Lompat ke isi

Fotosintesis anoksigenik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28476521; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fotosintesis anoksigenik''' adalah proses [[fototrof]] mana [[energi]] [[cahaya]] ditangkap dan diubah menjadi [[Adenosina trifosfat|ATP]], tanpa menghasilkan [[oksigen]] karena dalam proses tersebut tidak digunakan [[air]] (H<sub>2</sub>O) sebagai sumber [[elektron]]. Terdapat beberapa kelompok [[bakteri]] yang mengalami fotosintesis anoksigenik yaitu [[bakteri belerang hijau]] (''green sulfur bacteria''; GSB), [[fototrof]] merah dan hijau membenang (FAP seperti [[Chloroflexi]]), [[bakteri ungu]], [[Acidobacteria]], dan [[heliobacteria]].
[[File:Anoxygenic_Photosynthesis_in_Green_Sulfur_Bacteria.svg|thumb|right|280px|Anoxygenic Photosynthesis in Green Sulfur Bacteria]]
 
'''Fotosintesis anoksigenik''' adalah proses [[fototrof]] mana [[energi]] [[cahaya]] ditangkap dan diubah menjadi [[Adenosina trifosfat|ATP]], tanpa menghasilkan [[oksigen]] karena dalam proses tersebut tidak digunakan [[air]] (H<sub>2</sub>O) sebagai sumber [[elektron]]. Terdapat beberapa kelompok [[bakteri]] yang mengalami fotosintesis anoksigenik yaitu [[bakteri belerang hijau]] (''green sulfur bacteria''; GSB), [[fototrof]] merah dan hijau membenang (FAP seperti [[Chloroflexi]]), [[bakteri ungu]], [[Acidobacteria]], dan [[heliobacteria]].<ref>Donald A. Bryant. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0966842X06002265 Prokaryotic photosynthesis and phototrophy illuminated]. ''Trends in Microbiology''. November 2006. Vol. 14 (11). hlm. 488–496. doi:10.1016/j.tim.2006.09.001.</ref><ref>Donald A. Bryant. ''''Candidatus'' Chloracidobacterium thermophilum: An Aerobic Phototrophic Acidobacterium''. ''Science''. 27 Juli 2007. Vol. 317 (5837). hlm. 523-526. doi:10.1126/science.1143236.</ref>


[[Pigmen]] yang digunakan untuk menjalankan fotosintesis anoksigenik mirip seperti [[klorofil]] namun berbeda pada detail molekulernya serta panjang cahaya yang diserapnya. [[Bakterioklorofil]] ''a'' hingga ''g'' menyerap [[foton]] elektromagnetik secara maksimal di daerah [[inframerah]]-dekat dalam lingkungan membran alami mereka. Hal ini berbeda dengan klorofil a, pigmen yang dominan pada [[tumbuhan]] dan [[sianobakteri]], yang memiliki [[panjang gelombang]] serapan puncak kira-kira 100 [[nanometer]] lebih pendek (dalam bagian merah pada rentang spektrum [[sinar tampak]]).
[[Pigmen]] yang digunakan untuk menjalankan fotosintesis anoksigenik mirip seperti [[klorofil]] namun berbeda pada detail molekulernya serta panjang cahaya yang diserapnya. [[Bakterioklorofil]] ''a'' hingga ''g'' menyerap [[foton]] elektromagnetik secara maksimal di daerah [[inframerah]]-dekat dalam lingkungan membran alami mereka. Hal ini berbeda dengan klorofil a, pigmen yang dominan pada [[tumbuhan]] dan [[sianobakteri]], yang memiliki [[panjang gelombang]] serapan puncak kira-kira 100 [[nanometer]] lebih pendek (dalam bagian merah pada rentang spektrum [[sinar tampak]]).


Beberapa [[arkea]] (seperti ''[[Halobacterium]]'') menangkap energi cahaya untuk melaksanakan fungsi [[metabolisme]]nya dan karena itu bersifat [[fototrof]] tetapi tidak diketahui apakah dapat "memperbaiki" [[karbon]] (mis. dapat berfotosintesis). Alih-alih sebagai [[reseptor]] tipe-klorofil dan [[rantai transpor elektron]], [[protein]] seperti halorodopsin menangkap energi cahaya dengan bantuan [[Terpena|diterpena]] untuk menggerakkan [[ion]] melawan gradien dan menghasilkan [[Adenosina trifosfat|ATP]] melalui [[kemiosmosis]] seperti halnya [[mitokondria]].
Beberapa [[arkea]] (seperti ''[[Halobacterium]]'') menangkap energi cahaya untuk melaksanakan fungsi [[metabolisme]]nya<ref>Aharon Oren. ''Industrial and environmental applications of halophilic microorganisms''. ''Environmental Technology''. Juli 2010. Vol. 31 (8-9). hlm. 825–834. doi:10.1080/09593330903370026.</ref> dan karena itu bersifat [[fototrof]] tetapi tidak diketahui apakah dapat "memperbaiki" [[karbon]] (mis. dapat berfotosintesis). Alih-alih sebagai [[reseptor]] tipe-klorofil dan [[rantai transpor elektron]], [[protein]] seperti halorodopsin menangkap energi cahaya dengan bantuan [[Terpena|diterpena]] untuk menggerakkan [[ion]] melawan gradien dan menghasilkan [[Adenosina trifosfat|ATP]] melalui [[kemiosmosis]] seperti halnya [[mitokondria]].<ref>Christoph Pfisterer. ''The Mechanism of Photo-energy Storage in the Halorhodopsin Chloride Pump''. ''The Journal of Biological Chemistry''. 11 Februari 2009. Vol. 284. hlm. 13562-13569. doi:10.1074/jbc.M808787200.</ref>


== Tipe ==
== Tipe ==
 
Ada 2 tipe utama rantai transfer elektron dalam fotosintesis anoksigenik pada bakteri. Pusat reaksi tipe I ditemukan dalam GSB, Chloracidobacterium, dan Heliobacteria<ref>Beverley R. Green. [https://archive.org/details/lightharvestinga0000unse Light-Harvesting Antennas in Photosynthesis]. 2003. hlm. [https://archive.org/details/lightharvestinga0000unse/page/n39 8]. ISBN 0792363353.</ref> sementara pusat reaksi tipe II ditemukan dalam [[Chloroflexi|FAP]] dan bakteri ungu.<ref>Hans Van Germerden. [https://www.springer.com/gp/book/9780792336815 Anoxygenic photosynthetic bacteria]. Kluwer Academic Publishers. 1995. hlm. 50–57. ISBN 978-0-306-47954-0.</ref>
 
Ada 2 tipe utama rantai transfer elektron dalam fotosintesis anoksigenik pada bakteri. Pusat reaksi tipe I ditemukan dalam GSB, Chloracidobacterium, dan Heliobacteria sementara pusat reaksi tipe II ditemukan dalam [[Chloroflexi|FAP]] dan bakteri ungu.


=== Pusat Reaksi Tipe I ===
=== Pusat Reaksi Tipe I ===
[[Rantai transpor elektron]] pada [[bakteri belerang hijau]], seperti pada ''Chlorobaculum tepidum,'' menggunakan [[pusat reaksi]] bakterioklorofil (''bacteriochlorophyll'') P840. Saat cahaya diserap oleh pusat reaksi, P840 tereksitasi dengan [[Potensial elektrokimiawi|potensial reduksi]] yang besar dan mendonorkan elektron ke bakterioklorofil 663 yang menyalurkannya ke rantai transpor elektron. Elektron ditransfer melalui serangkaian pembawa elektron dan kompleks sampai akhirnya digunakan untuk mereduksi [[Nikotinamida adenina dinukleotida|NAD<sup>+</sup>]]. Regenerasi P840 dilakukan dengan [[oksidasi]] ion [[sulfida]] dari [[hidrogen sulfida]] (atau [[Besi(II) sulfida|besi]]) oleh [[sitokrom]] c<sub>555</sub>.
[[Rantai transpor elektron]] pada [[bakteri belerang hijau]], seperti pada ''Chlorobaculum tepidum,'' menggunakan [[pusat reaksi]] bakterioklorofil (''bacteriochlorophyll'') P840. Saat cahaya diserap oleh pusat reaksi, P840 tereksitasi dengan [[Potensial elektrokimiawi|potensial reduksi]] yang besar dan mendonorkan elektron ke bakterioklorofil 663 yang menyalurkannya ke rantai transpor elektron. Elektron ditransfer melalui serangkaian pembawa elektron dan kompleks sampai akhirnya digunakan untuk mereduksi [[Nikotinamida adenina dinukleotida|NAD<sup>+</sup>]]. Regenerasi P840 dilakukan dengan [[oksidasi]] ion [[sulfida]] dari [[hidrogen sulfida]] (atau [[Besi(II) sulfida|besi]]) oleh [[sitokrom]] c<sub>555</sub>.<ref>''Inorganic sulfur oxidizing system in green sulfur bacteria''. ''Photosynthesis Research''. Juni 2010. Vol. 104 (2–3). hlm. 163–76. doi:10.1007/s11120-010-9531-2.</ref>


=== Pusat Reaksi Tipe II ===
=== Pusat Reaksi Tipe II ===
Pusat reaksi tipe II ini analog secara struktural dan sekuensial dengan [[fotosistem II]] (PSII) pada tumbuhan hijau dan sianobakteri, tetapi tidak memiliki kompleks yang termodifikasi untuk oksigen seperti PSII.
Pusat reaksi tipe II ini analog secara struktural dan sekuensial dengan [[fotosistem II]] (PSII) pada tumbuhan hijau dan sianobakteri, tetapi tidak memiliki kompleks yang termodifikasi untuk oksigen seperti PSII.


[[Bakteri ungu]] belerang menggunakan [[hidrogen sulfida]] (H<sub>2</sub>S) sebagai energi reduksi dalam rangkaian fotosintesisnya, sedangkan bakteri ungu non-belerang tidak menggunakan H<sub>2</sub>S sebagai energi reduksi karena bagi bakteri tersebut H<sub>2</sub>S bersifat toksik. Proses fotolisis H<sub>2</sub>S maupun proses rantai transpor elektron pada bakteri ungu non-belerang dimulai dengan penangkapan foton oleh pigmen bakteriofil P870. Elektron yang tereksitasi dari P870 ditransfer ke bakteriofeofitin (''bacteriopheophytin'') yang akan meneruskannya ke serangkaian pembawa elektron pada [[rantai transpor elektron]]. Proses tersebut akan menghasilkan gradien [[elektrokimia]] yang akan digunakan untuk menyintesis ATP melalui [[kemiosmosis]]. P870 harus di[[Redoks|reduksi]] agar bisa digunakan kembali dalam proses selanjutnya. [[Hidrogen]] di lingkungan bakteri biasanya menjadi pendonor elektron.
[[Bakteri ungu]] belerang menggunakan [[hidrogen sulfida]] (H<sub>2</sub>S) sebagai energi reduksi dalam rangkaian fotosintesisnya,<ref>Lita M Proctor. [http://www.int-res.com/articles/ame/12/a012p105.pdf Nitrogen-fixing, photosynthetic, anaerobic bacteria associated with pelagic copepods]. ''Aquatic Microbial Ecology''. 1997. Vol. 12. hlm. 105–113. doi:10.3354/ame012105.</ref> sedangkan bakteri ungu non-belerang tidak menggunakan H<sub>2</sub>S sebagai energi reduksi karena bagi bakteri tersebut H<sub>2</sub>S bersifat toksik. Proses fotolisis H<sub>2</sub>S maupun proses rantai transpor elektron pada bakteri ungu non-belerang dimulai dengan penangkapan foton oleh pigmen bakteriofil P870. Elektron yang tereksitasi dari P870 ditransfer ke bakteriofeofitin (''bacteriopheophytin'') yang akan meneruskannya ke serangkaian pembawa elektron pada [[rantai transpor elektron]]. Proses tersebut akan menghasilkan gradien [[elektrokimia]] yang akan digunakan untuk menyintesis ATP melalui [[kemiosmosis]]. P870 harus di[[Redoks|reduksi]] agar bisa digunakan kembali dalam proses selanjutnya.<ref>RS Dungan. [https://dl.sciencesocieties.org/publications/jeq/pdfs/44/5/1550"Detection of Purple Sulfur Bacteria in Purple and Non-Purple Dairy Wastewaters]. ''Journal of Environmental Quality''. 2015. Vol. 44 (5). hlm. 1550–1555. doi:10.2134/jeq2015.03.0128.</ref> [[Hidrogen]] di lingkungan bakteri biasanya menjadi pendonor elektron.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Peristiwa anoksik]]
* [[Peristiwa anoksik]]
* [[Fotosintesis]]
* [[Fotosintesis]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fotosintesis+anoksigenik&oldid=28476521 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28476521 (2025-11-14T05:16:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fotosintesis+anoksigenik&oldid=28476521 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28476521 (2025-11-14T05:16:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 13.59

Anoxygenic Photosynthesis in Green Sulfur Bacteria

Fotosintesis anoksigenik adalah proses fototrof mana energi cahaya ditangkap dan diubah menjadi ATP, tanpa menghasilkan oksigen karena dalam proses tersebut tidak digunakan air (H2O) sebagai sumber elektron. Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mengalami fotosintesis anoksigenik yaitu bakteri belerang hijau (green sulfur bacteria; GSB), fototrof merah dan hijau membenang (FAP seperti Chloroflexi), bakteri ungu, Acidobacteria, dan heliobacteria.[1][2]

Pigmen yang digunakan untuk menjalankan fotosintesis anoksigenik mirip seperti klorofil namun berbeda pada detail molekulernya serta panjang cahaya yang diserapnya. Bakterioklorofil a hingga g menyerap foton elektromagnetik secara maksimal di daerah inframerah-dekat dalam lingkungan membran alami mereka. Hal ini berbeda dengan klorofil a, pigmen yang dominan pada tumbuhan dan sianobakteri, yang memiliki panjang gelombang serapan puncak kira-kira 100 nanometer lebih pendek (dalam bagian merah pada rentang spektrum sinar tampak).

Beberapa arkea (seperti Halobacterium) menangkap energi cahaya untuk melaksanakan fungsi metabolismenya[3] dan karena itu bersifat fototrof tetapi tidak diketahui apakah dapat "memperbaiki" karbon (mis. dapat berfotosintesis). Alih-alih sebagai reseptor tipe-klorofil dan rantai transpor elektron, protein seperti halorodopsin menangkap energi cahaya dengan bantuan diterpena untuk menggerakkan ion melawan gradien dan menghasilkan ATP melalui kemiosmosis seperti halnya mitokondria.[4]

Tipe

Ada 2 tipe utama rantai transfer elektron dalam fotosintesis anoksigenik pada bakteri. Pusat reaksi tipe I ditemukan dalam GSB, Chloracidobacterium, dan Heliobacteria[5] sementara pusat reaksi tipe II ditemukan dalam FAP dan bakteri ungu.[6]

Pusat Reaksi Tipe I

Rantai transpor elektron pada bakteri belerang hijau, seperti pada Chlorobaculum tepidum, menggunakan pusat reaksi bakterioklorofil (bacteriochlorophyll) P840. Saat cahaya diserap oleh pusat reaksi, P840 tereksitasi dengan potensial reduksi yang besar dan mendonorkan elektron ke bakterioklorofil 663 yang menyalurkannya ke rantai transpor elektron. Elektron ditransfer melalui serangkaian pembawa elektron dan kompleks sampai akhirnya digunakan untuk mereduksi NAD+. Regenerasi P840 dilakukan dengan oksidasi ion sulfida dari hidrogen sulfida (atau besi) oleh sitokrom c555.[7]

Pusat Reaksi Tipe II

Pusat reaksi tipe II ini analog secara struktural dan sekuensial dengan fotosistem II (PSII) pada tumbuhan hijau dan sianobakteri, tetapi tidak memiliki kompleks yang termodifikasi untuk oksigen seperti PSII.

Bakteri ungu belerang menggunakan hidrogen sulfida (H2S) sebagai energi reduksi dalam rangkaian fotosintesisnya,[8] sedangkan bakteri ungu non-belerang tidak menggunakan H2S sebagai energi reduksi karena bagi bakteri tersebut H2S bersifat toksik. Proses fotolisis H2S maupun proses rantai transpor elektron pada bakteri ungu non-belerang dimulai dengan penangkapan foton oleh pigmen bakteriofil P870. Elektron yang tereksitasi dari P870 ditransfer ke bakteriofeofitin (bacteriopheophytin) yang akan meneruskannya ke serangkaian pembawa elektron pada rantai transpor elektron. Proses tersebut akan menghasilkan gradien elektrokimia yang akan digunakan untuk menyintesis ATP melalui kemiosmosis. P870 harus direduksi agar bisa digunakan kembali dalam proses selanjutnya.[9] Hidrogen di lingkungan bakteri biasanya menjadi pendonor elektron.

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Donald A. Bryant. Prokaryotic photosynthesis and phototrophy illuminated. Trends in Microbiology. November 2006. Vol. 14 (11). hlm. 488–496. doi:10.1016/j.tim.2006.09.001.
  2. Donald A. Bryant. 'Candidatus Chloracidobacterium thermophilum: An Aerobic Phototrophic Acidobacterium. Science. 27 Juli 2007. Vol. 317 (5837). hlm. 523-526. doi:10.1126/science.1143236.
  3. Aharon Oren. Industrial and environmental applications of halophilic microorganisms. Environmental Technology. Juli 2010. Vol. 31 (8-9). hlm. 825–834. doi:10.1080/09593330903370026.
  4. Christoph Pfisterer. The Mechanism of Photo-energy Storage in the Halorhodopsin Chloride Pump. The Journal of Biological Chemistry. 11 Februari 2009. Vol. 284. hlm. 13562-13569. doi:10.1074/jbc.M808787200.
  5. Beverley R. Green. Light-Harvesting Antennas in Photosynthesis. 2003. hlm. 8. ISBN 0792363353.
  6. Hans Van Germerden. Anoxygenic photosynthetic bacteria. Kluwer Academic Publishers. 1995. hlm. 50–57. ISBN 978-0-306-47954-0.
  7. Inorganic sulfur oxidizing system in green sulfur bacteria. Photosynthesis Research. Juni 2010. Vol. 104 (2–3). hlm. 163–76. doi:10.1007/s11120-010-9531-2.
  8. Lita M Proctor. Nitrogen-fixing, photosynthetic, anaerobic bacteria associated with pelagic copepods. Aquatic Microbial Ecology. 1997. Vol. 12. hlm. 105–113. doi:10.3354/ame012105.
  9. RS Dungan. "Detection of Purple Sulfur Bacteria in Purple and Non-Purple Dairy Wastewaters. Journal of Environmental Quality. 2015. Vol. 44 (5). hlm. 1550–1555. doi:10.2134/jeq2015.03.0128.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28476521 (2025-11-14T05:16:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.