Lompat ke isi

Karawitan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29417602; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Borobudur_lute,_stick_zither_and_flute,_1880_photo.jpg|thumb|right|280px|Borobudur lute, stick zither and flute, 1880 photo]]
'''Karawitan''' adalah seni [[gamelan]] dan seni [[Vokal|suara]] yang bertangga nada [[slendro]] dan [[pelog]]. Kesenian ini terkenal di Pulau [[Jawa]], [[Madura]], dan [[Pulau Bali|Bali]].
'''Karawitan''' adalah seni [[gamelan]] dan seni [[Vokal|suara]] yang bertangga nada [[slendro]] dan [[pelog]]. Kesenian ini terkenal di Pulau [[Jawa]], [[Madura]], dan [[Pulau Bali|Bali]].
Istilah karawitan berasal dari [[bahasa Jawa]] yaitu kata [https://www.kamusjawa.net/arti/kata/rawit.html "rawit"] yang berarti halus dan lembut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karawitan diartikan sebagai seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro atau pelog.
Istilah karawitan berasal dari [[bahasa Jawa]] yaitu kata [https://www.kamusjawa.net/arti/kata/rawit.html "rawit"] yang berarti halus dan lembut.<ref>W. J. S. Poerwadarminta. [https://www.sastra.org/bahasa-dan-budaya/kamus-dan-leksikon/802-bausastra-jawa-poerwadarminta-1939-75-bagian-22-r Bausastra Jawa]. J. B. Wolters' Uitgevers-Maatschappij N. V. Groningen. 1939.</ref> Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karawitan diartikan sebagai seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro atau pelog.<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karawitan Arti kata karawitan]. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia.</ref>
Jadi karawitan berarti kelembutan perasaan yang terkandung dalam seni gamelan. Menurut Becker dan Feinstein, karawitan merujuk pada tradisi musik gamelan Jawa beserta praktik vokalnya yang berkembang dalam konteks budaya keraton maupun masyarakat umum. Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah [[Jawa Tengah]], [[Yogyakarta]] hingga [[Jawa Timur]]. Karawitan dapat dibagi menjadi tiga jenis,  yaitu Karawitan sekar, Karawitan gending, dan Karawitan sekar gending.
Jadi karawitan berarti kelembutan perasaan yang terkandung dalam seni gamelan. Menurut Becker dan Feinstein, karawitan merujuk pada tradisi musik gamelan Jawa beserta praktik vokalnya yang berkembang dalam konteks budaya keraton maupun masyarakat umum.<ref>Judith Becker. ''Karawitan: Source Readings in Javanese Gamelan and Vocal Music''. Center for South and Southeast Asian Studies, University of Michigan. 1984.</ref> Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah [[Jawa Tengah]], [[Yogyakarta]] hingga [[Jawa Timur]].<ref>Anisa Rizky. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6105329/mengenal-seni-karawitan-dan-alat-alat-musik-yang-digunakan Mengenal Seni Karawitan dan Alat-alat Musik yang Digunakan]. ''detikedu''.</ref> Karawitan dapat dibagi menjadi tiga jenis,  yaitu Karawitan sekar, Karawitan gending, dan Karawitan sekar gending.<ref>[https://www.google.co.id/books/edition/Langkah_Kaki_Graf_Literasi/MT5ZEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Langkah Kaki : Graf Literasi]. Graf Literasi. 2022-01-15. hlm. 38. ISBN 978-623-6186-08-4.</ref><ref>Sajiyo. [https://www.google.co.id/books/edition/Ergonomi_Industri/uO6CEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Ergonomi Industri]. Universitas Brawijaya Press. 2022-08-19. hlm. 81. ISBN 978-623-296-469-3.</ref><ref>Juju Masunah. [https://www.google.co.id/books/edition/Proceedings_of_the_Fifth_International_C/u_XZEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Proceedings of the Fifth International Conference on Arts and Design Education (ICADE 2022)]. Springer Nature. 2023-09-27. ISBN 978-2-38476-100-5.</ref>


Dalam pertunjukan [[wayang kulit]], karawitan berfungsi sebagai pengiring dramatik yang mengikuti alur lakon serta memberi penegasan suasana adegan. Dalam praktiknya, karawitan Jawa mengenal sistem notasi angka yang disebut notasi kepatihan untuk mendokumentasikan komposisi gending. Vokal dalam karawitan Jawa umumnya dibawakan oleh seorang [[sindhen]] yang menyanyikan cengkok dan wiled sesuai struktur gending.
Dalam pertunjukan [[wayang kulit]], karawitan berfungsi sebagai pengiring dramatik yang mengikuti alur lakon serta memberi penegasan suasana adegan.<ref>Brinner, Benjamin. ''Knowing Music, Making Music: Javanese Gamelan and the Theory of Musical Competence and Interaction''. University of Chicago Press, 1995.</ref> Dalam praktiknya, karawitan Jawa mengenal sistem notasi angka yang disebut notasi kepatihan untuk mendokumentasikan komposisi gending.<ref>Sumarsam. ''Gamelan: Cultural Interaction and Musical Development in Central Java''. University of Chicago Press, 1995.</ref> Vokal dalam karawitan Jawa umumnya dibawakan oleh seorang [[sindhen]] yang menyanyikan cengkok dan wiled sesuai struktur gending.<ref>Sutton, R. Anderson. ''Traditions of Gamelan Music in Java: Musical Pluralism and Regional Identity''. Cambridge University Press, 1991.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Pathet]]
* [[Pathet]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 21: Baris 20:
* Michael Tenzer, 2000. Gong Kebyar in Twenthy Century.
* Michael Tenzer, 2000. Gong Kebyar in Twenthy Century.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karawitan&oldid=29417602 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29417602 (2026-07-04T04:29:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karawitan&oldid=29417602 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29417602 (2026-07-04T04:29:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.02

Borobudur lute, stick zither and flute, 1880 photo

Karawitan adalah seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro dan pelog. Kesenian ini terkenal di Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Istilah karawitan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata "rawit" yang berarti halus dan lembut.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karawitan diartikan sebagai seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro atau pelog.[2] Jadi karawitan berarti kelembutan perasaan yang terkandung dalam seni gamelan. Menurut Becker dan Feinstein, karawitan merujuk pada tradisi musik gamelan Jawa beserta praktik vokalnya yang berkembang dalam konteks budaya keraton maupun masyarakat umum.[3] Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.[4] Karawitan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Karawitan sekar, Karawitan gending, dan Karawitan sekar gending.[5][6][7]

Dalam pertunjukan wayang kulit, karawitan berfungsi sebagai pengiring dramatik yang mengikuti alur lakon serta memberi penegasan suasana adegan.[8] Dalam praktiknya, karawitan Jawa mengenal sistem notasi angka yang disebut notasi kepatihan untuk mendokumentasikan komposisi gending.[9] Vokal dalam karawitan Jawa umumnya dibawakan oleh seorang sindhen yang menyanyikan cengkok dan wiled sesuai struktur gending.[10]

Lihat pula

Bacaan lanjutan

  • Kunst, Jaap., and C.J.A. Kunts Van Wely. Hindhu Javanese musical Instrument, Matinus Nijhof, The Hague, 1968.
  • Kunst, Jaap. 1973. Music in Java: Its Theory and Its Technique, 2 Vols, Martinus Nijhoff, The Hague.
  • Bandem, I Made. Ensiklopedi Gamelan Bali, Pamaréntah Laladan Tingkat I Bali, Denpasar, 1983.
  • I Wayan Dibia, Perkembangan Karawitan Bali.
  • Mantlle Hood, Th Evolution Javanese Gamelan, Vols I, II, III, International Institut for Comparative Studies, Heinrichshofen, New York, 1980.
  • Sedyawati, Edi, dkk. Jogèd Dalam Sejarah Kesenian Jawa dan Bali Kuno. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
  • De Zoete, Beryl; Walter Spies. 1973. Dance and Drama in Bali. Kuala Lumpur : Oxford University Press.
  • Michael Tenzer, 2000. Gong Kebyar in Twenthy Century.

Referensi

  1. W. J. S. Poerwadarminta. Bausastra Jawa. J. B. Wolters' Uitgevers-Maatschappij N. V. Groningen. 1939.
  2. Arti kata karawitan. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia.
  3. Judith Becker. Karawitan: Source Readings in Javanese Gamelan and Vocal Music. Center for South and Southeast Asian Studies, University of Michigan. 1984.
  4. Anisa Rizky. Mengenal Seni Karawitan dan Alat-alat Musik yang Digunakan. detikedu.
  5. Langkah Kaki : Graf Literasi. Graf Literasi. 2022-01-15. hlm. 38. ISBN 978-623-6186-08-4.
  6. Sajiyo. Ergonomi Industri. Universitas Brawijaya Press. 2022-08-19. hlm. 81. ISBN 978-623-296-469-3.
  7. Juju Masunah. Proceedings of the Fifth International Conference on Arts and Design Education (ICADE 2022). Springer Nature. 2023-09-27. ISBN 978-2-38476-100-5.
  8. Brinner, Benjamin. Knowing Music, Making Music: Javanese Gamelan and the Theory of Musical Competence and Interaction. University of Chicago Press, 1995.
  9. Sumarsam. Gamelan: Cultural Interaction and Musical Development in Central Java. University of Chicago Press, 1995.
  10. Sutton, R. Anderson. Traditions of Gamelan Music in Java: Musical Pluralism and Regional Identity. Cambridge University Press, 1991.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29417602 (2026-07-04T04:29:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.