Lompat ke isi

Detonasi (peledak): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27998599; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Detonasi''' dalam [[rekayasa bahan peledak]], () adalah jenis [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]] yang melibatkan front [[eksotermik]] [[supersonik]] yang dipercepat melalui suatu medium yang pada akhirnya menggerakkan shock front yang merambat tepat di depannya. Detonasi merambat secara supersonik melalui gelombang kejut dengan kecepatan berkisar 1 km/detik dan berbeda dengan [[deflagrasi]] yang memiliki kecepatan api subsonik dalam kisaran 1 m/detik. Detonasi adalah ledakan campuran bahan bakar-udara. Dibandingkan dengan deflagrasi, detonasi tidak memerlukan oksidator eksternal. Pengoksidasi dan campuran bahan bakar ketika deflagrasi terjadi. Detonasi lebih merusak dibandingkan deflagrasi. Pada detonasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih cepat dibandingkan suara, sedangkan pada deflagrasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih lambat dibandingkan suara.
'''Detonasi''' dalam [[rekayasa bahan peledak]], ()<ref>Oxford Living Dictionaries. [https://en.oxforddictionaries.com/definition/detonate detonate]. ''British & World English''. Oxford University Press.</ref> adalah jenis [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]] yang melibatkan front [[eksotermik]] [[supersonik]] yang dipercepat melalui suatu medium yang pada akhirnya menggerakkan shock front yang merambat tepat di depannya. Detonasi merambat secara supersonik melalui gelombang kejut dengan kecepatan berkisar 1 km/detik dan berbeda dengan [[deflagrasi]] yang memiliki kecepatan api subsonik dalam kisaran 1 m/detik. Detonasi adalah ledakan campuran bahan bakar-udara. Dibandingkan dengan deflagrasi, detonasi tidak memerlukan oksidator eksternal. Pengoksidasi dan campuran bahan bakar ketika deflagrasi terjadi. Detonasi lebih merusak dibandingkan deflagrasi. Pada detonasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih cepat dibandingkan suara, sedangkan pada deflagrasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih lambat dibandingkan suara.<ref>[https://www.sfpe.org/standards-guides/sfpehandbook Handbook of Fire Protection Engineering]. Society of Fire Protection Engineers. 2016. hlm. 390.</ref><ref>Wildon Fickett. [https://archive.org/details/detonation0000fick Detonation]. University of California Press. 1979. ISBN 978-0-486-41456-0.</ref><ref>Daniel Richard Stull. [https://books.google.com/books?id=zcBTAAAAMAAJ Fundamentals of fire and explosion]. American Institute of Chemical Engineers. 1977. Vol. 10. hlm. 73. ISBN 978-0-816903-91-7.</ref><ref>Peter Urben. [https://www.sciencedirect.com/science/book/9780123725639 Bretherick's Handbook of Reactive Chemical Hazards]. Butterworths. 2006. ISBN 978-0-123725-63-9.</ref>


Detonasi terjadi pada bahan peledak padat dan cair konvensional, serta gas reaktif. TNT, dinamit, dan C4 merupakan contoh bahan peledak berkekuatan tinggi yang dapat meledak. Kecepatan detonasi pada bahan peledak padat dan cair jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan peledak gas, sehingga sistem gelombang dapat diamati dengan lebih detail (resolusi lebih tinggi).
Detonasi terjadi pada bahan peledak padat dan cair konvensional, serta gas reaktif. TNT, dinamit, dan C4 merupakan contoh bahan peledak berkekuatan tinggi yang dapat meledak. Kecepatan detonasi pada bahan peledak padat dan cair jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan peledak gas, sehingga sistem gelombang dapat diamati dengan lebih detail (resolusi lebih tinggi).
Baris 33: Baris 33:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detonasi+%28peledak%29&oldid=27998599 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998599 (2025-10-16T03:50:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detonasi+%28peledak%29&oldid=27998599 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998599 (2025-10-16T03:50:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.04

Detonasi dalam rekayasa bahan peledak, ()[1] adalah jenis pembakaran yang melibatkan front eksotermik supersonik yang dipercepat melalui suatu medium yang pada akhirnya menggerakkan shock front yang merambat tepat di depannya. Detonasi merambat secara supersonik melalui gelombang kejut dengan kecepatan berkisar 1 km/detik dan berbeda dengan deflagrasi yang memiliki kecepatan api subsonik dalam kisaran 1 m/detik. Detonasi adalah ledakan campuran bahan bakar-udara. Dibandingkan dengan deflagrasi, detonasi tidak memerlukan oksidator eksternal. Pengoksidasi dan campuran bahan bakar ketika deflagrasi terjadi. Detonasi lebih merusak dibandingkan deflagrasi. Pada detonasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih cepat dibandingkan suara, sedangkan pada deflagrasi, bagian depan api merambat melalui udara-bahan bakar lebih lambat dibandingkan suara.[2][3][4][5]

Detonasi terjadi pada bahan peledak padat dan cair konvensional, serta gas reaktif. TNT, dinamit, dan C4 merupakan contoh bahan peledak berkekuatan tinggi yang dapat meledak. Kecepatan detonasi pada bahan peledak padat dan cair jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan peledak gas, sehingga sistem gelombang dapat diamati dengan lebih detail (resolusi lebih tinggi).

Lihat pula

Referensi

  1. Oxford Living Dictionaries. detonate. British & World English. Oxford University Press.
  2. Handbook of Fire Protection Engineering. Society of Fire Protection Engineers. 2016. hlm. 390.
  3. Wildon Fickett. Detonation. University of California Press. 1979. ISBN 978-0-486-41456-0.
  4. Daniel Richard Stull. Fundamentals of fire and explosion. American Institute of Chemical Engineers. 1977. Vol. 10. hlm. 73. ISBN 978-0-816903-91-7.
  5. Peter Urben. Bretherick's Handbook of Reactive Chemical Hazards. Butterworths. 2006. ISBN 978-0-123725-63-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27998599 (2025-10-16T03:50:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.