Scheelit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29432718; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Scheelite-224167.jpg|thumb|right|280px|Scheelite-224167]] | |||
'''Scheelit''' atau '''skelit''' adalah [[mineral]] [[kalsium]] wolframat dengan rumus kimia [[Kalsium|Ca]][[Wolfram|W]][[Oksigen|O]]<sub>4</sub>. Adalah bijih [[Wolfram|tungsten]] (wolfram) yang penting. Scheelit awalnya dinamai menurut [[kimiawan]] [[Swedia]] [[Carl Wilhelm Scheele]] (1742–1786). [[Kristal]] yang terbentuk dengan baik dicari oleh para [[kolektor]] dan kadang-kadang dibentuk menjadi [[batu permata]] jika bebas dari cacat. Scheelit telah [[Sintesis kimia|disintesis]] menggunakan [[proses Czochralski]]; bahan yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat [[berlian imitasi]], sebagai [[sintilator]], atau sebagai [[Media laser aktif|media laser]] [[padat]]an. Scheelit juga digunakan dalam [[Radium|cat radium]] dengan cara yang sama seperti [[seng sulfida]], dan [[Thomas Edison]] menemukan [[fluoroskop]] dengan layar berlapis kalsium [[wolframat]], membuat gambar enam kali lebih [[terang]] daripada yang dengan [[barium]] [[platinosianida]]; zat kimia yang terakhir memungkinkan [[Wilhelm Conrad Röntgen|Röntgen]] menemukan [[sinar-X]] pada awal November 1895. | '''Scheelit''' atau '''skelit''' adalah [[mineral]] [[kalsium]] wolframat dengan rumus kimia [[Kalsium|Ca]][[Wolfram|W]][[Oksigen|O]]<sub>4</sub>. Adalah bijih [[Wolfram|tungsten]] (wolfram) yang penting. Scheelit awalnya dinamai menurut [[kimiawan]] [[Swedia]] [[Carl Wilhelm Scheele]] (1742–1786). [[Kristal]] yang terbentuk dengan baik dicari oleh para [[kolektor]] dan kadang-kadang dibentuk menjadi [[batu permata]] jika bebas dari cacat. Scheelit telah [[Sintesis kimia|disintesis]] menggunakan [[proses Czochralski]]; bahan yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat [[berlian imitasi]], sebagai [[sintilator]], atau sebagai [[Media laser aktif|media laser]] [[padat]]an. Scheelit juga digunakan dalam [[Radium|cat radium]] dengan cara yang sama seperti [[seng sulfida]], dan [[Thomas Edison]] menemukan [[fluoroskop]] dengan layar berlapis kalsium [[wolframat]], membuat gambar enam kali lebih [[terang]] daripada yang dengan [[barium]] [[platinosianida]]; zat kimia yang terakhir memungkinkan [[Wilhelm Conrad Röntgen|Röntgen]] menemukan [[sinar-X]] pada awal November 1895. | ||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
*Anderson, B. W., Jobbins, E. A. (Ed.) (1990). ''Gem testing''. Butterworth & Co Ltd, Great Britain. | *Anderson, B. W., Jobbins, E. A. (Ed.) (1990). ''Gem testing''. Butterworth & Co Ltd, Great Britain. | ||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Scheelit&oldid=29432718 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29432718 (2026-07-08T08:59:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.03
Scheelit atau skelit adalah mineral kalsium wolframat dengan rumus kimia CaWO4. Adalah bijih tungsten (wolfram) yang penting. Scheelit awalnya dinamai menurut kimiawan Swedia Carl Wilhelm Scheele (1742–1786). Kristal yang terbentuk dengan baik dicari oleh para kolektor dan kadang-kadang dibentuk menjadi batu permata jika bebas dari cacat. Scheelit telah disintesis menggunakan proses Czochralski; bahan yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat berlian imitasi, sebagai sintilator, atau sebagai media laser padatan. Scheelit juga digunakan dalam cat radium dengan cara yang sama seperti seng sulfida, dan Thomas Edison menemukan fluoroskop dengan layar berlapis kalsium wolframat, membuat gambar enam kali lebih terang daripada yang dengan barium platinosianida; zat kimia yang terakhir memungkinkan Röntgen menemukan sinar-X pada awal November 1895.
Bacaan lebih lanjut
- Anderson, B. W., Jobbins, E. A. (Ed.) (1990). Gem testing. Butterworth & Co Ltd, Great Britain.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29432718 (2026-07-08T08:59:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.