masif.[30][31][32]
Super raksasa dan raksasa terbentuk ketika sebuah bintang kehabisan hidrogen dan mulai membakar helium. Super raksasa mengonsumsi bahan bakar hidrogen dengan sangat cepat dan akan mengonsumsi semua bahan bakar di intinya hanya dalam beberapa juta tahun. Umur pasti sebuah bintang sangat bergantung pada ukurannya. Akan tetapi, pada akhirnya, bahan bakar hidrogen yang menggerakan reaksi nuklir didalam bintang akan mulai habis, dan mereka akan memasuki fase akhir hidupnya. Seiring waktu, inti bintang roboh dan semakin panas, panas yang dihasilkan kemudian menyebabkan lapisan luar bintang mengembang ke luar. Inti berkontraksi saat lapisan luar mengembang. Mereka juga kehilangan massa dengan sangat efektif, menghasilkan ledakan dan angin yang dramatis seiring bertambahnya usia.[33][34][35]
Bintang yang lahir antara 8 dan antara 25 dan 30 massa Matahari mengembang sedemikian rupa sehingga permukaannya menjadi dingin, dan bintang menjadi Super raksasa merah. Ini akan berkembang menjadi sekitar 1.500 kali jari-jari Matahari. Baik Raksasa merah dan Super raksasa merah menurunkan suhu permukaan hingga sekitar 3.500 K. Ini karena energi yang tersebar di area permukaan yang lebih besar.[36][37][38]
Lapisan terluar bintang dengan massa lebih besar dari sekitar 8 massa Matahari memiliki berat yang cukup untuk memampatkan inti karbon-oksigen sehingga menjadi cukup panas untuk memicu fusi inti karbon.[39] Saat helium habis di inti, ia sampai tekanan luar fusi Karbon bisa menahan gaya gravitasi kedalam. Karbon dan oksigen melebur menjadi magnesium, neon, dan elemen berat lainnya dan tekanan radiasi ekstra ini menyebabkan bintang-bintang ini berkembang lebih jauh, menjadi super raksasa merah atau biru.
Super raksasa merah terkadang bisa berkontraksi karena elemen yang berbeda bisa melebur di inti dengan kecepatan berbeda. Ketika berkontraksi, mereka menjadi lebih panas dan karena itu lebih biru, dan mereka kemudian dikenal sebagai super raksasa biru. Bintang-bintang paling masif berevolusi langsung menjadi super raksasa biru tetapi banyak bintang berosilasi diantara dua fase tersebut. Sementara itu, super raksasa kuning berada dalam fase YSG ( Yellow Supergiant ; Super raksasa kuning ), setelah fase ini ia bisa menjadi super raksasa merah.[40][41]
Setelah fusi karbon, inti bintang semakin runtuh karena elemen yang lebih berat menyatu. Lebih banyak energi ( disediakan oleh gaya gravitasi di inti ) dibutuhkan untuk membakar elemen yang lebih berat hingga Besi tercapai.
Di super raksasa merah fusi tidak berhenti. Atom yang lebih ringan melebur menjadi atom yang lebih berat, akhirnya atom besi terbentuk. Besi, bagaimanapun, adalah titik akhir dari proses ini. Di titik ini, tidak ada cukup energi untuk meleburkan Besi. Fusi atom besi menghasilkan produk yang lebih masif daripada inti yang difusi dan oleh karena itu proses tersebut menghasilkan energi, sebagai lawan dari pelepasan energi, yang telah dilakukan oleh semua reaksi fusi hingga saat ini.[42][43]
Ketika intinya roboh, memicu gelombang neutrino yang meluncurkan supernova raksasa.[44] Ketika bintang super raksasa mati, mereka menjadi supernova. Energi luar biasa yang dilepaskan menggabungkan atom-atom berat. Unsur-unsur yang lebih berat dari besi terbentuk dalam supernova, termasuk emas, perak, dan uranium. Supernova bisa secerah seluruh galaksi, tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Setelah debu hilang, satu-satunya yang tersisa adalah bintang sangat padat yang dikenal sebagai bintang neutron, seringkali bisa berputar cepat dan dikenal sebagai pulsar. Jika bintang sangat besar, ia bahkan bisa membentuk lubang hitam.[45][46][47][48] Di super raksasa biru, biasanya meledak sebagai supernova runtuh-inti, dimana ledakan supernova energik yang dihasilkan dapat menyebabkan berbagai macam kurva cahaya, dari tipe II, hingga kejadian super-bercahaya.[49]
Kelimpahan bahan kimia
Kelimpahan berbagai elemen di permukaan super raksasa berbeda dengan bintang yang kurang bercahaya. Super raksasa adalah bintang berevolusi dan banyak yang telah mengalami konveksi produk fusi ke permukaan.
Super raksasa dingin tampaknya telah meningkatkan helium dan nitrogen ke permukaannya karena konveksi produk fusi ini ke permukaan selama urutan utama bintang yang sangat masif.
Helium terbentuk dalam inti dan kadar oksigen berkurang. Super raksasa merah dapat dibedakan dari bercahaya, tetapi bintang AGB kurang masif dengan bahan kimia yang tidak biasa di permukaan.
Super raksasa yang lebih ganas umumnya memiliki tingkat pengayaan nitrogen yang berbeda. Ini mungkin karena tingkat pencampuran yang berbeda di urutan utama karena rotasi atau fase lainnya.
Bintang super raksasa pasca-merah memiliki tingkat nitrogen yang relatif lebih tinggi terhadap karbon karena konveksi bahan yang diproses CNO ke permukaan dan hilangnya lapisan terluar.[50]
Super raksasa yang terkenal
Bintang super raksasa adalah salah satu bintang terbesar di alam semesta (setelah bintang hiper raksasa ). Mereka biasanya memiliki ukuran hingga lebih 1000x Matahari. Super raksasa adalah bintang yang kehabisan hidrogen dan mulai membakar helium.[51]
Super raksasa merah
Super raksasa merah biasanya diklasifikasikan K-M dan kelas luminositas I:[52]
- Betelgeuse (Alpha Orionis), terletak di rasi bintang Orion. Memiliki lebar 900 kali lipat Matahari dan luminositas 100.000 kali lipat.[53][54]
- Antares (Alpha Scorpii), terletak di rasi bintang Scorpio. Memiliki diameter 700 kali lipat Matahari, dan luminositas 2,754 kali lebih terang.[55]
- UY Scuti, terletak di rasi bintang Scutum. Memiliki jari-jari 755 kali lipat Matahari (sebelumnya 1708 jari-jari Matahari).
- Mu Cephei
- 6 Geminorum[56]
- AH Scorpii
- BC Cygni
- BI Cygni
- BO Carinae
- CK Carinae
- DU Crucis
- EV Carinae
- HD 143183
- HR Carinae B
Super raksasa biru
Dikenal secara ilmiah sebagai super raksasa OB, dan umumnya memiliki klasifikasi luminositas I, dan klasifikasi spektrum B9 atau sebelumnya:[57]
- Rigel (Beta Orionis), terletak di rasi bintang Orion. Memiliki radius 78,9 ± 7,4 kali lipat Matahari, dan luminositas 47.000 kali Matahari.[58][59]
- 4U 1700-37[60]
- 15 Sagittarii
- 19 Cephei
- ABV
- Alnitak
- Alpha Camelopardalis
- BD+43° 3654
- Cygnus OB2-8A
- Cygnis X-1
- HD 5980
- HD 93129
- HD 97950
- GCIRS 8*
- Lambda Cephei
- LSS 4067
- Melnick 42
- Mu Normae
- Pismis 24-1
- Bintang Plaskett
- QZ Carinae
- Theta Muscae
- UW Canis Majoris
- WR 25 B
- WR 42e
- Naos
Super raksasa biru di galaksi IC 3418:
Super raksasa kuning
Biasanya diklasifikasikan tipe spektrum F atau G, kelas luminositas e.g. Ia atau Ib:
- Polaris (α Ursae Minoris), terletak di rasi bintang Ursa Mayor dan merupakan sistem tiga bintang yang terdiri dari Polaris Aa, Polaris Ab, dan Polaris B. Polaris berdiameter 44 juta mil/ 70 juta.[61]
- HD 50975
- HD 101947, terletak di gugus terbuka Stock 14.[62]
- V810 Centauri, terletak di rasi bintang Sentaurus. Memiliki diameter 81,93 kkali lebih besar dari Matahari.[63]
- 9 Pegasi[64]
- 14 Persei
- Alpha Aquarii
- Alpha Capricorni
- Beta Aquarii
- Beta Camelopardalias
- Chi Aquilae
- Delta Cephei
- Epsilon Geminorum
- F Hydrae
- FU Orionis
- HD 59890
- HD 84810
- HD 85622
- HD 95109
- HD 101570
- HD 102839
- HD 156768
- HD 185108
- HR 1884
- IRAS 23304+6147
- Kappa Pavonis
- Kappa Trianguli Australis
- RT Trianguli Australis
- Mu Persei
- Psi Andromedae
- P Coronae Borealis
- R Sagittae
- S Sagittae
- R Scuti
- RS Puppis
- Xi Puppis
- RT Aurigae
- RV Tauri
- S Vulpecuale
- SV Vulpecuale
- U Vulpecuale
- TT Aquilae
- U Monocerotis
- Zeta Monocerotis
- V378 Normae
- V1057 Cygni
- W Sagittarii
- X Crucis
Super raksasa putih
Biasanya memiliki tipe spektrum F:[65]
- Deneb[66]
- 6 Cassiopeiae
- HD 21389
- HD 268835
- HD 321588
- HD 37974
- HP Lyrae
- Iota Carinae
- Iota Scorpii
- Upsilon Sagittarii
- V4381 Sagittarii
- V533 Carinae
Objek Thorne-Zytkow
Beberapa objek Thorne-Zytkow adalah super raksasa:
Lihat Juga
- Raksasa merah
- Super raksasa merah
- Super raksasa biru
- Super raksasa kuning
- Super raksasa putih
- Hyper Raksasa
Referensi
- ↑ Definition of supergiant star Dictionary.com. www.dictionary.com.
- ↑ SUPERGIANT 4 Definitions of Supergiant - YourDictionary. www.yourdictionary.com.
- ↑ Fraser Cain. Supergiant Star. Universe Today. 2009-02-12.
- ↑ Supergiant Stars. The Nine Planets. 2020-06-11.
- ↑ Supergiant. ScienceDaily.
- ↑ Lynn Jenner. Dying Supergiant Stars Implicated in Hours-long Gamma-Ray Bursts. NASA. 2015-07-06.
- ↑ Fraser Cain. Supergiant Star. Universe Today. 2009-02-12.
- ↑ Fraser Cain. Supergiant Star. Universe Today. 2009-02-12.
- ↑ James Maynard. Singing the Blues for Supergiant Stars. Medium. 2019-05-06.
- ↑ Philip Massey. RED SUPERGIANTS IN THE ANDROMEDA GALAXY (M31). The Astrophysical Journal. 2009-08-27. Vol. 703 (1). hlm. 420–440. doi:10.1088/0004-637x/703/1/420.
- ↑ Betelgeuse: Nearby 'supernova' star's dimming explained. BBC News. 2020-06-29.
- ↑ T. Aikawa. Irregular small-amplitude pulsations in yellow supergiant star models. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 1993-06-15. Vol. 262 (4). hlm. 893–900. doi:10.1093/mnras/262.4.893.
- ↑ Astrophysics of Red Supergiants. aasnova.org.
- ↑ Philip Massey. The Evolution of Massive Stars. I. Red Supergiants in the Magellanic Clouds. The Astronomical Journal. 2003-12-01. Vol. 126 (6). hlm. 2867. doi:10.1086/379558.
- ↑ Heidi Korhonen. Magnetic fields of cool giant and supergiant stars: models versus observations. arXiv:1712.05077 [astro-ph]. 2017-12-13.
- ↑ K. Kravchenko. Tomography of cool giant and supergiant star atmospheres. I. Validation of the method. Astronomy & Astrophysics. 2018-02. Vol. 610. hlm. A29. doi:10.1051/0004-6361/201731530.
- ↑ Supergiant stars. TheFreeDictionary.com.
- ↑ Supergiant Stars. The Nine Planets. 2020-06-11.
- ↑ © Future Publishing Limited Quay House. Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine. www.spaceanswers.com.
- ↑ © Future Publishing Limited Quay House. Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine. www.spaceanswers.com.
- ↑ James Maynard. Singing the Blues for Supergiant Stars. Medium. 2019-05-06.
- ↑ © Future Publishing Limited Quay House. Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine. www.spaceanswers.com.
- ↑ Supergiant Star Caught Fleeing In Another Galaxy. Sky & Telescope. 2018-04-06.
- ↑ © Future Publishing Limited Quay House. Five amazing wonders of the universe Space Facts – Astronomy, the Solar System & Outer Space All About Space Magazine. www.spaceanswers.com.
- ↑ NASA/ADS. ui.adsabs.harvard.edu.
- ↑ New class of supergiant stars could explain missing supernova progenitors. Physics World. 2020-09-23.
- ↑ Thorne-Żytkow Objects: When a Supergiant Star Swallows a Dead Star. Discover Magazine.
- ↑ Supergiant Stars. cronodon.com.
- ↑ Nikos Prantzos. Encyclopedia of Astrobiology. Springer. 2011. hlm. 117–118. doi:10.1007/978-3-642-11274-4_125. ISBN 978-3-642-11274-4.
- ↑ Supergiant. ScienceDaily.
- ↑ Life Cycle of a Star National Schools' Observatory. www.schoolsobservatory.org.
- ↑ Lives and Deaths of Stars. www.astronomynotes.com.
- ↑ Life Cycle of a Star National Schools' Observatory. www.schoolsobservatory.org.
- ↑ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts. AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials.
- ↑ Star Classification - Zoom Astronomy. www.enchantedlearning.com.
- ↑ Stars. observatory.astro.utah.edu.
- ↑ The Evolution of More Massive Stars Astronomy. courses.lumenlearning.com.
- ↑ Ken Croswell. Inner Workings: A massive star dies without a bang, revealing the sensitive nature of supernovae. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2020-01-21. Vol. 117 (3). hlm. 1240–1242. doi:10.1073/pnas.1920319116.
- ↑ The Evolution of More Massive Stars Astronomy. courses.lumenlearning.com.
- ↑ Supergiants, Supernova, and Neutron Stars. The Star Garden. 2017-10-26.
- ↑ Yellow Supergiants. Simple Cosmos Official Wiki.
- ↑ The Evolution of More Massive Stars Astronomy. courses.lumenlearning.com.
- ↑ Supergiants and Supernovas.
- ↑ Ken Croswell. Inner Workings: A massive star dies without a bang, revealing the sensitive nature of supernovae. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2020-01-21. Vol. 117 (3). hlm. 1240–1242. doi:10.1073/pnas.1920319116.
- ↑ Life Cycle of a Star National Schools' Observatory. www.schoolsobservatory.org.
- ↑ Star Classification - Zoom Astronomy. www.enchantedlearning.com.
- ↑ Stars. observatory.astro.utah.edu.
- ↑ Supergiants and Supernovas.
- ↑ Tobias Fischer. Quark deconfinement as a supernova explosion engine for massive blue supergiant stars. Nature Astronomy. 2018-10-22. Vol. 2 (12). hlm. 980–986. doi:10.1038/s41550-018-0583-0.
- ↑ Supergiant Stars. The Nine Planets. 2020-06-11.
- ↑ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts. AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials.
- ↑ Red supergiant star. ScienceDaily.
- ↑ Mike Wall 01 July 2020. Betelgeuse's weird dimming caused by gigantic starspots. Space.com.
- ↑ Ravinder Banyal. Why Did Betelgeuse Dim?. The Wire Science. 2020-04-09.
- ↑ Elizabeth Howell 18 August 2017. Antares: Red Star at the End of Its Life. Space.com.
- ↑ Red Supergiant. Simple Cosmos Official Wiki.
- ↑ Types of Stars Stellar Classification, Lifecycle, and Charts. AstroBackyard Astrophotography Tips and Tutorials.
- ↑ Pengembara Angkasa. Mengapa Rigel Tidak Diberi Nama Alpha Orionis?. langitselatan. 2015-01-13.
- ↑ Elizabeth Howell 18 March 2019. Rigel: Orion's Brightest Star. Space.com.
- ↑ Blue Supergiants. Simple Cosmos Official Wiki.
- ↑ Polaris (α Ursae Minoris) Facts, Information, History & Definition. The Nine Planets. 2020-01-20.
- ↑ W. Eichendorf. The yellow supergiant HD 101947 - a Cepheid with 125 days period?. Astronomy and Astrophysics. 1979-08. Vol. 77. hlm. 227–232.
- ↑ V810 Centauri. Universe Guide.
- ↑ Yellow Supergiants. Simple Cosmos Official Wiki.
- ↑ Supergiant - Conservapedia. www.conservapedia.com.
- ↑ White Supergiant. Simple Cosmos Official Wiki.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29268387 (2026-05-24T21:56:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.